
Evan yang sudah menahan emosi akhirnya mengungkapkannya kepada mereka semua, semua murid matahari merah tertegun dan termenung.
Setelah meluapkan semuannya dengan berkata kasar Evan pun mulai tenang dan mengaturnya nafasnya perlahan.
"Hmmm...., Jika kalian tidak ingin menyia-nyiakan pengorbanan para tetua dan jenderal Ryu atau pun jika kalian semua tidak menghargai pengorbanan mereka, setidaknya kalian harus menghargai hidup kalian sendiri, jika kalian bahkan tidak berani untuk menghadapi kematian yang belum jelas, maka kalian memang pantas mati!. didunia yang penuh kekejian ini, yang dimana yang kuat mendominasi yang lemah, kalian pasti akan mati dengan cepat jika kalian bahkan tidak memiliki keberanian untuk mencoba. kita harus menjadi lebih kuat dan lebih kuat lagi hingga tidak ada yang berani menindas kita lagi, jika kalian hanya mengandalkan aku atau pun orang lain untuk bertahan hidup maka selamanya kalian akan tetap seperti itu yaitu menjadi sampah yang mengandalkan orang lain seumur hidup, kita harus bisa berdiri di atas kaki kita sendiri barulah kita disebut seseorang yang hebat." ucap Evan didepan semua orang dengan pakaian yang sudah lenyap bagian atasnya.
Semua orang tertegun mendengar perkataan Evan, mereka merenungkan betapa buruknya mereka yang sebenarnya.
Hati mereka yang tadi menciut kini pun mulai bergejolak kembali, dan merasa benar apa yang dikatakan oleh Evan, bahwa mereka hanyalah seorang pengecut yang bahkan tidak memiliki keberanian untuk melawan dan untuk bertahan hidup.
Karena perkataan Evan kini keberanian dihati mereka pun mulai bergejolak kembali, rasa ketakutan dan keputusasaan menghilang seketika. mereka bangkit kembali, mereka tidak ingin menjadi beban lagi bagi siapapun, mereka harus memiliki keberanian untuk untuk melawan, kemampuan untuk bertahan hidup, berdiri di atas kaki mereka sendiri, dan tidak menyerah sebelum mencoba.
"Maaf Evan jika kami selama ini telah menjadi beban bagimu." ucap Luo Bai merasa bersalah.
"Evan aku minta maaf padamu karena tidak pernah memahami kamu dengan sepenuhnya." ucap Reya.
"Kami semua minta maaf padamu!" ucap teman-teman Evan.
__ADS_1
"Kami berjanji bahwa kami semua tidak akan pernah jadi beban kamu lagi kedepannya." ucap Qin Shan.
"Yah, ini salah kami yang terlalu lemah!" ucap Tang Chen.
"Maafkan kami yang telah meragukan kamu sebelumnya!" ucap Chu Xian.
"Aku juga minta maaf, tidak seharusnya aku menyudutkan kamu sebelumnya." ucap Gu Mei.
Semua teman-teman Evan mengungkapkan dan meminta maaf atas kesalahan mereka sebelumnya.
Sea Lin yang berdiri cukup jauh dari mereka hanya tersenyum dan tidak berkata apa-apa.
"Heh..!, kata maaf dan janji yang tulus atau pun tidak, itu bukanlah cara untuk menentukan bahwa mereka benar-benar sungguh menyesal atau pun serius dalam kata-katanya, tetapi buktikanlah dengan tindakan!" ucap Evan.
Mendengar itu teman-teman Evan pun tersenyum.
"Semuannya!, apa kalian sudah mendengar kata Evan?, kita harus buktikan bahwa kita sekte matahari merah tidaklah lemah!, kita punya keberanian!, kita harus melawan ketidakadilan!" teriak Luo Bai kepada semua orang.
__ADS_1
"Hahaha...., ini baru namanya keren!" gumam Evan sambil menutup wajahnya dengan satu tangan dengan jari-jari yang saling direnggangkan.
"SEMUA PARA MURID SEKTE DENGARKAN AKU !!, HILANGKAN KETAKUTAN KALIAN DAN MELANGKAHLAH MAJU DENGAN BERANI !!!, AYO KITA BALASKAN DENDAM SEKTE !!!, KITA PERLIHATKAN KEPADA MEREKA KEKUATAN KITA !!!"
teriak Evan dengan lantangnya memberi dorongan semangat yang membakar semangat para murid sekte .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
......................
......................
__ADS_1
......................