
Evan yang membawa sekitar 60 ribu orang membuat perjalanan mereka menjadi lambat, setelah tiga hari perjalanan mereka pun beristirahat disebuah padang rumput.
Evan bersama dengan Luo Bai, Sea Lin, Tang Chen dan Reya berbincang.
"Persediaan pangan perjalanan kita sudah berkurang banyak, jika kita Tiga hari masih belum sampai Provinsi Nanzhou kita terpaksa mengambil dari persediaan utama kita yang untuk hidup di Nanzhou!" Ucap Reya.
"Tidak usah, aku masih ada cara lain untuk menambah persediaan pangan kita, didekat sini ada kota Dian Zi, kota ini cukup luas pertaniannya. Sea Lin dan Tang Chen kalian ikut aku ke kota itu untuk membeli persediaan!" kata Evan.
"Tapi besok kita sudah harus berangkat pergi kita tidak bisa menunda waktu lagi!" kata Reya.
"Kalian lanjutkan saja perjalanan bawa mereka menuju Nanzhou tanpa kami bertiga!, setelah kami selesai membeli persediaan di kota Dian Zi kami akan segera menyusul kalian!" kata Evan.
Mereka pun akhirnya sepakat, Evan, Sea Lin dan Tang Chen pergi ke kota Dian Zi sedangkan rombongan tetap melanjutkan perjalanan tanpa mereka bertiga.
"Ayo jangan buang waktu lagi!, kita berangkat ke kota Dian Zi!" perintah Evan beranjak berdiri.
Mereka bertiga pun langsung berangkat pergi ke kota Dian Zi dengan tujuan membeli persediaan pangan.
Sesampainya di kota Dian zi....
"Evan kita akan membelinya kemana? kita juga tidak memiliki banyak uang!" tanya Tang Chen.
"Uang?, aku punya cukup banyak uang! tapi sekarang kita hanya perlu mencari tempat untuk menjual barang!, kita harus mencari informasi terlebih dulu!"
"Kau pelit sekali! kenapa tidak menggunakan uang yang sudah ada saja? kenapa harus menjual barang lebih dulu?" tanya Tang Chen mencibir Evan.
"Bukan pelit tetapi kita harus berhemat!" jawab Evan.
"Kak Evan, kita harus mencari informasi dimana?" tanya Sea Lin.
"Itu hal mudah!, lihat ini!" ucap Evan.
Kemudian Evan pergi ke sebuah toko tempat orang yang berjualan makanan dipinggir jalan, tanpa mengantri Evan langsung maju kedepan, orang-orang yang mengantri memarahi Evan namun Evan tak memperdulikannya.
"BRAK!" Evan menaruh satu Emas dimeja penjualan, melihat Emas yang memancarkan cahaya membuat mata sang penjual seketika berbinar.
"Aku ingin bertanya, apa kau tau dimana tempat yang biasa menjual dan membeli barang berharga?" tanya Evan kepada si Penjual.
"Dikota ini ada dua tempat yang bisa menjual dan membeli barang berharga!, Gedung Pelelangan Yuyu dan Paviliun Baizu!" jawab si Penjual dengan cepat.
Kemudian Evan mengeluarkan satu Emas lagi dari dalam bajunya, Evan menyodorkan menambah satu Emas lagi ke atas meja. Mata si Penjual semakin berbinar dan bersemangat.
__ADS_1
"Diantara dua tempat itu mana yang lebih bagus untuk menjual barang?" tanya Evan lagi.
"Jika ingin menjual secara cepat tentu saja Paviliun Baizu, mereka akan langsung membayar saat barang sudah ada ditangan, tetapi harga yang ditawarkan tentu saja akan lebih rendah jika dibandingkan tempat Lelang Yuyu!" jawab si Penjual.
"Baiklah terima kasih!, uang ini untukmu!" ucap Evan berbalik pergi.
Si Penjual langsung mengambil dua Emas itu dengan cepat dan sangat senang mendapatkannya.
"Sangat Mudah bukan?" ucap Evan tersenyum berjalan mendekat ke Sea Lin dan Tang Chen.
"Kau sangat hebat!" puji Tang Chen kurang bersemangat.
"Kak Evan sangat keren!" puji Sea Lin mengacungkan jempol.
"Tentu saja, asalkan ada uang semua hal akan menjadi mudah!" ujar Evan.
"Tang Chen kau beritahulah Tempat Lelang Yuzu bahwa Paviliun Baizu ingin membeli barang yang sangat berharga, yaitu kitab tingkat Bumi kelas atas!"
"Kau ingin menjual sebuah kitab Bumi Kelas Atas!?, itu kitab yang sangat berharga!, sangat sayang jika dijual!" ucap Tang Chen terkejut.
"Makanya itu aku bilang sangat berharga, lagi pula hanya kitab tingkat Bumi saja sangat layak untuk dijual, lagi pula bukankah kita punya banyak kitab tingkat Bumi?, bahkan kitab tingkat langit pun juga tidak kalah banyak!. hanya menjual satu kitab bumi saja bukan masalah kan." ujar Evan.
"Tapi Kak Evan, kamu ingin menjual itu pada Paviliun Baizu mengapa kita harus memberitahu Tempat Lelang juga?" tanya Sea Lin.
"Sudah lakukan saja apa yang aku katakan, yang pasti ini akan menguntungkan kita!" ujar Evan bersikap misterius.
Kemudian mereka pun berpencar, Evan dan Sea Lin pergi menuju Paviliun Baizu sedangkan Tang Chen pergi ke tempat Lelang Yuzu untuk menyebarkan berita.
Di Paviliun Baizu.....
Terlihat Paviliun Baizu yang sudah tutup karena sudah malam, Evan tetap datang dan mengetuk pintu.
"Tok Tok Tok...." Evan mengetuk pintu namun tak ada respon sama sekali dari dalam.
"Brak Brak Brak !!" Evan memukul pintu dengan keras.
"Siapa yang datang malam-malam membuat kebisingan di Paviliun Baizu ku!?, apa tidak lihat Paviliun Baizu sudah tutup!?" kata seseorang dari dalam paviliun sambil mengeluarkan aura membunuh yang kuat dengan angin yang berhembus menerpa rambut Evan dan Sea Lin.
Tapi aura membunuh itu tidak cukup kuat untuk Evan dan Sea Lin.
"Kami ingin menjual barang, yaitu kitab tingkat Bumi kelas atas." jawab Evan dengan biasa.
__ADS_1
Sang penjaga paviliun Baizu kaget ketika mendengar ada yang ingin menjual sebuah kitab tingkat Bumi kelas atas.
"BAANG!, Kitab Bumi Kelas Atas!?" ucap si Penjaga Pavilun langsung membuka lebar-lebar pintu paviliun Baizu.
"Benar." Evan menunjukan kitab tersebut.
"Benar-benar sebuah Kitab Bumi Kelas atas!" batin Si Penjaga Paviliun terkejut.
"Tuan-tuan maaf atas kelancangan saya tadi!, Mari masuk tidak enak jika membicarakannya diluar!" ucap si Penjaga Paviliun.
Kemudian Evan dan Sea Lin pun masuk ke dalam paviliun Baizu, diwaktu yang sama di Gedung Lelang Yuyu.
Terlihat seorang Nona cantik sedang membaca sebuah buku, Nona cantik itu bernama Yuyu pemilik tempat lelang.
"Whooossh...!!" dari jendela sebuah bayangan seseorang lewat dengan sangat cepat sambil melemparkan sesuatu pada Nona Yuyu.
Dengan cepat Nona Yuyu keluar melompat keluar dari jendela dan mengejar orang tersebut, namun setelah melompat keluar Nona Yuyu sudah tidak melihat orang tersebut.
"Siapa orang itu?, apa yang dia lempar?" gumam Nona Yuyu dengan rasa curiga.
Kemudian Nona Yuyu kembali ke ruangannya yang tadi.
"Aku ingin lihat apa yang tadi dilemparkan oleh orang itu!" gumam Nona Yuyu setelah memasuki ruangannya. Dia melihat sebuah bola kertas ada di atas meja kerjanya, kemudian dia mengambil dan melihat apa yang ada didalam bola kertas tersebut.
Terlihat sebuah bacaan di atas kertas tersebut "Paviliun Baizu mendapatkan seseorang yang ingin memjual sebuah Kitab Bumi kelas Atas!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...KETAHUILAH KEKUATAN DAN KELEMAHAN MUSUH...
...KARENA ITU ADALAH KUNCI AGAR BISA DENGAN MUDAH MENGALAHKANNYA...
...****************...
......................
......................
......................
__ADS_1