KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 205 : Memohon Ampun


__ADS_3

"Yah, benar aku Jenderal Li, Siapa kalian?, kenapa kalian mencariku?" tanya Evan.


"Ternyata benar, Jenderal Penguasa Nanzhou hanya seorang remaja!, apakah aku benar dengan keputusan aku ini?" pikir Pria Tua tersebut dalam hatinya.


"Siapa kami tidaklah penting, kami hanya ingin melihat sosok Jenderal Li yang menurut rumornya adalah seorang Jenderal yang hebat, jadi kami ingin mencoba kemampuannya!, tetapi setelah kami lihat Jenderal Li hanyalah seorang bocah remaja saja!" kata Pria Tua meremehkan Evan.


"Hei dasar Kakek busuk bau tanah!, kamu jangan meremehkan Kakak Besar ku!, hanya dengan tubuh tua kamu itu dipukul satu kali saja mungkin sudah remuk!" saut Sea Lin sembari menunjuk-nunjuk.


"Dasar anak muda yang tidak sabaran, aku tidak tahu mengapa bocah-bocah remaja seperti kalian bisa diberi kepercayaan untuk memerintah dan menjadi penguasa Nanzhou!" kata Pria Tua tersebut meremehkan Evan dan teman-temannya.


"Hei Kakek Tua, tadi bukankah kamu berkata kalau kalian ingin mencoba kemampuanku?, kenapa sampai sekarang masih banyak bicara saja?" ujar Evan menantang Pria Tua beserta 16 orang lainnya.


Mendengar tantangan Evan, si Pria Tua tersebut pun mengerutkan alisnya.


"Kenapa masih diam saja?, aku sudah ada didepan mata kalian kenapa kalian masih tidak menyerang juga?" ujar Evan berjalan maju menghampiri Pria Tua dan kelompoknya.


Melihat Evan yang berjalan maju tanpa rasa takut, tanpa disadari Pria Tua dan 16 orang lainnya merasa takut.


"Kenapa?, remaja ini hanya berjalan kesini saja kenapa aku merasa ketakutan?" batin Pria Tua yang heran dengan wajah berkeringat.


"Tekanan Penghancur Jiwa!" ucap Evan mengulurkan tangannya dan mengeluarkan sebuah tekanan kepada Pria Tua dan 16 orang lainnya yang ada dihadapannya.


Seketika Pria Tua dan 16 orang lainnya tertekan hingga berlutut ke tanah, mereka merasa sangat kesakitan namun tidak sanggup untuk berteriak, mereka merasa seperti sedang tercekik hingga tidak bisa berbicara.


"Remaja ini kenapa bisa mengeluarkan tekanan sekuat ini!?" batin Pria Tua merasa kesakitan dibawah tekanan Jiwa yang dikeluarkan Evan.


Evan berjalan maju perlahan selangkah demi selangkah mendekati Pria Tua dan 16 orang tersebut, dan setiap langkahnya akan membuat tekanan yang mereka rasakan akan semakin kuat.


Namun tidak lama kemudian Ray dan enam orang pasukan Gagak Malam datang ke hutan dan menghampiri mereka.


Ray dan enam orang Pasukan Gagak Malam sampai dan berhenti ditempat Sea Lin dan Tang Chen yang hanya sedang menonton Evan menindas 17 orang kultivator kegelapan tersebut.


"Kenapa kalian datang kemari?" tanya Sea Lin.

__ADS_1


"Kami merasakan ada sekelompok orang yang datang menyelinap ke Yanzhou, jadi kami mengikuti mereka hingga akhirnya sampai dihutan ini!" kata Ray menjawab Sea Lin.


"Kalau begitu kalian tidak usah repot-repot lagi, sekelompok orang itu sudah akan dihabisi oleh Kakak Besar" kata Sea Lin sambil menunjuk ke arah Evan yang sedang menindas si Pria Tua dan 16 kultivator kegelapan lainnya.


Tampak Evan yang hendak mengayunkan pedangnya dan ingin membunuh si Pria Tua yang ada dihadapannya.


Namun tiba-tiba Qiu Shen terkejut ketika melihat wajah si Pria Tua yang hendak dibunuh oleh Evan.


"KAKEK!!?" sebut Qiu Shen mengejutkan semua orang.


"KAKEK!??" sebut semua orang dengan terkejut.


Mendengar itu seketika Evan menghentikan pedangnya yang nyaris membunuh si Pria Tua dan melepaskan tekanan Jiwa yang dikeluarkannya.


"Qiu Shen?!" sebut si Pria Tua mendongak melihat ke arah Qiu Shen.


Qiu Shen dengan cepat berlari kehadapan Evan (disamping Pria Tua) dan berlutut kepada Evan.


"Jenderal Li, maaf atas kelancangan saya, saya memohon ampuni Kakek saya, jangan bunuh dia!" pinta Qiu Shen berlutut sambil memberi hormat kepada Evan.


"Qiu Shen bangkitlah, coba kamu jelaskan padaku!" pinta Evan dengan tegas.


"Maaf atas kelancangan saya Jenderal Li, Dia adalah kakek kandung saya dan orang-orang yang dia bawa adalah warga desaku!, kami telah berpisah sejak tiga tahun lalu karena sebuah insiden!, mohon Jenderal Li mengampuni nyawa mereka!" pinta Qiu Shen sambil berlutut dan memberi hormat kepada Evan.


"Tetapi tadi mereka meremehkanku dan menantangku untuk bertarung, mereka ingin menyerangku!, tidak bolehkah jika aku berbalik membunuh mereka?, jika kamu memohon seperti ini untuk musuh, maka kamu bisa aku anggap sebagai pengkhianat dan bisa dihukum mati!" kata Evan.


Mendengar itu seketika Pria tua itu pun terkejut dan dengan segera dia pun bersujud kepada Evan.


"Maafkan saya Tuan Jenderal Li atas kesalahan saya karena telah meremehkan anda!, ini semua adalah kesalahan saya yang bodoh dan terlalu sombong ini hingga membuat semuannya menjadi salah paham!, mohon maafkan saya Jenderal Li!, mohon maafkan saya!" kata si Pria Tua sambil bersujud memohon ampun.


Namun Evan masih tidak bereaksi apapun walau Pria Tua itu sudah berlutut dan memohon ampun padanya.


"Jika kata maaf bisa menyelesaikan semua masalah maka untuk apa orang berlomba-lomba untuk menjadi yang terkuat?, aku akan tetap membunuh kalian semua termasuk Qiu Shen yang sudah berkhianat padaku dengan berani memohon ampun untuk (membela) orang-orang yang ingin menyerangku!" kata Evan dengan tegas.

__ADS_1


Mendengar perkataan Evan, semua orang pun seketika terkejut dan tercengang.


"Jenderal Li semua ini adalah kesalahan saya seorang saja, mohon Jenderal Li jangan melibatkan cucuku Qiu Shen dan orang-orangku!" kata si Pria Tua sambil bersujud.


Kemudian si Pria Tua pun duduk berlutut dan mengeluarkan sebuah pedang dan mengarahkan pedang tersebut ke tengah dadanya sendiri.


Qiu Shen dan 16 orang kultivator kegelapan itu pun terkejut dengan apa yang dilakukan oleh si Pria Tua.


"Mohon Jenderal Li ampuni Qiu Shen dan orang-orangku, mereka tidak bersalah, akulah yang telah membuat semua kesalahan itu, aku akan membunuh diriku sendiri untuk menebus semua kesalahanku, jadi mohon Jenderal Li jangan melibatkan mereka!" pinta si Pria Tua yang hendak bunuh diri dengan menusukan pedang kejantungnya.


"Kalau begitu lakukanlah dengan cepat!" kata Evan dengan tegas dan ekspresi dingin.


Semua orang yang melihat itu pun merasa terkejut dengan ucapan Evan yang kejam dan tidak memiliki belas kasihan.


"Jenderal Li, aku mohon ampuni Kakek saya, saya tidak ingin kehilangan satu-satunya orang yang paling berharga bagiku!, saya bersedia menggantikan Kakek saya untuk bunuh diri dan menebus kesalahannya, aku mohon Jenderal Li dapat mengampuni dan melepaskan Kakek saya!" pinta Qiu Shen kepada Evan.


"Qiu Shen jangan, kamu tidak boleh mati sekarang, kamu masih muda dan perjalananmu masih panjang, kamu tidak boleh mengorbankan nyawamu hanya untuk seorang Kakek Tua seperti aku ini!" ujar si Pria Tua mencoba menghentikan Qiu Shen untuk menggantikannya.


"Qiu Shen, kakek tidak menyangka bahwa kita bisa bertemu kembali sejak tiga tahun berpisah, Kakek sangat senang bisa bertemu dengan cucu kakek lagi walau hanya sebentar. Setelah ini kamu harus menggantikan Kakek menjaga orang-orang desa, jangan balas dendam!" kata si Pria Tua tersenyum menahan tangisnya.


"Cepat!, jangan hanya bicara saja!" ucap Evan dengan tegas dan dingin.


"Jenderal Li, kenapa kamu begitu kejam?!, kakekku bahkan tidak melukaimu tetapi mengapa kamu ingin Kakekku mati?" ucap Qiu Shen merasa marah dan benci kepada Evan.


"Qiu Shen jangan marah, ini memang adalah kesalahan kakek!" ujar si Pria Tua hendak menusukan pedang ke jantungnya.


"Kakek Jangan!" ucap Qiu Shen mencoba menghentikan Kakeknya.


Namun tiba-tiba Evan menahan tangan si Pria Tua yang memegang gagang pedang yang ujungnya sudah menusuk sedikit ke dada si Pria Tua.


"Sudah cukup!, aku hanya ingin menguji kalian!" kata Evan dengan tersenyum dan bersahabat.


Seketika semua orang terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Evan, kecuali Tang Chen yang tampak masih mengantuk.

__ADS_1


Tang Chen menghela nafas panjang. "Haahh.., aku yakin pasti ujung-ujungnya bakal seperti ini!" ucap Tang Chen yang sudah menebaknya dari awal.


"Huh!, Kakak Besar mengagetkan aku saja!, aku kira sungguhan!" kata Sea Lin.


__ADS_2