KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 114 : RAPAT #2


__ADS_3

"Dan ini...." Evan melemparkan satu buah cincin lagi kepada Chu Xian.


"Didalam cincin itu juga ada semua sumber daya yang kita butuhkan, gunakan sebaik mungkin. aku ingin semua murid bisa meningkat secepat mungkin, karena kita semua tidak mungkin akan terus dibawah perlindungan kota salju merah darah, kita harus mengepakkan sayap kita sendiri untuk bisa terbang setinggi mungkin!" ucap Evan.


"Terima kasih Evan, kau sudah berusaha keras untuk Sekte." ucap Chu Xian.


"Kami semua pasti akan mendengarkan semua ucapan atau perintahmu, kami semua pasti akan mengepakkan sayap kita selebar-lebarnya!" ucap Luo Bai.


"Yah, kami dan para semua murid pasti akan berusaha sebaik mungkin!" ucap Qin Shan.


"Kak Evan memang yang terhebat!" ucap Sea Lin.


"Tapi sekarang kita semua sudah dianggap sebagai pengkhianat Kerajaan, kita pasti akan diserang sewaktu-waktu oleh kerajaan Xiao atau kerajaan lain." pikir Lu Rao Rao.


"Benar Evan, kita harus memiliki sandaran baru untuk terus berdiri jika tidak kita pasti akan menjadi sasaran empuk oleh para penguasa dan orang-orang kuat itu!" ucap Tang Chen menyarankan.


"Kalau tentang masalah ini aku belum bisa mengambil keputusan yang matang." ucap Evan.


"Bagaimana jika kalian semua masuk kedalam kerajaan Kekaisaran GU, kalau aku yang mengatakannya, ayahku pasti akan menerima kalian dengan tangan terbuka." ucap Gu Mei dengan senang hati.


Semua teman-teman Evan pun merasa cukup lega setelah mendengar ucapan Gu Mei, karena dengan adanya dukungan dari kerajaan Gu mereka merasa memiliki sebuah pelindung.


Namun....


"Tidak !, tidak bisa !" ucap Evan menolak.


Mendengar penolakkan Evan, semua teman-teman Evan pun terkejut mengapa Evan menolak bantuan bagus yang sudah ada didepan mata.


"Kenapa?, apa kau merasa kerajaan Gu aku tidak cukup kuat untuk melindungi kalian?, kerajaan Gu aku memiliki kekuasaan dan kekuatan yang mengimbangi kerajaan Xiao didaratan Timur ini!" ucap Gu Mei yang merasa diremehkan.

__ADS_1


"Benar Evan, apa yang dikatakan oleh Gu Mei, apa lagi sekarang kita memang sedang sangat membutuhkan sandaran dukungan, kerajaan Gu memang yang paling tepat untuk menjadi sandaran kita!" ucap Chu Xian.


"Apa yang kau ragukan Evan, ini mungkin adalah kesempatan yang tidak akan datang dua kali!, memilih kerajaan Gu menjadi sandaran kita adalah pilihan yang paling tepat !" ucap Qin Shan.


Semua teman-teman Evan terus mendesak dan menyudutkan Evan atas penolakannya, namun Evan hanya diam sambil menunjukan Ekspresi dingin mendengar teman-temannya yang protes.


"BRAAKK !!" Sea Lin memukul pegangan kursi miliknya hingga hancur.


"Kalian semua tenang !, jangan terus menyudutkan Kak Evan, Kak Evan menolak pasti karena memiliki suatu alasan tersendiri!, kalian dengarkan dulu apa alasan yang membuat Kak Evan menolak!." ucap Sea Lin marah.


"Evan, Apa benar yang dikatakan oleh Sea Lin?" tanya Luo Bai dengan nada dingin.


"Karena kau menolak kau pasti memiliki alasan kamu sendiri bukan?" tanya Chu Xian.


"Katakan apa alasan kamu menolak ini?" tanya Ran Ran


"Yah, katakan biar aku tau mengapa kau menolak bersandar dengan kerajaan Gu?" tanya Gu Mei.


"Aku memiliki alasanku sendiri dan aku tidak bisa mengatakannya pada kalian...." jawab Evan.


"Apa....., Kak Evan......" Sea Lin yang tadi sudah berusaha membela Evan kini tercengang setelah mendengar jawaban Evan, seakan Sea Lin tidak percaya akan jawaban yang dikatakan oleh Evan, yaitu orang yang sangat dikagumi oleh Sea Lin.


"Apa, kau GI-LA..., kau menolaknya tanpa alasan!?, kau..... 😡" mendengar jawaban Evan yang kurang memuaskan Luo Bai sangat kesal.


"Apa-apaan kau, kau menolak hal baik ini tanpa alasan?!" ucap Chu Xian.


Teman-teman Evan kini mulai berdiri dari tempat duduk mereka, sambil menyudutkan Evan dengan kata-kata mereka yang tajam.


Teman-teman Evan sangat marah dan kecewa kepada Evan, mereka terus memarahi Evan

__ADS_1


Ran Ran , Nan Ruyu, Sea Lin dan paman Qian Ji yang sudah sangat percaya pada Evan kini hanya bisa diam dengan perasaan kecewa. sedangkan Evan yang sedari tadi menahan diri akhirnya berbicara.


"Kalian Semua DIAM !!." bentak Evan hingga membuat teman-temannya langsung terdiam.


"Aku bukannya tidak punya alasan atas penolakkanku, aku memiliki alasanku sendiri yang aku tidak bisa mengatakannya pada kalian."


"KAU !, mengapa kepala sekte memilih kau sebagai pemimpin Sekte?, kau sangat bodoh !" ucap Chu Xian yang sudah sangat kesal dan marah.


"Kami menyesal karena kami telah percaya padamu!, kau tidak pernah berubah, kau tetaplah sampah!" ucap Reya.


"Kau telah membuat kami semua kecewa, kau bodoh!" marah Tang Chen.


"Kau menolaknya tanpa alasan apapun, kau tidak memikirkan kami semua!?"ucap Qin Shan


"Kamu tidak layak ditunjuk sebagai tetua. Walaupun kau sangat berbakat dan kuat tetapi kau tetaplah bocah berumur 15 tahun. Kau Bocah kau tidak layak menjadi seorang tetua !!"


"BENAR KAU HANYALAH BOCAH !!"


"KRAAKKSS..!!" Evan menghancurkan token tetua kepala sekte miliknya dihadapan mereka.


"Semula kalian memujiku dan mengatakan kalau aku pantas, dan sekarang kalian menghinaku dan mengatakan aku tidak pantas. aku memanglah hanya seorang bocah 15 tahun yang belum pantas menjadi seorang pemimpin sekte, kalian pikir aku sangat menginginkan posisi sebagai kepala sekte ini? aku tidak menginginkannya sama sekali !, aku juga tidak tau, mengapa para tetua menginginkan aku untuk menjadi pemimpin Sekte. kalian pikir mudah, enak menjadi seorang pemimpin?, menjadi orang yang memanggung atas segala kebutuhan?, memikul tanggung jawab yang sangat berat?, dan mengambil semua keputusan?. tetapi mulai hari ini aku bukanlah pemimpin sekte kalian lagi, aku sudah memberikan semua apa yang aku miliki ke sekte, aku tidak membutuhkan apapun didunia ini, aku hanya ingin kepercayaan hanya itu." ucap Evan sambil berbalik badan ingin pergi.


"Terserah kepada kalian, apa yang ingin kalian lakukan terserah aku tidak akan melarang kalian, namun aku Evan tetap akan menepati janjiku untuk melindungi kalian semua walau hanya aku seorang diri." ucap Evan dan berjalan meninggalkan mereka semua.


Mendengar itu mereka semua hanya menunduk dan memandangi satu sama lain, kemudian mereka melihat ke arah tumpukan serpihan token yang sudah hancur di atas meja.


Diwaktu yang sama diluar aula utama jenderal (ruang rapat), Cao Cao ternyata belum tidur dan mengintip, menguping rapat tersebut, Cao Cao mendengar semua isi rapat dari awal hingga akhir.


Kemudian Evan berjalan keluar dari pintu dan kemudian berjalan menuju kesebuah tempat sepi yang jauh dari keramaian, Cao Cao yang melihat mencoba untuk mengikuti Evan secara diam-diam. Hingga akhirnya Evan berhenti disebuah tempat dipinggir sebuah kolam, Cao Cao bersembunyi dibalik pohon.

__ADS_1


Evan menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan, berharap membuatnya merasa tenang dan lega. "Hahh..., kenapa didunia ini sangat sulit untuk mendapat kepercayaan?" ucap Evan sambil meneteskan satu air mata dan kemudian langsung mengelapnya.


Cao Cao yang melihat itu ikut merasa sedih dan langsung pergi dari tempat itu untuk memberitahu Ririn tentang Evan.


__ADS_2