
Kemudian mereka pun masuk ke dalam ruangan itu dan melihat-lihat semua yang ada diruangan itu.
"Ada harta sebanyak ini yang Jendera Yang Qi sembunyikan, apa dia ingin memberontak?" kata Sea Lin merasa heran dan penasaran.
"Jenderal Yang Qi bukanlah orang yang seperti itu, Harta ini disembunyikan olehnya, karena jika para pejabat biadab itu mengetahu semua ini pasti mereka akan mengambilnya untuk jadi milik mereka sendiri!" saut Ray.
"Semua senjata yang ada disini adalah senjata spiritual, ada banyak kristal spirit, emas, juga ada juga banyak sumber daya kultivasi disini, semuannya adalah harta yang berharga dan langka" ujar Luo Bai.
"Ray, mengapa kamu memberitahu pada kami tempat ini?" tanya Evan kepada Ray.
"Karena aku percaya padamu, aku ingin dengan semua ini kamu dapat melindungi Nanzhou dengan baik, karena ini adalah amanah dari Jenderal Yang Qi padaku!" jawab Ray memberi kepercayaan penuh pada Evan.
Beberapa saat kemudian, tampak Ray yangsedang mencari-cari sesuatu di antara barang-barang tersebut, wajahnya nampak kecewa setelah mencari kemana-mana tapi tidak ketemu.
Setelah sekian lama mencari namun tidak menemukan barang yang dicari, Ray menghela nafasnya.
"Nampaknya benda itu juga tidak ada disini..." ucap Ray dengan raut wajah kecewa dan sedih.
Namun tiba-tiba Luo Bai menemukan suatu ruangan rahasia lagi.
"Hei teman-teman!, sepertinya disini ada satu ruangan lagi!" panggil Luo Bai kepada yang lainnya.
Evan dan yang lainnya pun segera menghampiri Luo Bai, terlihat sebuh dinding yang ada sebuah simbol telapak tangan yang sama seperti sebelumnya.
Ray membukanya sama seperti sebelumnya, setelah terbuka tampak sebuah peti diruangan tersebut, Evan dan teman-teman saling memandang satu sama lain, kemudian Ray maju kedepan diikuti Evan dan yang lainnya.
Ray terlebih dahulu meneteskan darahnya ke peti tersebut, peti itu bereaksi, sebuah ukiran gambar sebuah pola bergambar Hiu Kuno bercahaya berwarna biru namun sesaat kemudian cahayanya meredup.
Ray kemudian mencoba untuk membuka peti tersebut, tetapi dengan susah payah Ray tidak bisa membuka peti itu walau sudah mengerahkan seluruh tenaganya peti itu tetap tak bergerak sama sekali.
Ray tidak langsung menyerah, Ray mencoba membuka peti tersebut sekali lagi, disaat Ray sudah mengeluarkan seluruh kekuatannya namun peti itu tetap tidak terbuka Evan dan teman-temannya ikut memegang peti tersebut.
"Ayo kita buka bersama!" kata Evan.
Kemudian mereka berlima berenam pun menarik membuka peti itu bersama-sama dan usaha mereka pun ternyata berhasil, nampak peti itu terbuka sedikit demi sedikit.
"BAAM !" Evan dan yang lainnya pun terlempar tetapi peti itu berhasil dibuka.
"Sialan, peti apa itu, kenapa sulit sekali membukanya!" Tang Chen bangkit berdiri. "Jika barang didalamnya tidak setimpal aku pasti akan sangat marah!" Tang Chen berdiri menghampiri peti tersebut.
Evan dan yang lainnya pun mendekat ke peti, dan melihat peti tersebut ternyata berisi sebuah Senjata dan Kitab Tingkat Semesta.
__ADS_1
"Itu adalah Kitab Raja Lautan dan Senjata pedang melengkung, Pedang Raja Lautan yang terbuat dari tulang Hiu Kuno dipadu dengan besi hitam yang berasal dari dasar laut yang sangat dalam!" kata Air pada Evan.
"Senjata Tingkat Semesta, jika sampai diketahui oleh orang lain maka resikonya tidak dapat dibayangkan, aku yakin seluruh orang kuat pasti akan memperebutkan pedang ini!" batin Evan.
Kemudian disaat Ray memegang gagang pedang tersebut tiba-tiba Ray merasakan sebuah tekanan yang sangat kuat pada Jiwa dan Tubuhnya, pedang itu menyerang Ray.
Melihat itu Evan pun langsung ikut membantu Ray untuk mengangkat pedang tersebut, Evan ikut memegang gagang pedang itu hingga tak sengaja Evan memegang tangan Ray.
Disaat Evan memegang tangan Ray terlihat potongan-potongan ingatan Ray, sebuah ingatan kelam Ray muncul dikepala Evan.
Tiga belas tahun silam malam hari dikediaman Jenderal.
Tampak suasana yang sangat kacau penuh pertarungan berdarah, para penjaga bertarung dengan pasukam Iblis dihalaman dengan sangat sengit.
Dikamar utama, Jenderal Yang Qi dengan perasaan tidak tenang mencoba untuk tetap tersenyum sambil memegang pundak Ray yang masih seorang anak kecil berusia lima tahun.
"Huaaaaa....." Ray kecil tampak menangis mendengar adanya kekacauan yang terjadi.
Melihat anaknya yang menangis ketakutan Jenderal Yang Qi pun memeluk Ray kecil dalam dekapannya yang hangat.
"Ray Qi, anak Ayah jangan menangis, Ray seorang Pria tidak boleh merasa takut, Ray harus berani, Anak Ayah harus berani!" ucap Jenderal Yang Qi memeluk Ray kecil yang masih saja tetap menangis.
"Yang Qi cepat pergi!, bawa Ray pergi dari sini!, aku akan mencoba menahan Kaisar Iblis!" kata wanita cantik itu.
Wanita itu adalah istri Jenderal Yang Qi dan Ibu kanudungnya Ray, Wanita itu bernama Yuna, seorang wanita dari Klan Hiu Dewa yang telah kehilangan sebagian kekuatannya yang sekarang ia hanya berada ditingkat Kaisar level Sembilan.
"Tidak Yuna, Aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian disini, aku tetap akan disini membantumu melawan Kaisar Iblis!" kata Jenderal Yang Qi menolak untuk pergi.
Yuna mendekat dan memeluk Yang Qi dan Ray kecil.
"Yang Qi aku mohon, pergilah bawa anak kita, aku mohon padamu selamatkan anak kita, aku rela mati disini demi Ray kecil kita!" ucap Yuna berlinang air mata dan mencium kening Ray kecil dengan lembut.
"Ibu....." tangis Ray kecil.
"Yuna..., maafkan aku yang terlalu lemah ini yang tidak bisa melindungi kalian..." ucap Jenderal Yang Qi sangat sakit.
"Ini bukan salahmu suamiku..." kata Yuna yang kemudian bangkit berdiri. "Pergilah!" pinta Yuna.
Jenderal Yang Qi bangkit berdiri sambil menggendong Ray kecil, Jenderal Yang Qi berlari membawa Ray kecil pergi.
Jenderal Yang Qi lebih memilih untuk berlari karena jika ia terbang menggunakan sayap aura pasti akan langsung terlacak keberadaannya oleh sang Kaisar Iblis Zong Kai.
__ADS_1
Tidak lama Jenderal Yang Qi berlari ia pun ketahuan dan dihadang oleh pasukan Iblis tingkat tinggi.
"Jenderal Yang Qi, kamu sudah tidak bisa kabur lagi, terimalah kematianmu malam ini!" ucap seorang iblis yang memimpin pasukan iblis itu.
Jenderal Yang Qi mengertakan giginya sembari menatap para iblis itu dengan penuh kebencian.
"Kalian para Iblis memang biadab!" kata Jenderal Yang Qi sembari memeluknya Ray kecil yang masih menangis.
Tidak lama kemudian pasukan Pengawal kepercayaan Jenderal Yang Qi datang menghampiri Jenderal Yang Qi.
"Jenderal kamu pergilah bawa putra anda pergi dari sini!, kami akan mencoba menahan mereka selama yang kami bisa!" kata Ye Yi komandan pasukan pengawal kepercayaan Jenderal Yang Qi.
"Tidak!, jika hanya kalian saja yang menahan para iblis ini , kalian tidak akan bisa bertahan lama dan nantinya para iblis ini pasti akan segera menyusulku!" ujar Jenderal Yang Qi.
"Aku akan bertarung bersama kalian menahan para iblis ini, Ye Yi kamu bawalah putraku bersembunyi dan jangan sampai kalian tertangkap!" perintah Jenderal Yang Qi memberikan Ray kecil kepada Ye Yi.
"Tapi Jenderal....."
"Ini Perintah!, aku mempercayakannya padamu jadi kamu jangan sampai mengecewakan diriku!, Cepat bawa pergi putraku!" perintah Jenderal Yang Qi dengan tegas.
Dengan perasaan sedih dan terpaksa Ye Yi berbalik badan, sedangkan Ray kecil terus meronta-ronta sambil menangis didalam pelukan Ye Yi.
"Ayah!, aku ingin bersama Ayah!, lepaskan Aku, aku mau bersama Ayah!" teriak Ray kecil sembari menangis dan meronta dalam pelukan Ye Yi.
"Ray cepatlah besar, aku percayakan Nanzhou padamu!, jangan balas dendam jika kamu belum cukup kuat!" kata Jenderal Yang Qi tersenyum dengan berlinang air mata.
Ye Yi segera membawa pergi Ray kecil dari tempat itu.
"AYAAAAHHH !!!" teriak Ray kecil dengan sangat keras yang melihat Jenderal Yang Qi beserta para pengawal mulai bertarung dengan para iblis itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
......................
......................
__ADS_1