KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 225 : Kedatangan Istri Dan Putri Pertama Jenderal Yunfan Li


__ADS_3

"Tapi Paman, bisakah Paman jangan memanggilku pangeran lagi?" ujar Evan kepada Jenderal Yunfan Li.


"Kenapa?" tanya Jenderal Yunfan Li merasa heran.


"Aku hanya tidak ingin membongkar identitasku, apa lagi Yuna Li, jadi bisakah paman jangan memanggilku Pangeran?, panggil aku seperti yang sebelumnya saja yaitu si Topeng Perak!" pinta Evan kepada Jenderal Yunfan Li.


...****************...


Pagi hari tampak Evan dan Tang Chen sedang berada dihalaman kediaman Jenderal Yunfan Li bersama dengan seekor burung Elang yang bertengger dilengan kiri Evan.


Evan mengikatkan sebuah surat dan satu cincin ruang penyimpanan yang didalamnya terdapat semua uang hasil penjualan Pil dan Hasil rampokannya pada kaki burung Elang tersebut.


Kemudian Evan pun mengeluarkan sinar dari keningnya dan menanamkan ingatan pada kepala burung Elang tersebut, agar burung Elang tersebut pergi ke tempat yang benar, yaitu provinsi Nanzhou kota Yanzhou tempat Qin Shan berada.


"Apakah kamu yakin cara pengiriman ini akan aman?" tanya Tang Chen pada Evan.


"Tenang saja, pengiriman ini aku jamin aman karena aku sudah menanamkan ingatan pada burung Elang ini agar sampai pada Qin Shan dikota Yanzhou, burung ini tidak akan mungkin tersesat!" ujar Evan menjawab Tang Chen.


Kemudian Evan pun menerbangkan burung Elang tersebut dari lengan kirinya, burung Elang tersebut terbang tinggi dan pergi menjauh menuju kota Yanzhou tempat Qin Shan berada.


"Semoga semua uang itu cukup untuk memperbaiki dinding pertahanan kota!" pikir Evan dalam hatinya.


Tak lama kemudian Jenderal Yunfan Li datang menghampiri Evan dan Tang Chen yang sedang berada dihalaman.


"Pangeran!" panggil Jenderal Yunfan Li kepada Evan.


"Sudah aku katakan sebelumnya, Tuan Jenderal jangan memanggilku dengan sebutan pangeran, panggil aku dengan sebutan Tuan Muda Topeng Perak saja, aku tidak ingin membuka identitasku!" ujar Evan kepada Jenderal Yunfan Li.


"Maaf!, Tuan Muda Topeng Perak, aku ada sesuatu yang ingin aku katakan pada Tuan Muda, bukankah Tuan Muda Topeng Perak ke kota Siun ingin menjual Pil?, kenapa tidak menjualnya kepada saya saja?, kebetulan saya sedang sangat membutuhkan banyak Pil untuk meningkatkan kekuatan Pasukan kota Siun milikku!, Tuan Muda Topeng Perak tenang saja saya pasti akan membayar Pil anda sesuai dengan harga pasaran! " ujar Jenderal Yunfan Li yang ingin membeli Pil dari Evan untuk memperkuat pasukan Kota Siun miliknya.


Mendengar itu, tampak Evan diam dan berpikir sejenak.


"Hmm.., benar juga, aku telah bekerja sama dengan Paman Yunfan jadi sekarang Paman Yunfan adalah orangku, aku juga membutuhkan kekuatan Pasukan kota Siun milik Jenderal Yunfan untuk membantuku kedepannya, mungkin tidak ada salahnya jika aku juga membantu memperkuat Pasukan Kota Siun!" pikir Evan dalam hatinya.


"Tuan Jenderal, anda tidak perlu khawatir, saya pasti akan menjual Pil yang aku punya kepadamu dan aku juga akan memberikan potongan setengah harga untuk paman!" ujar Evan sembari tersenyum kepada Jenderal Yunfan Li.


"Apa!?, tidak perlu begitu Tuan Muda Topeng Perak, jika anda memberikan harga yang serendah itu pada saya, saya seperti orang yang tidak punya uang untuk membayar, Lagi pula bukankah Tuan Muda Topeng Perak juga sedang membutuhkan banyak uang (untuk memperbaiki dinding kota)?" ujar Jenderal Yunfan Li merasa sungkan pada Evan.


"Dan juga, membuat Pil adalah pekerjaan yang susah dan juga sangat terhormat, jika Tuan Muda Topeng Perak memberikan harga yang serendah itu saya seperti tidak menghargai pekerjaan seorang Alkemis yang begitu terhormat!" kata Jenderal Yunfan Li merasa sungkan pada Evan.


"Tuan Jenderal tidak usah merasa sungkan padaku!, aku melakukan ini juga hitung-hitung membantu diriku sendiri, karena kedepannya aku juga pasti akan membutuhkan bantuan dari Jenderal Yunfan Li dan pasukan kota Siun!" kata Evan kepada Jenderal Yunfan Li.


"Lagi pula membuat Pil tidak sesulit yang Tuan Jenderal pikirkan, itu hanya seperti sedang bermain-main saja bagiku!" kata Evan dengan senang hati.


"Maksud Pangeran, ah tidak Tuan Muda Topeng Perak, Pil-Pil yang ingin Tuan Muda Topeng Perak jual adalah hasil buatan Tuan Muda Topeng Perak sendiri?" tanya Jenderal Yunfan Li merasa terkejut setelah memdengar perkataan Evan.


"Aah??, Apakah aku belum mengatakannya kalau aku bisa membuat Pil?" kata Evan yang merasa lupa.


Melihat reaksi Evan, Jenderal Yunfan Li pun hanya diam tidak ingin mengatakan apapun lagi. "Pangeran Evan Li ini sebenarnya seberapa banyak hal luar biasa yang aku tidak tahu dari dirinya?" batin Jenderal Yunfan Li dalam hatinya yang merasa kagum.


"Jadi Tuan Jenderal, anda jangan menolak niat baik saya!" ujar Evan dengan senang hati sembari tersenyum.


"Baiklah, terima kasih Tuan Muda!" kata Evan juga ikut merasa senang dan tersenyum.

__ADS_1


"Tuan Jenderal, aku ingin tanya, bukankah Nona Kefua Yuna Li masih mempunyai seorang kakak perempuan?, kenapa aku tidak ada melihatnya dari kemarin?" tanya Tang Chen yang hendak mengalihkan topik pembicaraan.


"Benar Tuan Jenderal, aku belum ada melihat Nona pertaman dan Istri Tuan Jenderal!, kemana mereka?" tanya Evan kepada Jenderal Yunfan Li merasa penasaran.


"Putri sulungku itu dia sudah ikut dengan ibunya pergi ke Sekte Perguruan Puncak Dewi Putih selama 8 tahun untuk melakukan pelatihan!" ujar Jenderal Yunfan Li menjawab pertanyaan Evan dan Tang Chen.


"Perguruan Puncak Dewi Putih?" ucap Evan dan Tang Chen secara bersamaan.


"Benar, dan Tuan Muda Topeng Perak pasti ingat kalau istri saya adalah salah satu Tetua di Sekte Puncak Dewi Putih!, jadi kami memutuskan kalau putri pertama kami harus masuk ke Sekte Puncak Dewi Putih dan sekarang Putri Pertama saya itu telah menjadi murid utama di Sekte Puncak Dewi Putih!" kata Jenderal Yunfan Li kepada Evan dan Tang Chen.


Mendengar itu Evan pun diam dan berfikir sejenak.


"Perguruan Puncak Dewi Putih adalah sekte perguruan satu-satunya yang hanya menerima seorang wanita sebagai murid, dan Sekte Perguruan Puncak Dewi Putih ini juga termasuk nomor 4 dari 10 fraksi terkuat di Negara Li, yang mana tiga diatasnya adalah Keluarga Fang, Organisasi Naga Api, dan Akademi Laut Biru! Dan ketiga Fraksi terkuat ini ada dibawah kekuasaan pamanku Li Danrui!" pikir Evan dalam hatinya.


"Hmm..., jika aku bisa menarik Sekte Puncak Dewi ke pihakku, maka aku akan memiliki dukungan kekuatan tambahan yang besar untuk merebut kembali Tahta Kaisar Kerajaan Li, dan aku perlu bantuan dari Putri Pertama Paman Yunfan ini!" pikir Evan dalam hatinya dengan serius.


"Tetapi mengingat hubunganku dengan putri Pertama Paman Yunfan...., sepertinya cukup buruk!" batin Evan dalam hatinya yang seketika merubah ekspresi ketika mengingat kalau hubungannya dengan Putri Pertama Jenderal Yunfan Li cukup buruk.


"Oooh jadi seperti itu, putri pertama Tuan Jenderal telah pergi meninggalkan Rumah selama delapan tahun untuk menuntut ilmu di Sekte Puncak Dewi Putih!" kata Tang Chen kepada Jebderal Yunfan Li.


"Hem yah, tetapi dia terkadang juga sering kembali kerumah untuk melihat kabar dan melepas kerinduan pada adiknya!" kata Jenderal Yunfan Li.


"Dan juga sebenarnya dua hari lalu saya telah memberi kabar kepada Putri Pertama dan Istriku yang ada di Sekte Puncak Dewi Putih tentang Pangeran Ao Li yang ingin melamar Yuna Li, dan mungkin mereka berdua akan tiba (sampai) disini hari ini!" kata Jenderal Yunfan Li memperkirakan kedatangan Istri dan Putri Pertamanya.


Mendengar itu Evan dan Tang Chen pun tampak terkejut, yang tidak lama kemudian Evan, Tang Chen, dan Jenderal Yunfan Li merasakan ada dua orang yang sedang mendekat ke arah mereka.


Merasakan itu Evan, Tang Chen dan Jenderal Yunfan Li pun seketika menoleh melihat ke arah Dua orang wanita cantik yang sedang terbang diudara menggunakan sayap Aura dan menuju ke arah mereka.


Dua wanita cantik itu adalah Istri dan Putri Pertama Jenderal Yunfan Li, Istri Jenderal Yunfan Li bernama Rue Luanyi dan Putri pertamanya bernama Ruyin Li.


"Sepertinya Istri dan Putri Pertamaku telah sampai!" kata Jenderal Yunfan Li sambil melihat ke arah Istri dan Putri Pertamanya yang sedang terbang di udara.


Kemudian dua wanita tersebut pun mendarat secara perlahan tanah tanah.


"Ayah-Yunfan!" sebut Bibi Rue Luanyi dan Ruyin Li menyapa sembari melihat ke arah Jenderal Yunfan Li.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


PERKENALAN TOKOH



...EVAN LI...


...LICIK, PINTAR, SEDIKIT NAIF, BUCIN, NEKAT, PANTANG MENYERAH, MEMBENCI PENGKHIANAT, SETIA KAWAN, BAIK HATI....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



...RUYIN LI...


...SOMBONG, DINGIN, AROGAN, DAN TEGAS...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



...YUNA LI...


...SOMBONG, AROGAN, MANJA, DAN SEDIKIT BODOH....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



...YU ZHONG...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



...QIU SHEN...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



...SU FAN NY...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



...QING WEI...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



...HANZO...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



...NIA LAN...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


......................

__ADS_1


......................


__ADS_2