
Namun untung saja akhirnya Sea Lin berhasil menyerap semua darah hewan monster yang ada dikolam teratai dan berhasil membuat sebuah terobosan.
"RRAAAAARRGG!!" teriak Sea Lin yang membuat sebuah terobos dan meningkatkan level pembinaan.
Energi spiritual berwarna merah darah meledak dari tubuh Sea Lin dan membumbung tinggi ke langit.
Evan yang melihat Sea Lin berhasil menerobos merasa senang dan gembira, namun Evan juga merasa sedikit cemas dan khawatir karena ledakan terobosan Sea Lin bisa saja membuat Ririn dan yang lainnya bangun lebih awal.
Sementara itu diwaktu yang sama, tampak Ririn yang terbangun dari tidurnya karena mendengar suara ledakan diluar, Ririn yang penasaran langsung merapikan rambut dan pakaiannya, kemudian keluar dari kamar untuk memeriksa dan melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Ketika Ririn keluar dari kamar, Ririn merasa terkejut ketika melihat ada sebuah cahaya merah yang membumbung tinggi ke langit dari arah kolam teratai dihalaman belakang kediaman Jenderal.
"Siapa yang sedang menerobos?, dan sepertinya itu dari arah kolam teratai dihalaman belakang?" pikir Ririn dalam hatinya merasa penasaran.
"Lebih baik aku kesana dan melihat siapa sebenarnya yang melakukan terobosan!" pikir Ririn yang kemudian langsung terbang menuju kolam teratai tempat Evan dan Sea Lin berada.
Sementara itu diwaktu yang sama dikolam teratai, tampak cahaya merah yang membumbung tinggi ke langit sudah mulai meredup, dan ditengah kolam tampak Sea Lin yang sedang diselimuti oleh energi darah dan kegelapan.
"Sangat luar biasa, hanya dalam waktu satu malam aku berhasil meningkatkan pembinaanku sebanyak tiga level, sekarang aku telah mencapai tingkat Kaisar Level Enam, dan kekuatan Raga milikku juga telah mencapai tingkat tiga!" kata Sea Lin merasa sangat senang sambil merasakan kekuatan tubuhnya yang telah meningkat pesat.
Sementara itu Evan yang berada dipinggir kolam merasakan aura Ririn yang sedang datang ke arah mereka.
"Sial!, Ririn sepertinya sudah terbangun karena mendengar ledakan terobosan Sea Lin, sepertinya Ririn sedang terbang menuju kemari, Aku dan Sea Lin harus segera pergi dari sini!" pikir Evan yang sedang merasa cemas setelah merasakan aura Ririn yang sedang menuju ke tempat mereka.
"Sea Lin, Apakah kamu sudah selesai?" kata Eva memanggil Sea Lin yang sedang merasakan kekuatannya.
Sea Lin langsung menoleh setelah mendengar panggilan dari Evan yang berada dipinggir kolam teratai.
"Aku sudah selesai!, sekarang aku telah berada ditingkat Kaisar Level Enam dan kekuaran ragaku telah mencapai tingkat tiga!" kata Sea Lin memberitahu kepada Evan dengan bangga.
Namun Evan sama sekali tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Sea Lin, karena Evan saat ini sedang lebih mengkhawatirkan jika Ririn sampai memergoki mereka.
__ADS_1
"Itu tidak penting!" kata Evan yang seketika langsung membuat Sea Lin merasa terkejut dan bingung.
"Jika kamu sudah selesai menyerap maka ayo cepat kita pergi dari sini, Kakak Ipar Pertama sebentar lagi sudah akan datang kemari!" ujar Evan mengajak Sea Lin untuk pergi.
Mendengar itu, seketika Sea Lin langsung terkejut dan juga merasa cemas.
"Kalau begitu ayo kita pergi dan jangan menunda waktu lagi!" kata Sea Lin.
Kemudian Evan dan Sea Lin langsung pergi dan kabur meninggalkan kolam teratai yang kini telah kosong kembali dengan bercak-bercak darah yang tersisa.
Tidak lama kemudian setelah Evan dan Sai telah pergi cukup jauh meninggalkan kolam teratai, Ririn pun sampai dikolam teratai kesukaannya tersebut.
Sontak betapa terkejut, kesal dan marahnya Ririn ketika melihat Kolam Teratai kesukaannya telah menjadi kolam kering dengan banyak sekali bercak darah merah dimana-mana.
"Siapa yang berani melakukan ini terhadap kolam teratai ku?, jika aku tahu orang pasti akan aku hajar orang itu!" kata Ririn merasa sangat kesal dan marah.
Namun disaat Ririn tengah marah, tiba-tiba Ririn melihat satu baju yang berada dipinggir kolam, Ririn yang melihat baju itu pun lamgsung menghampiri dan mengambil baju tersebut.
"Sea-Lin!, beraninya kamu merusak kolam terataiku?. Tunggu, Sea Lin tidak mungkin berani melakukan ini sendirian, dia pasti dibantu oleh seseorang dan satu-satunya orang yang berani melakukan ini pasti adalah Evan!" kata Evan memperkirakan dengan tepat.
"Huh!, lihat saja kalian berdua Evan dan Sea Lin, kalian berani merusak kolam teratai ku, maka aku tidak akan melepaskan kalian berdua, tunggu saat kalian kembali, kalian akan aku buat menderita!" kata Ririn merasa sangat kesal dan marah.
Sementara itu di waktu yanv sama disebuah jalan sepi di kota Yanzhou, tampak Evan dan Sea Lin yang telah berhasil kabur melarikan diri cukup jauh dari kediaman Jenderal.
"Huuuff....., apakah Kakak Ipar kamu tidak datang mengejar kita?" tanya Evan kepada Sea Lin sembari menghela nafas lega.
"Sepertinya Kakak Ipar Pertama tidak datang mengerjar kita, kurasa kita berhasil kabur melarikan diri sebelum dia tahu kalau yang merusak kolam teratai adalah kita!" kata Sea Lin yang berdiri disamping Evan.
"Baguslah kalau begitu, Tinggu! kemana bajumu!?" tanya Evan sontak merasa terkejut ketika melihat bahwa Sea Lin kabur melarikan diri tanpa menggunakan baju.
Mendengae itu, Sea Lin baru menyadari kalau dia kabur melarikan diri tanpa menggunakan baju, sontak merasa sangat terkejut.
__ADS_1
"Sial!, habislah kita, aku terlalu terburu-buru untuk kabur melarikan diri sampai lupa mengambil baju aku yang ada dipinggir kolam. Saat ini Kakak Ipar pertama pasti sudah menemukan baju itu, dan Kakak Ipar juga pasti tahu kalau baju itu adalah milikku!" kata Sea Lin merasa tidak berdaya dan takut.
"Astaga Sea Lin, kenapa kamu terlalu ceroboh?, sudahlah, lebih baik kita kembali ke kediaman Jenderal dan mengakui kesalahan sebelum Kakak Ipar kamu semakin marah, Ayo!" ujar Evan merasa pasrah sambil berbalik badan dan berjalan kembali ke kediaman Jenderal.
"Haaiiss..., tamatlah kita....., Kakak Besar sebenarnya aku merasa heran dan bingung, sekarang Kakak Besar sudah jauh lebih kuat dari pada Kakak Ipar pertama, tetapi mengapa Kakak Besar tetap merasa takut pada Kakak Ipar pertama?" tanya Sea Lin yang merasa heran dan bingung sembari berbalik badan dan berjalan mengikuti Evan untuk kembali ke kediaman Jenderal.
"Hemmm..., yang kamu katakan benar juga, sekarang aku memang jauh lebih kuat dari pada Kakak Ipar kamu, dan terkadang aku juga merasa bingung, mengapa aku bisa begitu patuh kepada Kakak Ipar pertama kamu itu!" jawab Evan yang sebenarnya juga merasa heran.
"Tetapi apakah kamu tahu, kalau sebenarnya terkadang aku merasa senang saat sedang dimarahi oleh Istriku. Aku tidak ingin terlalu mendominasi terhadap istri-istriku, karena jika aku terlalu bersikap mendominasi maka para istriku akan merasa tertekan, dan hal itu akan merusak keharmonisan antara aku dan para istriku. Sebenarnya wanita pun juga begitu, terkadang wanita ingin dimanja dan juga diberi kehormatan dari Prianya, Jadi terkadang wanita ingin bersikap berpura-pura mendominasi kepada suaminya, agar wanita dapat mendapatkan kehormatan dan kasih sayang dari Prianya!" ujar Evan menjelaskan kepada Sea Lin.
"Coba kamu bayangan, bagaimana sepasang kekasih jika sang Pria terlalu mendominasi sedangkan sang Wanita terlalu mengalah, atau pun sebaliknya!" ujar Evan kepada Sea Lin.
Setelah mendengar semua perkataan Evan, Sea Lin pun tertawa.
"Hahahaha..., yang Kakak Besar katakan memang benar, jadi apakah Chu Xian selama ini selalu berpura-pura bersikap galak karena ingin dimanja olehku?" tanya Sea Lin pada Evan.
"Sekarang kamu baru menyadarinya?, sebenarnya Chu Xian selalu bersikap galak karena kamu yang terlalu bersikap manja padanya, Chu Xian tidak ingin kamu selalu bersikap terlalu manja dan kekanak-kanakan, dia ingin kamu bisa bersikap lebih bersikap dewasa dan dapat diandalkan, Chu Xian ingin agar kamu yang memanjakannya, bukan kamu yang bersikap manja kepadanya, mengerti?" ujar Evan memberitahu Sea Lin.
"Terima kasih Kakak Besar, kamu sudah membuatku sadar akan kesalahan aku selama ini!" kata Sea Lin berterima kasih kepada Evan.
Kemudian sambil mengobrol Evan dan Sea Lin terus berjalan menuju ke kediaman Jenderal dengan matahari yang sudah terbit dan bersinar dengan sangat terang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
...****************...
......................
__ADS_1
......................