KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 59 : Burung Api Phoenix


__ADS_3

Keesokan harinya pun tiba, Evan dan Sea Lin berjumpa ditempat yang telah ditentukan.


Kemudian Sea Liin membawa Evan ke kediamannya untuk bertemu dengan ayah dan kakeknya, mereka duduk disebuah taman sambil meminum teh untuk membicarakan tentang Kitab Raja Mayat


"Aku sudah mendengar dari cucuku bahwa tuan muda telah memberi cucuku kitab ilmu raja mayat kepadanya, jadi aku ingin mengucapkan banyak terima kasih pada tuan muda Evan, kami sungguh berutang budi padamu!" ucap Tetua ketiga Hang Lin.


"Jangan terlalu sungkan seperti itu, aku juga memberikannya secara tidak cuma cuma, aku kemari karena ingin memberitahu kepada kalian supaya merahasikan hal ini, bagaimanapun tubuh fisik raja mayat dan kitab ilmu raja mayat tergolong ilmu aliran sesat!" kata Evan mengingatkan.


"Kami sudah tahu itu, kami berjanji tidak akan membeberkannya dan akan merahasiakannya!" janji tetua Hang Lin dan Long Qi


"Baguslah, jadi bagaiman rencana kalian tentang pelatihan yang akan dijalani oleh Sea Lin?" tanya Evan


"Kami belum merencanakan hal itu, mohon tuan muda memberikan saran!" pinta tetua Hang Lin.


"Sebenarnya aku juga tidak ingin sea lin melakukan hal-hal yang jahat atau melanggar hukum, jadi kalian harus mendapatkan darah manusia dengan tidak membunuh orang-orang yang tidak berdosa, atau begini saja gunakanlah Mayat dan Darah Hewan Monster Spiritual untuk media latihannya, apakah bagus atau tidak untuk Sea Lin iitu bergantung dengan kemampuannya!" ucap Evan menyarankan.


Mendengar saran itu, tetua Hang Lin dan tetua Long Qi melihat bahwa Evan bukanlah orang yang berpikiran buruk dan dangkal, dan itu membuat Tetua Hang Lin dan Long Qi lebih percaya pada Evan.


"Terima kasih atas saran dari tuan muda, kami pasti tidak akan mengecewakanmu!" ucap tetua Long Qi memberi hormat.


"Tetua tidak usah sungkan, aku hanya melakukn hal kecil saja!" ujar Evan.


Kemudian Evan pun beranjak berdiri dan memohon pamit untuk pergi.


Dan Evan pun pergi meninggalkan kediaman sea lin, dan kembali ke kediaman Kakek Tua Jing.


...****************...

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Di kediaman Kakek Tua Jin, tepatnya didalam kamar Evan.


Evan mengeluarkan batu yang sebelumnya dia dapatkan dari gudang harta


"Coba kulihat, memang apa keistimewaan dari batu ini hingga menarik perhatian Elemen Api?!" batin Evan merasa heran.


Kemudian Evan mencoba menghancurkan batu itu, namun batu itu sangat keras bahkan dengan seluruh kekuatan yang dimiliki Evan sekalipun, tetap tidak bisa menghancurkan batu tersebut.


"sial!, batu apa ini!? keras sekali!" ucap Evan merasa kesal dan marah.


"coba kau bakar dengan api ajaib, kurasa itu akan bisa menghancurkan batu itu!" saran elemen Api.


Evan mendengarkan saran dari Apu, Evan pun mencoba membakarnya dengan api ajaib miliknya, dan benar saja batu itu retak sedikit demi sedikit.


"Hahaha... Berhasil!" ucap Evan yang terus membakar batu itu hingga benar benar menghancurkan batu itu.


"Kraak... Krak!" batu itu pecah sedikit demi sedikit dan "CTAAR!" akhirnya batu itu pun hancur.


Namun dari batu tersebut keluar Api yang sangat panas dengan wujud seekor burung Phoenix, hingga burung itu menghancurkan atap kamar Evan.


"Hahaha akhirnya aku bisa keluar setelah terkurung sangat lama!, terima kasih manusia karena telah mengeluarkan aku!" ucap burung api itu berbicara kepada Evan


Evan terkejut, ternyata yang berada didalam batu itu adalah seekor burung phoenix, yaitu salah satu dari empat lewan kuno legendaris.


Namun bagi para Elemen, burung Phoenix itu masihlah seorang burung phoenix yang belum dewasa.


"Hahaha ternyata seekor phoenix yang belum dewasa!" ucap Elemen Api dengan tertawa

__ADS_1


"Belum dewasa!?" ucap evan bertanya dengan nada bingung dan penasaran.


"Yah, dilihat dari ukurannya dia mungkin masih berumur sekitar 300 tahun, dan umur phoenix dewasa adalah 800 tahun, jadi burung phoenix ini masih belum dewasa!, itu bagus untuk menjadikan dia sebagai partner monster spiritualmu!" ujar Api menyarankan.


Mendengar itu Evan pun mencoba saran para Elemen.


"Wahai phoenix, karena aku telah mengeluarkan kamu dari batu itu, maka kau harus bersedia mengabdi padaku sebagai balas budimu!" ucap Evan.


Mendengar itu, Phoenix mengerutkan dahinya.


"Walaupun kau telah mengeluarkan aku dari sana, tetapi aku tidak akan pernah menjadi bawahan seorang manusia, apa lagi manusia lemah sepertimu!" ucap phoenix menolak Evan mentah-mentah.


"Benar saja, dia pasti menolakmu, karena Phoenix itu membunyai sifat yang sombong dan angkuh!, karena dia menolakmu biarkan aku yang bicara padanya!" ucap Elemen Api.


"Phoenix, sebenarnya bukan aku yang menginginkan kamu jadi bawahanku, tapi ada seseorang yang memintanya dan dia ingin bicara padamu!" ucap Evan


Kemudian Evan pun mengeluarkan aura spiritualnya hingga membentuk sebuah proyeksi Jiwa dari kaisar Dewa Burung Elemen Api.


Sang Phoenix pun terkejut ketika melihat kaisar Dewa Api ada dihadapannya. "ka-kaisar dewa!?" ucap sang phoenix yang tidak percaya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................

__ADS_1


......................


__ADS_2