
Beberapa saat kemudian akhirnya Sea Lin sampai ke ruang rapat kediaman Jenderal, disana Sea Lin melihat bahwa Evan dan yang lainnya telah menunggunya dengan duduk mengelilingi sebuah meja besar berbentuk lingkaran.
"Kenapa kamu lama sekali?, kami sudah menunggumu dari tadi!" kata Ray Qi menegur Sea Lin.
"Maaf semuannya, aku tadi ada urusan sebentar!" kata Sea Lin menjelaskan kepada mereka semua.
"Sudah semuannya, ayo kita mulai rapatnya!" kata Evan kepada semua teman-temannya.
Kemudian Evan, Sea Lin, Ray Qi, Luo Bai, Yu Zhong, Wolf dan Paman Qian Ji memulai rapat mereka untuk membuat rencana dan strategi perang menaklukan Kerajaan Mo besok.
"Kita akan membagi seluruh pasukan menjadi empat, Pasukan Pertama adalah Pasukan Harimau Api yang akan dipimpin oleh Luo Bai. Dari informasi yang aku dapatkan dari mata-mata Pasukan Gagak Malam, Kerajaan Mo saat ini memiliki Pasukan Kavaleri berat bernama Pasukan GAJAH EMAS. Pasukan Kavaleri ini sangat kuat dalam pertahanannya, karena pasukan ini menunggangi Hewan Monster Tingkat Lima yaitu Gajah Ekor Raksasa yang memiliki kekuatan yang sangat kuat, namun kecepatan Hewan Monster Gajah Ekor Raksasa ini memiliki gerakan yang lambat. Dan jumlah Pasukan Gajah Emas tidak banyak, mereka hanya terdiri kurang dari seribu prajurit saja. Jadi aku ingin Pasukan Harimau Api yang akan dipimpin oleh Luo Bai fokus membereskan Pasukan Gajah Emas ini!" kata Evan memberi tugas kepada Luo Bai yang akan memimpin Pasukan Harimau Api untuk melawan dan membereskan Pasukan Gajah Emas milik Kerajaan Mo.
"Siap!. Evan, kamu tenang saja, besok aku pastikan Pasukan Gajah Emas akan menerima kekalahan mereka!" kata Luo Bai dengan yakin dan percaya diri.
"Hem! Bagus!" kata Evan merasa senang dengan perkataan Luo Bai yang membangkitkan semangat perang.
"Sekarang adalah Pasukan Kedua, Pasukan Kedua adalah Pasukan Pemanah yang terdiri dari Pasukan Kuda Darah yang dipimpin oleh Ray Qi. Ray Qi akan memimpin Pasukan Kuda Darah untuk memulai pertempuran dengan serangan Hujan Panah!" kata Evan menjelaskan tugas untuk Ray Qi yang akan memimpin Pasukan Kuda Darah sebagai Pasukan Pemanah.
"Baik!, aku mengerti!. Besok aku akan menjatuhkan Pasukan Kerajaan Mo dan membuat mereka berdarah, dengan Hujan Panah yang akan aku dan Pasukan Kuda Darah tembakan!" kata Ray Qi dengan yakin dan percaya diri.
"Sekarang adalah Pasukan Ketiha, Pasukan Ketiga adalah Pasukan Utama kita yang terdiri dari Pasukan Asli Nanzhou, Pasukan Serigala dan Pasukan Bantuan dari Sekte Gunung Abadi. Pasukan Utama akan dipimpin oleh Sea Lin, Wolf dan Paman Qian Ji serta Komandan Pasukan Bantuan yang akan dikirimkan oleh Sekte Gunung Abadi. Kalian bertiga bersama dengan Komandan Pasukan bantuan, akan memimpin Pasukan Utama untuk bertempur digaris depan setelah Pasukan Kuda Darah menembakan panah." kata Evan menjelaskan tugas kepada Sea Lin, Wolf dan Paman Qian Ji yang akan memimpin Pasukan Utama untuk bertempur melawan Pasukan Kerajaan Mo secara langsung.
"Jenderal Besar tenang saja, besok aku pastikan bahwa kami bertiga pasti akan membanjiri medan perang dengan Darah Pasukan Kerajaan Mo!" kata Wolf yang besok akan memimpin Pasukan Utama, bersama dengan Sea Lin dan Paman Qian Ji untuk bertempur dengan Pasukan Kerajaan Mo secara langsung.
"Mantap!. Dan aku ingin memberikan satu tugas penting untukmu Sea Lin!" kata Evan sambil menoleh ke arah Sea Lin.
Mendengar itu, maka mereka semua juga langsung menoleh ke arah Sea Lin, mereka penasaran dengan tugas penting apa yang akan diberikan oleh Evan untuk Sea Lin.
"Aku ingin, agar kamu menggunakan Jurus Ledakan Darah sebanyak-banyaknya untuk menghancurkan formasi perang Pasukan Musuh, sebelum kalian bertiga memimpin Pasukan Utama masuk kedalam pertempuran langsung dengan Pasukan Musuh!" kata Evan menjelaskan tugas kepada Sea Lin untuk melakukan Pengeboman secara beruntun untuk menghancurkan Formasi Perang Pasukan Musuh sebelum pertempuran langsung.
"Baik, aku mengerti. Jangan formasi perang pasukan musuh, besok aku pastikan Pasukan Kerajaan Mo hancur berantakan dengan Jurus Ledakan Darah yang aku berikan!" kata Sea Lin dengan yakin dan percaya diri atas tugas khusus yang diberikan oleh Evan kepadanya.
"Bagus!, kali ini aku mengandalkan kamu!" kata Evan memberi kepercayaan penuh kepada Sea Lin untuk mengacaukan formasi perang pasukan Kerajaan Mo.
__ADS_1
"Sekarang adalah Pasukan Keempat, Pasukan keempat adalah Pasukan Penghancur dan Pembantai yang terdiri dari Pasukan Gagak Malam. Dan yang akan memimpin Pasukan Gagak Malam adalah aku dan Yu Zhong. Kami berdua akan memimpin Pasukan Gagak Malam untuk masuk ke dalam Benteng Pertahanan musuh, dan menghabisi seluruh Pasukan yang berjaga diatas maupun didalam benteng pertahanan mereka. Kami akan membukakan pintu gerbang untuk kalian, agar bisa masuk menyerang ke dalam ibukota Kerajaan Mo!" kata Evan menjelaskan tugasnya dan Yu Zhong yang akan memimpin Pasukan Gagak Malam, yang akan menyerang dan menghabisi seluruh Pasukan Kerajaan Mo yang berjaga di atas maupun didalam benteng Pertahanan Kerajaan Mo.
Evan merasa heran dengan Pasukan Bantuan dari Sekte Gunung Abadi yang masih belum sampai juga ke Nanzhou.
"Luo Bai, apakah kamu sudah mendapat kabar tentang Pasukan Bantuan dari Sekte Gunung Abadi?" tanya Evan pada Luo Bai yang biasanya mengurus tentang masalah kemiliteran Nanzhou.
"Belum ada sama sekali. Sepertinya Sekte Gunung Abadi akan mengingkari kesepakatan dan tidak akan mengirim Pasukan bantuan mereka ke Nanzhou!" kata Luo Bai yang juga merasa heran.
Mendengar jawaban Luo Bai, tiba-tiba Evan memiliki firasat buruk pada Sekte Gunung Abadi.
"Aku tidak percaya, jika Sekte Gunung Abadi akan mengingkari kesepakatan mereka dengann kita. Aku memiliki firasat buruk, mungkin saat Sekte Gunung sedang terjadi masalah serius." kata Evan dengan raut wajah serius yang penuh kekhawatiran.
Mendengar perkataan Evan yang sambil menunjukan ekspresi serius, mereka semua menjadi diam dan ikut merasa khawatir juga.
"Baiklah, setelah perang besar ini selesai, kita akan pergi ke Sekte Gunung Abadi dengan membawa pasukan untuk melihat apa yang sedang terjadi disana!" kata Evan kepada semua teman-temannya.
"Untuk saat ini, mari kita fokuskan tujuan kita terlebih dahulu untuk berperang dan menguasai Kerajaan Mo. Walaupun tanpa adanya Pasukan bantuan dari Sekte Gunung Abadi, kita pasti bisa menguasai Kerajaan Mo dengan kekuatan dan kemampuan kita sendiri!" kata Evan dengan optimis dan percaya diri.
"Benar, kita pasti bisa!" kata Luo Bai dengan semangat dan optimis.
"Untuk Nanzhou Dan Untuk Kita Semua, Kuasai Kerajaan Mo Dan Menjadi Penguasa!" kata Evan bersera kepada teman-temannya.
"HIDUP NANZHOU!!" sorak mereka semua dengan penuh semangat sambil mengusungkan kepalan tinju di atas meja rapat.
Setelah rapat selesai mereka semua pun kembali ke tempat tinggal mereka masing-masing dan mempersiapkan diri untuk peperangan dan pertempuran besar esok hari.
Kemudian pada saat didepan pintu ruang rapat, Evan menahan Wolf yang ingin pergi kembali ke tempat tinggalnya.
"Wolf!" panggil Evan menghentikan Wolf yang sedang ingin pulang bersama dengan Paman Qian Ji.
"Kamu di panggil oleh Tuan Jenderal, aku pamit pulang lebih dulu!" kata Paman Qian Jin yang kemudian pergi pulang lebih dulu meninggalkan Wolf bersama dengn Evan.
Kemudian Wolf berbalik badan ke arah Evan yang tadi memanggilnya.
__ADS_1
"Saya Tuan Jenderal, ada perlu apa memanggil saya?" tanya Wolf sambil memberi hormat kepada Evan.
"Kamu temani aku ke tempat penempahan dan pembuatan senjata spiritual!" kata Evan mengajak Wolf untuk menemaninya pergi ke tempat penempahan dan pembuatan senjata spiritual.
Mendengar ajakan Evan yang ingin pergi ke tempat Penempahan dan Pembuatan Senjata Spiritual, Wolf merasa heran dan penasaran dengan apa yang ingin dilakukan oleh Evan ditempat tersebut.
"Tempat Pembuatan senjata spiritual?, untuk apa Jenderal pergi ke tempat seperti itu malam-malam begini?" tanya Wolf merasa heran dan penasaran.
"Aku ingin membuat satu benda untuk kamu!" kata Evan sambil tersenyum kepada Wolf.
"Apakah itu adalah tangan boneka untukku?" tanya Wolf yang tiba-tiba menjadi bersemangat dan sangat antusias.
"Yah!" kata Evan sambil tersenyum dan menganggukan kepalanya dengan pelan.
Mendengar itu Wolf merasa sangat senang dan gembira hingga langsung berlutut dan memeluk kaki Evan.
"Terima kasih Jenderal, aku sangat berterima kasih padamu!" kata Wolf merasa sangat bahagia hingga menangis sambil berlutut dan memeluk kaki Evan.
"Sudah sudah, kamu bangkitlah, aku sudah katakan jangan berlutut padaku, kamu tidak perlu melakukan ini, berdirilah atau aku akan marah!" kata Evan menyuruh Wolf untuk segera berdiri dan jangan berlutut padanya.
Kemudian Wolf bangkit berdiri menuruti permintaan Evan.
"Sudah, sekarang mari kita pergi ke tempat pembuatan senjata, jangan membuang waktu lagi!" kata Evan kepada wolf.
Kemudian Evan dan Wolf langsung pergi meninggalkan kediaman Jenderal dan terbang menuju Tempat Penempahan dan Pembuatan Senjata yang ada di kota Yanzhou.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
__ADS_1
......................
......................