KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 216 : Mata Panda Evan dan Yuna Li


__ADS_3

Keesokan paginya, tampak api unggun yang menghangat tubuh mereka tadi malam telah padam, tampak langit pagi yang cerah berawan dan ayam yang berkokok menghiasi keindahan pagi itu.


Kemudian Tang Chen pun bangun dari tidur nyenyaknya, Tang Chen membuka matanya dan bangkit duduk sambil mengucek matanya.


Namun seketika Tang Chen terkejut ketika melihat ada Yuna Li yaitu seorang gadis cantik yang duduk didepan matanya, Tang Chen mengucek matanya lagi dan ternyata yang dilihatnya benar adalah seorang gadis cantik.


Namun setelah Tang Chen melihatnya dengan teliti, ternyata tampak lingkaran hitam disekitar mata Yuna Li yang sepertinya telah habis begadang semalaman.


Kemudian Tang Chen menoleh ke arah Evan yang ada disampingnya yang tampak juga terdapat sebuah lingkaran hitam disekitar mata Evan sama seperti milik Yuna Li.


Evan dan Yuna Li tampak seperti kurang tidur.


"Hoaamm...., akhirnya kamu bangun juga!" kata Evan kepada Tang Chen.


"Evan, siapa wanita ini?, selama aku tidur kamu melakukan apa saja?, kenapa bisa dapat gadis secantik?, dan ada apa dengan mata panda kalian?" tanya Tang Chen secara beruntun.


...****************...


Kemudian Evan mengingat hal yang terjadi tadi malam.


Tampak saat itu Evan ingin berbaring tidur disamping Tang Chen, namun tiba-tiba Yuna Li melempar Evan dengan sebuah batu kecil.


"Aku ingin tidur, kamu jangan menggangguku!" kata Evan kepada Yuna Li yang masih sedang duduk meringkuk.


"Aku tidak bisa tidur, Kamu temani aku!" pinta Yuna Li dengan raut wajah datar memendam kesal.


"Kenapa aku harus menemani kamu?" tanya Evan merasa tidak senang dengan permintaan Yuna Li.


"Kamu harus bertanggung jawab karena jika bukan karena kamu menakuti aku, aku mana mungkin sampai tidak bisa tidur, pokoknya kamu harus temani aku tidak tidur sampai besok pagi!" kata Yuna Li memerintah Evan.


"Kenapa jadi salahku kamu tidak bisa tidur, aku tidak mau menemani kamu bergadang sampai besok, aku mengantuk ingin tidur!" kata Evan langsung berbaring meringkuk.


Melihat Evan yang ingin tidur, Yuna Li pun melempar Evan dengan batu kecil hingga membuat Evan bangun lagi.


"Apa sih!?" ucap Evan merasa kesal kepada Yuna Li yang terus mengganggu dan tidak membiarkannya untuk tidur.


"Kamu harus temani aku, kamu tidak boleh tidur sampaij besok pagi!, jika kamu tetap ingin tidur aku akan terus melempari kamu dengan batu agar kamu tidak bisa tidur!" ujar Yuna Li mengancam Evan dengan tegas.

__ADS_1


...****************...


Kembali ke pagi hari waktu sekarang....


Tampak Evan yang kesal sambil melihat ke arah Yuna Li.


"Jika bukan karena gadis ini mana mungkin aku akan punya mata panda seperti ini?!" ujar Evan kepada Tang Chen sambil melihat ke arah Yuna Li dengan penuh kekesalan.


"Sebenarnya siapa gadis ini?, kenapa dia bisa bersama dengan kita?" tanya Tang Chen.


Kemudian Evan membisiki Tang Chen dan memberitahukan semuanya kepada Tang Chen tentang identitas Yuna Li dan sebab mengapa Yuna Li bisa bersama mereka.


Yuna Li hanya diam melihat Evan yang sedang membisiki Tang Chen, setelah beberapa saat Evan pun selesai membisiki Tang Chen.


"Ooh.., jadi nama dia Yuna Li, putri kedua Jenderal Yunfan Li!, dia sepupu tetapi dia tidak mengenalimu!" kata Tang Chen membisiki Evan sambil melihat ke arah Yuna Li.


Evan diam mengangguk, namun Yuna Li yang melihat Evan dan Tang Chen terus saling berbisik telah membuatnya curiga, kemudian Yuna Li pun menegur Evan dan Tang Chen.


"Apa yang sedang kalian bisikan?, kalian pasti sedang membicarakan aku makanya berbisik-bisik agar aku tidak tahu, iyah kan?" kata Yuna Li merasa curiga pada Evan dan Tang Chen yang terus saling berbisik.


"Apa yang sedang kami bisikan itu urusan kami berdua bukan urusan kamu!" jawab Tang Chen dengn lugas.


"Jika kamu ingin pergi kenapa kita tidak pergi bersama saja?, kami berdua juga ingin pergi ke kota Siun, kami berdua bisa mengantar kamu pulang ke kediaman kamu!" ujar Evan mengajak Yuna Li untuk pergi ke kota Siun bersama-sama.


"Benar, kami berdua bisa mengantar kamu pulang dengan selamat, kami pasti akan memberikan layanan pengawalan yang istimewa dan terbaik, apa lagi yang menjadi pengawal kamu adalah dua Pria tampan sejagad!" kata Tang Chen memandang tinggi dirinya.


"Tetapi, biaya jasa kami berdua cukup tinggi, tapi karena melihat kamu ini sangat cantik maka aku akan memberi potongan setengah harga, yaitu satu juta kristal aura tingkat tinggi dan kami pasti akan menjamin keselamatan kamu!" kata Tang Chen yang ingin mengambil keuntungan dari Yuna Li.


"Tidak!, aku tidak butuh bantuan kalian untuk mengantar aku pulang, aku bisa pulang sendiri!" kata Yuna Li menolak ajakan Evan dan Tang Chen dengan dingin.


Kemudian Yuna Li pun melangkah pergi meninggalkan Evan dan Tang Chen, namun Evan dan Tang Chen tidak ingin menyerah untuk mengambil keuntungan dari Yuna Li.


"Hei Nona Li, apakah kamu menolak kami antar karena kamu tidak sanggup membayar kami?, bukankah kamu adalah putri kesayangan Jenderal Yunfan Li masa hanya satu juta kristal aura untuk keselamatan nyawa kamu tidak punya uang, atau.., karena kamu yang tidak ingin mengeluarkan uang alias pelit?" kata Evan meremehkan Yuna Li dengan tujuan ingin mengambil keuntungan dari Yuna Li.


Namun walau Evan telah berkata seperti itu, Yuna Li masih tetap tidak terpancing dan tetap ingin pergi sendiri.


"Percuma saja kalian berusaha seperti apa pun, aku tidak akan terpancing oleh kata-kata kalian berdua, aku bisa pergi sendiri, kalian berdua jangan mencoba menghalangi aku!" kata Yuna Li terus melangkah pergi meninggalkan Evan dan Tang Chen.

__ADS_1


"Kalian ingin membawa aku pulang?, mimpi!, Kalian pikir aku bisa sampai hutan ini karena apa?, aku sudah berusaha kabur dengan susah payah untuk menghindari pernikahan dan kalian malah ingin membawa aku pulang!, Dasar dua pria idiot!" batin Yuna Li dalam hatinya sambil terus melangkah pergi menjauh meninggalkan Evan dan Tang Chen.


Namun kemudian Evan menyadari kalau Yuna Li telah mengambil jalan ke arah yang salah.


"Hei kamu!, jalan menuju kota Siun bukan ke arah sana tetapi ke arah yang sebaliknya!, kamu salah mengambil jalan!" tegur Evan memberitahu Yuna Li sembari menunjuk ke arah jalan yang benar.


"Gawat!" batin Yuna Li dalam hatinya.


"Kamu tidak tahu!, arah jalan ini juga mengarah ke kota Siun, aku ingin mengambil sebuah jalan pintas!" jawab Yuna Li dengan gugup.


"Ooh benarkah?" tanya Evan mulai curiga melihat dari gerak-gerik Yuna Li yang tampak gugup.


Yuna Li mengangguk dengan cepat. "Baiklah, aku ingin cepat-cepat kembali pulang, aku takut ayahku sedang menungguku untuk pulang!" kata Yuna Li yang ingin cepat-cepat pergi meninggalkan Evan dan Tang Chen.


"Tunggu!" panggil Evan menghentikan Yuna Li seketika.


Kemudian Evan berjalan mendekati Yuna Li sambil tersenyum.


"Sial, apa aku benar-benar sudah ketahuan?" pikir Yuna Li dalam hatinya yang merasa cemas.


"Aku tahu, kamu sebenarnya tidak ingin kembali ke kota Siun bukan?, kamu ingin pergi ke tempat lain!" kata Evan yang telah mengetahui rencana Yuna Li.


Evan bersajalan semakin dekat hingga sampai disamping Yuna Li.


Karena merasa telah ketahuan, Yuna Li pun tidak ingin berpura-pura dan menyembunyikannya lagi.


"Bagaimana kamu tahu kalau aku tidak ingin kembali ke kota Siun?" tanya Yuna Li.


"Hahaha..., mengetahui rencana kamu ini sangatlah mudah!, jika kamu benar-benar ingin cepat-cepat kembali pulang ke kota Siun, kamu harus memilih jalan yang paling cepat bukan malah memilih jalan yang arahnya berlawanan!." jawab Evan dengan mudah.


"Dan juga lihatlah penampilan kamu yang menggunakan jubah serba hitam seperti maling ini!, hanya dengan ini saja maka sudah jelas bahwa kamu sebenarnya telah kabur dari rumah dengan diam-diam menyelinap pada malam hari!" kata Evan sambil menjinjing jubah (pundak) Yuna Li.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...

__ADS_1


......................


__ADS_2