KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 158 : Perang Mulai Terjadi


__ADS_3

Lao Xing terjatuh ke tanah dengan hantaman yang kuat yang hingga membuat sebuah lubang besar ditanah.


"Sialan, aku tidak mungkin dikalahkan oleh seorang bocah manusia..." gumam Lao Xing dengan suara lemah sembari berusaha bangkit berdiri.


"Tinju Dewa Gerakan Ke Sembilan!, Tinju Raksasa!" ucap Evan dari atas melesat ke arah Lao Xing sambil mengeluarkan jurus tinju dengan kekuatan penuhnya.


"HYAAAA....!!" teriak Evan dengan keras.


"Tidaak...!!" teriak Lao Xing.


"BOOM !!" sebuah cahaya ledakan memicu angin yang kencang dilihat oleh teman-teman Evan dan semua orang yang ada di kediaman jenderal.


Terlihat Evan yang sedang terengah-engah berdiri didalam sebuah lubang besar dengan mayat Lao Xing yang berada dibawah.


Teman-teman Evan datang menghampiri dan melihat Evan.


"Haahh...." Evan menghela nafasnya, kemudian Evan membungkuk dan menyerap mayat Lao Xing.


"BAAM !" Evan menerobos level lagi, kini Evan sudah berada ditingkat Jenderal level 8.


"Akhirnya aku berhasil mengembalikan pencapaianku yang semula..." guman Evan sembari melihat telapak tangan kanannya.


"Evan, kamu tidak apa-apa?" tanya Luo Bai.


Evan meloncat keluar dari lubang. "aku baik-baik saja, maaf sudah membuat keributan hingga mengganggu istirahat kalian!" ucap Evan.


"Untung saja kau baik baik saja!" ucap Tang Chen menyebeng bahu kanan Evan yang cedera.


"Aaakh!" rintih Evan merasa sakit sembari langsung memegang lengan kanannya.


"EVan!?" ucap teman-teman Evan serentak.


"Hei hei.., Aku hanya menyenggol sedikit!" ujar Tang Chen merasa tak bersalah.


"Memang bukan salahmu, ini cedera karena pertarungan tadi" ujar Evan.


"Apakah perlu memanggil tabib?" tanya Ran Ran.


"Tidak perlu, hanya terkiir saja tidak apa-apa bukan masalah, besok juga pasti sembuh." jawab Evan.

__ADS_1


"Yang terpenting sekarang adalah kita harus mengembangkan diri kita secepatnya, karena Ras iblis sudah mulai bertindak!" kata Evan dengan serius.


"Benar, sekarang orang yang paling kuat di Nanzhou hanyalah Evan, jika berikutnya musuh yang sekuat tadi datang lebih banyak maka kita semua akan dengan mudah dilenyapkan oleh mereka!" ucap Luo Bai.


......................


Beberapa saat kemudian, Dikamar Evan, tampak Evan yang masih berlatih Jurus Bayangan Tubuh Pengganti.


Evan kini mulai menguasai tingkat yang lebih tinggi dari sebelumnya, Terlihat Evan yang dalam posisi berdiri berhasil membuat satu kloningan sama seperti sebelumnya, tetapi kini berbedanya adalah tubuh kloning maupun asli Evan punya kesadarannya masing-masing, jadi Evan seperti punya dua tubuh dengan dua kesadaran namun satu tetap satu jiwa.


"Akhirnya berhasil mencapai jurus Bayangan Tubuh Pengganti sampai ke tingkat ini!" ucap Evan merasa senang.


"Coba aku ubah jadi Luo Bai....." pikir Evan yang kemudian merubah Kloningan tersebut menjadi sama persis seperti Luo Bai.


"Hahaha berhasil!, sekarang Sea Lin!" ucap Evan yang kemudian merubah kloningannya lagi menjadi Sea Lin.


"Hahahaha.... Aku memang hebat!, hmmm.. jika aku ubah menjadi wanita bisa tidak yah, coba aku ubah menjadi Ririn!" pikir Evan. Kemudian Evan merubah kloningannya lagi menjadi sama seperti Ririn.


"Hahaha Aku memang jenius!" ucap Evan memuji dirinya sendiri.


Kemudian selanjutnya Evan tidak mengubah kloningannya lagi, Evan melihat kloningannya yang sama seperti Ririn dengan rasa kagum.


Hari-hari selanjutnya tidak ada lagi yang namanya kekacauan, semua hal berjalan seperti semestinya, Perekrutan tentara baru berjalan dengan lancar begitu juga dengan pembangunan perbaikan benteng perbatasan.


Dengan adanya sumber daya yang berlimpah dan kitab latihan tingkat tinggi Para prajurit dan murid sekte sudah banyak yang menerobos ke tingkat jenderal, sekarang di Nanzhou ada sekitar 100 orang yang sudah mencapai tingkat Jenderal level 1, dan belasan orang tingkat jenderal level dua, dan yang berada di tingkat jenderal level tiga ada Tiga orang yaitu Sea Lin, Reya, dan Luo Bai.


Tiga Hari kemudian, di benteng utama kota Yanzhou. Evan datang untuk melihat perkembangan Nanzhou dari atas dinding pertahanan kota yang ditemani oleh Sea Lin, Luo Bai, Qin Shan, Wolf, Paman Qian Ji, dan Zhang Pin.


Evan melipat tangannya dibelakang pinggang sambil melihat ke arah sebuah padang rumput tandus yang terbentang sangat luas dan dari kejauhan juga terlihat bukit-bukit dan dibalik perbukitan itu adalah Negara Mo.


"Bagaimana dengan proses perbaikannya?" tanya Evan pada Qin Shan.


"Mungkin dua hari lagi pembangunannya akan selesai!" jawab Qin Shan.


"Bagus..., Sersan Zhang, apa akhir-akhir ini ada pergerakan dari tentara Negara Mo?" tanya Evan pada Zhang Pin.


"Tidak ada Jenderal, akhir-akhir ini tentara Negara Mo tidak ada datang menyerang lagi!" jawab Zhang Pin.


"Hemm... membosankan, semenjak aku datang dan menjabat disini tentara Negara Mo ini tidak ada pergerakan sedikitpun, mereka hanya terus diam selama hampir setengah bulan, apa mereka sudah menganggap daerah Nanzhou tidak layak untuk mereka dapatkan?" pikir Evan.

__ADS_1


"Iyah biasanya mereka terus aktif menyerang sekarang malah tidak ada pergerakan sama sekali, jadi merasa sedikit aneh..." pikir Zhang Pin.


Kemudian tiba-tiba datang seorang prajurit dengan tergesa-gesa, Evan dan yang lainnya menoleh ke arah prajurit tersebut.


"Lapor!, Lapor Jenderal Li! tentara Negara Mo datang menyerang kota Yinzhou!, Pasukan yang bertugas menjaga kota Yinzhou sedang berperang menahan musuh! " ucap prajurit tersebut dengan raut wajah yang panik.


Mendengar itu Evan dan yang lainnya pun terkejut. "Berapa banyak jumlah tentara musuh?" tanya Zhang Pin.


"Jumlah mereka sekitar 15 ribu tentara!" jawab prajurit tersebut dengan cepat.


"Sial, Reya dan Tang Chen sedang aku tugaskan disana untuk berjaga!" batin Evan menjadi tidak tenang.


"Sea Lin, kau ikut aku segera ke kota Yinzhou, Wolf bawa sebagian tentara serigala ikut aku membantu di kota Yinzhou!, Luo Bai kalian tetaplah berjaga disini, bersiap-siap jika musuh datang menyerang!" perintah Evan.


Beberapa saat kemudian, disebuah padang rumput tandus diluar kota Yinzhou. Evan, Sea Lin, Wolf dan beserta pasukan bayaran serigala datang membantu.


Tampak para Reya dan Tang Chen beserta para prajurit sedang bertempur habis-habisan melawan tentara pasukan musuh, yaitu Tentara Negara Mo.


Tentara Negara Mo tampak tubuh mereka jauh lebih besar dan kekar berbeda dengan Tentara pasukan negara Gu yang ukuran tubuh mereka jauh lebih kecil.


Mereka beramai-ramai datang membantu sambil menunggang kuda, mereka membantu Reya dan Tang Chen beserta pasukan mereka yang sudah mulai terpojok.


"SEMUANNYA BERSIAP BERPERANG!! SERANG!!" seru Evan sambil menunggangi kudanya dengan kecepatan penuh menuju para prajurit Negara Mo.


"SIAP !" Dipimpin oleh Evan, Sea Lin dan Wiolf beserta pasukan prajurit Serigala menjadi tampak lebih beringas dari biasanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


SELALU BERTAHAN BUKANLAH CARA YANG TEPAT UNTUK MENGHADAPI MASALAH


ADA KALANYA KITA HARUS MENYERANG BALIK UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


......................

__ADS_1


......................


__ADS_2