
Tidak lama kemudian di atas langit kumpulan awan gelap mulai berkumpul.
Dengan cepat kumpulan awan gelap semakin membesar dan suara gemuruh petir menggelegar disana.
*Sepertinya rintangan Petir akan segera dimulai. Evan, kamu bersiaplah untuk membantu Lolong menahan rintangan Petir tersebut. Sebelumnya Dia tidak ada melakukan persiapan untuk menahan rintangan Petir ini. Jika kita tidak membantunya menahan rintangan Petir yang menghantam tubuhnya, maka kemungkinan Lolong tidak akan bisa bertahan.* kata Elemen Petir dari dalam diri Evan.
*Kalau begitu, aku pasti akan membantunya menahan rintangan Petir itu. Tetapi, jika Lolong yang merupakan Hewan Monster Tingkat Tujuh Puncak saja tidak sanggup menahan petir dari rintangan Petir, apakah aku yang merupakan Tingkat Kaisar Emperor Level Lima sanggup menahannya?* ujar Evan.
*Kamu tenang saja, rintangan Petir ini tidak akan bisa membunuhmu. Walaupun memang cukup menyakitkan menahan petir rintangan, tetapi petir rintangan ini dapat memperkuat tubuhmu. Lagi pula menahan rintangan Petir tidak akan sesakit siksaan saat kamu membangkitkan kekuatan Elemen.* ujar Elemen Petir.
Mengetahui adanya keuntungan yang bisa didapatkan, Evan pun tersenyum senang.
*Kalau begitu, aku akan dengan senang hati membantu Lolong menahan rintangan Petir tersebut.* kata Evan merasa bersemangat setelah mendengar perkataan Elemen Petir.
Sesaat kemudian kumpulan awan gelap telah berkumpul menjadi satu awan gelap yang sangat besar.
Sambaran petir yang menggelegar di langit terdengar sampai ke telinga mereka semua.
*Sebentar lagi sambaran petir pertama akan turun, sekarang kamu cepatlah pergi ke atas Gua untuk menahan rintangan Petir tersebut.* suruh Elemen Petir kepada Evan.
Evan mengangguk mengerti dan kemudian langsung mengeluarkan kedua Sayap Aura-nya.
Seketika semua orang merasa terkejut ketika melihat Evan yang tiba-tiba mengeluarkan Sayap Aura.
"Tuan Jenderal, apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Qiu Shen merasa heran.
"Aku akan membantu Lolong menahan rintangan Petir tersebut. Kalian semua tetaplah disini, dan jangan lakukan apapun jika aku tidak memberi perintah kepada kalian, Mengerti?" kata Evan kepada mereka semua.
"Mengerti Jenderal!" kata Qiu Shen sembari memberi hormat kepada Evan.
Kemudian disaat Evan sudah akan terbang ke udara, tiba-tiba Yue liang Chen menahannya.
"Tunggu!" panggil Yue liang Chen, dan Evan menoleh ke arahnya.
"Aku juga akan ikut pergi denganmu. Sebagai Masternya, Aku juga berkewajiban untuk membantu Lolong menahan rintangan Petir tersebut." kata Yue liang Chen yang juga ingin membantu.
__ADS_1
"Maaf, tapi saat ini aku sama sekali tidak membutuhkan bantuan darimu."
"Apa maksudmu?!" Yue liang Chen merasa terkejut dan sangat tidak senang mendengar perkataan Evan.
"Kamu jangan salah paham, aku sama sekali tidak memiliki maksud apapun. Aku berkata seperti itu, karena aku membutuhkan kekuatan petir dari rintangan Petir ini untuk memperkuat tubuhku. Aku benar-benar tidak memiliki maksud apapun. Percayalah padaku!" kata Evan menjelaskan dengan cepat, agar Yue liang Chen tidak menyalah pahami maksud dari perkataannya.
"Ohh, jadi begitu. Kenapa kamu tidak mengatakannya sejak awal? Hampir saja aku salah paham padamu," ujar Yue liang Chen merasa tenang.
Melihat Yue liang Chen yang mendengarkan penjelasan darinya, Evan pun ikut menjadi tenang.
"Kalau begitu, apakah sekarang aku sudah boleh pergi?" tanya Evan pada Yue liang Chen.
"Pergilah, aku juga bukanlah orang yang tidak mendengarkan penjelasan orang lain."
Kemudian Evan pun langsung mengepakkan Sayap Aura-nya dan terbang ke udara menuju kumpulan awan gelap yang sangat besar dan dipenuhi Petir tersebut.
Sesaat kemudian, Evan kini telah berada tepat di bawah pusat awan gelap tersebut.
*Sekarang kamu bersiaplah untuk bertahan. Serangan Guntur yang pertama sudah akan segera datang,* kata Elemen Petir memberi aba-aba.
Mendengar perkataan Elemen Petir, kemudian Evan segera menguatkan seluruh otot-otot tubuhnya untuk bertahan menahan rintangan Petir.
"Aku tidak tahu," jawab Elemen Petir membuat Evan merasa terkejut.
"Tidak tahu?"
"Yah aku memang tidak tahu, karena jumlah Petir dari rintangan Petir yang didapatkan setiap orang itu berbeda-beda. Semuanya tergantung pada bakatnya masing-masing. Semakin kuat fondasi yang dimiliki oleh seseorang, maka tidak hanya jumlah rintangan Petir nya saja yang semakin banyak, tetapi Kekuatan rintangan Petir juga akan semakin kuat." kata Elemen Petir menjelaskan kepada Evan.
"Baiklah, sekarang sebaiknya kamu bersiap-siap, rintangan Petir pertama sudah datang!" lanjut Elemen Petir memberi aba-aba.
Kemudian kilatan petir dari Rintangan Petir pertama langsung menyambar dan menghantam tubuh Evan.
Awalnya Evan merasa terkejut saat kilatan petir pertama menghantam tubuhnya, namun secara perlahan Evan mulai terbiasa terhadap rasa sakit tersebut.
Kemudian sambaran petir kedua yang dua kali lipat lebih kuat, lanjut menyambar tubuh Evan. Bukannya menjadi semakin sakit, tetapi sebaliknya Evan menjadi semakin terbiasa dengan rasa sakit yang dirasakannya.
__ADS_1
Rintangan Petir terus berlanjut. Hingga pada saat sambaran petir kelima, Evan menjadi semakin kebal terhadap serangan petir yang menyambar tubuhnya.
Tampak tubuh Evan yang kini telah dipenuhi oleh energi elemen Petir yang meluap-luap. Energi Petir tersebut menjalar ke seluruh otot, daging dan uratnya.
"Aneh sekali, Kekuatan Rintangan Petir ini semakin lama bukannya menjadi semakin kuat, tetapi malah menjadi semakin lemah." kata Evan merasa heran.
*Bukan Kekuatan Rintangan Petir nya yang menjadi semakin lemah, tetapi karena tubuh kamu yang semakin lama semakin kebal terhadap kekuatan elemen Petir.* saut Elemen Petir dari dalam diri Evan.
"Oh, jadi bukan karena Kekuatan Rintangan Petir nya yang menjadi semakin lemah, tetapi karena Kekuatan tubuhku yang menjadi semakin kuat?"
*Yah, tentu saja!*
"Haha, kalau begitu sungguh bagus sekali!" Evan merasa senang.
*Kamu jangan merasa senang terlebih dahulu. Sebaiknya sekarang kamu bersiaplah menerima serangan rintangan petir yang terakhir.*
"Rintangan Petir yang terakhir?"
*Benar,*
"Bagaimana Kakak Petir bisa tahu kalau Rintangan Petir keenam adalah yang terakhir?" tanya Evan merasa heran.
*Itu sangat mudah. Dengan melihat seberapa besar Energi Petir yang terkumpulkan di atas langit, maka kamu akan mengetahui kapan Rintangan Petir terakhir akan datang. Saat ini energi petir yang terkumpulkan di atas langit telah sampai pada puncaknya. Petir keenam ini akan jauh lebih kuat dari pada kelima serangan petir sebelumnya. Sebaiknya kamu benar-benar bersiap untuk menahan serangan Rintangan Petir terakhir ini.*
Mendengar perkataan Elemen Petir, kemudian Evan segera menguatkan kembali seluruh otot-otot tubuhnya.
Di atas langit, tampak awan gelap sedang mengumpulkan seluruh energi petir ke satu titik yang berada tepat di atas kepala Evan.
Karena sangking banyaknya Energi Petir yang terkumpulkan, Awan yang sebelumnya berwarna gelap kini telah berubah menjadi berwarna biru terang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
__ADS_1
......................
......................