
Keesokan harinya, tampak matahari telah terbit, sinarnya menghangatkan Para Prajurit yang siap untuk berperang.
Evan dan teman-temannya berbaris dibarisan paling depan. Dibelakang Evan dan teman-temannya, tampak 150 ribu prajurit Nanzhou yang sedang berbaris rapi dan siap untuk berperang melawan Pasukan Kerajaan Mo.
Sesuai pengaturan dari Evan, seluruh Pasukan tidak akan maju ke dalam pertempuran, sebelum Evan dan teman-temannya berhasil menghancurkan Dua Titik Formasi Pemusnah, dan Enam Titik Formasi Perang Pasukan Kerajaan Mo.
Para teman-teman yang akan ikut dengan Evan menyerang dan menghancurkan Titik Formasi Pasukan Kerajaan Mo, adalah Sea Lin, Luo Bai, Ray Qi, Yu Zhong dan Wolf.
Sedangkan teman-teman yang lainnya akan membantu Evan memimpin dan memberi komando seluruh Pasukan Nanzhou.
Sementara itu disisi lain diluar benteng pertahanan Ibukota Kerajaan Mo, tampak Seluruh Pasukan Kerajaan Mo yang berjumlah empat ratus ribu prajurit yang sedang berbaris rapi, dan siap untuk bertempur melawan Pasukan Nanzhou.
Tidak hanya Pasukan yang berjumlah empat ratus ribu prajurit yang siap bertempur di medan perang secara langsung, tetapi juga Pasukan Kerajaan Mo yang berjumlah lebih dari 50 ribu prajurit yang berjaga di atas maupun didalam benteng pertahanan.
Tampak Mo Sueyan bersana Para Komandannya berbaris paling depan untuk memimpin seluruh Pasukan Kerajaan Mo yang berbaris rapi dibelakang mereka.
Mo Sueyan terus melihat ke arah Pasukan Nanzhou yang berada sekitar lima ratusan meter dari benteng pertahanan Ibukota Kerajaan Mo.
Disisi lain, tampak Evan dan kelima temannya yang bersiap untuk maju menyerang dan bertempur dengan Pasukan Kerajaan Mo.
Dihari ini, adalah Pertempuran dan Peperangan Besar untuk yang pertama kalinya, bagi Evan dan semua teman-temannya.
Dalam hati mereka yang gugup, mereka mencoba untuk meyakinkan dan menguatkan hati untuk berani dan percaya diri, bahwa mereka pasti akan menang dalam pertempuran besar pertama mereka.
Evan dan teman-temannya mempererat genggaman tangan mereka ke gagang pegangan senjata mereka masing-masing.
Evan yang bertugas memimpin teman-temannya, kemudian menghela nafas panjang.
"Huuuff........." Evan menarik nafas panjang dan perlahan membuangnya.
"Semuannya, Serang!" kata Evan kepada kelima temannya.
Dengan teknik langkah Kilat Surgawi, Evan langsung berlari melesat menuju Pasukan Kerajaan Mo.
Dari belakang, Sea Lin, Luo Bai, Ray Qi, Yu Zhong dan Wolf juga langsung berlari, mengikuti Evan dengan teknik langkah mereka masing-masing.
__ADS_1
Sementara itu disisi lain, tampak Pasukan Kerajaan Mo yang merasa aneh dan heran, melihat yang maju menyerang mereka hanyalah enam orang.
"Kenapa pasukan musuh yang maju menyerang hanya enam orang saja!?"
"Ada apa dengan musuh?, kenapa mereka semua tidak maju?, dan malah hanya enam orang saja yang maju?"
"Apakah musuh sudah mengetahui jebakan formasi kita?, makanya mereka hanya mengirimkan enam orang saja untuk maju!?"
Seluruh Pasukan Kerajaan Mo ricuh, mereka semua merasa heran dan bingung dengan Pasukan Nanzhou yang maju menyerang, hanya dengan enam orang saja.
Kemudian seorang Prajurit dari Pasukan Kerajaan Mo menyadari dan mengenal, bahwa enam orang yang maju menyerang tersebut adalah, Satu Jenderal dan enam orang komandan Pasukan Nanzhou.
"Mereka, Mereka adalah Jenderal Besar dan Para Komandan Pasukan Nanzhou!" kata Prajurit tersebut berteriak dengan kencang, hingga Para Prajurit yang ada disekitar mendengar teriakannya.
Mendengar teriakan sang Prajurit tersebut, seketika seluruh Pasukan Kerajaan Mo menjadi semakin ricuh dan ribut.
"Apa!?, Jenderal Besar Penguasa Nanzhou dan Para Komandannya!?. Sepertinya mereka semua sudah gila!"
"Astaga, enam orang yang maju menyerang ternyara adalah Para Pemmimpin Pasukan Nanzhou!"
"Enam orang ini sangat kuat, pantas saja mereka berani maju menyerang dengan hanya enam orang saja!"
Melihat Para Prajuritnya mulai merasa takut dan panik, Mo Sueyan kemudian berseru untuk membakar kembali semangat dan keberanian seluruh Pasukannya.
"Seluruh Pasukan dengarkan Aku!. Kita tidak boleh merasa panik apa lagi merasa takut, Bangkitkan semangat perang kalian!. Kita adalah Prajurit terhormat Kerajaan Mo, Prajurit gagah berani dan tidak takut Mati!." teriak Mo Sueyan dengan lantang kepada Seluruh Pasukannya.
Teriakan dari Mo Sueyan yang sangat lantang dan penuh dengan semangat perang, membuat rasa ketakutan dan kepanikan dihati seluruh Pasukan Kerajaan Mo seketika lenyap.
"Kami adalah Pasukan Terhormat!, Berani mati untuk melindungi negara!, Berani mati untuk membela negara!."
"Habisi seluruh Pasukan Nanzhou dan Kalahkan Pasukan Nanzhou. Kita lindungi Negara!"
Seluruh Pasukan bersorak dan berteriak dengan lantang dan penuh semangat.
Dengan berteriak, maka rasa ketakutan dan kepanikan dihati Seluruh Pasukan seketika lenyap.
__ADS_1
Akan tetapi Mo Sueyan yang masih merasa kurang dengan hanya menghilangkan rasa ketakutan dan kepanikan dihati seluruh Pasukannya.
Kemudian Mo Sueyan berseru sekali lagi, untuk lebih membakar dan lebih membangkitkan semangat dan keberanian seluruh Pasukannya.
"Kalahkan Pasukan Nanzhou!. Habisi Semua Musuh!. Tidak Peduli Itu Jenderal Atau Para Komandan Musuh, Ayo Kita Bunuh Mereka Bersama-Sama!. Mari kita lindungi negara kita!" teriak Mo Sueyan dengan lantang dan penuh semangat perang.
Teriakan Mo Sueyan yang penuh keberanian dan penuh semangat perang, seketika membangkitkan dan membakar semangat perang seluruh Pasukan Kerajaan Mo.
"Habisi Semua Musuh!. Habisi Jenderal Dan Semua Komandan Musuh!. Habisi Semuannya!!" teriak seluruh Pasukan Kerajaan Mo dengan sangat lantang dan penuh semangat.
Melihat semangat dan keberanian Seluruh Pasukannya telah kembali, Mo Sueyan merasa sangat senang dan puas.
Mo Sueyan dan Para Komandan disampingnya, semuannya siap untuk memimpin seluruh Pasukan Kerajaan Mo untuk berperang melawan seluruh Pasukan Nanzhou.
Sementara itu disisi lain, tampak Evan dan kelima temannya telah berlari semakin mendekat dengan Pasukan Kerajaan Mo.
Sambil terus berlari menuju Pasukan Kerajaan Mo, Evan dan kelima temannya mengeluarkan dan membangkitkan, Sayap Aura dan Armor Spirit mereka.
"Sayap Aura dan Armor Spirit Elemen Petir, Bangkit!" kata Evan yang kemudian mengeluarkan Sayap Aura dan Armor Spirit berwarna biru yang mengeluarkan aura kekuatan energi petir.
Kemudian dari belakang, tampak Sea Lin yang berlari menyusul Evan, sambil mengeluarkan Sayap Aura dan Armornya yang berwarna merah darah dan hitam kegelapan.
Terlihat wajah Sea Lin yang dipenuhi aura kematian dan matanya yang berubah menjadi berwarna merah darah.
Sedangkan dibelakang Evan dan Sea Lin, terlihat keempat teman mereka yang telah mengeluarkan Sayap Aura dan Armor Spirit.
Mereka berenam terus berlari menuju Pasukan Kerajaan Mo yang berada didepan benteng pertahanan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
JANGAN KAMU MERASA RAGU UNTUK MENCOBA, KARENA KERAGUAN ADALAH SATU KESALAHAN TERBESAR DALAM HIDUP.
JANGAN KAMU MERASA TAKUT DENGAN KEGAGALAN, KARENA TIDAK SEMUA KESUKSESAN AKAN BERHASIL HANYA DENGAN SATU KALI PERCOBAAN.
__ADS_1
...****************...
......................