
"Maaf, jika aku sudah membuat kamu sedih...." Master Racun memeluk Lolong.
"Sekarang bagaimana? Apakah kamu masih tetap tidak ingin menyembuhkan dirimu? dan menghilangkan energi Racun yang ada di tubuhmu?" tanya Evan setelah melihat kedekatan Master Racun dengan Lolong. Evan tahu kalau sebenarnya Master Racun juga tidak rela meninggalkan Lolong sendirian.
Master Racun yang mendengar pertanyaan Evan kemudian terdiam kembali.
Melihat keadaan Master Racun yang sangat sulit untuk dibujuk, akhirnya Evan pun terpaksa harus mengatakan hal itu terlebih dahulu untuk membujuk Master Racun.
"Sebenarnya tidak hanya Lolong yang akan merasa sedih saat kamu mati nanti, tetapi juga masih ada seorang wanita yang mungkin akan jauh lebih sedih. Dia adalah adikmu satu-satunya dan juga merupakan keluargamu satu-satunya."
"Apa? Keluargaku?" Master Racun merasa sangat terkejut mendengar perkataan Evan.
"Yah, keluargamu. Namanya adalah Yue Xian Ling."
Kemudian Evan pun menceritakan semuanya pada Master Racun. Terutama tentang Ratu Yue Xian Ling dan Peristiwa yang terjadi enam ratus tahun yang lalu.
*****
Sementara itu di sebuah Gua lainnya, atau lebih tepatnya sisi lain dari Gua tempat Evan berada.
Di dalam Gua tersebut, tampak Qiu Shen dan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam yang sedang terbaring pingsan di tanah.
Kemudian sebuah tetesan air jatuh tepat ke wajah Qiu Shen.
Qiu Shen terbangun dan membuka matanya dengan perlahan.
Setelah itu, Qiu Shen segera bangkit duduk. Namun betapa terkejutnya Qiu Shen saat melihat Para Prajurit Pasukan Gagak Malam yang juga terbaring pingsan di sekitarnya.
"Ah, aku ingat, tadi malam kami semua diserang oleh gas beracun hingga kami semua pingsan." ingat Qiu Shen sambil memegang kepalanya yang terasa pusing.
Namun ditengah kepalanya yang masih terasa sangat pusing, seketika Qiu Shen teringat Evan sang Jenderalnya.
"Jenderal!..." ucap Qiu Shen segera melihat ke sekeliling tempatnya, mencari Evan diantara Para Prajurit Pasukan Gagak Malam yang pingsan di sekitarnya.
Dan benar saja apa yang dikhawatirkan oleh Qiu Shen, Evan tidak ada diantara Para Prajurit Pasukan Gagak yang pingsan di sekitarnya.
__ADS_1
"Sial, sepertinya orang yang menyerang kami benar-benar menargetkan Tuan Jenderal!" Qiu Shen merasa kesal namun juga khawatir.
"Kalian semua bangun! Jangan berbaring lagi! Jenderal sudah menghilang dan kalian masih sempat berbaring disini, Bangun!" teriak Qiu Shen membangunkan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam yang masih pingsan dan belum sadarkan diri.
Mendengar teriakkan Qiu Shen, seketika Para Prajurit Pasukan Gagak Malam yang masih pingsan satu per satu terbangun dari pingsannya.
******
Sementara itu disisi lain, Evan tampak telah selesai bercerita dan memberitahu semuannya kepada Master Racun, atau lebih tepatnya Pangeran Yue liang Chen.
"Jadi namaku sebenarnya adalah Yue liang Chen? Dan aku juga masih memiliki satu Adik perempuan bernama Yue Xian Ling?"
"Yah, kalian berdua juga merupakan keluarga bangsawan Kerajaan Yue."
Setelah sekian lama dan akhirnya mengetahui siapa dirinya sebenarnya, Yue liang Chen merasa sangat senang dan bahagia. Dan rasa bahagia itu terpampang jelas di wajahnya.
"Bagaimana, apakah kamu tetap tidak ingin menghilangkan energi racun yang ada di tubuhmu?" Evan bertanya sekali lagi.
"Baiklah aku setuju untuk menghilangkan energi racun di tubuhku ini. Aku harap, kamu memang benar-benar dapat membantuku." jawab Pangeran Yue liang Chen.
"Kamu tenang saja, aku pasti bisa!" ucap Evan dengan sangat percaya diri.
"Oh yah, sebelum aku membantumu menghilangkan energi racun yang ada di tubuhmu, aku ingin bertanya sesuatu padamu." Evan hendak bertanya.
"Kamu ingin tanya apa, maka tanyakan saja. Aku pasti akan menjawabnya." kata Master Racun.
"Saat semalam Lolong membawa aku kesini, apakah Dia juga ada membawa teman-temanku?" tanya Evan.
"Yah, tadi malam saat Lolong membawa kamu kesini, aku juga sempat terkejut karena melihat kamu yang berpenampilan seperti seorang Prajurit. Jadi aku berpikir bahwa mungkin kamu tidak datang seorang diri ke Hutan Lembah ini."
"Dan benar saja, saat aku memeriksa ke dalam Hutan, aku menemukan semua teman-teman kamu sedang terbaring pingsan. Karena takut mereka akan dimakan oleh binatang buas, jadi aku membawa mereka semua ke Gua ini juga."
"Mungkin, sebentar lagi mereka semua akan sadar...."
Baru saja Pangeran Yue liang Chen menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba dinding Gua yang ada di belakangnya, yaitu dinding yang menjadi pembatas antara tempat mereka dengan tempat Para Prajurit Pasukan Gagak Malam, meledak dan hancur berkeping-keping.
__ADS_1
"Jenderal! Ternyata benar kamu ada disini...., Ehh...??" bersamaan dengan ekspresi yang dalam sekejap berubah Qiu Shen perlahan menurunkan tangannya yang tampak baru selesai melakukan pukulan.
Beberapa saat kemudian.....
"Maafkan kami, Pangeran. Kami benar-benar tidak bermaksud untuk menghancurkan Gua, Anda. Kami sungguh minta maaf Pangeran." ucap Qiu Shen dan Para Prajurit Pasukan Gagak meminta maaf sambil membungkukkan tubuhnya.
"Sudahlah, tidak apa-apa. Tidak perlu meminta maaf sampai seperti ini. Aku tahu kalian melakukan itu, karena kalian sedang sangat mengkhawatirkan Tuan Jenderal kalian. Jadi aku tidak akan menyalahkan kalian." kata Pangeran Yue liang Chen memaafkan Qiu Shen.
"Terima kasih Pangeran karena mau memaafkan tindakan kami." ucap Qiu Shen mewakili semuannya.
"Yah, sama-sama. Tetapi bisakah setelah ini kalian membantuku untuk memperbaiki Gua nya? Kerusakan yang kalian buat, sepertinya tidak sanggup jika hanya aku saja yang memperbaikinya." ujar Pangeran Yue liang Chen meminta bantuan.
"Tentu saja Pangeran, Kami pasti akan dengan senang hati membantu Pangeran untuk memperbaiki Gua. Lagi pula, kerusakan ini juga karena kami yang melakukannya." kata Qiu Shen dengan senang hati, begitu juga dengan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam yang ada di belakangnya.
"Sudah, Gua ini sudah tidak usah di perbaiki lagi." Evan memotong pembicaraan mereka.
Semua orang menoleh dan melihat ke arah Evan.
"Mengapa?" tanya Pangeran Yue liang Chen merasa sedikit terkejut dan heran mendengar perkataan Evan.
"Karena kedepannya Gua ini sudah tidak akan kamu tinggali lagi. Apakah kamu lupa? Kamu sekarang adalah Pangeran Kerajaan Yue serta Kakak laki-laki Ratu Kerajaan Yue, jadi kamu harus segera kembali ke Kerajaan Yue. Adikmu, sedang menunggumu disana." kata Evan mengingatkan Pangeran Yue liang Chen akan rumahnya yang sebenarnya.
*Apa yang dikatakan Evan memang benar, aku harus segera kembali ke Kerajaan Yue karena Adikku pasti sedang menungguku." batin Pangeran Yue liang Chen membenarkan perkataan Evan.
*Tetapi.....* dengan raut wajah sedih Pangeran Yue liang Chen menoleh dan melihat ke arah Lolong yang masih berada di dalam Gua.
Di sana tampak Lolong yang sedang sangat bersedih melihat Rumahnya yang telah hancur. Lolong duduk di dalam Kegelapan sambil melihat puing-puing batu yang ada di hadapannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
...****************...
__ADS_1