
Sementara itu disisi lain Evan yang berada didalam ruang kesadarannya nampak duduk bersila dengan tenang.
Melihat Evan nampak sudah tenang, Elemen Racun pun mulai membimbing Evan untuk membuktikan bahwa Evan sebenarnya menyukai Ruyin Li walaupun hanya sedikit.
"Pejamkan matamu dan bayangkanlah wajah cantik Ruyin, ingat saat kalian berdua saling menatap dengan penuh pesona, bibirnya yang mungil menyentuh bibirmu dengan lembut, perasaan yang nyaman dan hangat membuat kalian tidak ingin saling melepaskan, sentuhan hangat bibirnya menghangatkan hatimu, rasakanlah jantung yang berdetak beriringan dengan pelan namun perlahan detakannya menjadi cepat......" kata Elemen Racun dengan membimbing pikiran dan hati Evan secara perlahan.
Evan yang memejamkan matanya membayangkan apa yang dikatakan oleh Elemen Racun, perasaan terpesona, hangat, nyaman dan jantung yang berdetak perlahan yang menjadi cepat dirasakan oleh Evan.
Disisi lain Para Elemen lainnya yang melihat itu saling bertanya-tanya.
"Apakah cara ini bisa berhasil?" tanya Elemen Logam kepada Para Elemen yang lainnya.
"Tentu saja, Racun selain hebat menggunakan Racun dia juga hebat menggunakan tipuan ilusi, hanya membuat Evan merasakan perasaannya kepada gadis itu adalah hal yang mudah bagi Racun!" ujar Elemen Kegelapan menjawab pertanyaan Elemen Logam.
Sementara itu Elemen Racun telah selesai memberikan bimbingan pada Evan, dan Evan pun membuka matanya secara perlahan.
"Bagaimana?, apakah kamu merasakan semua perasaan itu?, kata-kata yang keluar dari mulut tidak semuannya dapat dipercaya dan bisa membohongi siapapun bahkan dirimu sendiri, tetapi hati, hati tidak akan pernah membohongi dirimu sendiri apa lagi mengenai perasaan!" kata Elemen Racun kepada Evan.
"Yah aku merasakan semua perasaan itu, jantungku sampai sekarang juga masih berdetak!, tetapi jika aku menikah dengan Ruyin Li juga bagaimana dengan perasaan Empat wanita itu?, terutama Ririn, aku tidak ingin membuatnya kecewa, kesal atau pun marah walau hanya sedikit!" ujar Evan kepada para Elemen.
"Hmm..., inilah kata hatimu yang sebenarnya, kamu tidak ingin mengakui bahwa kamu mencintai Ruyin Li karena kamu tidak ingin membuat Ririn wanita yang paling dan lebih kamu cintai tersakiti!, kamu tenang saja tentang masalah Ririn dan bagaimana pendapatnya nanti, kami yakin dengan sifatnya Ririn pasti akan memaklumi dan memperbolehkan kamu menikah dengan wanita lain, bukankah Ririn juga pernah mengatakan kalau dia memperbolehkan kamu menikahi banyak wanita asal itu bisa membuat kamu senang, dengan syarat asalkan kamu tidak pernah menggantikan posisinya didalam hatimu oleh siapapun!" kata Elemen Racun kepada Evan.
Tetapi walaupun Elemen Racun telah mengatakan semua itu, Evan tetap merasa takut dan tidak ingin membuat Ririn wanita yang paling dicintainya tersakiti.
__ADS_1
"Hmm.., masalah Ririn itu bisa dipikirkan nanti, sekarang kamu hanya perlu memikirkan hal yang terjadi sekarang ini terlebih dahulu!, ini tidak hanya kesempatan bagus untuk kamu mendapatkan dukungan kuat, tetapi juga apakah kamu tega membuat Ruyin Li kehilangan seluruh pencapaian kultivasinya dan dikeluarkan dari Sektenya?" ujar Elemen Racun kepada Evan yang tampak bimbang.
"Hmm..., benar, ini semua terjadi karena kecerobohanku yang tidak hati-hati, aku tidak boleh lepas tanggung jawab dan membiarkannya kehilangan pencapaian kuktivasi yang dia dapatkan dengan usaha dan jerih payahnya dari kecil!" kata Evan yang merasa harus bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu ditempat lain, Bibi Rue luanyi dan Ruyin Li telah sampai dikamar Ruyin Li.
Dengan ekspresi serius Bibi Rue Launyi pun bertanya pada Ruyin Li.
"Ruyin, sejak pertarungan pada malam hari itu Ibu melihat selalu melihat tingkah kamu selalu aneh, kamu sering melamun dan tersenyum sendiri, dan juga wajah kamu sering merona dengan sendirinya, Ibu ingin bertanya apakah kamu menyukai Evan?" tanya Bibi Rue Luanyi kepada Ruyin Li.
Mendengar pertanyaan tersebut dari Ibunya, wajah Ruyin pun seketika merona.
"A-apa yang Ibu bicarakan?, aku tidak mungkin menyukai Evan, bukankah sudah aku katakan bahwa kami berciuman secara tidak sengaja?" ujar Ruyin menyangkal pertanyaan dari Ibunya.
Bibi Rue Luanyi menghela nafas dan tersenyum.
"Ruyin, kamu jujurlah pada Ibu, jika kamu menyukai Evan katakan saja, Ibu tidak akan memarahimu karena menyukainya, sebelumnya kita juga sudah salah karena mengira dia masihlah seorang Pecundang sampah tidak berguna, tetapi setelah Ibu melihatnya dengan baik, Ibu melihat bahwa ternyata Evan mempunyai sikap yang baik, lembut, setia. Dan juga dia memiliki kekuatan dan bakat yang hebat, dan Ibu juga telah bertanya pada Ayahmu kalau ternyata sebenarnya Evan telah menjadi seorang Jenderal Besar Penguasa Nanzhou, dan dia juga adalah seorang Alkemis hebat yang menyediakan Pil untuk para Prajurit Ayahmu!. Evan adalah pria yang luar biasa bahkan Ibu saja kagum terhadapnya, jika Ibu dalam posisimu Ibu pasti tidak akan menolak untuk menikah dengan Pria luar biasa seperti Evan" kata Bibi Rue Luanyi kepada Ruyin Li.
Mendengar perkataan Ibunya, Ruyin Li pun menjadi lebih kagum terhadap Evan, akan tetapi Ruyin masih bimbang apakah Evan mau menerimanya atau tidak, bagaimana pun Ruyin Li telah banyak melakukan hal buruk kepada Evan.
"Ruyin, Ibu tanya sekali lagi, Apakah kamu menyukai Evan?" tanya Bibi Rue Luanyi kepada Putrinya Ruyin Li.
__ADS_1
"Yah Ibu, aku menyukai Evan!" jawab Ruyin Li dengan wajah merona tersipu malu.
"Tetapi Ibu, apakah Evan juga menyukaiku?, bagaimana pun aku sudah banyak berbuat buruk pada Evan sebelumnya. Apakah dia tidak akan membenci diriku?" ujar Ruyin pada Ibunya Rue Luanyi.
Mendengar pertanyaan Ruyin Li, Bibi Rue Luanyi pun seketika terdiam.
Kemudian Ruyin Li dan Ibunya (Bibi Rue Luanyi) pun keluar dari kamar dan kembali ke tempat yang lainnya berada, Ruyin Li dan Ibunya menghampiri yang lainnya dan tampak Evan telah keluar dari ruang kesadarannya (sadar).
Evan menoleh melihat sambil tersenyum ke arah Ruyin Li yang datang menghampiri mereka, melihat Evan yang melihat ke arahnya dan tersenyum kepadanya, Ruyin Li langsung merona dan menundukan kepalanya agar Evan tidak melihat wajahnya yang merona karena tersipu malu.
Kemudian Ruyin Li berdiri disamping Evan dan menghadap ke Rue Xianyi.
"Bagaimana dengan keputusan kalian?, apakah kalian setuju untuk menikah atau ingin mengambil keputusan yang lain?" tanya Rue Xianyi kepada Evan dan Ruyin Li.
Mendengar pertanyaan dari Rue Xianyi semua orang menunggu dan penasaran dengan jawaban Evan dan Ruyin Li, apakah mereka setuju untuk menikah atau memilih keputusan yang lain.
Tampak Yuna Li menunggung jawaban Evan dan Kakak Ruyin Li sambil mengepal tangannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
__ADS_1
...****************...
......................