
Evan yang sangat merindukan pujaan hatinya bergegas pulang
"ririn pasti merindukan aku, aku sudah tidak sabar melihat ekspresinya nanti seperti apa"
"Kakak-kak Evan !, akhirnya kamu pulang juga, cepat tolong kak ririn !"
Evan yang baru tiba langsung dihampiri oleh Cao cao yang mengatakan ririn sedang butuh pertolongan dengan ekspresi yang panik, Evan yang melihat ekspresi Cao cao yang panik langsung bergegas mencari Ririn
"Dimana dia sekarang !?"
"sekarang dia ada Didalam kamarnya "
...****************...
setelah sampai sana.....
"Nak evan jangan dibuka !" uvap kakek jing memperingati
Gubraak !!, Whooooooosssh..........., evan tidak memperdulikan peringatan dari kakek jing dan langsung mendobrak pintu kamar ririn, seketika aura dingin yang sangat kuat keluar dari kamar ririn dan membuat evan langsung kedinginan dan evan tetapi bersih keras untuk masuk
"Evan, Kau jangan kesini !, atau kau akan terluka atau mati !" ucap ririn yang mengusir evan
__ADS_1
Evan tetap tidak peduli dan dia terus maju walaupun udara semakin dingin hingga membuat wajah evan membiru beku dan tubuh yang menggigil tetapi dia tetap tidak menyerah dan terus maju
"Evan, keluarkan semua energi aura api yang kamu bisa!" ucap es
"Berhenti ! kubilang berhenti evan.... hiks hiks......, cepatlah keluar dari sini...., aku tidak ingin melukaimu lagi.... hiks hiks hiks........"
Ririn terus menyuruh evan untuk mundur, namun..... Plak !, evan berhasil memeluk ririn
".....!?" ririn terkejut bahwa bahwa evan telah sampai dan memeluknya
"Ririn dengarkan aku, aku lebih baik diriku terluka dari pada melihatmu menderita seperti ini, aku tidak akan meninggalkanmu disaat kamu membutuhkan bantuanku, mengerti?" ucap evan dengan lembut
"Bodoh, kau sangat bodoh"
"yaah" ucap ririn dan bersandar didada evan
kemudian aura api evan mulai menghangatkan dan mengurangi aura dingi ruangan kamar ririn
"sepertinya nak evan berhasil, lebih baik aku melihatnya untuk memastikan" pikir kakek jing
kakek jing segera masuk tetapi saat tepat didepan pintu ia melihat evan dan ririn saling berpelukan
__ADS_1
".....!, aaaaah dasar anak muda" ucap kakek jing dalam hatinya yang memakluminya dan menutup pintu
"kakek, apakah mereka baik baik saja? aku sangat khawatir" ucap cao cao
"kak evan dan kak ririn baik baik saja, ayo kita pergi ketempat lain, jangan mengganggu kak evan mengobati kak ririn" ucap kakek jing mencegah cao cao
evan yang memeluk ririn dengan aura apinya hingga membakar bajunya, kemudian dari punggung evan muncul aura roh jiwa yang berwujud "burung api phoenix", dan itu membuat Ririn sangat terkejut
-"itu adalah phoenix yang ada dalam legenda kuno dan evan memiliki tubuh raga Phoenix!?" ucap ririn dalam hatinya
"kamu tidak usah terkejut, kamu berbaringlah untuk istirahat" ucap evan dan roh jiwa burung phoenix pun menghilang
evan membaringkan ririn dan berbalik badan, Ririn terkejut lagi karena dipunggung evan ada sebuah tato bergambar empat burung dengan warna yang berbeda beda, hitam, merah, hijau muda, dan hijau tua, kemudian..........
"Aaaaaaaaakh......!!"
evan terduduk kesakitan menahan rasa sakit, kemudian ririn melihat muncul satu tato lagi dipunggung evan berwarna biru muda
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
__ADS_1
...----------------...
......................