KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 365 : Mendapatkan Banyak Informasi


__ADS_3

Darah mengalir dan menetes dari mata sang komandan musuh yang sedang diikat dan digantung dihadapan Evan.


"Bagaimana?, apakah kau tetap tidak ingin mengatakannya?. Jika kau mengatakannya, maka aku tidak akan menusuk kau lagi!" ujar Evan tersenyum menyeringai sambil bermain dengan jarum besarnya.


"Aku tidak akan mengatakannya!" kata sang komandan musuh sambil merintih kesakitan pada matanya.


"Haiiss.., dasar bodoh. Apakah kamu pikir, hanya kamu yang memiliki informasi tentang Pasukan Kerajaan Mo kalian?." ujar Evan sambil tersenyum pada sang komandan Pasukan Musuh.


Kemudian Evan berjalan melangkah menghampiri sekelompok prajurit mata-mata Kerajaan Mo, yang sedang diikat dan digantung dibelangkang sang komandan musuh.


Melihat Evan berjalan ke arah Para Prajurit mata-mata yang dipimpin olehnya, seketika sang komandan musuh langsung tercengang.


Disamping itu, Para Prajurit Mata-mata Kerajaan Mo yang sedang diikat dan digantung, tampak ketakutan melihat Evan berjalan menghampiri mereka.


"Jika kamu tidak mau mengatakannya, apakah kamu pikir para prajurit kamu tidak akan mau mengatakannya?. Hahaha benar-bebar bodoh!" kata Evan sambil tertawa dan tersenyum menyeringai kepada Sekelompok Prajurit mata-mata yang sedang ketakutan tersebut.


Evan menggosok dan membersihkan jarum besarnya yang penuh darah, ke pipi salah satu prajurit mata-mata yang diikat dan digantung dihadapannya.


"Kalian katakan padaku, semua informasi yang kalian tahu. Jika informasi yang kalian berikan dapat memuaskan aku, maka aku berjanji akan melepaskan kalian dengan tubuh yang utuh." kata Evan kepada Para Prajurit mata-mata yang sedang diikat dan digantung tersebut.


"Jangan katakan!, jika kalian berani mengatakan satu informasi saja kepadanya, maka kalian adalah pengkhianat Kerajaan!." kata sang komandan musuh memperingati Para Prajuritnya.


Mendengar peringatan dari sang komandan mereka, para prajurit mata-mata tersebut merasa ragu intuk memberi informasi kepada Evan.


Terlihat ekspresi bimbang Para Prajurit mata-mata tersebut, yang bingung antara memberi informasi kepada Evan atau tidak.


Melihat para prajurir mata-mata kerajaan Mo yang merasa bimbang, Evan menghela nafasnya.


"Haiiss..., apakah kalian masih berpikir, kalau Kerajaan kalian tetap akan bertahan dan menang melawan Pasukan Nanzhou?" ujar Evan bertanya pada Para Prajurit mata-mata tersebut.


"Tentu saja kami akan memenangkan perang besar ini!. Dan kalian pasti akan kami lenyapkan!" saut sang komandan musuh dengan arogan kepada Evan.


Evan merasa jengkel dengan sang komandan musuh yang terus menjawab pertanyaannya.


"Haaiiss..., kamu berisik sekali!" kata Evan yang kemudian berbalik badan dan berjalan menghampiri sang Komandan musuh.


Seketika sang komandan musuh terdiam dan sontak terkejut, ketika mendengar suara langkah kaki Evan berjalan mendekat ke arahnya.

__ADS_1


Kemudian Evan mengeluarkan pedang dan langsung mengayunkannya dengan cepat, hingga memotong tangan dan memenggal leher sang komandan musuh yang sedang terikat dan tergantung.


"SRAASSHH!!....." darah menyembur keluar dari leher dan tangan yang dipotong oleh Evan.


Kedua tangan dan kepala sang komandan terpisah dari tubuhnya. Tubuh terjatuh ke tanah dan darah mengalir kemana-mana.


Seketika Para Prajurit mata-mata kerajaan Mo semakin merasa ketakutan hingga berkeringat dingin, saat melihat komandannya telah mati dengan sangat mengenaskan.


Disisi lain, setelah membunuh sang komandan musuh, Evan dengan ekspresi dinginnya langsung berbalik badan, dan kembali menghampiri Para Prajurit mata-mata kerajaan Mo yang sedang digantung dibelakangnya.


Wajah para prajurit mata-mata tersebut seketika memucat dan tubuh mereka gemetar ketakutan, ketika melihat tatapan kejam Evan yang sedang melihat ke arah mereka.


"Sekarang aku akan beri kalian satu kesempatan lagi. Jika kalian masih ragu untuk memberikan informasi kepadaku. Maka akan aku pastikan, bahwa kematian kalian akan jauh lebih buruk dari pada komandan kalian!" kata Evan mengecam Para Prajurit mata-mata kerajaan Mo tersebut.


Para Prajurit mata-mata kerajaan Mo yang sudah benar-benar ketakutan, tanpa ragu langsung memberikan semua informasi yang mereka tahu kepada Evan.


"Aku akan mengatakan!, Aku akan mengatakannya!" kata Para Prajurit Mata-mata tersebut dengan cepat.


Melihat bahwa Para Prajurit mata-mata tersebut sudah mau untuk mengatakan dan memberikan informasi, kemudian Evan menyimpan kembali pedangnya.


"Kalau begitu katakanlah!" kata Evan dengan ekspresi dingin dan kejamnya.


"Di area medan perang, pasukan Kerajaan sudah menyiapkan Dua Formasi Pemusnah dan Enam Formasi Perang, untuk memusnahkan dan mengaklahkan kapian Pasukan Nanzhou. Dua Formasi Ombak Kaisar Pasir Pemusnah ini dapat menciptakan Dua Ombak Pasir yang sangat besar, hingga mampu memusnah dan melenyapkan satu Pasukan Besar berjumlah puluhan ribu prajurit. Dan masih ada Enam Formasi perang, yaitu Formasi Perang Kalajengling Pasir Emas. Kekuatan serangan Formasi Kalajengking Pasir Emas ini, setara dengan Kekuatan Jiwa Petarung Tingkat Kaisar Emperor Level Lima." kata Salah Satu prajurit tersebut memberitahu informasi yang diketahuinya kepada Evan.


Evan yang mendengar informasi merasa senang dan tersenyum. Namun Evan yang hanya mendapatkan dua informasi saja, masih merasa belum cukup puas.


"Apakah tidak ada informasi lain lagi?, jika kalian ada yang tahu dan mengatakannya padaku. Aku berjanji, aku tidak hanya akan membiarkan kalian pergi dengan selamat, tetapi aku juga akan memberikan lima ribu kristal spirit kepada masing-masing dari kalian." ujar Evan yang masih ingin menggali informasi lebih dalam dari para prajutit mata-mata Kerajaan Mo tersebut.


Mendengar janji Evan yang akan memberikan hadiah lima ribu kristal spirit kepada masing-masing dari mereka. Para Prajurit mata-mata tersebut merasa senang dan dengan cepat, memberitahu semua informasi yang mereka ketahui kepada Evan.


"Sebenarnya saat ini, Kerajaan Mo berada dalam kondisi terpuruk dalam kemiliteran maupun pemerintahan. Banyak para pejabat yang melakukan pemberontakan secara diam-diam. Mereka mengumpulkan kekuatan militer untuk memperkuat kekuatan dan memperluas wilayah kekuasaan mereka sendiri. Bahkan beberapa pejabat diantara sedang bersatu untuk bersiap merebut kekuasaan Kaisar Mo Luo Tai yang saat ini sedang sakit. Dan saat ini kekuata militer Kerajaan Mo sudah dalam kondisi yang terpuruk, karena disebabkan peperangan yang terus berlanjut dengan Kerajaan Gu, Kerajaan Ning dan Ras Siluman. " kata Salah satu Prajurit mata-mata memberitahu seluruh informasi yang mereka ketahui kepada Evan.


Mendengar semua informasi tersebut, walaupun semuannya adalah informasi yang sangat umum diketahui, akan tetapi Evan merasa cukup puas setelah mengetahuinya.


Melihat Evan yang sedang tersenyum setelah mendengar semua informasi yang mereka berikan, tampak Para Prajurit mata-mata yang merasa senang dan lega.


"Kami sudah memberitahukan semua informasi yang kami ketahui, jadi kami ingin agar kamu menepati perkataanmu." kata salah satu prajurit mata-mata kepada Evan.

__ADS_1


Evan mendongak dan tersenyum kepada Para Prajurit mata-mata yang masih diikat dan digantung dihadapannya.


"Bodoh!, apakah kalian benar-benar befikir, bahwa aku akan melepaskan dan memberikan kalian hadiah setelah memberikan informasi kepadaku?." ujar Evan tersenyum menyeringai dan menertawakan betapa bodohnya Para Prajurit mata-mata Kerajaan Mo tersebut.


Mendengarkan perkataan Evan yang tidak menepati janji untuk melepaskan mereka hidup-hidup, Para Prajurit mata-mata tersebut terkejut dan terpaku.


"Kau!, kau tidak menepati perkataanmu, kau bajingan!, kau menipu kami!, dasar orang Nanzhou licik!" kata Para Prajurit mata-mata tersebut memaki dan merasa geram kepada Evan.


"Hahahaha...." tawa Evan mendengarkan Para Prajurit mata-mata tersebut memaki dirinya.


Evan berbalik badan dan berkata. "Ini Bukan Licik, Tetapi Cerdik. Lagi Pula, aku paling membenci pengkhianat seperti kalian!"


Setelah mengucapkan kalimat tersebut, Evan berjalan pergi meninggakan para Prajurit tersebut dan keluar dari tenda tempat interogasi.


Diluar tampak Sea Lin yang sedang menunggu menyambut Evan yang baru saja keluar.


"Bagaimana Kakak Besar?, apakah kamu mendapatkan informasi dari mereka?" tanya Sea Lin pada Evan.


"Aku mendapatkan banyak informasi, tapi sebagian besar adalah informasi yang tidak berguna!" kata Evan menjawab Sea Lin.


"Kamu cepat bereskan mereka semua. Setelah itu kita akan berkumpul, ada beberapa strategi yang perlu kita ubah!" kata Evan memberi perintah kepada Sea Lin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


RENCANA TANPA USAHA ADALAH ANGAN-ANGSN


DAN USAHA TANPA RENCANA ADALAH SIA-SIA


...****************...


......................


......................


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2