
Setelah berhasil membunuh Sang Katak Beracun Mata Seribu, kemudian Evan fokus kepada dua Hewan Monster yang akan ia lawan berikutnya, yaitu Elang Biru Penguasa dan Monster Penguasa Pohon.
Kemudian Monster Penguasa Pohon menyerang Evan dengan tumbuhan rambat raksasa yang dikendalikan olehnya.
Dan Evan yang memiliki kecepatan dan kelincahan yang sangat hebat, dapat dengan sangat mudah menghindari semua serangan Tumbuhan merambat tersebut. Tidak hanya ingin menghindar saja, Evan juga memotong tumbuhan-tumbuhan rambat yang menyerang dirinya dengan mengunakan sepuluh Pedang Perak yang dilapisi oleh kekuatan energi elemen Api miliknya.
Namun saat Evan sedang melakukan pertarungan dengan Monster Penguasa Pohon, tiba-tiba Elang Biru Penguasa Langit datang menyerang dirinya.
Evan yang melihat Sang Elang Biru Penguasa Langit datang menyerang dirinya, kemudian segera melakukan gerakan untuk menghindari serangan Sang Elang Biru Penguasa Langit tersebut.
Evan berhasil menghindari serangan Sang Elang Biru Penguasa Langit, dan Sang Elang Biru Penguasa Langit pun hanya terbang melintas melewati dirinya.
Sesaat setelah berhasil menghindar Evan langsung menyerang Sang Elang Biru Penguasa Langit dengan Sepuluh Pedang yang telah dilapisi kekuatan Elemen Api.
"Pedang Logam Dan Api Pembakar Langit!" seru Evan melancarkan serangannya terhadap Sang Elang Biru Penguasa Langit.
Seketika serangan Pedang Logam Api Pembakar Langit milik Evan berhasil memotong salah satu Sayap Elang Biru Penguasa Langit.
Setelah hanya memiliki satu Sayap saja, maka Sang Elang Biru Penguasa Langit langsung meluncur ke bawah dan jatuh ke atas dengan hantaman yang cukup keras.
Setelah Sang Elang Biru Penguasa Langit jatuh ke atas tanah, kemudian Evan menyerang Sang Elang Biru Penguasa Langit sekali lagi dengan sepuluh Pedang yang telah dilapisi oleh kekuatan energi elemen Api miliknya.
Dengan kekuatan penuh Evan meluncurkan sepuluh pedang yang telah dilapisi oleh Energi Elemen Api ke arah Elang Biru Penguasa Langit yang telah terjatuh ke atas tanah.
Seketika sepuluh pedang yang telah dilapisi oleh kekuatan Elemen Api langsung menancap ke tubuh Sang Elang Biru Penguasa Langit.
Sang Elang Biru Penguasa Langit seketika langsung maraung kesakitan, hingga akhirnya mati karena tertancap sepuluh Pedang yang telah dilapisi kekuatan Elemen Api milik Evan.
"Satu lagi sudah selesai," kata Evan sambil menarik kembali sepuluh pedang yang telah menancap di tubuh Sang Elang Biru Penguasa Langit.
__ADS_1
"Sekarang hanya tinggal Monster Penguasa Pohon ini saja!" lanjut Evan sembari melihat ke arah Monster Penguasa Pohon yang berada di bawahnya.
Kemudian dengan menggunakan sepuluh Pedang yang telah dilapisi oleh kekuatan energi elemen Api, Evan pun maju menyerang Monster Penguasa Pohon.
Dengan Teknik Pengendalian Elemen Logam, Evan dapat dengan mudah memotong semua tumbuhan merambat yang mencoba menyerang dirinya.
Dan tidak butuh waktu lama, Evan akhirnya dapat memotong Monster Penguasa Pohon hingga menjadi beberapa bagian. Akan tetapi betapa terkejutnya Evan saat melihat tubuh Monster Penguasa Pohon yang telah ia potong menjadi beberapa bagian tersebut, tiba-tiba menyatu kembali dan dalam sekejap kembali utuh seperti sedia kala.
Evan tidak hanya merasa terkejut, tetapi Evan juga merasa sangat kesal serta jengkel karena usahanya untuk membunuh dan menghabisi Monster Penguasa Pohon menjadi sia-sia.
"Sialan, sudah capek-capek memotong tubuhnya menjadi beberapa bagian, tetapi Monster ini malah hidup lagi, sungguh membuat orang kesal saja!" batin Evan merasa kesal dan jengkel pada Monster Penguasa Pohon yang telah hidup kembali.
Akhirnya sebelum Evan melakukan pertarungan dengan Monster Penguasa Pohon untuk yang kedua kalinya, Evan terlebih dahulu mencari titik kelemahan Monster Penguasa Pohon dengan menggunakan Kekuatan Jiwa miliknya.
"Aku akan lihat apa kelemahan Monster ini terlebih dahulu, setelah itu baru aku membunuhnya sekali lagi. Teknik Pendeteksi, Kesadaran Jiwa!" kata Evan yang mencoba mencari titik kelemahan Monster Penguasa Pohon yang ada dihadapannya tersebut dengan menggunakan kekuatan Jiwa miliknya.
Tidak butuh waktu lama, Evan yang menggunakan Kekuatan Jiwa dapat dengan mudah menemukan titik lemah Monster Penguasa Pohon, yang mana letak titik kelemahan Monster Penguasa Pohon berada di jantungnya.
Setelah mengetahui dimana titik kelemahan Sang Monster Penguasa Pohon, Evan tidak ingin langsung maju menyerang secara langsung. Evan tahu, jika dirinya maju menyerang secara langsung pasti akan sangat merepotkan arena harus memotong semua tumbuhan merambat yang pastinya akan menghalangi dirinya untuk mendekat apa lagi menghancurkan jantung Monster Penguasa Pohon. Jadi karena itu, kemudian Evan mengubah tiga dari sepuluh pedang yang telah dilapisi kekuatan energi elemen Api menjadi sebuah Busur dan Anak Panah ditangannya.
Dan tidak hanya itu, Evan juga mengubah kekuatan Elemen Api yang melapisi busur dan anak panah yang ada ditangannya menjadi kekuatan Elemen Petir.
Untuk memperkuat daya serang panah, Evan menyalurkan energi spiritual Elemen Petir miliknya ke anak panah yang sedang ditarik olehnya.
Setelah energi elemen Petir yang terkumpul di anak panah sudah cukup kuat untuk membunuh Monster Penguasa Pohon, Evan pun siap untuk melepaskan anak panah dari busurnya.
"Panah Logam Petir Menghancurkan Langit!" kata Evan yang langsung menembakkan anak ke arah jantung Monster Penguasa Pohon.
Melihat serangan Panah yang diluncurkan oleh Evan, seketika Sang Monster Penguasa Pohon mencoba untuk menahan serangan panah yang diluncurkan oleh Evan tersebut.
__ADS_1
Dengan menggunakan tumbuhan merambat Sang Monster Penguasa Pohon berhasil menciptakan sebuah tameng pelindung untuk menahan dan melindungi dirinya dari Serangan Panah yang diluncurkan oleh Evan.
Tampak Evan yang hanya tersenyum saat melihat Sang Monster Penguasa Pohon mencoba untuk bertahan dengan menciptakan sebuah tameng pelindung.
"Ingin menahan serangan panah ku hanya dengan menggunakan tameng pelindung yang lemah ini? Kamu terlalu meremehkan Jurus Panah Logam Petir Menembus Langit milikku!" kata Evan sambil tersenyum meremehkan.
Kemudian Serangan Panah Logam Petir Menembus Langit dengan sangat mudah menembus dan menghancurkan tameng pelindung tumbuhan rambat yang diciptakan oleh Monster Penguasa Pohon.
Panah Logam Petir Menembus Langit terus meluncur hingga akhirnya mengenai Jantung Monster Penguasa Pohon sampai hancur.
Sang Monster Penguasa Pohon meraung kesakitan dengan sangat keras, hingga akhirnya tumbang dan jatuh ke tanah. Kini Evan berhasil membunuh Sang Monster Penguasa Pohon sampai benar-benar mati.
Sesaat setelah Sang Monster Penguasa Pohon jatuh ke atas tanah, kemudian tubuh Sang Monster Penguasa Pohon tumbuh dan berubah menjadi sebuah pohon yang sangat besar.
Melihat tubuh Sang Monster Penguasa Pohon tiba-tiba berubah menjadi sebuah pohon besar, Evan yang sedang terbang hanya diam melihatnya.
"Sepertinya umur Monster Penguasa Pohon ini sudah hidup lebih dari seribu tahun. Hemm... memang Monster yang cukup merepotkan juga!" kata Evan sambil melihat Monster Penguasa Pohon yang telah berubah menjadi sebuah pohon besar dihadapannya.
Setelah melihat dengan teliti, tiba-tiba Evan melihat ada sebuah buah berwarna putih di puncak pohon Besar yang ada dihadapannya.
"Buah apa itu?" kata Evan yang merasa heran dan penasaran dengan buah berwarna putih yang tiba-tiba muncul dari tubuh Monster Penguasa Pohon yang telah berubah menjadi sebuah pohon besar dihadapannya.
Sesaat kemudian suara Elemen Daun (Tumbuhan) terdengar di dalam pikiran Evan.
"Evan, buah berwarna putih yang sedang kamu lihat itu adalah Inti Kehidupan dari Monster Penguasa Pohon yang baru saja kamu bunuh. Inti Kehidupan itu adalah Biji dari Monster Penguasa Pohon, selagi masih ada biji itu maka Monster Penguasa Pohon masih dapat hidup kembali!" Elemen Daun memberitahu kepada Evan kalau buah berwarna putih tersebut merupakan Inti Kehidupan dari Sang Monster Penguasa Pohon.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
__ADS_1
......................
......................