KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 480 : Kembali Bertemu


__ADS_3

"Oh yah, ngomong-ngomong, sepertinya nama panggilan Lolong sudah sangat tidak cocok dengan tampilan Lolong saat ini. Nama itu terlalu jelek untuk dirinya yang memiliki paras yang cantik. Jadi, bisakah kamu memberikannya nama yang lebih bagus?" ujar Evan.


"Jadi maksudmu nama yang aku berikan sebelumnya itu Jelek?" Yue liang Chen mulai merasa kesal.


"Haha, bukan maksudku berkata seperti itu. Aku hanya ingin memberi saran, agar kamu memberikan nama yang lebih bagus untuk Lolong. Itu saja," kata Evan.


Mendengar perkataan Evan, kemudian Yue liang Chen melihat wajah Lolong yang sedang bersembunyi di balik tubuhnya.


*Kalau dipikir-pikir memang benar sih, apa yang dikatakan oleh Evan.* batin Yue liang Chen membenarkan apa yang dikatakan oleh Evan kepadanya.


Kemudian Yue liang Chen melihat kembali wajah Lolong yang masih bersembunyi di belakang punggungnya.


"Baiklah, aku akan mengganti nama Lolong. Karena melihat wajah Lolong yang sangat cantik dan juga matanya yang sangat indah, Menurut kalian bagaimana dengan nama Mei Yin?" Yue liang Chen meminta tanggapan Evan dan yang lainnya.


"Nama yang bagus, cocok untuk paras wajahnya yang cantik." kata Evan menanggapi.


"Baiklah, kalau begitu, mulai sekarang nama Lolong akan diganti dengan Mei Yin." kata Yue liang Chen kepada mereka semua. "Bagaimana, apakah kamu menyukai nama ini?" Yue liang Chen meminta tanggapan Gadis yang ada di belakang tubuhnya.


Dengan tersenyum Gadis itu menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, karena semua masalah yang ada di sini sudah selesai. Sekarang ayo kita kembali ke Kota Dayu." kata Evan kepada mereka semua.


Di luar Gua, mereka semua tampak bersiap untuk berangkat dan kembali ke Kota Dayu.


Namun disaat semua orang telah mengeluarkan Sayap Aura-nya masing-masing, hanya Mei Yin yang hanya diam sambil memegang baju bagian belakang Yue liang Chen.


Karena Mei Yin masih belum mengeluarkan Sayap Aura-nya, kini Dia pun menjadi pusat perhatian semua orang.


"Apakah kamu masih belum bisa mengeluarkan Sayap Aura-mu untuk terbang, Mei Yin?" tanya Yue liang Chen dengan lemah lembut pada Mei Yin yang berada di belakang punggungnya.


Mendengar pertanyaan Yue liang Chen, Mei Yin hanya menggelengkan kepalanya tanpa berbicara sepatah kata pun.


Melihat Mei Yin yang sama sekali tidak memberikan jawaban yang pasti dan hanya menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, mereka semua pun menjadi bingung dengan maksud yang diberikan oleh Mei Yin.


"Maksudnya menggelengkan kepala itu apa? Dia menggeleng karena memang belum bisa terbang atau menggeleng karena menentang pertanyaan kamu?" ujar Evan merasa bingung.


Melihat Evan dan yang lainnya masih belum mengerti maksud Mei Yin, kemudian Yue liang Chen mencoba bertanya sekali lagi kepada Mei Yin.

__ADS_1


"Mei Yin, lihat dan dengarkan aku. Jika kamu tidak bisa terbang, kamu gelengkan kepalamu. Jika kamu bisa terbang, kamu mengangguk. Mengerti?"


"Baiklah, sekarang jawab pertanyaan ku. Apakah kamu masih belum bisa terbang?" lanjut Yue liang Chen langsung bertanya.


Mendengar pertanyaan Yue liang Chen, bukannya menggeleng atau mengangguk untuk memberikan jawaban, Mei Yin malah menjilat wajah Yue liang Chen.


Melihat itu, seketika mereka semua terbatu dan tidak tahu harus berbuat apa lagi terhadap Mei Yin.


"Astaga, sepertinya otaknya benar-benar hanya tersisa setengah. Bodohnya bukan main," Evan menggelengkan kepalanya dengan pelan.


"Sudah, jangan ribut lagi." kata Yue liang Chen kepada mereka semua.


Kemudian Yue liang Chen langsung berjongkok membelakangi Mei Yin.


"Mei Yin, naiklah!" perintah Yue liang Chen dengan lemah lembut.


Melihat apa yang dilakukan oleh Yue liang Chen, seketika Mei Yin pun tersenyum. Dan dengan senang ia langsung naik ke punggung Yue liang Chen.


Melihat Mei Yin telah naik ke punggungnya, Yue liang Chen tersenyum, begitu juga dengan Evan dan yang lainnya.


Di dalam perjalanan menuju ke Kota Dayu, Evan dan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam terus mencoba mempererat hubungan mereka dengan Mei Yin.


Evan terus mengajak Mei Yin untuk mengobrol, walaupun Mei Yin sendiri hanya terus diam dibelakang punggung Yue liang Chen.


Tepat pada saat malam hari, akhirnya mereka semua sampai di depan pintu gerbang Kota Dayu.


Tentu saja, kedatangan Evan dan Pasukan Gagak Malam membuat Para Prajurit Siluman merasa sangat terkejut dan heran.


Namun walaupun begitu, mereka semua tetap dengan sangat senang hati dan penuh hormat menyambut kedatangan Evan dan Pasukan Gagak Malam.


"Tuan Jenderal, kalau boleh tahu, ada keperluan apa Tuan Jenderal kembali kesini?" tanya seorang Kepala Prajurit Siluman yang menyambut Evan di depan pintu gerbang.


"Aku kembali kesini, karena aku ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepada Ratu kalian. Jadi bisakah kalian membantuku melaporkan hal ini kepada Ratu kalian? Aku perlu bertemu dengannya," kata Evan kepada Kepala Prajurit Siluman tersebut.


"Baik Tuan Jenderal, akan segera Saya sampaikan!" kata Prajurit tersebut sambil memberi hormat kepada Evan.


 

__ADS_1


Beberapa saat kemudian di kediaman Jenderal, atau lebih tepatnya di Aula Kediaman Jenderal.


"Sebenarnya apa yang ingin kamu sampaikan kepadaku? Mengapa sampai membuat kamu harus kembali ke Kota Dayu secepat ini?" tanya Ratu Yue Xian Ling merasa heran dan penasaran.


"Aku kembali ke Kota Dayu secepat ini, karena aku ingin memperkenalkan seseorang yang sangat penting kepadamu."


"Seseorang yang sangat penting? Siapa?" Ratu Yue semakin merasa heran dan penasaran.


"Orang ini adalah seseorang yang sangat kamu kenal. Dan pastinya saat kamu melihatnya kamu akan merasa sangat bahagia." kata Evan membuat Ratu Yue semakin merasa heran dan penasaran.


"Kalian berdua masuklah," panggil Evan dan kemudian Yue liang Chen dan Mei Yin pun masuk ke dalam Aula.


Melihat wajah yang sangat dikenalinya dan sangat dirindukannya, seketika hati Ratu Yue Xian Ling merasa sangat bahagia. Matanya terbelalak melihat Yue liang Chen ada di hadapannya.


Dengan tubuh yang seakan gemetar karena terlalu bahagia, perlahan mata Ratu Yue menitikkan air mata.


"Kakak....." panggil Ratu Yue dengan penuh kerinduan.


"Xian Ling....." panggil Yue liang Chen sembari tersenyum kepada Adiknya.


Mendengar panggilan Kakaknya, Ratu Yue langsung berlari ke arah Yue liang Chen dan masuk ke dalam pelukan hangatnya.


"Kakak....." Ratu Yue menangis histeris di dalam pelukan Yue liang Chen.


Yue liang Chen yang melihat itu kemudian mempererat pelukannya pada Ratu Yue.


Walaupun keduanya telah berpisah dan tidak pernah bertemu selama lebih dari enam ratus tahun lamanya, tetapi perasaan sebagai saudara kandung membuat mereka memiliki perasaan akrab yang tidak dapat terpisahkan.


Setelah sekian lama berpisah dan tidak pernah bertemu, mereka melepaskan kerinduan mereka dalam pertemuan dan pelukan hangat ini.


Ratu Yue terus menangis dengan keras di dalam pelukan Yue liang Chen. Dan sebaliknya Yue liang Chen membiarkan Ratu Yue menangis dalam pelukan hangatnya.


Sementara itu di sisi lain, terlihat Mei Yin yang sedang menunjukkan ekspresi cemburu melihat hal itu.


Evan yang melihat Mei Yin memasang wajah cemburu kemudian pun tersenyum sambil menahan tawanya.


*Haha, ternyata Gadis Bodoh ini bisa merasa cemburu juga,* batin Evan tertawa melihatnya.

__ADS_1


__ADS_2