
Malam harinya tampak Cao Cao yang sedang berjalan-jalan dihalaman kediaman Jenderal, namun saat lagi asyik berjalan sambil bersenandung, tiba-tiba Cao Cao melihat sebuah bayangan hitam seseorang yang melompati dari dinding pakar ke semak-semak.
Cao Cao yang melihat penyusup tersebut pun mencoba mengikuti dari belakang dengan diam-diam, namun ketika Cao Cao sudah cukup dekat dengan si penyusup, ternyata si penyusup adalah seorang anak kecil yang menggunakan penutup wajah berwarna hitam.
"Anak kecil?, kenapa ada seorang anak kecil yang menyusup kesini?" batin Cao Cao merasa heran sambil melihat ke arah si Penyusup Kecil.
Kemudian tanpa ragu dan tanpa rasa takut, Cao Cao langsung berjalan mendekati dan memegang pundak si Penyusup kecil dari belakang, hal itu seketika langsung membuat Si Penyusup Kecil sontak terkejut.
"Siapa kamu?" tanya Cao Cao sambil memegang pundak si Penyusup Kecil.
Si Penyusup Kecil diam tidak ingin menjawab, hingga kemudian si Penyusup Kecil langsung berbalik badan menyerang Cao Cao dengan pukulannya.
Namun Cao Cao yang melihat serangan itu dengan sangat muda menangkap Pukulan tersebut, dan kemudian langsung dengan cepat menangkap dan mencekik leher si Penyusup Kecil.
"Penyusup kecil, katakan siapa kamu?, apa yang ingin kamu lakukan dengan menyusup ke kediaman Jenderal?" tanya Cao Cao sambil mencekik dan mengangkat si Penyusup Kecil dengan satu tangannya.
"Kamu.. Kamu lepaskan aku dulu, a..aku tidak bisa bernafas!" kata Si Penyusup Kecil yang meronta sambil memegang tangan Cao Cao yang mencekik lehernya.
Seketika Cao Cao semangkin terkejut ketika mendengar suara si Penyusup Kecil ternyata adalah seorang anak perempuan.
"Anak Perempuan?" batin Cao Cai merasa terkejut dan heran.
Kemudian Cao Cao pun dengan segera menurunkan Si Penyusup Kecil dengan perlahan, setelah diturunkan tampak si Penyusup Kecil terbatuk-batuk dan mengatur Nafasnya.
"Sekarang katakan dan beritahu aku Siapa Kamu?" tanya Cao Cao mengulangi pertanyaannya lagi.
Setelah si Penyusup Kecil telah mengatur nafasnya dengan baik, si Penyusup bukannya menjawab akan tetapi malah berbalik badan dan ingin kabur.
Namun Cao Cao yang melihat itu dengan sangat mudah menjegal kaki si Penyusup Kecil hingga jatuh tersunggur.
"Brengsek kamu!, beraninya kau membuatku terjatuh?!" kata si Penyusup Kecil yang merasa kesal dan marah.
__ADS_1
"Siapa suruh ingin kabur, dasar Penyusup!" kata Cao Cao sambil melipat kedua tangannya didepan dada.
Si Penyusup Kecil sangat marah dan segera bangkit berdiri untuk menyerang ************ Cao Cao dengan tendangannya, sebagai upaya terakhinya untuk bisa melarikan diri
Namun lagi-lagi serangan tersebut dapat ditangani dengan mudah oleh Cao Cao, Cao Cao menangkap kaki kecil si Penyusup Kecil tersebut, hingga membuat si Penyusup Kecil tidak seimbang dan jatuh lagi.
"Kamu!..." ucap Si Penyusup Kecil sangat merasa kesal karena lagi-lagi jatuh dibuat oleh Cao Cao.
"Dasar anak kecil nakal!, sini biar aku lihat siapa sebenarnya kamu!" kata Cao Cao yang lemudian mendekat dan membuka penutup wajah si Penyusup Kecil.
Setelah Penutup wajahnya dibuka, ternyata si Penyusup Kecil tersebut adalah Qiu Nia Lan, namun Qiu Nia Lan dan Cao Cao sama sekali belum mengenal satu sama lain.
"Hmm..., siapa anak perempuan ini?, aku tidak pernah melihatnya!" pikir Cao Cao dalam hatinya merasa penasaran.
"Akan aku berikan kamu satu kesempatan lagi, Katakan dan beritahu padaku siapa kamu?, dan apa tujuan kamu datang kesini?, apakah ada orang yang menyuruhmu?" tanya Cao Cao kepada Qiu Nia Lan.
"Namaku Qiu Nia Lan, aku adalah calon istri masa depannya Kakak Evan, aku kesini ingin menjumpai Kakak Evan yang baru pulang!" jawab Qiu Nia Lan yang sontak membuat Cao Cao merasa terkejut sampai tertawa.
"Kenapa kamu tertawa?, aku sungguhan tidak bercanda!" kata Qiu Nia Lan merasa marah kepada Cao Cao.
Namun Cao Cao yang merasa lucu terus saja tertawa sambil memegang perutnya, Qiu Nia Lan yang melihat Cao Cao tertawa terus pun mencoba mengambil kesempatan untuk melarikan diri.
Dengan bergegas Qiu Nia Lan langsung bangkit berdiri dengan segera dan langsung berbalik badan, kemudian langsung melangkah kabur melarikan diri.
Namun Cao Cao seketika langsung berhenti tertawa dan dengan mata yang tajam langsung menjegal Qiu Na Lan lagi hingga jatuh tersungkur lagi.
"Dasar Penyusup Kecil beraninya kamu membohongiku untuk kabur?, kamu belum berpengalaman!" kata Cao Cao langsung berjalan mendekat ke Qiu Na Lan yang tadi jatuh tersungkur.
Kemudian Cao Cao pun langsung mengintrogasi Qiu Nia Lan ditempat dengan introgasi ala Cao Cao untuk mengorek informasi dari Qiu Nia Lan yang padahal telah mengatakan semuannya dengan jujur.
"Kau lepaskan aku brengsek!, sakit sekali!" kata Qiu Nia Lan merasa marah dan kesakitan sambil melihat ke arah Cao Cao yang sedang menginjak lututnya
__ADS_1
"Jika kau tidak ingin merasakan sakit maka katakan padaku, siapa kamu sebenarnya?, apa tujuan kamu datang kesini?" tanya Cao Cao dengan tegas sambil menginjak lutut Qiu Nia Lan dengan semakin kuat.
"Mau mengatakan apa lagi?, aku sudah mengatakan semuannya!, kamu cepat lepaskan kakimu, kakiku sakit sekali brengsek!" kata Qiu Nia Lan memaki Cao Cao sambil menahan rasa sakit pada lututnya yang seakan mau patah.
Tidak lama kemudian Tang Chen yang juga sedang berjalan-jalan dihalaman kediaman Jenderal, mendengar suara Cao Cao yang terdengar seperti sedang memaksa dan suara Qiu Nia Lan yang sedang merintih kesakitan dan berusaha menolak.
Mendengar suara tersebut Tang Chen pun langsung segera mendatangi arah suara tersebut, dan disaat sampai Tang Chen yang melihat itu seketika langsung terkejut, ketika melihat bahwa Cao Cao sedang memaksa seorang anak perempuan.
"Astaga Cao Cao!?, apa yang sedang kamu lakukan!?" kata Tang Chen yang datang menghampiri Cao Cao yang sedang menginjak lutut Qiu Nia Lan.
"Kakak Tang Chen!?" sebut Cao Cao menoleh melihat ke arah Tang Chen yang datang menghampiri mereka.
"Bukankah itu adalah temannya Kak Evan!?" batin Qiu Nia Lan dalam hatinya sambil melihat ke arah Tang Chen yang datang ke arah mereka.
Namun seketika Tang Chen semakin terkejut, ketika melihat bahwa ternyata anak perempuan yang sedang dipaksa oleh Cao Cao ternyata adalah Qiu Nia Lan.
"Nia?, kenapa kamu ada disini?, apa yang kalian berdua lakukan?, kalian masih anak kecil!" kata Tang Chen yang sudah salah paham.
"Kakak, tolong bantu aku, kakiku sakit sekali!" kata Qiu Nia Lan meminta bantuan kepada pada Tang Chen.
Melihat Tang Chen dan Qiu Nia Lan seperti saling mengenal , Cao Cao pun seketika langsung mengangkat kakinya yang tadi menginjak lutut Qiu Nia Lan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
...****************...
......................
__ADS_1
......................