
Kemudian Luo Bai dan Sea Lin serta para Prajurit menghampiri Evan.
"Evan, Apakah Pasukan ini berasal dari kotak besi itu?" tanya Luo Bai merasa heran dan penasaran.
"Benar, Pasukan ini berasal dari dalam Kotak besi itu, dan Pasukan ini bernama Pasukan Spirit!" kata Evan menjawab Luo Bai.
"Kakak Besar, apakah Pasukan ini punya kesadaran sendiri?" tanya Sea Lin sambil melihat-lihat Para Prajurit Pasukan Spirit yang masih berlutut sambil memberi hormat.
"Tidak, mereka tidak punya kesadaran, mereka hanya akan bergerak jika aku memberi perintah!" kata Evan menjawab Sea Lin.
Kemudian karena melihat hari sudah mulai gelap, Evan pun mengajak Sea Lin dan Luo Bai untuk kembali ke Istana.
"Baiklah, hari sudah mulai gelap, kita harus segera kembali ke Istana dan berkumpul dengan yang lainnya!" kata Evan mengajak Sea Lin dan Luo Bai untuk kembali ke Istana.
Mendengar itu, Sea Lin dan Luo Bai menganggukan kepalanya sambil tersenyum pada Evan.
Karena mereka sudah ingin kembali ke Istana, kemudian Evan mengangkat Token Emas yang ada ditangannya.
"Pasukan Spirit, Kembali!" kata Evan memberi perintah pada Seluruh Pasukan Spirit yang masih berlutut dan memberi hormat dihadapannya.
Kemudian Seluruh Pasukan Spirit langsung kembali masuk ke dalam Token Emas yang ada ditangan Evan.
Setelah memasukan Seluruh Pasukan Spirit ke dalam Token Emas, kemudian Evan, Sea Lin dan Luo Bai pun langsung kembali ke Istana.
Masih pada sore hari, sisuatu ruangan kosong tampak Evan yang sedang berlatih kekuatan Elemen Logam.
Karena sudah tidak ada lagi Energi Bintang yang mengganggu proses latihan kekuatan Elemen Logam, sekarang Evan menjadi lebih mudah untuk berlatih memahami pergerakan unsur energi yang terdapat didalam batu dan besi spiritual.
Karena melihat Evan yang sudah memahami pergerakan unsur energi, kemudian Elemen Logam mulai mengajari Evan tentang Mengubah Bentuk Logam.
__ADS_1
"Bagus, seperti kamu tidak perlu waktu lama untuk berlatih menguasai kekuatan Elemen Logam. Sekarang, aku akan melatihmu untuk tahap kedua, yaitu Mengubah Bentuk Logam. Tahap ini sebenarnya sangat mudah, pada tahap ini kamu hanya perlu mengubah bentuk Logam yang sedang kamu rasakan." kata Elemen Logam dari dalam Lautan Spiritual Evan.
"Baiklah, mohon bimbingannya Kakak Logam!" kata Evan memohon bimbingan dari Elemen Logam.
"Sekarang kamu ikuti arahanku, rasakan pergerakan unsur energi yanga ada didalam besi spiritual dan kemudian kamu cobalah untuk mengubahnya. Arahkan Pergerakan Unsur Energi yang kamu rasakan untuk bergerak ke arah yang sama!" kata Elemen Logam mulai membimbing Evan.
Dengan adanya bimbingan dan arahan dari Elemen Logam, kemudian Evan mulai berlatih dengan penuh konsentrasi.
Kemudian secara perlahan besi spiritual yang ada diatas telapak tangan Evan mulai mengalami perubahan bentuk.
Besi yang semulanya berbentuk bongkahan, secara perlahan mulai berubah menjadi sebuah cairan logam.
Melihat Evan yang sangat mudah diajari dan diberi bimbingan, Sang Elemen Logam merasa senang dan puas pada bakat Evan.
Melihat Evan yang sedang dalam konsentrasi penuh, Elemen Logam pun tidak ingin menyia-nyiakan saat-saat terpenting itu.
"Sekarang kamu cobalah untuk membentuk sebuah benda dari cairan logam yang kamu rasakan diatas tanganmu!" kata Elemen Logam memberi Evan bimbingan dan arahan lagi.
Melihat Evan yang berhasil membentuk cairan logam tersebut menjadi sebilah pisau yang tajam, hanya dalam sekali percobaan dan satu kali bimbingan (arahan), Elemem Logam benar-benar merasa sangat takjub dan kagum pada bakat Evan yang sangat luar biasa.
"Bakat bocah ini memang sangat tidak boleh diremehkan. Dahulu saat aku pertama kali belajar pada tahap ini, bahkan aku perlu melakukan percobaan sampai tiga belas kali baru berhasil. Dan saat itu pun, aku hanya berhasil mengubahnya ke bentuk yang paling sederhana. Tetapi bocah ini berhasil membentuk sebilah pisai hanya dalam satu kali percobaan. Selain memiliki keberuntungan yang selalu bagus, bocah ini juga memilki bakat yang jauh di atas rata-rata!" kata Elemen Logam yang merasa sangat takjub pada bakat yang dimiliki oleh Evan.
Tidak hanya Elemen Logam saja yang merasa sangat takjub kepada Evan, tetapi juga Para Elemen yang lainnya.
Namun ketakjuban Para Elemen pada Evan,tidak hanya berhenti sampai disitu saja.
Tampak Evan yang masih menutup kedua matanya dan masih dalam keadaan konsentrasi penuh.
Kemudian dalam konsentrasi penuhnya, Evan mulai menyalurkan energi Elemen Petir pada sebilah pisau yang berada di atas telapak tangannya.
__ADS_1
Tampak sedikit demi sedikit sebilah pisau tersebut mulai mengeluarkan percikan-percikan energi petir. Hingga kemudian energi petir yang semulanya hanya sebuah percikan, tiba-tiba langsung meledak dan menyelimuti sebilah pisau tersebut.
Melihat hal itu, sontak Para Elemen langsung merasa sangat terkejut dan tercengang dibuat oleh Evan.
"Gila!, bocah ini kenapa sudah bisa melakukannya sampai ke tahap ini?, aku bahkan belum memberitahu dia bimbingan selanjutnya!" kata Elemen Logam merasa sangat terkejut pada apa yang dilakukan oleh Evan.
"Hahaha!..., sepertinya bocah ini lebih hebat dari apa yang selama ini kita perkirakan. Bocah ini sama sekali tidak mengecewakan kita semua!" kata Elemen Tanah yang merasa sangat takjub dan senang dengan bakat luar biasa yang dimiliki oleh Evan.
Melihat Evan yang sudah memahami kekuatan Elemen Logam sampai pada tahap yang belum diajarkan, Para Elemen yang lainnya pun menyuruh Elemen Logam pun tidak ingin menyia-nyiakan saat-saat penting tersebut.
"Logam!, cepat kamu beri bimbingan yang selanjutnya Pada Evan! jangan sampai kamu menyia-nyiakan konsentrasi penuhnya!" kata Elemen Petir yang segera mendesak Elemen Logam untuk memberi bimbingan selanjutnya kepada Evan.
"Benar sekali apa yang dikatakan oleh Petir. Pada saat konsentrasi penuh ini, mungkin Evan akan melakukan memahami arahan yang akan kamu berikan padanya!" kata Elemen Angin yang ikut mendesak Elemen Logam untuk memberi bimbingan selanjutnya kepada Evan.
Mendengar desakan dari Elemen Petir dan Elemen Angin, membuat Elemen Logam merasa kesal dan jengkel.
"Tidak usah kalian katakan, aku pun juga tahu!" kata Elemen Logam merasa kesal pada Elemen Petir dan Elemen Angin yang mendesaknya.
Kemudian Elemen Logam langsung memberi bimbingan selanjutnya pada Evan.
"Evan, yang kamu lakukan saat ini adalah tahap Menyalurkan Energi Pada Logam. Walaupun menyalurkan energi spiritual ke suatu benda adalah hal yang sangat mudah dan umum, tetapi hal yang kamu lakukan saat ini adalah tahap yang seharusnya dilakukan sesudah kamu menguasai Kekuatan Elemen Logam!. Baiklah, sekarang aku akan memberi kamu arahan berikutnya, yaitu yahap Pengendalian Logam. Pada tahap ini, kamu perlu merasakan Pergerakan logam dengan pikiran dan kekuatan Jiwamu. Setelah itu, coba kamu gerakan Logam yang ada ditanganmu, terserah mau gerakan yang seperti apa!" kata Elemen Logam memberi penjelasan dan arahan pada Evan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
__ADS_1
......................