KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 349 : Tidak Dapat Mengubah Sikap


__ADS_3

Singkat cerita pada sore hari akhirnya Evan dan Sea Lin tiba di kota Yanzhou kediaman Jenderal.


Kemudian Evan dan Sea Lin mendarat dihalaman depan kediaman Jenderal, disana Evan dan Sea Lin berjumpa dengan Chu Xian dan Qin Yun yang sedang berjalan bersama.


Saat ini Chu Xian sudah berada di Tingkat Jenderal Level Sembilan, sedangkan Qin Yun sudah berada di Tingkat Jenderal Level Tiga.


"Kepala Sekte!" sebut Evan memanggil Chu Xian yang sedang berjalan bersama dengan Qin Yun.


Mendengar suara panggilan dari Evan, seketika Chu Xian dan Qin Yun langsung menoleh dan melihat ke arah Evan dan Sea Lin.


"Xian Xian!" sebut Sea Lin merasa sangat senang dan gembira ketika melihat Chu Xian.


Namun pada saat Sea Lin hendak berlari menghampiri Chu Xian, tiba-tiba Evan menahan Sea Lin dengan memegang pundaknya.


"Ada apa Kakak Besar?, kenapa kamu menahanku?, aku ingin menghampiri Xian Xian milikku!" ujar Sea Lin merasa heran dengan Evan yang tiba-tiba menahan pundaknya.


"Apakah kamu sudah lupa dengan apa yang aku katakan?, jika kamu benar-benar ingin mendapatkan Chu Xian maka bersikap dewasalah, dan jangan bersikap seperti anak-anak!" kata Evan mengingatkan Sea Lin.


"Hmmm..., apakah memang harus begitu?" tanya Sea Lin yang merasa seperti sedang disulitkan.


"Tentu saja!, bukankah kamu ingin mendapatkan hati Chu Xian?, jika kamu ingin mendapatkn hati Chu Xian maka bersikap dewasalah!" kata Evan dengan tegas kepada Sea Lin.


"Baiklah akan aku coba!" kata Sea Lin dengan percaya diri dan yakin.


Kemudian Evan dan Sea Lin berjalan menghampiri Chu Xian dan Qin Yun.


"Kapan kalian kembali?, kenapa kami tidak tahu?" tanya Qin Yun pada Evan dan Sea Lin.


"Baru saja, mungkin belum sampai tiga menit!" ujar Evan menjawab Qin Yun sembari tersenyum.


Sedangkan disisi lain tampak Sea Lin yang merasa gugup dan bingung ingin mengatakan apa agar terlihat dewasa oleh Chu Xian.


Sea Lin yang gugup semakin gugup saat melihat wajah Chu Xian yang sedang menunggunya untuk berbicara, sementara itu Evan tampak sedang menunggu kalimat apa yang akan dikatakan oleh Sea Lin.


"Sea Lin, ini adalah kesempatan pertamamu, jadi jangan sampai kau menyia-nyiakannya dan mengecewakan diriku!" batin Evan dalam hatinya.


Sedangkan disisi lain tampak Chu Xian yang sedang menunggu Sea Lin untuk berbicara.


"Apa yang igin kamu katakan?, kenapa kamu kelihatannya sangat gugup?" tanya Chu Xian merasa heran dan penasaran.


"Chu Xian.., aku..., aku...., aku...." Sea Lin yang merasa gugup tidak bisa mengucapkan kalimatnya.

__ADS_1


"Astaga.., kenapa bisa sesulit ini?, maaf Kakak Besar sepertinya aku tidak akan bisa bersikap dewasa seperti yang Kakak Besar inginkan!" batin Sea Lin merasa putus ada untuk menjadi seorang pria yang bersikap dewasa.


Sementara itu disisi lain Chu Xian tampak masih menunggu kalimat yang ingin dikatakan oleh Sea Lin.


"Ada apa?, kenapa kamu gugup?, katakan saja!" ujar Chu Xian merasa sangat heran dan penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Sea Lin.


"Sayang!" kata Sea Lin yang tiba-tiba langsung memeluk Chu Xian.


"Xian Xian, aku sangat lelah, masalah di Yunzhou banyak sekali, aku tidak ada beristirahat selama dua hari, sayang aku capek sekali!...." kata Sea Lin dengan sangat manja seperti seorang anak kecil.


Melihat Sea Lin yang tidak berhasil untuk bersikap dewasa, Evan hanya bisa menepuk jidatnya.


"Astaga, Sea Lin ini memang sudah tidak bisa diobati lagi, sifat kekanak-kanakannya kepada Chu Xian sudah tidak dapat tertolong lagi!" batin Evan sambil menepuk jidat.


Sementara itu Chu Xian yang tiba-tiba dipeluk sungguh merasa sangat tidak senang, dengan usaha keras Chu Xian mencoba mendorong Sea Lin yang bersandar sambil memeluknya.


"Sea Lin lepaskan aku!, atau nanti aku akan memukulmu!" kata Chu Xian yang dengan usaha keras terus mendorong Sea Lin.


Namun Sea Lin yang sangat merindukan Chu Xian dan ingin dimanjakan oleh Chu Xian, sama sekali tidak bergerak dan tidak ingin melepaskan Chu Xian.


Melihat Sea Lin dan Chu Xian yang seperti itu, Evan dan Qin Yun yang mengerti situasi pun pergi meninggalkan mereka berdua.


"Aku juga pergi dulu, aku harus pergi ke tempat Kakakku, ada hal yang harus aku tanyakan padanya!" kata Qin Yun yang juga pergi meninggalkan Sea Lin dan Chu Xian.


Setelah Evan dan Qin Yun pergi meninggalkan mereka berdua di halaman depan kediaman Jenderal, Chu Xian dengan tegas menyuruh Sea Lin untuk melepaskannya.


"Sea Lin, kamu lepaskan aku, jangan buat aku marah!" kata Chu Xian dengan tegas menyuruh Sea Lin untuk melepaskannya.


Mendengar perkataan Chu Xian yang benar-benar setius, Sea Lin yang tidak ingin membuat Chu Xian marah langsung melepaskan pelukannya.


"Hehehe maaf, aku sungguh sangat merindukan kamu, jadi aku hanya ingin memeluk kamu lebih lama!" kata Sea Lin sambil tersenyum menutupi kekecewaannya kepada Chu Xian.


"Heh!, jika ada lain kali, aku pasti akan langsung memukulmu tanpa ragu!" kata Chu Xian memperingati Sea Lin.


"Emang kamu bisa memukulku?" ujar Sea Lin meledek dan meremehkan Chu Xian.


"Kau!" kata Chu Xian merasa sangat kesal dan geram melihat Sea Lin yang meledek dan meremehkan dirinya.


"Aakh! sudahlah!, kamu suka sekali bertingkah seperti anak-anak, aku tidak ingin mengurusimu lagi, aku ingin kembali ke Akademi, kamu minggir!" kata Chu Xian yang ingin kembali ke Akademi Matahari Merah yang ada dikota Yinzhou.


Chu Xian menyuruh Sea Lin agar minggir dan tidak menghalangi jalannya, namun Sea Lin tidak ingin minggir, karena sudah cukup lama Sea Lin tidak bertemu dengan Chu Xian, Sea Lin sungguh sangat merindukan Chu Xian.

__ADS_1


"Tidak boleh!, kamu tidak boleh pergi sebelum rasa rinduku ini hilang!" kata Sea Lin menghalangi Chu Xian untuk pergi dengan merentangkan kedua tangannya.


"Kamu jangan bertingkah seperti anak-anak, aku harus segera kembali ke Akademi untuk menjaga murid-murid disana!" kata Chu Xian yang tetap ingin pergi.


"Di akademi bukankah ada banyak Para Tetua lain yang menjaga disana?, untuk apa kamu buru-buru kembali?" ujar Sea Lin terus mencoba menahan Chu Xian dengan bujukannya.


"Berhentilah bersikap seperti anak-anak, Aku masih ada banyak hal yang perlu aku selesaikan di Akademi, jadi kamu jangan halangi aku!" ujar Chu Xian dengan tegas kepada Chu Xian.


"Sayang, apakah kamu tidak merindukan aku?" tanya Sea Lin yang perlahan mulai kehilangan senyumnya.


"Kamu berhentilah bertanya petanyaan aneh seperti itu, kamu sudah dewasa, tidak bisakah kamu bersikap normal?" ujar Chu Xian sama sekali tidak menyadari kalau senyuman Sea Lin yang kian menghilang.


Sea Lin menurunkan kedua tangannya. "Hari sudah akan gelap, kamu menginaplah disini malam ini!" kata Sea Lin yang telah kehilangan senyumannya.


"Berhenti menahanku, kamu minggirlah, jangan halangi jalanku!, dan lagi berhentilah memanggilku dengan sebutan yang aneh, itu sangat memalukan" ujar Chu Xian yang bersih keras untuk pergi dan kembali ke Akademi Mataharu merah.


Chu Xian langsung menerobos dan melewati Sea Lin, dan Sea Lin yang telah kehilangan senyumnya pun tidak menghalangi Chu Xian lagi.


"Chu Xian, sebenarnya kamu menganggap hubungan kita ini apa?, apa posisiku didalam hatimu?" batin Sea Lin dengan didalam hatinya, Sea Lin ingin sekali bertanya namun tidak memiliki keberanian.


Akan tetapi suara hati Sea Lin yang tidak bersuara tersebut, membuat hati Chu Xian merasakan perasaan yang sangat amat aneh.


Dengan cepat Chu Xian menoleh kebelakang, namun ternyata Sea Lin telah menghilang dari hadapannya.


"Sea Lin....." ucap Chu Xian yang telah kehilangan Sea Lin dari hadapannya. Chu Xian memoleh kesana-kemari namun tidak melihat Sea Lin.


Kemudian tanpa sadar air mata menetes dari mata dan mengalir di pipi Chu Xian, Chu Xian yang menyadari kalau dirinya menangis merasa heran.


"Ada apa ini?, kenapa aku tiba-tiba menangis?" batin Chu Xian dalam hatinya merasa heran.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...


......................


......................


......................

__ADS_1


__ADS_2