KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 438 : Buah Berwarna Putih


__ADS_3

Mendengar itu Evan merasa cukup terkejut dan penasaran pada Buah berwarna putih yang dimiliki oleh Monster Penguasa Pohon yang telah mati dan berubah menjadi sebuah pohon besar dihadapannya.


Kemudian Evan yang merasa penasaran terbang mendekat untuk melihat lebih dekat Buah berwarna putih tersebut. Setelah jarak Evan dengan Buah Berwarna putih tersebut cukup dekat, akhirnya Evan dapat dengan jelas melihat bentuk Buah Berwarna putih tersebut, yang mana bentuknya mirip dengan Bola Lampu Berwarna Putih Bening.


"Buah ini cukup cantik, apakah rasanya enak untuk di makan?" tanya Evan pada Para Elemen yang ada di dalam lautan spiritual nya.


"Tentu saja enak, apalagi ini adalah Inti Kehidupan dari Tumbuhan Monster berusia lebih dari seribu tahun, tidak hanya rasanya yang enak tetapi Inti Kehidupan ini pasti akan sangat bermanfaat bagi pelatihan mu!" kata Elemen Daun menjawab Evan.


"Tetapi aku sarankan agar kamu tidak memakan Inti Kehidupan ini!" lanjut Elemen Daun menyarankan Evan agar tidak memakan Buah Berwarna putih tersebut.


"Mengapa aku tidak boleh memakan Buah ini? Bukankah Buah ini sangat bermanfaat untuk pelatihan ku?" tanya Evan yang merasa heran dan bingung pada Elemen Daun yang memberi saran agar tidak memakan Inti Kehidupan tersebut.


"Ha-ha-ha" tawa kecil Elemen Daun setelah mendengar pertanyaan Evan yang tidak mengerti apapun.


"Kamu petik saja Inti Kehidupan itu dan simpanlah ke dalam Lautan spiritual milikmu, setelah tiga hari nanti kamu pasti akan mengerti setelah melihat apa yang terjadi pada Inti Kehidupan itu!" ujar Elemen Daun yang masih tidak ingin memberitahu kepada Evan, tentang alasan mengapa dia menyarankan agar tidak memakan Buah Berwarna putih tersebut.


"Baiklah...." kata Evan yang patuh dengan apa yang dikatakan oleh Elemen Daun kepadanya.


Kemudian Evan memetik Buah Berwarna Putih tersebut dan menyimpannya di dalam lautan spiritual bersama dengan Para Elemen.


Setelah memetik buah berwarna putih tersebut, Evan pun berbalik badan dan siap untuk meninggalkan tempat bekas pertempurannya tersebut. Akan tetapi saat Evan ingin mengepakkan sayap Aura-nya, Evan tersadar dan teringat kalau dirinya telah melupakan sesuatu yang sangat penting.


"Aah iyah, hampir saja aku melupakannya!" kata Evan yang kemudian kembali berbalik badan dan melihat ke arah tempat bekas pertempurannya dengan Empat Monster yang telah mati dan tergelatak di atas tanah.


"Sayang sekali jika aku langsung pergi begitu saja, sudah susah payah aku menghabisi Empat Monster Tingkat Tinggi sekaligus, masa harus ditinggal pergi begitu saja? Walaupun tidak bisa menyerap Tubuh Monster Penguasa Pohon karena telah berubah menjadi pohon, tetapi setidaknya Para Prajurit bisa menyerap Tiga Hewan Monster itu!" pikir Evan.

__ADS_1


Tidak lama setelah Evan terpikirkan hal itu, tiba-tiba Qiu Shen dan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam datang ke tempat Evan berada.


"Tuan Jenderal, Anda tidak apa-apa?" panggil dan tanya Qiu Shen pada Evan sambil terbang dengan tergesa-gesa dan raut wajah cemas.


Melihat Qiu Shen dan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam tiba-tiba datang, Evan merasa senang.


"Ha-ha-ha bagus sekali kalian datang, jadi aku tidak perlu mencari dan memanggil kalian lagi!" kata Evan dengan sangat gembira melihat kedatangan Qiu Shen dan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam.


Melihat ekspresi dan perkataan Evan menyambut kedatangan mereka, seketika membuat Qiu Shen dan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam yang baru datang menjadi heran dan bingung.


"Tuan Jenderal, tadi ada salah seorang Prajurit yang mengatakan padaku, kalau Tuan Jenderal sedang bertarung dengan Empat Monster Tingkat tinggi ditempat ini, dimana Monsternya? Tuan Jenderal tidak terluka? Aku datang kesini membawa banyak Prajurit untuk membantu Tuan Jenderal!" kata Qiu Shen yang sangat mencemaskan keadaan Evan.


Melihat Qiu Shen yang terlalu mencemaskan dirinya, kemudian Evan memukul kepala Qiu Shen dengan pelan.


"Tuan Jenderal, mengapa Anda memukul kepalaku?" ujar Qiu Shen merasa heran dengan Evan yang tiba-tiba memukul kepalanya, walaupun pukulan tersebut adalah pukulan yang sangat pelan.


Mendengar perkataan Evan, kemudian Qiu Shen langsung melihat tempat bekas pertempuran Evan dengan Empat Hewan Monster Tingkat Tinggi yang ada dibawah mereka. Dibawah mereka, Qiu Shen dan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam melihat bekas pertempuran yang cukup kacau, dan tiga Hewan Monster yang telah mati dan tergeletak di atas tanah serta satu Pohon Besar yang terlihat sangat aneh.


"Astaga..., seharusnya aku memang tidak boleh meremehkan Tuan Jenderal yang merupakan Monster ini, apa lagi takut Tuan Jenderal akan kenapa-napa. Sepertinya Tuan Jenderal telah menghabisi Tiga Hewan Monster yang bertarung dengannya!" batin Qiu Shen merasa takjub dengan kekuatan yang dimiliki oleh Evan.


Namun sesaat kemudian, Qiu Shen yang sebelumnya diberitahukan oleh seorang Prajurit Pasukan Malam, kalau Evan sedang bertarung dengan Empat Hewan Monster Tingkat Tinggi seketika menjadi heran, saat melihat hanya ada Tiga Mayat Hewan Monster saja yang ada ditempat pertempuran.


"Tetapi bukankah Prajurit tadi bilang kalau Tuan Jenderal bertarung dengan Empat Hewan Monster Tingkat Tinggi?, mengapa yang mati disini hanya ada Tiga Hewan Monster saja?" batin Qiu Shen merasa keheranan.


Qiu Shen yang merasa heran dan penasaran, kemudian mencoba bertanya kepada Evan.

__ADS_1


"Tuan Jenderal, tadi aku dengar dari seorang Prajurit kalau Tuan Jenderal bertarung dengan Empat Hewan Monster Tingkat tinggi, tetapi mengapa yang terlihat hanya ada Tiga Hewan Monster saja yang mati?" tanya Qiu Shen pada Evan.


"Memang benar yang Prajurit itu katakan, aku memang bertarung dengan Empat Monster Tingkat tinggi, tetapi salah satu dari Empat Monster itu bukanlah Hewan Monster, melainkan adalah Tumbuhan Monster Tingkat Tujuh Menengah!" kata Evan memberitahuQiu Shen kalau yang Prajurit tersebut katakan memang benar.


"Jika yang dikatakan Prajurit tadi adalah benar, tetapi mengapa disini hanya terlihat Tiga Mayat Hewan Monster saja? Kemana Tumbuhan Monster yang Tuan Jenderal katakan?" tanya Qiu Shen yang benar-benar merasa penasaran.


Melihat Qiu Shen yang terus bertanya, seketika membuat Evan merasa jengkel dan kesal pada Qiu Shen.


"Mengapa kamu terus bertanya? Seperti sedang mengintrogasi maling saja!" ujar Evan merasa jengkel kepada Qiu Shen yang terus bertanya padanya.


"Tumbuhan Monster itu juga telah aku kalahkan, dan setelah aku kalahkan Tumbuhan Monster itu langsung berubah menjadi pohon besar yang ada dihadapan kita ini!" lanjut Evan memberitahu Qiu Shen dengan jelas.


"Aku kan hanya bertanya saja, mengapa Tuan Jenderal jadi kesal?" ujar Qiu Shen merasa heran yang tiba-tiba menjadi kesal kepada dirinya.


"Sudah jangan bertanya lagi, kamu aturlah Para Prajurit untuk menyerap Tiga Hewan Monster yang telah aku bunuh itu! Aku ada hal yang perlu aku lakukan, kamu jangan bertanya lagi!" ujar Evan memberi perintah kepada Qiu Shen.


"Baiklah..., Tuan Jenderal silahkan lakukan apa yang Tuan Jenderal perlu lakukan, aku akan mengatur Para Prajurit sesuai perintah yang Tuan Jenderal katakan!"kata Qiu Shen yang berhenti bertanya dan dengan patuh menerima perintah yang diberikan oleh Evan kepadanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...


......................

__ADS_1


......................


__ADS_2