KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 179 : Alam Fantasi Tujuh Bintang #4


__ADS_3

"Kakak Besar!?"


"Jenderal!?"


"Evan!?"


Mereka terkejut ketika melihat kedatangan Evan dengan pakaian yang penuh dengan darah dan bau amis darah.


"Kakak Besar apa yang terjadi denganmu?" tanya Sea Lin mendekat ke Evan.


"Aku tidak apa-apa, aku tadi hanya bertarung dengan seekor hewan monster tingkat lima saja, dan aku telah menyerap monster itu dan sekarang aku sudah menerobos level jadi sekarang aku berada ditingkat Jenderal Level Dua" jawab Evan.


"Wow hebat!, aku juga sudah menerobos level, aku sekarang berada ditingkat Jenderal Level dua juga!" kata Tang Chen.


"Tidak hanya kamu dan kakak besar saja, Aku juga sudah naik level ketingkat Jenderal level dua juga!" ucap Sea Lin.


"Hmm.. baguslah, jadi di kelompok kita sudah ada tiga orang yang sudah berada ditingkat Jenderal Level Dua!" ujar Ray.


"Yah, bagaimana dengan pendapatan sumber daya kalian hari ini?" tanya Evan.


"Cukup banyak, bahkan cincin ruang penyimpanan milikku sudah terisi setengah!" jawab Ray.


"Aku tadi terus bertarung dengan para pendekar lain, jadi aku tidak bisa fokus untuk mencari mengumpulkan sumber daya, jadi maaf aku tidak mendapat banyak!" ujar Sea Lin.


"Kami mendapat lumayan banyak, tanaman spiritual!, termasuk juga beberapa yang tingkat lima!" kata Yu Zhong bersama dengan pasukan Gagak Malam lainnya.


"Sepertinya aku yang paling beruntung diantara kalian hari ini, aku juga mendapat beberapa tanaman spiritual tingkat lima dan satu tingkat enam. Dan juga aku punya sesuatu lagi yang aku sendiri juga tidak tahu ini apa!, Lihatlah!" ujar Tang Chen yang kemudian menunjukan sebuah bongkahan kristal berwarna putih seperti kaca.


Mereka memlihat batu Kristal itu teliti, setelah beberapa saat melihatnya Mereka pun tetap tidak tahu batu apa yang didapatkan oleh Tang Chen itu.


"Batu apa itu?, aku belum pernah melihatnya!" batin Evan.


Evan yang bingung pun bertanya pada Elemen didalam kesadaran spiritualnya.


"Kak Petir, apakah kamu tau itu batu apa?" tanya Evan.


"Aku juga tidak tahu itu batu apa!, kalian, apa kalian tau itu batu apa?" ucap Petir bertanya pada para Elemen yang lain.


Evan yang penasaran masih menunggu jawaban dari para Elemen.


"Aku tau itu batu apa!" saut Racun.


"Batu apa itu Kak?" tanya Evan.

__ADS_1


"Itu adalah batu Penghisap 1000 Racun, termasuk benda spiritual tingkat enam, kegunaannya bisa menyerap berbagai jenis racun mematikan yang ada didunia manusia, bisa untuk mengobati dan meracuni!" kata Racun menjelaskan.


"Hohoho... ternyata adalah barang bagus!" batin Evan.


"Teman-teman, batu ini adalah termasuk benda spiritual tingkat enam, namanya batu Penghisap 1000 Racun, sesuai dengan namanya batu ini dapat menyerap berbagai jenis racun yang ada didunia, bisa untuk mengobati dan meracuni!" kata Evan kepada teman-temannya dengan mengulangi apa yang tadi dikatakan oleh Racun.


"Waah!, ternyata memang benar barang bagus!" ucap Sea Lin.


"Kamu sangat beruntung Tang Chen!" ucap Ray.


"Apakah batu ini memang sehebat itu?" pikir Tang Chen dengan raut wajah penyesalan.


"Tentu saja!" jawab Evan percaya diri.


"Sialan!, kalau tahu begitu aku seharusnya mengambil semuanya!" ujar Tang Chen yang menyesal.


"Jadi maksudmu batu ini masih ada lagi!?" tanya Evan dengan raut wajah terkejut.


"Yah, bongkahan ini hanya sedikit dari sebagiannya saja!, ditempat itu ada banyak sekali batu yang sama seperti ini!" jawab Tang Chen.


"Astaga kamu bodoh sekali Tang Chen!, benda seberharga ini kamu tinggal begitu saja!?" ujar Sea Lin geram.


"Hei Hei Hei! aku juga tidak tahu kalau batu ini seberharga itu jadi jangan salahkan aku karena tidak membawa semua batu ini!" ujar Tang Chen.


"Besok sudah hari kedua, lebih baik kita isitirahat untuk memulihkan tenaga!" ujar Evan.


"Yu Zhong-Han Zo, kalian berdua berjagalah malam ini dan pantau daerah sekitar, jika ada bahaya segera beritahu kami!" perintah Evan.


"Baik Jenderal Li!" ucap mereka berdua kompak sembari memberi hormat.


Singkat cerita, Keesokan harinya mereka pun berpencar lagi untuk mengumpulkan sumber daya.


Karena tubuh kotor dan bau, Evan pun mencari sungai untuk membersihkan tubuhnya (mandi), dan beberapa saat kemudian Evan pun tiba disebuah sungai yang cukup besar.


"Haahh.., akhirnya ada sungai juga, badanku sudah sangat bau amis gara-gara macan terkutuk itu!" ucap Evan menggerutu.


Kemudian Evan pun membuka pakaiannya, namun disaat Evan sedang membersihkan tubuhnya dia sekilas melihat sebuah ekor ikan berwarna-warni ditengah sungai dan ekor ikan itu langsung masuk lagi ke dalam sungai.


"Apa itu tadi?, putri duyungkah?" pikir Evan didalam hatinya sembari membayangkan seekor duyung berambut panjang yang cantik.


"AH tidak tidak tidak, dasar penyakit lama ini!" gumam Evan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Lebih baik aku menyelam dan melihat ikan apa itu tadi!" pikir Evan dan bersiap untuk melompat kedalam sungai.

__ADS_1


"BYUURR!" Evan pun melompat kedalam sungai dan menyelam ke bawah.


Evan berenang menyelam kebawah hingga beberapa saat kemudian Evan melihat banyak sekali ikan Perak Ekor Pelangi yang sangat langka dan berharga.


"Sungai ini luar biasa, kabarnya Ikan Perak Ekor Pelangi ini sudah punah tetapi setelah aku lihat disini ternyata ada banyak sekali Ikan Perak Ekor Pelangi disungai ini!" pikir Evan terkagum.


"Menurut cerita jika orang biasa memakan ikan ini maka tubuhnya akan menjadi sehat, awet muda dan berumur panjang, dan ikan ini jiga sangat bermanfaat bagi seorang kultivator karena dapat meningkatkan pencapaian kultivasi!" pikir Evan.


"Hehe..., sepertinya sudah waktunya pembersihan!" pikir Evan dengan sifat serakahnya.


Evan mengeluarkan energi petir dengan jumlah besar hingga menyelimuti tubuhnya hingga mata Evan pun bercahaya berwarna biru.


"Gelombang Petir Meledak!" seru Evan melepaskan kekuatan petirnya untuk menyetrum Ikan Perak Ekor Pelangi.


"BOOMM !!" sungai itu pun meledak hingga air menyembur ke atas dibuat oleh Evan.


Tampak ikan-ikan itu pun mati (pingsan) tersetrum dibuat oleh Evan.


"Hahahaha.... aku panen besar hari ini!" kata Evan dengan sangat senang.


Kemudian Evan pun mengumpulkan ikan-ikan Perak Ekor Pelangi itu dan memasukannya kedalam cincin ruang penyimpanannya.


Namun ternyata cincin ruang penyimpanan milik Evan telah penuh.


"Uups..!, kenapa sudah penuh?, hmmm... untung saja aku membawa banyak cincin ruang penyimpanan untuk berjaga-jaga jika terjadi hal seperti ini, Hahahaha..." pikir Evan tertawa gembira dan senang.


Beberapa saat kemudian Evan pun keluar dari sungai dan memakai pakaiannya, setelah itu Evan pun memanggang Ikan Perak Ekor Pelangi yang baru saja fia dapatkan.


Tampak Evan yang sedang memanggang ikannya. "Setelah ini aku akan pergi ke Gua itu untuk melihat apakah orang-orang itu sudah berhasil melukai Piton Betanduk Tida atau belum!" pikir Evan sembari memanggang ikannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


......................


......................


......................

__ADS_1


__ADS_2