KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 50 : Mentor Chu Xian


__ADS_3

"Cup..., Ririn terima kasih" ucap Evan setelah mencium kening ririn.


Wajah ririn tampak langsung memerah karena tersipu malu.


Evan yang melihat Ririn tersipu malu karena dia cium, tertawa kecil "Hehe maaf kelepasan" ucap Evan sambil menggaruk kepalanya.


"Ayo ikut aku, kita akan merayakan hari baik ini" ajak Evan dengan raut wajah tersenyum senang.


Ririn pun mengangguk dan tidak lupa dia memakai penutup wajah sebelum pergi keluar.


...****************...


Mereka merayakannya disebuah tempat makan didalam sekte yang penuh keramaian, mereka makan dan minum dengan dengan penuh canda dan tawa.


Qin Shan memberitahu yang lainnya bahwa dia kini telah berada ditingkat prajurit level tujuh dan yun di level lima, hal itu membuat suasana semakin meriah.


Kemudian ditengah tengah momem mereka, ada seseorang wanita yang datang mencari Evan. dia Chu Xian, salah seorang mentor dibagian murid dalam dengan tingkat ahli silat level 7 diumur 24 tahun.


"Siapa disini orang yang bernama Evan?" tanya Chu Xian, namun tidak ada orang yang menjawab.


Kemudian dia bertanya sekali lagi "saya ulangi sekali lagi, siapa disini yang bernama Evan?"


Kemudian Evan langsung mengangkat tangannya. "ada apa perlu apa mentor mencari saya?" tanya Evan

__ADS_1


Mentor Chu Xian memandangi Evan dengan teliti, dia melihat bahwa tak ada yang spesial dari Evan selain yang hanya seorang remaja biasa saja, Namun dia tiba tiba terkejut karena dia tidak bisa melihat tingkatan Evan.


"Kenapa aku tidak bisa melihat tingkatan remaja ini!?" batin Chu Xian merasa heran.


"kau ikut denganku ke aula para tetua!" ucap mentor Chu Xian mengajak Evan untuk pergi.


"Maaf teman-teman, sepertinya aku ada urusan yang mendadak!" kata Evan kepada teman-temannya yang ada dimeja makan yang sama dengannya.


"Ririn, nanti setelah dari sini kamu pulang saja lebih dulu dan jangan menungguku!" ujar Evan kepada Ririn.


Kemudian Evan pun beranjak pergi meninggalkan teman-temannya di kedai makan tersebut.


Evan dan mentor Chu Xian mereka berdua berjalan menuju Aula Tetua, disepanjang perjalanan Evan yang terlihat sangat santai, Mentor Chu Xian yang melihatnya merasa jengkel.


Evan yang mendengar itu hanya tersenyum dengan tawa kecil, sedangkan Mentor Chu Xian yang melihat Evan tertawa membuatnya semangkin jengkel.


"Apa yang kau tertawakan!?, sekarang Reya sudah berada ditingkat ahli silat level empat" ucap mentor Chu Xian dengan keras.


"Mentor ternyata sangat peduli denganku yah" jawab Evan.


"Huh, siapa yang peduli padamu!?. kau terlalu memandang tinggi dirimu!. aku hanya tidak ingin ada orang bodoh yang mati sia sia disekte Matahari Merah!" ucap mentor Chu Xian


"Aku orang bodoh yah, hmmm... bagaimana jika kita buat taruhan jika aku menang mentor Chu akan memberiku sepuluh ribu kristal aura level tinggi dan begitu juga sebaliknya, jika aku kalah maka aku akan memberi sepuluh ribu kristal aura level tinggi pada mentor Chu, bagaimana apakah mentor Chu berani?" kata Evan mengajak bertaruh.

__ADS_1


"Baik, kau jangan menarik kata katamu lagi!" ucap mentor Chu Xian langsung menyetujuinya tanpa berpikir.


"Bagaimana mungkin seorang murid luar yang baru saja masuk sekte bisa menang melawan seorang murid dalam yang berada diperingkat 10 besar, sepertinya aku akan mendapat sepuluh ribu kristal aura dengan cuma-cuma!" batin mentor Chu xian yang meremehkan Evan


...****************...


Mereka berjalan dengan sangat lancar tanpa ada halangan, namun tidak lama kemudian datang sekelompok orang yang menghalangi jalan mereka ditengah perjalanan.


"Berhenti!, kau seorang murid luar, beraninya kamu mendekati mentor Chu Xian!, apa kamu tidak tahu kalau mentor Chu xian adalah wanitanya kakak besar Sea lin?, apa kamu mencari mati?!" ucap salah seorang yang menghalangi jalan mereka mereka


"Eeh..., sepertinya sudah terjadi salah paham!" pikir Evan ingin menjelaskan.


Namun dengan cepat mentor Chu Xian tiba tiba menggandeng tangan dan menempel pada Evan, hal itu membuat Evan menjadi sangat kaget.


"Kenapa, apakah aku tidak boleh kalau berdekatan dengan pacarku!?, katakan pada Sea lin, kalau aku sekarang sudah mempunyai pacar, jadi jangan mencoba mengejarku lagi atau pacarku akan marah!" ucap mentor Chu Xian sambil bersikap berpura-pura manja kepada Evan.


"Apa!?, astaga sepertinya masalahnya akan jadi semangkin runyam!" batin Evan merasakan firasat buruk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...

__ADS_1


......................


__ADS_2