KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 220 : Pertarungan Tang Chen vs Liu Fang


__ADS_3

Evan, Tang Chen dan Yuna Li menoleh dan berbalik badan ke arah Liu Fang yang datang kepada mereka.


Evan tersenyum. "Sepertinya kita sudah ketahuan!" ujar Evan sambil tersenyum.


"Bagaimana ini?, sekarang kita harus bagaimana?" tanya Yuna Li merasa takut dan cemas.


"Heh, dasar gadis bodoh!, untuk apa kita merasa takut?, kita bunuh saja dia maka masalahnya akan selesai!" kata Evan tersenyum menjawab sambil mengelys kepala Yuna Li.


Mendengar ucapan Evan, Liu Fang pun langsung mengerutkan keningnya dan menarik pedang dari sarung pedangnya, Liu Fang bersiap untuk bertarung.


"Tang Chen!....." sebut Evan memanggil Tang Chen yang ada dibelakangnya.


"Jika kamu tidak berhasil mengalahkannya maka kedepannya aku akan memanggil kamu dengan sebutan si Payah!" kata Evan kepada Tang Chen.


"Hem, dia berada tiga level di atasku dan kamu ingin aku mengalahkannya?, Hahaha!..., itu akan cukup sulit, tetapi memang boleh dan harus dicoba juga!" ujar Tang Chen merasa senang dan bersemangat untuk bertarung.


Tang Chen dengan sangat cepat menghilang seperti kilat (petir) dari belakang Evan, melihat itu Yuna Li pun merasa terkejut dengan Tang Chen yang tiba-tiba menghilang dari sampingnya.


"TRAANNGG!!" Tang Chen menyerang Liu Fang dengan pedang dari sisi sebelah kiri, namun serangan pedang Tang Chen berhasil ditahan oleh oleh Liu Fang dengan pedangnya.


"Gerakan kamu cepat juga!" kata Liu Fang sambil menahan serangan pedang Tang Chen.


Kemudian Tang Chen dan Liu Fang saling mundur beberapa langkah.


Tampak Liu Fang memegang pedangnya dengan tegak ke atas dan hendak mengeluarkan sebuah jurus.


"Pedang Pembelah Udara!" ucap Liu Fang mengeluarkan sebuah jurus tebasan pedang yang menyerang ke arah Tang Chen.


Dengan cepat Tang Chen melompat ke sebelah kiri untuk menghindari jurus Tebasan Pedang yang dikeluarkan oleh Liu Fang.


Namun tidak berhenti sampai disitu saja, Liu Fang langsung mengeluarkan jurus Tebasan Pedang keduanya ke arah Tang Chen.


Tang Chen yang baru saja mendarat dari lompatannya langsung melompat lagi ke atas udara untuk menghindari serangan tebasan pedang kedua dari Liu Fang.


Tampak Tang Chen terbang di udara menggunakan sayap auranya yang berwarna biru laut yang mengeluarkan aura petir disekitarnya.


"Hanya seperti ini saja?, sekarang giliranku!" kata Tang Chen yang ingin menyerang balik Liu Fang dari atas udara.


"Tiga Tebasan Petir Kembar!" seru Tang Chen mengayunkan pedang secara vertikal ke bawah dan mengeluarkan jurus tiga tebasan pedang yang berwarna putih kebiruan dari atas udara.


Melihat Tang Chen mengeluarkan jurus yang kuat, Liu Fang tidak hanya tinggal diam menerima serangan Tang Chen tersebut, Liu Fang juga bersiap mengeluarkan jurus pedangnya untuk melawan dan menahan jurus pedang Tang Chen.

__ADS_1


"Jurus Pedang Hijau Raksasa!" seru Liu Fang menghunuskan pedangnya ke arah Tang Chen dan mengeluarkan sebuah jurus berbentuk pedang raksasa berwarna hijau.


Dua jurus pedang pun saling menghantam dengan sangat kuatnya. "DUUAARR !!" suara ledakan yang menggelegar terdengar oleh Jenderal Yunfan Li dan Ao Li yang berada didalam ruangan aula, juga para prajurit yang ada dikediaman tersebut.


Setelah dua jurus pedang saling menghantam dengan sangat kuat, tampak Tang Chen terjatuh dan mendarat ke tanah dengan posisi berlutut dengan tangan kanan menopang badan dan tangan kiri memegang pedang.


Tampak Tang Chen dan Liu Fang terluka dengan darah keluar dari pinggir bibir mereka, mereka berdua bangkit berdiri bersamaan sembari mengelap darah yang ada dipinggir bibir mereka.


Kemudian para prajurit yang berada di kediaman Jenderal Yunfan Li, mau itu para prajurit milik Jenderal Yunfan Li atau pun para prajurit yang dibawa oleh Ao Li semuannya datang mengelilingi tempat itu.


Para prajurit Jenderal Yunfan Li heran ketika melihat Yuna Li telah kembali pulang.


"Itu Nona kedua!, Nona telah kembali!" kata salah seorang prajurit Jenderal Yunfan Li yang melihat Yuna Li yang sedang berdiri dibelakang Evan.


Mendengar perkataan prajurit tersebut Liu Fang pun terkejut. "Apa!?, Sial ternyata gadis itu adalah Nona Kedua Yuna Li!, aku tidak menyadarinya sama sekali!" kata Liu Fan dalam hatinya merasa sial.


Tak lama kemudian Jenderal Yunfan Li dan Li Ao yang mendengar suara pertarungan yang amat ribut pun keluar.


Setelah Jenderal Yunfan Li keluar, betapa terkejut dan senangnya dia ketika melihat putri kesayangannya Yuna Li telah kembali pulang.


Begitu juga dengan Yuna Li, dia merasa sangat bahagia ketika melihat ayahnya.


"Yuna, putriku! / Ayah!" sebut Jenderal Yunfan Li dan Yuna Li secara bersamaan, tampak ayah dan anak itu merasa sangat senang ketika berjumpa.


"Yuna, kemana saja kamu?, kenapa kamu menghilang?, ayah sangat mengkhawatirkan kamu, takut kamu kenapa-napa!" kata Jenderal Yunfan Li memeluk Yuna Li dengan penuh kerinduan dan kasih sayang.


"Maafin Yuna Ayah, Yuna telah membuat ayah khawatir, Yuna berjanji tidak akan pergi kabur dari rumah lagi!" kata Yuna Li sambil memeluk Jenderal Yunfan Li.


Semua orang yang melihat Ayah dan anak yang saling berpelukan itu pun hanya diam melihat.


Kemudian Evan melihat Ao Li yang berada beberapa meter dibelakang Jenderal Li, raut wajah Ao Li tampak sedang marah dan kesal.


"Ao Li, Ao Li!, akhirnya kita bertemu kembali!" batin Evan dalam hatinya sambil tersenyum menyeringai melhat Ao Li.


Tampak Jenderal Yunfan Li dan Yuna Li masih sedang berpelukan, hingga kemudian Evan pun memecah suasana dramatis tersebut.


"Ekhem Ekhem!, Jenderal Yunfan Li tolong jaga martabat anda!, tolong lihat sekeliling kalian sekarang! " kata Evan menyadarkan Jenderal Yunfan Li dan Yuna Li yang masih saling berpelukan.


Kemudian Jenderal Yunfan Li dan Yuna Li pun melepaskan pelukan mereka dengan suasana yang sedikit canggung.


"Yuna siapa dia?" tanya Jenderal Yunfan Li kepada Yuna Li sembari melihat ke arah Evan yang masih dalam wujud prajurit yang sebelumnya Evan culik.

__ADS_1


"Dia adalah si Topeng Perak dan yang disana namanya adalah Tang Chen!" jawab Yuna Li sembari menujuk ke arah Tang Chen.


"Mereka berdua adalah orang yang menolong dan membawa aku kembali pulang ke kediaman, mereka berdua adalah teman baruku!" kata Yuna Li memperkenal Evan dan Tang Chen.


Mendengar itu, Jenderal Yunfan Li pun menjadi penasaran kepada Evan dan Tang Chen yang telah menolong putrinya Yuna Li.


Jenderal Yunfan Li melihat ke arah Evan dengan rasa penuh kecurigaan.


"Jenderal tidak perlu bertanya lagi, sebaiknya kita fokus terlebih dahulu dengan situasi yang kita hadapi sekarang ini!" ujar Evan kepada Jenderal Yunfan Li.


Tampak Jenderal Yunfan Li tidak mengenali Evan yang sekarang masih dalam wujud prajurit yang sebelumnya Evan culik.


"Apa yang sebenarnya terjadi disini?" tanya Jenderal Yunfan Li dengan tegas.


"Ayah, tadi orang itu datang kepada kami dan berniat ingin membunuh aku dan kedua temanku!, kemudian temanku Tang Chen pun bertarung dengannya!" jawab Yuna Li dengan cepat menjelaskan.


Mendengar itu Jenderal Yunfan Li pun langsung menunjukan ekspresi dinginnya yang mendominasi.


"Tidak seperti itu! saya tadi melihat bahwa Nona Yuna Li dan kedua temannya sedang menguping, jadi saya menegur mereka!" kata Liu Fang menjelaskan.


"Dan saya tidak menyerang lebih dulu, tetapi teman Yuna Li inilah yang lebih dulu menyerang saya!, saya hanya membela diri!" kata Liu Fang menyalahkan Tang Chen.


"Cukup!, Liu Fang, tidak cukupkah kamu membuat keributan dihari lamaranku?" ujar Ao Li kepada Pengawalnya Liu Fang.


"Jenderal Yunfan Li, sepertinya ini hanyalah sebuah kesalahpahaman, lebih baik kita tidak mempermasalahkannya!" ujar Ao Li kepada Jenderal Yunfan Li.


"Aku tidak boleh membuat masalah disini sekarang, kota Siun adalah daerah kekuasaan Jenderal Yunfan Li, aku tidak boleh bertindak sembrono atau aku akan celaka sendiri nantinya!" pikir Ao Li penuh pertimbangan.


"Saya bisa tidak mempermasalahkan masalah ini lagi, tetapi aku ingin agar pembahasan lamaran pernikahan selesai sampai disini saja!" kata Jenderal Yunfan Li dengan tegas.


Mendengar itu, Pangeran Ao Li pun merasa tidak senang, tetapi saat ini dia tidak boleh mempovrokasi dan membuat Jenderal Yunfan Li lebih marah lagi, karena saat ini dia sedang berada dalam wilayah kekuasaan jika Jenderal Yunfan Li.


"Jenderal Yunfan Li, lebih baik anda memikirkannya dulu matang-matang sebelum mengambil keputusan, anda tidak boleh mengambil keputusan saat sedang marah, mohon Jenderal mempertimbangkannya kembali!" kata Ao Li.


"Tidak Perlu dipertimbangkan lagi!, aku menolak lamaran darimu saat ini, besok, dan nanti!, pokoknya aku tidak akan menerima lamaran darimu sampai kapan pun!, cepat pergi!, bawa juga para prajuritm keluar dari kediamanku!" kata Yuna Li mengusir Ao Li dan para bawahannya.


Mendengar itu, seketika Ao Li pun merasa geram dan marah. "Dasar wanita ****** ini!" ucap Ao Li dalam hatinya merasa sangat geram sambil mengepal tangannya dengan sangat kuat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...

__ADS_1


...----------------...


......................


__ADS_2