
"Benarkah Tuan Muda, Anda masih punya satu kitab Bumi kelas atas lagi!?" tanya penjaga Paviliun dengan sangat bersemangat.
"Benar!, ini dia...!" Evan mengeluarkan satu kitab tingkat Bumi Kelas atas lagi.
"Ini,ini sungguh kitab Bumi kelas atas!" ucap Penjaga Paviliun melihat kitab tersebut.
"Apa! Masih ada satu kitab tingkat Bumi kelas atas lagi!?, sial orang ini telah mempermainkan aku!" Batin Nona Yuyu kesal.
"Bagaimana? apa Tuan ingin membeli kitab bumi ini?, masih harga yang sama seperti sebelumnya, 1 juta kristal spirit!" kata Evan memberi patokan harga.
"Brak !, Tunggu Dulu! Tuan Muda apa kau mempermainkan saya?, kenapa kamu tidak mengatakan kalau anda masih punya satu kitab tingkat bumi lagi!?" ujar Nona Yuyu bertanya dengan kesal dengan raut wajah yang marah.
"Hmmm..., Benar juga apa yang dikatakan oleh Nona Yuyu, kenapa tuan muda tidak mengatakan kepada kami kalau tuan muda punya dua kitab?, ingin mempermainkan kami?!" protes si Penjaga Paviliun ikut marah.
"Ekhem! bukankah kalian juga tidak bertanya apa aku punya dua kitab lagi atau tidak? ini bukan aku yang mempermainkan kalian berdua tapi karena kalian yang tidak bertanya terlebih dahulu!" ucap Evan menyangkal.
"Kamu...!?" ucap Nona Yuyu dan Penjaga Paviliun menahan amarah mereka.
"Heh sekarang katakan!, apa Tuan Muda masih punya kitab Tingkat Bumi lagi atau tidak!?" tanya Nona Yuyu dengan tegas.
"Tidak, aku sudah tidak punya kitab Tingkat bumi untuk dijual lagi!" jawab Evan dengan pintar dan hati-hati dalam setiap kata dan kalimat.
"Melihat dari ekspresinya Sepertinya memang dia sudah tidak punya kitab tingkat bumi lagi untuk dijual!" pikir Nona Yuyu melihat dari raut wajah Evan.
"Baiklah aku akan tawar 1 juta 1 ratus ribu kristal spirit untuk kitab Bumi ini!" ucap Nona Yuyu menawar harga lagi.
"Hemm...., bagaimana pun aku tidak boleh membiarkan kitab bumi ini sampai jatuh ke Paviliun Baizu, dan jika aku berhasil mendapatkan kitab bumi ini juga, dengan adanya dua kitab tingkat bumi ini maka kekuatan Gedung lelang ku pasti akan berkembang menjadi sangat pesat, dan pengaruhku juga akan semakin diberpengaruh di kota Dian Zi ini!" pikir Nona Yuyu dalam hatinya.
"Sial wanita ini masih berani menawar kitab bumi ini juga!, jika dia sampai mendapatkan kitab Bumi kelas atas ini juga maka dia akan punya dua kitab tingkat bumi kelas atas dan perkembangan Gedung Lelang Yuyu miliknya pasti akan berkembang dengan sangat pesat, dan jika sampai pada saat itu tiba maka paviliun Baizu milikku akan dengan mudah disingkirkan olehnya!" pikir si Penjaga Paviliun di dalam hatinya.
"Aku akan bayar 1 jura 4 ratus ribu!" tawar si Penjaga Paviliun langsung pada harga yang bisa ia capai.
"Aku akan bayar 1 juta lima ratus ribu Kristal!." tawar Nona Yuyu lebih tinggi lagi.
"Sial wanita ini, uang dia apa masih banyak? padahal sudah menghabiskan 1 juta lima ratus ribu tadi!" batin si Penjaga Paviliun heran namun juga sangat kesal.
__ADS_1
"Baiklah aku nekat saja!" pikir Penjaga Paviliun sebelum akan menawar harga lagi.
"Aku bayar 1 juta 4 ratus ribu kristal ditambah 1/8 barang-barang yang ada di Paviliun Baizu ku!" ucap Penjaga paviliun menawarkan.
Melihat dan Mendengar itu Evan dan Nona Yuyu pun terkejut dengan apa yang ditawarkan oleh Penjaga Paviliun Baizu.
"Bagaimana Tuan Muda, 1/8 dari paviliun Baizu sudah setara dengan 300 kristal spirit, jadi jumlah yang aku tawarkan 1 juta 7 ratus ribu kristal!"
"Apa pria ini sudah gila?, menawarkan seperempat barang-barang yang ada di tokonya?" pikir Nona Yuyu merasa heran namun ia tetap tak ingin kalah.
"Brak!, 1 juta 8 ratus ribu kristal!" Nona Yuyu menawar harga lebih tinggi lagi.
"Sial wanita gila ini....!!" batin si Penjaga Paviiiun kesal sambil menegertak giginya dengan sangat geram.
"Maaf Nona, sepertinya saya akan menolak Nona karena saya selain butuh uang saya juga perlu sumber daya, apa lagi bahan-bahan obat!" ucap Evan menolak Nona Yuyu.
Nona Yuyu terkejut dengan raut wajah yang heran dan kesal sedangkan si Penjaga Paviliun yang mendengar itu terkejut dengan wajah senang karena punya harapan.
"Saya akan bayar Lebih banyak lagi!, 1 juta 9 ratus ribu bagaimana?" tawar Nona Yuyu lebih tinggi lagi.
"Bisa, tentu saja Bisa! itu bukan masalah!" ucap si Penjaga Paviliun bersemangat dan juga senang, sedangkan Nona Yuyu menjadi sangat kesal.
Kemudian mereka pun bertransaksi, kali ini Evan tidak hanya mendapatkan 1,4 juta Kristal spirit tapi juga 1/6 barang yang ada di Paviliun Baizu.
Kemudian mereka pun berhasil bertransaksi dengan sukses.
Di waktu yang sama dijalan menuju Paviliun terlihat tiga orang paruh baya dari arah yang berbeda-beda sedang menuju Paviliun Baizu.
Mereka adalah Xiong Long dari keluarga Xiong, Fan Ling dari keluarga Fan, dan Qiang Xi dari keluarga Qiang. mereka bertiga adalah kepala keluarga besar yang ada di kota Dian Zi.
"Kenapa kepala keluarga Fan dan kepala keluarga Qiang juga ada disini?, apa tujuan kami sama yaitu Paviliun Baizu?" Batin Xiong Long dengan raut wajah tidak senang.
Ketika ketiga orang itu sampai di suatu titik pertemuan, mereka tampak tidak senang ketika melihat satu sama lain.
Dan tujuan mereka memang sama yaitu Paviliun Baizu.
__ADS_1
Disisi Lain Sea Lin dan Tang Chen mengikuti ketiga orang itu, dan kemudian mereka berhenti ketika sudah dipastikan bahwa ketiga orang itu sudah akan sampai di Paviliun Baizu.
"Huuuff...., Akhirnya selesai juga, sebenarnya untuk apa Evan menyuruh kita melakukan ini?" tanya Tang Chen pada Sea Lin.
"Aku mengerti, tujuan Kakak Evan melakukan ini adalah untuk membuat mereka saling memperebutkan barang yang Kak Evan jual, dari situ kita pasti akan mendapatkan keuntungan yang banyak dan tak terduga!. Percaya saja pada Kakak Besarku!" ujar Sea Lin menjawab.
"Hahaha Licik sekali Evan ini!" tawa Tang Chen.
"Kakak besar bukan licik tapi cerdik!" ucap Eea Lin.
......................
Diwaktu yang sama Di Paviliun Baizu, Tiga orang kepala keluarga itu datang dengan wibawa nya masuk kedalam Paviliun Baizu.
"Mana Orang Yang Ingin Menjual Kitab Tingkat Langit Kelas Bawah Itu!?" Tanya tiga kepala Keluarga bersamaan yang membuat Nona Yuyu, dan Tuan Penjaga Paviliun Baizu terkejut.
Dan kemudian mereka pun saling lirik tidak senang.
"Akhirnya mereka sampai!" batin Evan dengan raut wajah tersenyum tersembunyi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
**JANGAN PERNAH MELUPAKAN TEMAN-TEMANMU
...HANYA KARENA KAMU SUDAH MENJADI LEBIH KUAT...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...
...****************...
......................
......................
__ADS_1
......................