
Beberapa saat kemudian semua orang Ras Siluman yang ada di Aula Istana telah habis terbunuh oleh Ras Iblis.
Mayat mati bergelimpangan dan bau amis darah yang mengalir ke segala penjuru arah.
Kemudian tanpa menunggu lagi, Zhong Kai pun melepas mantra yang ada pada Pakaian Pengantin Yue Xian Ling.
Sungguh betapa terkejutnya Putri Yue Xian Ling saat hidungnya mencium bau amis darah yang sangat menyengat.
"Istriku, Xian Ling. Bukalah penutup wajahmu dan lihatlah hadiah besar pernikahan kita yang aku berikan padamu!" kata Zhong Kai sembari merentangkan kedua tangannya.
Mendengar perkataan Zhong Kai, seketika membuat Yue Xian Ling merasakan suatu firasat yang amat buruk.
Dengan penuh ketakutan dan keraguan Yue Xian Ling pun membuka penutup wajahnya.
Sungguh betapa terkejutnya Yue Xian Ling saat melihat banyaknya mayat dan genangan darah di depan matanya.
Ingin rasanya Yue Xian Ling berteriak sekencang kencangnya, namun suaranya seakan terhenti oleh sesuatu.
Yue Xian Ling bertekuk lutut lemas melihat itu semua. Dan ia pun menangis di tengah kepungan Ras Iblis yang mengelilinginya.
"Bagaimana Istriku, apakah kamu suka dengan hadiah pernikahan yang aku berikan?"
"Zhong Kai, kamu bunuh saja aku!" Yue Xian Ling mengangkat wajahnya yang penuh air mata.
"Oh, apakah kamu tidak suka dengan hadiah yang aku berikan?"
Yue Xian Ling hanya diam dengan tangisannya.
"Baiklah, karena kamu sudah melihat hadiah yang aku berikan. Aku akan mengabulkan permintaan terakhirmu. Matilah dengan tenang bersama dengan Keluargamu!"
Zhong Kai mengulurkan satu tangannya ke arah Yue Xian Ling dan mengumpulkan energi spiritual di ujung jari telunjuknya.
"Jarum Spirit!" Zhong Kai menembakkan sebuah jarum yang terbentuk dari Energi Spiritual ke arah Yue Xian Ling.
Namun baru setengah jalan Jarum Spirit di tembakan, tiba-tiba sebuah anak panah melesat dengan sangat cepatnya dan menghancurkan Jarum Spirit tersebut.
Kemudian terlihat Pangeran Yue Liang Chen yang tiba-tiba telah berada disisi Yue Xian Ling dengan memegang busur dan anak panahnya.
Melihat kemunculan Pangeran Yue Liang Chen yang secara tiba-tiba, sungguh membuat terkejut Zhong Kai, Kaisar Kai Jianfeng dan Para Iblis lainnya.
Dan hanya dalam satu kedipan mata, Yue liang Chen berhasil membawa Adiknya menghilang dari hadapan Zhong Kai dan Para Iblis lainnya.
Melihat Yue liang Chen berhasil membawa kabur Yue Xian Ling bahkan sebelum mereka bereaksi, Zhong Kai, Kaisar Kai Jianfeng dan Para Iblis lainnya sungguh merasa sangat terkejut.
Namun dalam sekejap perasaan terkejut tersebut seketika berubah menjadi kesal.
"Sial! Yue liang Chen berhasil membawa Adiknya kabur dihadapan kita!" Zhong Kai merasa sangat marah.
"Tidak ada gunanya kita marah disini. Mereka pasti menggunakan Formasi atau Jimat Teleportasi untuk kabur. Mereka pasti belum jauh dari sini. Kita harus cepat cari dan kejar mereka. Mereka tidak boleh dibiarkan hidup!" kata Kaisar Kai Jianfeng.
********
__ADS_1
Sementara itu diwaktu yang sama. Tampak Yue liang Chen yang sedang terbang sambil menggendong Yue Xian Ling di punggungnya.
Yue Xian Ling tidak berhenti menangis dan terus menyalahkan dirinya sendiri atas semua kejadian yang terjadi.
"Kakak, aku sangat menyesal. Seandainya aku mendengarkan Kakak untuk tidak menjalin hubungan dengan Zhong Kai, semua ini pasti tidak akan terjadi!"
"Aku sangat bodoh, Aku sangat keras kepala, ini semua adalah kesalahan ku. Aku membuat Ayah, Ibu dan Adik terbunuh. Aku tidak pantas untuk hidup, aku ingin mati saja!" ucap Yue Xian Ling dengan terisak dan berlinang air mata.
"Diam!" bentak Yue liang Chen hingga membuat Adiknya langsung terdiam dan berhenti mengoceh.
"Berhenti menyalahkan diri sendiri. Sekarang kamu adalah keluarga Kakak satu-satunya. Kamu tidak boleh mati."
"Disepanjang perjalanan kita keluar dari Ibukota tadi, kamu pasti sudah melihat apa yang terjadi. Ibukota Kerajaan telah dikuasai oleh Pasukan Ras Iblis. Kakak dan seluruh Pasukan sudah berusaha mati-matian untuk bertahan, namun Kakak tidak mampu."
"Kakak tidak berhasil menyelamatkan semua orang. Namun Kakak merasa senang, walau Kakak hanya berhasil menyelamatkan kamu. Jadi Kakak mohon padamu, berhentilah berbicara seperti itu lagi. Kakak tidak ingin kehilangan semuanya. Jangan jadikan perjuangan Kakak sia-sia." pinta Yue liang Chen menjatuhkan air mata.
Mendengar semua itu, Yue Xian Ling tak dapat membendung dan menghentikan air matanya yang terus mengalir di pipinya.
"Maafkan Xian Ling, Kakak!"
"Yah, Kakak memaafkan mu!"
Beberapa saat kemudian.
Yue liang Chen dan Yue Xian Ling sampai di sebuah pantai di pinggir hutan. Pantai itu sepi dan jauh dari permukiman.
Yue liang Chen mendarat di pantai dan menurunkan Adiknya dari punggungnya.
Kemudian seekor Paus muncul ke permukaan laut dan langsung membuka mulutnya lebar-lebar.
"Xian Ling, kamu masuklah ke dalam mulutnya. Paus ini akan membawamu ke daerah Pantai Selatan. Dan saat kamu berjumpa dengan Para Prajurit disana, kamu tunjukkanlah Token ini pada mereka." Yue liang Chen memberikan sebuah Token kepada Adiknya.
Yue Xian Ling menerima Token tersebut dengan kedua tangannya.
"Jika aku pergi, terus bagaimana dengan Kakak? Apakah Kakak tidak akan pergi bersamaku?"
"Yah, Kakak akan tetap berada disini untuk menahan mereka," jawab Yue liang Chen sembari tersenyum.
"Tidak! Aku tidak ingin pergi sendiri. Aku tidak akan meninggalkan Kakak sendirian disini!"
"Yue Xian Ling. Kakak mohon, dengarkan Kakak sekali ini saja. Yah?" Yue liang Chen memohon dengan senyuman.
Mendengar permintaan dan melihat senyuman Kakaknya, Yue Xian Ling pun menangis tanpa suara.
"Sudah, berhentilah menangis. Pergilah..." Yue liang Chen tersenyum lagi dan mengusap air mata Adiknya. Walaupun dirinya sendiri sudah tidak dapat membendung air mata yang menetes dan mengalir di kedua pipinya.
"Baik...." Yue Xian Ling mengangguk pelan. Dan Yue liang Chen tersenyum melihatnya.
"Kakak..."
"Yah..."
__ADS_1
"Sekali lagi, aku mohon maafkan aku..."
"Yah. Kakak mewakili semuannya memaafkan kamu."
Kemudian Yue Xian Ling masuk ke dalam mulut Paus Biru tersebut.
Setelah itu Paus Biru tersebut menutup mulut besarnya dan kemudian berenang dan menyelam ke dalam lautan dalam nan luas.
Sementara Yue liang Chen hanya bisa melihat Paus Biru berenang semakin jauh membawa Adiknya.
"Yue Xian Ling sudah pergi. Sekarang aku juga harus pergi dari tempat ini, agar tidak meninggalkan jejak!" pikir Yue liang Chen.
Kemudian Yue liang Chen mengepakkan Sayap Aura-nya dan terbang pergi meninggalkan Pantai tersebut.
......
Beberapa saat Kemudian, di malam hari.
Di suatu tempat yang jauh dari pantai sebelumnya. Tampak Yue liang Chen yang telah kehabisan energi spiritual dan terpojok oleh Zhong Kai dan Para Prajurit Iblis lainnya di ujung tebing jurang yang tinggi.
"Yue liang Chen, aku sungguh tidak mengira bahwa kau berhasil membuat kami kewalahan karena mengejarmu."
"Sekarang kamu telah terpojok dan sudah tidak bisa kabur lagi. Menyerahlah, dan jangan lakukan tindakan yang sia-sia. Katakan dimana kamu menyembunyikan Adikmu, Yue Xian Ling!" tanya Zhong Kai sambil mengarahkan Pedangnya ke arah Yue liang Chen.
Mendengar itu, Yue liang Chen pun seketika tertawa dengan nafas yang terengah-engah dan kepala yang menunduk.
"Hanya orang bodoh yang akan menjawab pertanyaan mu. Aku lebih baik mati daripada harus menyerah padamu."
Kemudian tanpa ragu, Yue liang Chen langsung berjalan mundur dan melompat ke jurang.
Sementara Zhong Kai dan Para Prajurit Iblis nya lagi-lagi tidak sempat menghentikan tindakan Yue liang Chen.
Jurang tersebut tidak hanya sangat tinggi, namun juga dipenuhi oleh kabut tebal yang sangat beracun.
"Sial! Orang gila ini malah melompat ke jurang!" kata Zhong Kai merasa sangat kesal.
"Pangeran, kita tidak bisa turun ke bawah jurang. Jurang ini tidak hanya sangat tinggi, tetapi jurang ini dipenuhi oleh kabut tebal yang dikenal sangat beracun!" kata salah seorang Prajurit Iblis mengingatkan Zhong Kai.
"Sial!" ucap Zhong Kai sekali lagi.
"Namun Pangeran tenang saja. Karena jurang ini sangat tinggi dan dipenuhi oleh kabut tebal yang sangat beracun. Aku yakin, dengan kondisi tubuhnya yang telah terluka dan kehabisan energi, orang itu pasti tidak akan hidup!" kata Prajurit itu lagi.
Mendengar perkataan Prajurit tersebut, perasaan kesal Zhong Kai perlahan menurun.
"Hmmm...., baguslah jika begitu. Sekarang, Ayo kita kembali!" kata Zhong Kai kepada Para Prajuritnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf yah terlalu panjang flashback nya, soalnya memang kebutuhan jalan ceritanya seperti itu.
Dari lima chapter ini, nanti ada bagian-bagian penting yang mempengaruhi jalannya cerita. Terutama di Season dua nanti.
__ADS_1
Author mikirnya sampai pusing tujuh keliling, tapi kalau di anggap ngebosenin yauda deh gpp.