
Kemudian Evan bertemu dengan Pasukan Gagak Malam.
"Kalian berenam terimalah ini!" Evan melemparkan inti spiritual yang sebelumnya ia dapatkan dari membunuh Serigala Bayangan Pembunuh dihutan kematian.
"Serap inti spiritual itu, inti spiritual itu dapat menghilangkan aura seorang petarung kegelapan, itu akan banyak manfaat untuk kalian kedepannya!" ujar Evan kepada Enam orang pasukan Gagak Malam.
"Terima kasih Jenderal Li" ucap mereka sembari memberi hormat.
Setelah memberikan inti spiritual kepada pasukan Gagak Malam, Evan pun kembali ke tempat latihan para murid untuk memberi arahan beladiri kepada para murid.
Evan memberikan arahan dengan baik dan jelas dan para murid belajar dengan baik dibawah arahan Evan.
Setelah selesai memberi arahan ditempat latihan Evan dan kawan-kawan pun pergi ke kelas meracik Pil (Alkemis), sesampai disana tampak para murid dan guru menyambutnya dengan hangat.
"Pemimpin Sekte, ada kepentingan apa anda datang kemari?" tanya Guru Kung Wu, seorang alkemis tingkat tiga yang menyambut Evan.
"Aku ingin memberi arahan kepada para murid, tolong kumpulkan semua murid yang ingin belajar meracik pil datang kemari!" perintah Evan kepada Guru Kung Wu.
Beberapa saat kemudian semua murid yang ingin belajar cara membuat pil pun datang beramai-ramai.
Pertama-tama Evan memulainya dengan pelajaran mendasar terlebih dahulu, setelahnya dilanjutkan dengan cara mengendalikan api dan cara (proses) meracik pil.
Proses belajar berlangsung dengan baik dan tenang, tidak ada madalah sedikitpun, para murid semuannya belajar dengan baik dan damai.
Evan mengajarkan semuannya dengan bimbingan dan arahan dari para Elemen karena itu Evan berhasil mengajar dengan sangat baik dan sempurna, hingga membuat para murid dan para guru menjadi kagum.
Evan sangat senang melihat para murid belajar dengan baik.
Setelah mengajar cukup lama, Evan dan yang lainnya pun kembali ke kota Yanzhou untuk persiapan perang selanjutnya.
Sore Hari, Setibanya di Yanzhou...
Evan langsung pergi ke barak prajurit bersama dengan Reya, Sea Lin dan pasukan Gagak malam, sedangkan yang lainnya langsung kembali ke kediaman Jenderal.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Evan, Sea Lin, dan pasukan Gagak Malam tiba dibarak tentara.
"Tuan Jenderal akhirnya anda kembali!" kata Zhang Pin yang datang menghampiri Evan dengan raut wajah gelisah.
"Ada apa?, apakah telah terjadi sesuatu saat aku tidak ada?" tanya Evan.
"Negara Mo telah mengirimkan pasukan besar lagi, sekarang mereka telah membuat kemah yang berada tak jauh dari sini dan kemungkinan besok mereka pasti akan menyerang kesini!" jawab Zhang Pin.
"Kakak besar, bagaimana kita akan menghadapi pasukan besar kali ini?" tanya Sea Lin.
"Jika yang datang sungguh adalah pasukan besar pasti akan sedikit sulit, jika besok kita berperang melawan mereka walaupun aku yakin kita pasti akan menang tetapi kita juga akan mengalami kerugian besar!" pikir Evan.
"Hmm..., Jumlah persediaan dan jumlah pasukan kita terbatas jika kita mengalami kerugian besar, maka kita pasti akan terpuruk untuk pertempuran selanjutnya!" pikir Reya.
"Kalau begitu jangan sampai kita menunggu untuk berperang besok, kita akan menyerang lebih dulu malam ini!, kita tidak boleh hanya menunggu untuk bertahan, kita juga harus menyerang balik!" kata Evan dengan tegas.
"Kalau begitu saya akan menyiapkan pasukan!" kata Zhang Pin.
"Tidah usah, aku tidak akan membawa pasukan besar untuk menyerang, aku hanya butuh beberapa orang saja!" ucap Evan menyeringai.
"Tuan Jenderal, ini kemah musuh tidak boleh dianggap remeh, jika hanya membawa beberapa orang saja untuk menyerang kesana aku khawatir....." kata Luo Bai yang merasa tidak tenang.
"Komandan Zhang Pin, anda tenang saja, aku bisa berjanji tidak akan ada satu pun orang yang aku bawa akan mati!" kata Evan meyakinkan Zhang Pin.
"Sea Lin, panggil Luo Bai, Tang Chen dan Ray, sepertinya kita akan mencuri besar-besaran di kemah musuh malam ini!" perintah Evan.
"Siap Kakak besar!" Sea Lin memberi hormat dan pergi.
"Pasukan Gagak Malam sepertinya kalian akan mulai bekerja, malam ini ayo ikut aku ke kemah pasukan musuh untuk mengacau dan mencuri!" perintah Evan.
"Siap Jenderal!" jawab pasukan Gagak Malam.
"Dan Reya, kamu bantu aku siapkan seribu prajurit pemanah dan penyulut api, aku juga ingin membakar kemah pasukan musuh agar mereka tidak bisa tidur dengan nyaman!" perintah Evan.
__ADS_1
"Baik Evan, aku akan menyiapkannya untukmu!" jawab Reya dan pergi.
"Dengan ini kita tidak hanya mendapatkan persediaan mereka, tetapi juga Setelah malam ini pasukan musuh pasti akan kelelahan dan disaat itu baru kita akan menyerang menumpas mereka hingga bersih!" kata Evan menyeringai.
...****************...
Malam hari disebuah padang gurun yang tak jauh dari benteng kota Nanzhou, tampak sebuah kemah yang besar tempat pasukan yang berjumlah 100 ribu prajurit negara Mo yang dikirimkan oleh Kaisar Mo Luo Tai.
Pasukan itu dipimpin oleh seorang Jenderal bernama Bian Luo, seorang petarung tingkat Kaisar Level satu.
Tampak Jenderal Bian Luo sedang membahas rencana penyerangan dengan para bawahannya didalam sebuah tenda.
"Besok kita akan menyerang Nanzhou dengan kekuatan penuh, penyerangan kali ini tidak boleh gagal, kita akan taklukan Nanzhou besok!" perintah Jenderal Bian Luo dengan tegas kepada para bawahannya.
"Baik!" jawab para bawahannya dengan kompak.
Setelah itu mereka pun keluar dari tenda dan para bawahan itu pun pergi meninggalkan Jenderal Bian Luo seorang diri.
Jenderal Luo menoleh melihat ke arah Nanzhou dengan kedua tangan dibelakang pinggang. "Besok adalah hari kehancuran kalian!" ucapnya Jenderal Bian Luo dengan kejam.
Diwaktu yang sama Evan dan pasukannya telah sampai didekat Kemah pasukan musuh, dan telah bersiap-siap untuk menyerang.
"Ingat sesuai rencana yang aku katakan..., Sea Lin akan mengalihkan perhatian para prajurit musuh dengan membuat kekacauan dengan Jurus Ledakan Darah diempat tempat secara bergantian!" ucap Evan menjelaskan tugas untuk Sea Lin.
"Luo Bai, Tang Chen, dan Wolf akan membuat mengalikan perhatian lainnya dengan pertarungan ditempat lain, ingat jangan sampai mati, jika kalian merasa situasi sudah tidak begitu menguntungkan maka kalian boleh mundur!" ujar Evan menjelaskan tugas kepada Luo Bai, Tang Chen dan Wolf.
"Dan Reya, kamu pimpin pasukan pemanah api, perintahkan mereka untuk menembakan panah jika aku sudah memberikan sinyal!" ucap Evan menjelaskan tugas pada Reya.
"Dan untuk sisanya (Pasukan Gagak Malam dan Ray) ikut aku untuk mencari dan mengambil persediaan musuh!" perintah Evan kepada pasukan Gagak Malam dan Ray.
"Sudah jelaskan dengan tugas kalian masing-masing?" tanya Evan dengan tegas memastikan.
"Jelas Jenderal!" jawab mereka dengan kompak.
__ADS_1
"Bagus, Ingat utamakan keselamatan, BERGERAK!" seru Evan.