
Mentor Chu Xian menghampiri Sea Lin dan berdiri disamping sea lin. Sea Lin hanya meliriknya sekilas. "Mentor chu ada apa mencariku?" tanya Sea Lin.
"Memangnya tidak boleh jika aku mencarimu?" jawab mentor Chu Xian sambil menikmati pemandangan danau di sore hari.
Mendengar jawaban itu Sea Lin hanya tersenyum kecil dan kemudian dia berbaring di atas rumput. "Aku baru kali ini merasakan kesedihan yang sangat berat seperti ini bagiku, aku kehilangan keluargaku dan sekarang hanya tinggal diriku sendiri satu-satunya penerus keluarga Lin...."
Mentor Chu Xian pun duduk disamping Sea Lin dan menjadi pendengar yang baik. Sea Lin pun melanjutkan kalimatnya.
"Sejak dulu aku hanya memiliki mimpi ingin hidup bahagia bersama keluargaku, aku hanya ingin melindungi mereka walau aku sadar saat itu aku adalah sampah tidak berguna. aku pikir dengan aku menjadi kuat maka aku akan memiliki kesempatan agar bisa melindungi keluargaku, tapi yang terjadi sekarang malah sebaliknya. Namun disaat aku sudah mendapatkan cara agar menjadi kuat untuk melindungi keluargaku, aku malah kehilangan keluarga yang ingin aku lindungi. Jadi sekarang apa gunanya aku menjadi kuat, alasan aku ingin menjadi kuat karena hanya ingin melindungi keluargaku, sekarang aku sudah tak memiliki alasan untuk aku menjadi kuat, apa gunanya menjadi kuat jika aku sudah tidak memiliki alasan tujuan aku menjadi kuat, sudah tak ada lagi yang aku harus aku lindungi, Keluarga aku semuannya sudah tiada." ucap Sea Lin dengan tenang namun dia tak tahan menahan air mata yang mengalir dipipinya.
"CUP" Ciuman pertama mentor Chu Xian mendarat dibibir Sea Lin. mentor Chu Xian menyelipkan rambut ke telinganya sambil menarik kembali ciumannya, wajah mentor chu xian berada tepat dihadapan Sea lin yang sedang berbaring.
"Me-mentor Chu..?" Apa yang baru saja dilakukan mentor chu xian dan dengan jarak pandangan wajah yang begitu dekat membuat Sea Lin jadi gugup.
"Sssstt.... mulai sekarang Jangan panggil aku mentor chu lagi, panggil aku dengan namaku saja." pinta mentor Chu Xian.
"Chu Xian..?" ucap sea lin dengan gugup. Chu Xian merasa senang dan tersenyum.
"Itu adalah ciuman pertamaku, mulai sekarang aku akan jadi keluargamu satu-satunya, jadi kamu harus melindungiku. sekarang kamu sudah memiliki aku sebagai alasanmu untuk menjadi kuat, jadi aku mohon kamu jangan menyerah." kata Chu Xian sembari menyandarkan dirinya kedalam pelukan Sea Lin.
"Kenapa kamu melakukan ini?" tanya Sea lin dengan lembut.
"Karena aku mencintaimu, aku tidak ingin melihat kamu terus seperti ini, aku ingin melihatmu menjadi kuat." jawab Chu Xian dengan bermanja dalam pelukan Sea lin.
Mendengar pengakuan cinta chu xian membuat sea lin merasa tenang dan bahagia dan juga mengurangi rasa sedihnya, Sea Lin memeluk Chu Xian dengan hangat dan lembut.
"Maaf sudah membuat kamu khawatir, aku berjanji akan terus selalu menjaga dan melindungi kamu walau harus mengorbankan nyawaku sendiri." ucap Sea lin membelai rambut chu xian.
"Terima kasih, aku mencintaimu." Chu Xian membenamkan dirinya dalam kehangatan pelukan Sea lin.
"Aku juga mencintaimu, jadi bisakah kamu menciumku lagi?"
__ADS_1
Seketika Chu xian tersadar dari buaian kehangatan sea lin, Chu xian langsung bangun dari badan sea lin.
"Eumm tidak!, jangan karena mendapatkannya sekali kamu langsung ke enakan dan memintanya lagi, lagi pula kau juga belum cukup umur." ucap Chu Xian menolak Sea Lin sambil berdiri.
"Aku sudah berumur 17 tahun , kenapa kamu bilang kalau aku belum cukup umur?" ucap Sea lin merasa kecewa sembari duduk memandang bayangan matahari sore diatas danau.
Seketika pun Chu Xian terdiam, dia menyadari kalau sebenarnya dia selalu menganggap Sea lin belum dewasa karena sikapnya yang selalu kekanak-kanakan.
Tapi Chu Xian tidak tau kalau dari sejak pembantaian sebelumnya membuat Sea lin kini berubah menjadi memiliki sikap yang lebih dewasa dan dingin.
"Huufft...., aku terkejut mendengarmu mengatakan kalau kamu mencintaiku padahal dari dulu kamu selalu menolakku, sekejab aku merasa bahagia dan senang. tapi sekarang aku malah merasa ragu kalau kamu benar-benar mencintaiku atau tidak. mungkin kau hanya ingin menghiburku saja, terima kasih karena telah menghiburku, sekarang aku sudah merasa jauh lebih baik, tapi aku tidak butuh rasa kasihan pergilah tinggalkan aku sendiri, aku hanya butuh ketenangan untuk menenangkan diri." ucap Sea Lin beranjak berdiri dan melemparkan batu kecil kedanau.
Hati Sea Lin merasa kecewa dan sedih kembali, namun Sea Lin menutupinya dengan wajah yang tak berekspresi.
Chu xian tersentak kaget dengan apa yang dikatakan oleh sea lin. "apa kamu tidak percaya padaku?, aku sungguh mencintaimu! kenapa kau tidak percaya padaku?"
"Mencintaiku? tapi kenapa kau menolakku?" tanya Sea Lin tanpa ekspresi.
Sea lin kembali meneteskan air matanya sembari menahan amarah.
"kamu mengatakan kalau aku terlalu kekanak-kanakkan tapi kamu menolakku dengan alasan yang sangat kekanak-kanakan, kamu tidak akan pernah memahamiku, kamu tidak akan pernah tau apa itu cinta, kamu hanya ingin agar aku berubah seperti apa yang kamu inginkan, barulah kamu mencintaiku sepenuhnya, kamu hanya mencintai kelebihanku tapi tidak dengan kekuranganku." Ucap Sea Lin dengan terpaksa dan kecewa.
Chu Xian terpaku dan terdiam tidak tau harus mengatakan apa setelah mendengar perkataan Sea Lin.
"Kau tahu?, sekarang yang paling aku butuhkan adalah kehangatan keluarga yang sesungguhnya, yang dapat memahami perasaanku sekarang ini. bukan sebuah kepalsuan yang terlihat nyata." ucap Sea Lin memberitahu Chu Xian dan menyeka air matanya.
Mendengar itu Chu Xian tak mampu berkata-kata dan merasa sangat bersalah, semua yang dikatakan oleh Sea Lin tidak bisa ia sangkal.
"Maaf membuatmu kecewa, aku baru menyadari kalau aku salah, katakan apa yang kamu inginkan aku akan menurutimu." ucap mentor Chu Xian ingin menebus kesalahannya.
"Pebuah Penyesalan tidak akan ada artinya, jika kau ingin melakukan sesuatu untukku maka pergilah dari sini!." pinta Sea lin dengan nada rendah yang dingin.
__ADS_1
"Kamu masih marah padaku?" tanya Chu Xian merasa sedih.
"Tidak" jawab Sea Lin dengan singkat.
"jika tidak marah, mengapa kamu mengusirku untuk pergi?" Ucap Chu xXian dengan sedih.
Sea Lin tersenyum. "Sudah..., aku sungguh sudah tidak marah, aku hanya menginginkan sebauh ketenangan. lagi pula hari juga sudah gelap, disini dingin dan juga banyak nyamuk, apa kau benar ingin menemaniku disini?" ucap Sea Lin dengan lembut.
"Eummm.... baiklah kalau memang seperti itu aku pergi dulu." mentor chu xian berbalik pergi.
"Tunggu !" panggil Sea Lin menghentikan Chu Xian.
Disaat chu xian berbalik badan.... "Cup !" Sea Lin datang mencium bibirnya dan turun keleher Chu Xian, hingga membuat sebuah bekas ****** dilehernya.
"A-apa yang kau lakukan!?" ucap Chu Xian yang spontan kaget.
"Hanya menandai wanita milikku agar tidak dicuri pria lain, Hihi..." jawab Sea Lin dengan tawa kecil dan senyuman sembari melepaskan Chu Xian.
Chu Xian tidak marah dan malah tersenyum. "terima kasih sudah tidak marah lagi padaku." ucap Chu Xian.
"Kamu segeralah kembali dan beristirahat." pinta Sea Lin dengan lembut dan penuh perhatian.
Chu Xian pun mengangguk dan berbalik pergi meninggalkan Sea Lin didanau sendirian dan kembali kepada yang lainnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
__ADS_1