KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 427 : Bermain Dengan Anak-Anak Kecil


__ADS_3

Beberapa saat kemudian Evan, Gu Mei dan Chu Xian sampai dihalaman belakang Akademi Matahari Merah yang dipenuhi rumput hijau dan beberapa pohon besar yang khusus untuk tempat berteduh. Disana tampak Ran Ran dan Nan Ruyu yang sedang melatih para anak-anak kecil tersebut dilapangan yang dipenuhi oleh rumput hijau.


"Ran Ran! Nan Ruyu!" panggil Evan kepada dua Istrinya dengan sangat bersemangat dan senang.


Mendengar suara Evan yang memanggil nama mereka, seketika Ran Ran dan Nan Ruyu langsung menolah dan meliht ke arah Evan yang datang bersama dengan Gu Mei dan Chu Xian.


"Evan!" panggil Ran Ran dan Nan Ruyu dengan sangat senang melihat kedatangan Evan ke Akademi Matahari Merah.


Tidak hanya Ran Ran dan Nan Ruyu saja yang merasa senang dengan kedatangan Evan, tetapi juga para anak-anak kecil yang sedang berlatih. Tidak pernh melihat Evan selama hampir satu tahun, para anak-anak kecil tersebut sungguh sangat merindukan Evan sang Penyelamat mereka.


"KAKAK EVAN!!" panggil para anak-anak kecil tersebut yang langsung berlari dengan sangat ramai ke arah Evan.


Melihat para anak-anak kecil yang berlari datang ke arahnya, Evan segera menunduk dan kemudian menangkap dan memeluk salah satu anak kecil yang datang kepadanya.


Anak kecil ditangkap oleh Evan kemudian duduk diatas pangkuan paha Evan yang sedang setengah berlutut.


"Kakak Evan, aku juga mau dipangku!" kata salah seorang anak kecil yang juga ingin dipangku oleh Evan.


"Baiklah kesini, biar Kakak pangku!" kata Evan dengan senang hati mengabulkan permintaan anak kecil tersebut, sambil duduk bersila diatas rumput.


Kemudian dengan sangat senang dan gembira anak kecil tersebut langsung menghampiri Evan dan duduk diatas pangkuan paha Evan yang satunya lagi.


Melihat dua teman mereka duduk diatas pangkuan paha Evan, seketika membuat para anak kecil yang lainnya menjadi merasa iri dan meminta Evan untuk memangku mereka juga.

__ADS_1


"Maaf, Kakak tidak bisa memangku kalian semua, Kakak hanya memiliki dua kaki saja jadi hanya bisa memangku dua orang!" ujar Evan menolak permintaan para anak kecil tersebut dengan raut wajah tersenyum.


Mendengar kalimat Evan yang tidak bisa memangku mereka, seketika membuat para anak kecil tersebut merasa kecewa.


Sementara itu tampak Ran Ran dan Nan Ruyu yang sedang merasa senang dan tersenyum, saat melihat Evan yang begitu dekat dan akrab dengan para anak kecil tersebut.


"Haaiiss..., sepertinya kita dikalahkan oleh anak-anak kecil itu! Aku bahkan belum menyentuh suamiku, tetapi anak-anak kecil itu sudah memeluk dan duduk dipangkuan Suamiku!" kata Ran Ran sembari tersenyum senang melihat kedekatan dan akraban Evan dengan para anak kecil tersebut.


"Haha.., tapi apakah kamu tidak melihatnya? Sepertinya Evan sangat bersenang-senang dan bahagia dengan para anak-anak kecil itu, seperti sedang melepaskan semua beban pikirannya!" kata Nan Ruyu yang sangat peka dengan perasaan Evan disaat itu.


"Nan Ruyu, apakah kamu tidak ingin mengatakan kepada Evan tentang datang bulan kamu yang terlambat? Aku yakin jika kamu pasti sedang hamil, apa lagi kamu yang akhir-akhir ini seringkali merasa mual! Evan pasti akan merasa sangat senang mendengar berita ini!" ujar Ran Ran berkata tentang kehamilan Nan Ruyu.


"Aku tentu saja ingin mengatakan tentang kabar baik ini kepada Evan, tetapi aku tidak ingin mengatakannya saat ini. Kamu lihatlah Evan dan anak-anak kecil itu sedang sangat gembira, aku tidak ingin merusak suasana gembira mereka!" kata Nan Ruyu yang tidak ingin mengganggu Evan dan anak-anak kecil yang sedang bersenang-senang dan bergembira.


Sementara itu, tampak Gu Mei yang merasa terkejut melihat anak-anak kecil yang disebut oleh Evan ternyata berjumlah lebih dari dua ratus anak kecil.


Melihat Gu Mei yang diam saja, kemudian Chu Xian yang berada disampingnya pun menegur dan bertanya padanya.


"Gu Mei, kenapa kamu diam saja?" tanya Chu Xian pada Gu Mei yang masih terlihat diam tak bersuara.


"Aku hanya terkejut dan tidak menyangka kalau anak-anak kecil yang diselamatkan oleh Evan ternyata sebanyak ini!" jawab Gu Mei pada Chu Xian.


"Yah, saat pertama kali melihat Evan membawa semua anak-anak kecil ini, aku juga sempat merasa terkejut sama seperti kamu. Anak-anak kecil ini diselamatkan oleh Evan dari tangan seorang Penganut ajaran sesat, pada saat Ia dan Tang Chen pergi ke Kerajaan Li untuk mengumpulkan biaya pembangunan benteng pertahanan Nanzhou!" kata Chu Xian memberitahu Gu Mei asal-usul anak-anak kecil tersebut.

__ADS_1


Sementara itu, tampak Evan yang masih sedang bersenang-senang dengan anak-anak kecil tersebut. Evan yang tidak ingin membuat anak-anak kecewa karena tidak bisa memangku mereka, maka sebagai ucapan maaf Evan ingin menceritakan sebuah kisah kepada anak-anak kecil tersebut.


"Sudah kalian jangan merasa sedih, mari kesini berkumpul didekat Kakak, Kakak akan bercerita sebuah kisah pada kalian!" kata Evan dengan ramah pada anak- anak kecil tersebut.


Mendengar Evan yang ingin bercerita, seketika membuat Anak-anak kecil tersebut merasa sangat senang dan gembira.


"Yeeaahh!! Kakak Evan ingin bercerita!!" teriak anak-anak kecil rersebut bersorak dengan sangat gembira.


Kemudian anak-anak kecil tersebut menuruti perkataan Evan, dan mereka semua pun duduk bersila di atas rumput mengelilingi Evan yang hendak bercerita pada mereka.


Melihat anak-anak kecil telah duduk bersila mengelilingnya dan siap untuk mendengar kisah yang akan diceritakan olehnya, kemudian Evan pun memulai ceritanya.


"Pada suatu hari ada seorang Pangeran tampan dan baik hati, dia dibuang oleh keluarganya dan dijauhi oleh semua orang karena dirinya yang tidak bisa berkultivasi. Karena sang Pangeran yang tidak tahan dengan cacian, hinaan dan cemohan orang-orang yang tidak suka padanya, maka Sang Pangeran pun pergi ke dalam sebuah hutan dan memutuskan untuk tinggal didalam sana. Namun pada suatu malam, saat sang Pangeran tampan sedang memakan daging pagang hasil buruannya, tiba-tiba dari langit yang gelap ada sebuah bintang jatuh yang menuju ke arah Sang Pangeran. Bintang itu sangat terang hingga menyilaukan mata siapapun yang melihatnya. Dan kemudian BOOMM! bintang jatuh menimpa Sang Pangeran tampan, dan membuat Sang Pangeran pingsan. Kemudian saat dipagi yang cerah Sang Pangeran bangun dan sadar dari pingsannya......." Evan bercerita pada anak-anak kecil tentang kisahnya sendiri.


Sementara itu, tampak anak-anak kecil yang mendengarkan cerita Evan dengan baik dan dengan wajah yang tersenyum cerah. Dan tidak hanya anak-anak kecil saja, tetapi juga Gu Mei, Chu Xian, Ran Ran dan Nan Ruyu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...


......................

__ADS_1


......................


......................


__ADS_2