KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 286 : Battle Fighter #1


__ADS_3

Tak lama kemudian tombak emas raksasa tersebut menghilang dan gelombang emas beserta petir tersebut juga ikut menghilang.


Ditengah-tengah daratan yang hancur dan di penuhi puing-puing batu besar, tampak Evan dan yang lainnya telah terluka dengan sangat amat parah, bahkan mereka sangat kesulitan untuk menggerakan tubuh mereka, apa lagi untuk bangkit berdiri.


"Aaakhh!..." rintih Evan mencoba untuk bergerak dan bangkit berdiri.


Walaupun Evan terluka sangat parah, tetapi dengan adanya penyembuhan dari Elemen Api yang memiliki efek penyembuhan, luka-luka ditubuh Evan pun langsung berangsur-angsur sembuh dengan cepat.


Evan yang perlahan sembuh pun segera bangkit berdiri lagi, dan setelah bangkit berdiri Evan pun melihat sekelilingnya, yang mana tampak teman-temannya yang telah tergeletak tak sadarkan diri.


Namun untungnya Evan merasa lega saat dia masih dapat merasakan energi kehidupan dari teman-temannya yang tergeletak di atas puing-puing batu yang hancur.


Tak lama kemudian setelah Evan bangkit berdiri, para Elemen yang telah terluka sangat parah pun, akhirnya menghilang dan berubah menjadi sebuah gumpalan asap.


Para Elemen yang terluka lanhsung kembali masuk ke dalam tubuh Evan.


Namun ternyata selain Evan, tampak Sea Lin yang sedang tergeletak tiba-tiba mengeluarkan aura energi kegelapan berwarna hitam kemerahan yang keluar perlahan dari tubuhnya.


Kemudian dengan teknik tubuh fisik raja mayat, Sea Lin pun bangkit berdiri sambil mengeluarkan tombak sabitnya yang dipenuhi aura energi darah dan kegelapan.


"Tampaknya hanya tersisa kami berdua yang bertahan!" pikir Evan sambil melirik dan melihat ke arah Sea Lin yang tubuhnya diselimuti oleh energi darah dan kegelapan.


Disisi lain tampak Mo Liang yang sedang melihat ke arah mereka dengan raut wajah tersenyum.


"Sepertinya masih ada sisa dua orang yang masih sanggup berdiri, kalian berdua cukup hebat juga!" kata Mo Liang menyanjung, sambil tersenyum melihat Evan dan Sea Lin yang masih sanggup berdiri setelah menerima serangan besar darinya.


Kemudian tanah yang menjadi pijakan Mo Liang pun seketika menjadi retak.


"Tetapi kalian berdua tidak akan aku biarkan untuk terus berdiri disana!" kata Mo Liang yang langsung maju menyerang sambil membawa tombak emasnya.


Dengan gerakan Mo Liang yang sangat cepat, dalam sekejap nata Mo Lianh tiba-tiba sudah berada dihadapan Sea Lin.


Mo Liang menyerang Sea Lin dengan mengayunkan tombak emas miliknya.


"TRAAANNG!!" dengan cepat Sea Lin berhasil menahan tombak emas Mo Liang dengan tombak sabit miliknya.


Namun kekuatan Sea Lin yang sangat lemah dihadapan Mo Liang, dengan sangat mudahnya Sea Lin pun langsung ditendang oleh Mo Liang hingga terlempar puluhan meter meter jauhnya.


Setelah menendang Sea Lin hingga terlempar jauh, Mo Liang pun langsung berbalik badan dan menyerang ke arah Evan.

__ADS_1


Evan yang melihat Mo Liang datang menyerang ke arahnya pun dengan segera langsung mengeluarkan sebuah jurus untuk menahan Mo Liang.


"Pedang Kobaran Api!" kata Evan mengeluarkan energi api yang menyelimuti pedangnya.


Kemudian Evan dan Mo Liang pun saling mengayunkan senjata mereka. "BOOOMM!!" Evan yang sudah sangat lemah seketika langsung terlempar dan terhempas hingga puluhan meter jauhnya.


Tampak Evan mencoba untuk bangkit berdiri lagi. "Sial!, jika seperti ini terus mungkin kami benar-benar akan mati ditangannya!" pikir Evan dalam hatinya sambil berusaha untuk bangkit berdiri.


Namun belum saja Evan berdiri tegak, tiba-tiba Mo Liang datang lagi menyerang ke arahnya.


"Matilah Kau!" kata Mo Liang mengayunkan tombak emasnya ke arah Evan.


Evan yang bahkan kesulitan untuk berdiri sudah tidak bisa menghindar lagi.


"TRAANNG!!" Evan terselamatkan dengan adanya Sea Lin yang datang menahan tombak emas milik Mo Liang dengan tombak sabit miliknya.


Evan yang melihat Sea Lin datang menyelamatkan dirinya pun segera mengambil kesempatan tersebut untuk menyerang Mo Liang.


"Pedang Kobaran Api!" seru Evan mengayunkan tombaknya secara vertikal ke atas menyerang Mo Liang.


Namun apa dayanya pedang Evan yang hanya senjata tingkat langit kelas menengah, malah langsung ditangkap oleh Mo Liang dengan tangan kosong.


"BRUUKK!!" Mo Liang langsung memukul wajah Evan dengan tinjunya yang kuat.


Evan yang terkena pukulan dari Mo Liang pun langsung terlempar hingga belasan meter jauhnya.


Namun kemudian tampak Evan dan Sea Lin segera bangkit berdiri dan maju menyerang ke arah Mo Liang lagi.


Dengan menggunakan gerakan, teknik kecepatan dan jurus serangan mereka, Evan dan Sea Lin terus bertarung pantang menyerah melawan Mo Liang yang kekuatannya tidak normal.


Dalam waktu beberapa menit saja mereka sudah saling bertukar lebih dari seribu serangan, tampak batu-batu tempat pertarungan mereka mengambang di udara.


Tampak mereka bertiga bertarung dengan sangat sengit diudara diantara batu-batu yang mengambang diudara.


"BAAMM!!" Mo Liang memukul Sea Lin hingga jatuh menghantam tanah dengan sangat kuat.


Sea Lin berguling-guling di tanah, dan setelah Sea Lin berhenti berguling, dengan cepat Mo Liang langsung menciptakan sebuah bongkahan batu raksasa yang jatuh menimpa Sea Lin.


Kemudian dari sisi lainnya tampak Evan yang melesat ke arah Mo Liang sambil membawa pedang yang diselimuti oleh energi petir yang berbentuk seekor naga.

__ADS_1


"Pedang Naga Petir!" kata Evan mengayunkan pedangnya dengan sangat kuat ke arah Mo Liang.


"BOOOMMM!!" Mo Liang menahan serangan Evan dengan lengan kirinya dengan sangat mudah.


"Kalian hanya seperti semut dihadapanku!" kata Mo Liang dengan sombongnya.


Kemudian dengan sangat cepat Mo Liang langsung menangkap dan mencengkram kepala Evan dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kiri Evan memegang tangan kiri Mo Liang yang mencengkran kepalanya.


"CRAAASSHH!!" Mo Liang menusuk perut Evan dengan ujung tombaknya, hingga seketika langsung membuat Evan mendelik kesakitan.


Darah mengalir deras dari luka tusukan diperut Evan, seketika tubuh Evan menjadi lemah tak bertenaga, tangan kiri Evan melepaskan tangan kiri Mo Liang yang mencengkram tangannya.


Evan yang sudah kehilangan tenaga pun melepas dan menjatuhkan pedangnya yang ada ditangan kanannya.


"Hahaha apakah rasanya sakit?, Hahaha jika memang benar sakit maka aku akan membuat kamu merasakannya berulang-ulang kali!" kata Mo Liang tertawa kejam sambil mencengkram kepala Evan.


"CRAASSH! CRAASSH! CRAASSH!....." Mo Liang dengan sangat kejamnya terus menarik dan menusukkan ujung tombaknya ke perut Evan secara berulang kali.


Evan yang sudah tidak memiliki tenaga lagi hanya bisa diam merasakan sakit yang luar biasa pada perut yang ditusuk berulang-ulang kali oleh Mo Liang.


Darah mengalir deras dari perut Evan yang terus ditusuk oleh Mo Liang dengan tombaknya, darah terus bercucuran mengalir ke bawah dan menetes ke tanah.


Sementara itu tampak semua teman-teman juga sudah tidak bisa bergerak dan tidak sadarkan diri, kecuali Sea Lin yang tampak masih dalam keadaan setengah sadar walaupun tubuh telah tertimpa oleh bongkahan batu raksasa.


Dengan wajah berlumuran darah Sea Lin menangis melihat Evan yang sedang disiksa dengan ditusuk perutnya secara berulang kali oleh Mo Liang.


"Kakak Besar...." panggil Sea Lin dengan suara yang sangat pelan dan lemah sambil menangis dengan wajah yang telah berlumuran dengan darah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...


......................


......................


......................

__ADS_1


__ADS_2