KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 162 : Menjelajahi Terowongan


__ADS_3

"Biarkan aku yang memimpin jalan, didepan akan ada banyak jebakan dan perangkap dan aku tahu sedikit mengenai itu." ujar Evan kepada yang lainnya.


"Kalau begitu Silahkan" ucap Ray mempersilahkan.


Evan memandang ke arah depan dengan bantuan Para Elemen sebagai penunjuk jalan Evan dan kawan-kawan pun mulai melangkahkan kakinya masuk lebih dalam.


"Berhenti!" ucap Evan semabri memberi isyarat tangan.


"Evan ini adalah pola formasi lima elemen, kau harus menggunakan kesadaranmu untuk melihat titik formasinya!" ujar Petir.


Evan pun mengikuti petunjuk dari Petir, dan memulai fokus untuk membuka pola Lima Elemen, beberapa menit kemudian Evan berhasil membuka pola lima elemen tersebut.


"Ketemu!, Petir, Air, Tanah , Api dan Angin!" kata Evan yang telah memecahkan formasi Pola Lima Elemen tersebut.


Setelah formasi terbuka Evan pun melangkah, namun disaat langkah Kaki kedua menginjak lantai, tiba-tiba dari dinding terbuka banyak panah yang sudah siap menembak ke Evan. Evan terkejut begitu juga dengan teman-temannya.


"Tenang jangan panik, perangkap ini aku agak merasa tidak asing bagiku!, langkah ketiga injak lantai sebelah sana!" ucap Ray memberi arahan.


Evan mengikuti arahan Air dan menginjakkan kakinya ke lantai uang dikatakan oleh Air, dan benar saja ketika Evan menginjak lantai itu tiba-tiba semua panah itu menutup kembali masuk kedalam dinding.


Evan menghela nafasnya. "Ayo ikuti langkahku!" ajak Evan kepada teman-teman yang ada dibelakangnya.


Dengan mengikuti langkah Evan, mereka pun berjalan tanpa ada masalah untuk beberapa saat, mereka terus berjalan masuk semakin ke dalam teroeongan yang gelap.


"Terowongan ini semakin kita berjalan kedalam semakin gelap juga..." kata Tang Chen setelah memperhatikan terowongan .


"Evan berhenti, didepan kalian semuannya adalah jebakan!, tidak ada jalan lagi kedepan tetapi pasti ada pintu lainnya!" ucap Air.


"Semuannya jangan berjalan kedepan lagi, didepan semuannya adalah jebakan!, cari sebuah mekanisme yang akan membuka jalan disekitar sini!" perintah Evan.


Kemudian Evan dan teman-temannya pun mencari-cari sebuah mekanisme didinding atau pun lantai terowongan.


"KLAK!" Evan berhasil menemukan sebuah tombol didinding yang membuka sebuah lubang kunci di dinding didekat tombol.

__ADS_1


"Ketemu!" seru Evan yang kemudian teman-temannya langsung menghampiri Evan, kemudian Evan dan teman-temannya memperhatikan lubang kunci tersebut dengan teliti.


"Kunci ini sangat rumit, sepertinya perjalanan kita berakhir sampai sini saja...." ujar Sea Lin.


"Evan bukankah kekuatan kamu sangat kuat?, kita hancurkan saja ruangan ini!" kata Tang Chen memberi saran.


"Hem, benar juga, jika kita menghancurkan tempat ini bukankah semuanya akan terpecahkan!" ujar Evan yang setuju dengan saran Tang Chen.


"Tunggu, Jangan!" seru Ray menghentikan Evan yang sudah bersiap memukul dinding, Evan pun langsung menghentikan pukulannya yang sudah akan menghantam dinding.


"Kenapa?" tanya Evan.


"Sepertinya aku punya kuncinya!" jawab Ray menunjukan sebuah kalung berliontin sebuah Kuncu giok berwarna biru laut.


"Benar, ternyata memang klan itu..., pantas saja semua jebakan dan perangkap yang ada disini terasa familiar bagiku!!." ucap Air yang terkejut ketika melihat kalung giok yang ditunjukan oleh Ray.


"Klan apa?" tanya Evan penasaran.


"Klan Hiu Dewa!, Salah satu klan kuat didunia atas, tapi mengapa Klan ini juga bisa muncul didunia bawah?, apa orang itu juga menjatuhkan Klan Hiu Dewa?" ucap Air penuh dengan tanda tanya.


"Kamu masih belum cukup kuat untuk mengetahuinya, Tunggu kamu sudah cukup kuat dan naik ke dunia atas, maka kami akan memberitahumu!" saut Air menjawab Evan.


Evan hanya diam menyimpan rasa penasaran itu. "Siapa Orang ini?, seberapa kuat dia hingga aku tidak boleh mengetahui namanya saja?" batin Evan bertanya-tanya.


Kemudian Ray pun memasukan Kunci dan membukanya, setelah itu Dinding dihadapan mereka pun terbuka menjadi Dua.


"Ternyata benar masih ada satu pintu lagi!" ucap Luo Bai.


"Ayo!" Ajak Evan memimpin jalan.


Mereka pun lanjut berjalan, namun baru saja mereka berjalan beberapa langkah tiba-tiba lantai yang mereka pijak Rubuh dan mereka pun terjatuh ke bawah.


"Aww Pinggang ku....." Ucap Tang Chen menimpa Sea Lin.

__ADS_1


"Kau Enyahlah jangan menimpaku!" ucap Sea Lin mendorong Tang Chen, Sea Lin menepuk-nepuk pakaiannya yang kotor terkena debu.


"Cepat kesini!, aku menemukan sesuatu!" seru Evan memanggil teman-temannya.


Dengan segera teman-teman Evan langsung menghampiri Evan, terlihat sebuah pintu yang cukup besar dihadapan mereka, ditengah pintu itu terlihat sebuah simbol telapak tangan yang tidak tau apakah itu adalah kunci untuk membuka pintu atau jebakan.


"Disini ada ada sebuah simbol telapak tangan..." ujar Evan kepada teman-temannya


Melihat pintu dan simbol telapak itu, Ray mengingat kembali masa lalunya dimana seorang Pria berkata: "Ray Kalau kamu ingin maju atau mendapatkan sesuatu maka gunakanlah tangan kamu sendiri untuk menggapainya jangan meminjam tangan orang lain!"


Ray mengingat lagi disaat lalu dia pernah ke tempat ini, seorang Pria yang sama membuka pintu itu dengan meletakan telapak tangannya ke simbol di pintu tersebut.


"Biar aku coba!" ujar Ray maju ke depan dan siap untuk meletakan telapak tangannya ke simbol telapak tangan yang ada dipintu.


"Hati-hati!, kita belum tau apakah itu akan membuka pintu ini atau perangkap!" ucap Sea Lin memperingati.


"Kita harus siaga menghadapi jika ada kemungkinan terburuk!" ujar Luo Bai.


Dengan perasaan waspada mereka pun melihat menunggu Ray untuk membuka pintu. Ray menarik nafasnya kemudian meletakan telapak tangannya ke simbol telapak tangan tersebut.


Dan benar saja, ternyata sebuah formasi membuka pintu itu, Setelah pintu terbuka tampak cahaya emas dari bersinar.


Evan dan keempat temannya pun terkejut kagum ketika melihat sebuah ruangan yang penuh dengan Harta dan Senjata yang menyilaukan mata mereka.


"akhirnya aku berhasil!" gumam Ray tersenyum senang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................

__ADS_1


......................


__ADS_2