
Walikota itu kaget dan saat ingin menoleh...
"BAAKK !!" Evan menendang tepat diwajah si walikota hingga membuat si walikota terlempar.
"Bajingan!, Siapa yang berani menendangku!" marah si walikota dan menoleh melihat ke arah Evan dengan wajah dinginnya.
Evan mengangkat pedangnya, si walikota tercengang melihat itu dengan wajah yang penuh ketakutan.
"Tuan, Tuan pendekar tolong ampuni saya, saya bisa memberimu semua yang kamu minta, jangan bunuh saya..." pinta si Walikota cabul sambil merangkak mundur.
"Dengan kau mati maka semua yang kamu milikki akan menjadi milikku!, SRAAASSH....!!" ucap Evan dan mengayunkan pedangnya ke leher si walikota.
Darah menetes dari pedang Evan yang berlumuran dengan darah.
"Baguslah walikota brengsek itu sudah mati, tapi siapa dia, apa dia akan membunuh aku juga?" batin si wanita tersebut melihat ke arah Evan.
"Te,terima kasih..." ucap wanita tersebut gugup juga merasa takut.
"Kau keluar dan pergilah dari sini, setelah berhasil keluar pergilah ke hutan kecil di pinggir kota, disana akan ada orang yang menjemputmu!" perintah Evan berbalik badan dan melirik sedikit ke wanita tersebut.
"Tuan !, Tuan Walikota !!, Cepat per......." Teriak seorang prajurit pengawal yang datang ke kamar tersebut, namun teriakkannya berhenti dan ia pun terkejut seketika, ketika melihat tuan walikotanya telah mati bersimba dengan darah.
Evan menoleh ke prajurit tersebut dengan tatapan dingin yang penuh aura membunuh yang membuat si prajurit gemetar ketakutan.
"Whooosshh... Craassh... !!" Evan menyerang dan membunuh prajurit tersebut dengan sangat cepat.
"Kau cepatlah pergi jangan hanya bengong!" perintah Evan, wanita tersebut tersenyum dan mengangguk.
Kemudian Evan pun tidak ingin berlama-lama ia langsung pergi menuju ke gudang harta, singkat cerita setelah sampai digudang harta di kediaman walikota.
"Ckck... ternyata si walikota mesum itu lebih kaya dari jenderalnya, tapi sekarang ini semua sudah menjadi milikku!" kata Evan dan kemudian menghisap semua harta benda yang ada disana kedalam cincin ruang penyimpanannya sampai bersih tak bersisa.
"Selesai, sekarang hanya tinggal melihat tugas yang lainnya apakah mereka sudah menyelesaikannya dengan lancar!" ujar Evan.
Tidak lama kemudian Evan bertemu dengan petir yang sudah membunuh semua pasukan prajurit yang ada dikediaman walikota.
"Kak Petir aku sudah selesai, bagaimana dengamu?" tanya Evan.
"Aku juga sudah membereskan semuannya, ayo kita pergi ke tempat yang lainnya (teman-teman yang lainnya)" ajak Petir.
__ADS_1
Dan kemudian Evan dan Petir dengan segera pergi dari kediaman walikota itu menuju ke barak (markas) para prajurit kota kwanzi.
Di Barak tentara prajurit kota Kwanzi, terlihat Sea Lin dan para Elemen sudah berkumpul, mereka telah selesai dalam tugasnya. Terlihat banyak sekali mayat tentara prajurit yang mati berserakan dan juga kamp-kamp yang hancur terbakar, darah bergenangan di atas tanah.
Kemudian Evan dan petir datang menghampiri Sea Lin dan yang lainnya.
"Tak! Tak!" Evan dan Petir mendarat dengan selamat.
"Hmm.... Bagus!, kalian sudah menyelesaikan yang disini!" ucap Evan setelah melihat Barak tentara prajurit kota kwanzi kacau hancur berantakan.
"Ini semua berkat para bayangan milikmu Kak Evan, mereka semua sangat dan jauh lebih kuat dariku!" ucap Sea Lin yang belum tau bahwa bayangan itu isi nya adalah jiwa dari para elemen.
"Daun,Air bagaimana dengan orang-orang yang diculik?" tanya Evan dengan tranfomasi suara pada Daun dan Air.
"Mereka tidak hanya menculik orang-orang desa tapi mereka juga banyak orang dari Desa-desa dan keluarga miskin lainnya. Tapi mereka Semuannya sudah Aman, Kami juga sudah menyuruh mereka untuk kembali ke desa mereka!" jawan Daun.
"Bagus...." ucap Evan tersenyum dan kemudian Evan mengankat kedua jarinya (jari tengah dan telunjuk dirapatkan) kemudian tubuh bayangan dari para elemen hanjur dan para elemen pun kembali masuk kedalam tubuh Evan.
...****************...
Keesokan paginya di Desa....
Evan, Sea Lin, dan Gu Mei diperlakukan dengan baik oleh para warga Desa. Tak lama kemudian paman He datang menghampiri Evan sambil membawa seoarang gadis disampingnya.
Gadis tersebut kurang mengenali Evan, karena saat itu Evan sedang dalam pakaian serang perampok.
"Tuan pendekar, ijin kan aku memperkenalkan pada kamu Putri aku satu-satunya, He Yu Wei!" kata si Paman He memperkenalkan putrinya yang malu-malu.
"Namaku He Yu Wei, kalau boleh tau siapa nama pendekar?" tanya si gadis tersebut mengulurkan tangannya yang ingin mengajak untuk berjabatan tangan.
Mamun dengan cepat Gu Mei langsung memotong dan menyalami menerima jabatan tangan dari gadis tersebut.
"Namaku adalah Gu Mei senang berkenalan denganmu!, maaf pacar aku tidak suka bersentuhan dengan wanita lain!." ucap si Gu Mei memberi penegasan.
"Hai... Aku Evan!." sapa Evan yang canggung sambil melambaikan tangannya dengan pelan.
"Heh wanita ini menghalangiku saja !" batin Gu Mei tidak senang.
"Ingin menyentuh priaku?, aku saja masih harus berebutan dengan empat gadis itu, ingin ditambah lagi denganmu?, jangan mimpi, aku tidak akan membiarkan kamu mendekati Evan!" batin Gu Mei tidak senang juga.
__ADS_1
Pertarungan tak terlihat pun terjadi di antara dua wanita itu yang sedang memperebutkan Evan, mereka saling menatap dengan tarapan yang penuh permusuhan persaingan.
Evan, Sea Lin dan yang lainnya merasakan suasana menjadi kurang bagus karena pertengkaran mereka berdua (Gu Mei dan He Yu Wei.)
"Paman He, ini adalah semua harta benda kalian yang kami rebut kembali dari mereka! " ucap Evan mengeluarkan sebagian harta yang rampasan dari kediaman walikota dan jenderal kota kwanzi.
Setelah itu Evan dan Kawan-Kawan pun pergi dari desa itu dan melanjutkan perjalanan mereka menuju Ke Negara Gu.
"Terima Kasih Para Pendekar!, Lain kali datanglah berkunjung lagi ke Desa kami!" ucap si paman He yang bersama dengan para warga lainnya.
"Selamat Jalan Pendekar, Terima kasih Pendekar, kami tidak akan pernah melupakan kebailan kalian!" ucap Para warga Desa melambaikan tangan mereka dengan senyuman yang berseri dan ada pula yang sampai menangis karena terharu.
Didalam perjalanan Evan dan Kawan masuk kedalam kota Kwanzi, berita tentang kejadian yang dilakukan oleh Evan, Sea Lin, dan para Elemen menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru kota kwanzi.
"Kamu tahu tudak, tadi malam telah terjadi pembunuhan besar-besaran di kediaman walikota dan juga jenderal!" ucap seseorang yang bergosip
"Tidak hanya didua tempat itu saja bahkan di barak prajurit kota juga dibantai habis dan juga dihancurkan!"
"Entah siapa yang sungguh berani, pasti mereka itu sangat kuat!"
"Aku rasa kota Kwanzi sudah tidak akan damai lagi seperti sebelumnya!"
Mendengar gosip-gosip itu Evan hanya tersenyum dengan dingin dan berkuda seperti mestinya, mereka tidak ingin singgah dan langsung bergegas menuju Negara Kerajaan Gu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...***************...
...HIDUP ITU NAIK TURUN SEPERTI RODA YANG BERPUTAR...
...ITULAH SEBABNYA JANGAN MENYERAH KETIKA SEDANG TURUN...
...DAN JANGAN SOMBONG KETIKA SEDANG NAIK...
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
......................
__ADS_1
......................
......................