KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 217 : Yuna Li Menangis


__ADS_3

"Kenapa kamu bisa tahu kalau aku diam-diam menyelinap kabur?" tanya Yuna Li merasa heran.


"Karena itu adalah kebiasaan dia dulu!, dia sudah sangat berpengalaman maka dari itu dia langsung tahu!" saut Tang Chen menjawab Yuna Li sambil berjalan menghampiri mereka berdua.


Mendengar sautan Tang Chen, Evan pun merasa sedikit tidak senang.


"Hahaha.., ada apa dengan ekspresimu itu?, aku memang benarkan!" kata Tang Chen menertawai Evan.


"Sialan Kamu Tang Chen!" kata Evan merasa sedikit kesal.


"Baiklah kembali fokus, bagaimana nona Yuna Li?, apakah perkataan kami semua benar?" tanya Evan kepada Yuna Li.


"Karena kalian berdua sudah tahu maka jangan bertanya lagi!, dan jangan halangi aku lagi, biarkan aku pergi!" ujar Yuna Li memaksa untuk tetap pergi.


Kemudian Yuna Li pun hendak pergi meninggalkan Evan dan Tang Chen dengan cepat.


"Heh!, ingin pergi?, jangan harap!" batin Evan dalam hatinya yang tidak akan membiarkan Yuna Li untuk pergi.


"Tang Chen, kamu tangkap, gendong dan bawa dia!" perintah Evan kepada Tang Chen untuk menangkap Yuna Li yang masih ingin pergi (belum pergi).


"Siap!, dengan senang hati!" kata Tang Chen yang bersiap untuk menangkap Yuna Li.


Melihat itu, Yuna Li pun terkejut dan seketika menjadi waspada kepada Evan dan Tang Chen.


"Apa yang ingin kalian lakukan?, aku adalah putri kesayangan ayahku, Jenderal Yunfan Li!, kalian berdua jangan bertindak macam-macam padaku!" kata Yuna Li dengan sangat waspada dan memperingati Evan dan Tang Chen sambil berjalan mundur dengan perlahan.


Kemudian dengan sangat cepat Tang Chen langsung menangkap, mengangkat dan menggendong Yuna Li di atas pundaknya.


"Kalian Berengsek!, cepat turunkan aku!, lepaskan aku bajingan!" ucap Yuna Li memaki sambil memberontak dan memukul-mukul Tang Chen.


"Kamu diam jangan terus memberontak!, kamu tenang saja, kami berdua tidak akan melakukan apapun padamu, kamu berdua hanya ingin mengantarkan kamu kembali pulang ke kediaman kamu!" kata Evan mencoba menenangkan Yuna Li.


"Benar, kamu jangan terus memukuli aku!" pinta Tang Chen yang masih terus dipukul oleh Yuna Li.


"Turunkan aku, aku tidak ingin pulang!, aku mau pergi!, kalian lepaskan aku!" kata Yuna Li yang masih terus memberontak.

__ADS_1


Namun kemudian, merasa bahwa dirinya sudah tidak mungkin bisa melepaskan diri, Yuna Li pun berhenti memberontak dan menangis.


"Huhuhu...., kalian jahat!, kalian sama saja seperti ayahku!, aku benci kalian semua, Huhuhuhu....." kata Yuna Li sambil menangis.


Evan dan Tang Chen seketika terkejut mendengar suara tangisan Yuna Li.


"Kalian semua sangat jahat memaksa aku untuk menikah dengan si berengsek Li Ao itu!, aku benci kalian semua, Huhuhuhu....." kata Yuna Li sambil menangis.


Mendengar itu Evan pun merasa iba dan kasihan, juga penasaran tentang apa yang baru saja dikatakan oleh Yuna Li, yaitu mengenai bahwa Yuna Li ingin dinikahkan oleh Li Ao, pangeran kedua Negara Li, anak dari Kaisar Li Danrui paman kandung Evan atau si pengkhianat yang merebut tahta kaisar dari Evan.


Evan memerintahkan Tang Chen untuk menurunkan Yuna Li dengan isyarat mengayunkan telapak tangan ke atas ke bawah.


Kemudian Tang Chen pun menurunkan Yuna Li secara perlahan sesuai dengan perintah dari Evan.


Yuna Li yang diturunkan oleh Tang Chen langsung duduk meringkuk di atas tanah, tampak Yuna Li yang masih saja menangis sambil menyembunyikan wajahnya dipangkuan miliknya.


"Sudahlah jangan menangis lagi!, jika kamu masih menangis nanti wajah cantiknya akan pudar loh!" ujar Evan dengan lembut kepada Yuna Li.


"Huhuhu...., kalian semua jahat!, aku tidak mau kembali dan menikah dengan Li Ao si brengsek itu!" kata Yuna Li yang menangis sambil menutupi dan menyembunyikan wajah dipangkuannya.


"Pahlawan sudah datang, dan semua orang jahatnya sudah aku usir pergi!, sekarang kamu jangan menangis lagi, okey?" kata Evan sambil mengusap kepala Yuna Li dengan lembut.


"Ayah kamu hanyalah orang pungut!"


"Kamu bukan keluarga kerajaan!, kamu dan ayahmu hanya orang yang dipungut saja!"


"Kamu pergi dari istana!, kamu bukan termasuk keluarga Kerajaan Li!"


Anak-anak nakal itu menghina dan memaki sambik melempari Yuna Li dengan buah, batu kecil atau benda-benda lainnya.


Tampak tubuh Yuna Li penuh dengan luka lebam dan goresan, Yuna Li menangis sambil menyembunyikan wajahnya dipangkuannya.


Namun tak lama kemudian terdengar suara anak laki-laki yang mengusir para anak-anak nakal yang mengganggu Yuna Li.


"Kalian semua pergi!, jangan berani mengganggu dia atau kalian semua akan aku laporkan pada ayah kaisar!" kata Evan yang masih seorang anak laki-laki berumur 6-7 tahun mengusir para anak nakal.

__ADS_1


Dengan cepat para anak nakal tersebut kabur dan lari ketakutan meninggalkan Evan dan Yuna Li dibawah sebuah pohon.


Yuna Li mendongakan kepalanya dan melihat dari belakang punggung Evan yang tampak sedang memegang kedua pinggang sambil mengomel.


"Dasar, anak para pamanku ini memang sangat nakal, beraninya hanya menindas yang lemah saja!" ucap Evan mengomel sambil kedua tangan memegang pinggang.


Dan kemudian Evan menoleh ke belakang melihat Yuna Li yang sedang mendongak melihat dirinya.


"Pahlawan sudah datang, semua anak-anak nakal itu sudah aku usir pergi!, sekarang kamu jangan menangis lagi, okey?" ujar Evan sembari mengusap kepala Yuna Li.


......................


Kembali ke masa sekarang.....


Yuna Li yang mengingat kembali kejadian itu pun langsung berhenti menangis dan mendongak melihat ke arah Evan yang tersenyum hangat padanya.


Melihat Yuna Li berhenti menangis dan kembali tenang pun Evan merasa senang dan tersenyum.


"Tidak aku sangka cara ini masih saja berhasil!, dasar Gadis kecil bodoh!" batin Evan dalam hatinya merasa bahagia.


"Kamu siapa?" tanya Yuna Li dengan lemah lembut sambil menunjukan ekspresi bingung.


"Aku?, aku adalah si Topeng Perak!" jawab Evan dengan raut wajah tersenyum.


"Topeng Perak?, itu adalah julukan, saat ini aku ingin tahu nama kamu!" pinta Yuna Li dengan lemah lembut.


"Kamu saat ini masih belum boleh tahu nama asliku, sekarang kamu panggil aku Topeng Perak saja!" ujar Evan mengusap kepala Yuna Li dengan lembut.


Mendengar itu Yuna Li pun berhenti bertanya lagi walau pun Yuna Li sebenarnya masih merasa sangat penasaran dengan nama asli pria yang ada dihadapannya itu.


"Siapa pria ini?, kenapa dia sangat mirip dengan Pangeran Evan Li?, tetapi itu tidak mungkin karena pangeran kabarnya dantiannya telah dirusak yang mana Pangeran tidak mungkin bisa berkultivasi lagi, sedangkan orang ini sangat kuat!" pikir Yuna Li dalam hatinya sembari melihat wajah Evan yang tersenyum hangat padanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...

__ADS_1


...----------------...


......................


__ADS_2