
Wanita itu jatuh terduduk sambil mengelus jidatnya yang terasa sakit karena terbentur batang pohon yang ditabraknya.
"Aduh!....., sakit sekali jidatku!...." rintih wanita tersebut sembari mengelus jidatnya.
Kemudian dia menoleh melihat kembali ke belakang yang mana tampak kloningan Evan sedang menghadang para bandit yang tadi mengejarnya.
"Siapa Pria itu?, kenapa dia tiba-tiba datang menolongku?, apa jangan-jangan dia adalah orang suruhan ayah yang diperintahkan untuk menangkapku dan membawa aku pulang ke rumah?" pikir wanita tersebut menebak-nebak dalam hatinya.
"Tidak!, aku tidak boleh tertangkap oleh orang suruhan ayah!, aku tidak mau dibawa kembali kerumah dan dinikahkan oleh pangeran Li Ao brengsek itu!, aku harus segera kabur!" pikir wanita itu yang segera bangkit berdiri dan hendak kabur melarikan diri.
Namun disaat dia berbalik dan ingin melangkah kabur, tiba-tiba kloningan Evan yang satunya lagi tiba-tiba muncul dihadapan wanita tersebut dengan raut wajah datar tak berekspresi.
Wanita itu kaget dengan kloningan Evan yang tiba-tiba muncul dihadapannya, namun walau begitu wanita tersebut tetap ingin melarikan diri, dia berbalik ke lain arah namun kloningan Evan dengan cepat langsung menangkap dan menggendongnya disamping pinggang layaknya seperti karung beras.
Wanita tersebut memberontak dan memukul-mukul Evan dengan pukulan lemahnya sambil memaki kloningan Evan.
"Hei kamu lepaskan aku!, kamu pikir aku ini karung goni, jangan menggendongku seperti ini!, kamu cepat lepaskan aku bajingan!" kata wanita tersebut yang memberontak sambil memukul-mukul kloningan Evan yang tampak hanya diam dan menunjukan raut wajah datar tak berekspresi.
Karena kloningan Evan tampak tidak bergeming sedikitpun akhirnya wanita tersebut pun menyerah dan berhenti untuk memberontak, namun dia tetap saja merasa kesal dengan melipat kedua tangannya dan raut wajah manyun.
Dan kemudian wanita tersebut pun melihat ke arah depan yang mana tampak kloningan Evan yang satunya lagi sedang berhadapan dan akan bertarung dengan para bandit tersebut.
Para bandit tersebut marah dan menyuruh kloningan Evan untuk segera menyingkir dengan mengancam akan membunuhnya.
"Kamu cepat menyingkir dan serahkan gadis itu kepada kami!, jika tidak jangan salahkan kami membunuhmu!" kata salah satu bandit mengancam kloningan Evan.
Namun kloningan Evan yang tidak memiliki emosi pun hanya diam saja dan hanya menunjukan wajah datar tak berekspresinya.
Melihat bahwa kloningan Evan diam saja para bandit pun menjadi semakin kesal dan marah, hingga akhirnya salah satu dari para bandit tersebut pun menyerang kloningan Evan dengan tinjunya.
"Kamu menyingkirlah!!" ucap salah satu bandit menyerang kloningan Evan dengan kepalan tinjunya.
__ADS_1
Namun kloningan Evan dengan sangat mudahnya menangkap pukulan tinju tersebut dengan satu tangannya, hingga membuat semua orang yang melihat itu pun kaget.
"KraaK !!" Kloningan Evan mencengkram kepalan tinju bandit tersebut hingga jari-jarinya patah semua.
Melihat bahwa rekannya terluka, bandit lainnya pun menyerang kloningan Evan dengan golok mereka, namun siapa sangka saat senjata golok mereka menghantam tubuh kloningan Evan senjata mereka malah hancur dan patah, seperti mereka sedang menebas patung batu yang sangat keras.
"APA!!?" ucap semua orang dengan sangat terkejut.
Kemudian tampak kloningan Evan yang bersiap untuk menyerang balik para bandit, para bandit yang belum bersiap untuk bertahan dan masih berada didekat kloningan Evan pun langsung terkejut.
"Gelombang Petir Penghancur!" ucap Evan yang mengeluarkan gelombang energi petir dari tubuhnya yang menyerang para bandit hingga mati.
Para bandit tersebut pun mati dan jatuh ke tanah dengan tubuh yang hitam menggosong, melihat itu wanita tersebut pun merasa kagum terhadap kloningan Evan.
Kemudian kloningan Evan berjalan meninggalkan mayat para bandit tersebut dan berjalan menghampiri wanita tersebut yang sedang digendong oleh kloningan satunya lagi.
Wanita itu terkejut dan mengerutkan alisnya ketika melihat wajah dua pria yang menolongnya sama persis.
Namun dua kloningan Evan yang tidak memiliki Emosi hanya diam tak menjawab pertanyaan-petanyaan dari wanita tersebut.
Wanita itu merasa kesal terhadap dua kloningan Evan yang hanya diam tak berekspresi tanpa menjawab pertanyaan darinya.
Kemudian dua kloningan Evan pun pergi meninggalkan tempat itu dan menuju ke tempat Evan asli berada yang sedang membuat Pil.
Beberapa saat kemudian saat sudah akan sampai, wanita tersebut yang masih digendong disamling pinggang seperti karung beras oleh kloningan Evan melihat ada sebuah cahaya dari tempat Evan asli yang sedang membuat Pil yang mana adalah tempat yang sedang mereka tuju.
Beberapa saat kemudian akhirnya mereka pun sampai ditempat Evan asli berada yang tampak sedang fokus membuat Pil dan juga Tang Chen yang tampak sedang tertidur pulas didekat api unggun.
Wanita itu semakin terkejut dan heran ketika melihat ada satu pria lagi yang wajahnya sama persis dengan dua pria yang bersamanya.
Evan menyelesaikan membuat Pilnya terlebih dahulu, sedangkan dua kloningannya dan wanita tersebut yang masih saja digendong seperti karung beras harus menunggu Evan menyelesaikan pembuatan Pil nya.
__ADS_1
Tampak Evan yang sedang sangat fokus mengendalikan Api ajaib yang membakar Tungku Emas Tiga Kepala Naga untuk memproses pembuatan Pil.
Beberapa saat kemudian Evan pun selesai membuat Pil nya, dalam satu kali pembuatan Pil, Evan berhasil membuat ribuan Pil pengumpul aura ingkat Empat menengah yang sangat berkualitas.
Ribuan Pil keluar dari Tungku Emas Tiga Kepala Naga dan kemudian seluruh Pil Pengumpul Aura tersebut pun masuk ke dalam cuncin ruang penyimpanan yang ada pada jari Evan.
Evan menghela nafasnya dan kemudian bangkit berdiri.
"Kalian berdua lepaskanlah dia!" ujar Evan kepada dua kloningannya sembari memasukan Tungku Emas Tiga Kepala Naga kedalam cincin ruang penyimpanan miliknya.
Kloningan Evan mendengarkan perintah Evan untuk melepaskan dan menurunkan wanita tersebut.
Evan yang asli menoleh dan berbalik badan melihat ke arah wanita tersebut, namun betapa terkejutnya dan tidak menyangkanya Evan ketika melihat wajah wanita yang telah ditolongnya.
"Yuna Li!?" ucap Evan terkejut melihat bahwa ternyata wanita tersebut adalah putri kedua Jenderal Yunfan Li yang bernama Yuna Li yang umurnya satu tahun lebih tua dari Evan (berumur 16-17 tahun), yang mana termasuk juga sepupu angkat (tidak kandung) Evan.
Mendengar Evan yang menyebutkan namanya seperti sedang terkejut yang seperti tidak menyangka bahwa orang yang ditolong adalah dirinya, Yuna Li pun mengerutkan alisnya.
Namun Evan mencoba untuk tetap tenang kembali karena tampaknya Yuna Li tidak mengenali wajah Evan lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
......................
......................
__ADS_1