
Evan yang sudah tidak sadarkan diri masuk ke dalam ruang kesadarannya dan bertemu dengan para Elemen yang ada didalam tubuhnya.
Disaat Evan sedang pingsan, terdengar suara para Elemen lainnya sedang membujuk Elemen Bintang untuk membantu Evan agar bisa tetap hidup dan memenangkan pertarungannya.
"Bintang, kamu adalah orang yang paling kuat yang ada disini, kamu tolonglah dan bantu bocah itu!, jika sampai nanti dia mati maka kita juga akan menghilang dan mati bersamanya!" kata Elemen Racun mencoba meminta bantuan dari Elemen Bintang.
"Kami tidak peduli apakah kami akan mati atau pun menghilang, tetapi jika sampai bocah itu mati maka kita akan kehilangan satu-satunya harapan kita untuk menghentikan kekacauan yang terjadi di alam atas!" kata Elemen Petir yang juga ikut meminta bantuan dari Elemen Bintang.
"Bintang, kamu pasti memiliki cara agar bocah ini bisa menang melawan musuhnya, walaupun kamu tidak pernah peduli kepada apapun dan siapapun, tetapi kamu pikirkanlah jika bocah ini mati, maka kita akan kehilangan kesempatan untuk menghentikan kekacauan yang terjadi di Alam atas!" ujar Elemen Kegelapan meminta bantuan kepada Elemen Bintang.
Kemudian dengan ekspresi dingin dan berbicara sepatah kata, Elemen Bintang berjalan menghampiri Evan yang sedang tergeletak sambil menahan rasa sakit.
Elemen Bintang berjongkok dan menyelentik kening Evan, selentikkan pelan dari Elemen Bintang seketika langsung membangunkan Evan.
"Sudah bangun?, jika sudah bangun maka cepatlah berdiri!" perintah Elemen Bintang dengan ekspresi dingin sambil bangkit berdiri.
Kemudian Evan pun dengan patuh langsung bangkit berdiri dengan cepat.
"Saat ini aku sedang memisahkan jiwa kamu dari dunia luar, jadi apapun yang terjadi pada tubuhmu, maka jiwa kamu tidak akan terluka sama sekali!" kata Elemen Bintang memberitahu supaya Evan tidak bingung dan keheranan.
"Aku dapat membantu dan membuat kamu menjadi lebih kuat, sehingga kamu dapat melawan musuhmu dengan kekuatan yang setara, tetapi caraku ini akan butuh pengorbanan besar darimu. cara ini mungkin akan sangat menyakitkan dan berbahaya bagi tubuhmu, dan kamu juga tidak akan bisa berdekatan, apa lagi bersentuhan dengan orang-orang yang ada disekitarmu!" kata Elemen Bintang menjelaskan lebih dulu resiko yang akan diterima jika Evan menyetujui menerima bantuan darinya.
"Bagaimana?, apakah kamu akan menerima bantuan dariku?" tanya Elemen Bintang kepada Evan.
Mengetahui kalau masih ada cara agar dapat mengalahan Mo Liang, Evan pun tanpa ragu langsung setuju menerima bantuan dari Elemen Bintang.
"Aku terima!" jawab Evan tanpa ragu.
"Kenapa kamu terima?" tanya Elemen Bintang.
"Jika hanya dengan cara itu baru dapat mengalahkan Mo Liang, maka aku rela menerima resiko tersebut, tidak peduli apakah itu akan sangat berbahaya atau pun sulit, aku akan tetap menerimanya! asalkan dapat menolong dan melindungi teman-temanku!" jawab Evan dengan teguh.
"Hemm.., aku suka dengan jawabanmu, baiklah kalau begitu kamu harus bisa bertahan!" kata Elemen Bintang mengeluarkan sebuah cahaya energi kecil diujung jarinya.
"Aku akan memberikan sedikit energi bintangku kepadamu, dan disaat energi bintangku masuk ke dalam lautan spiritualmu maka dia akan langsung meledak dan secara perlahan akan melahap energi spiritual milikmu, dan pada saat itu maka kekuatan dan kecepatan kamu akan bertambah berkali lipat, dan tidak hanya itu, setiap kekuatan dari Elemen lain yang kamu keluarkan dan kamu campurkan dengan energi bintang, maka akan bertambah kuat hingga sepuluh kali lipat bahkan lebih!" kata Elemen Bintang menjelaskan keuntungan yang akan didapat jika Evan menerima kekuatan energi bintang miliknya.
"Namun kamu juga akan merasakan sakit yang luar biasa pada tubuhmu pada setiap detiknya. Dan aku akan mengingatkan kamu sekali lagi, jika sampai pada waktu dua tahun kamu belum membangkitkan Elemen Bintang, maka Energi Bintang yang saat ini aku berikan padamu akan langsung meledak dan menghancurkan tubuhmu!" kata Elemen Bintang menjelaskan resiko yang akan diterima oleh Evan.
"Sekarang aku sudah menjelaskan keuntungan dan resiko yang akan kamu dapatkan jika kamu menerima energi bintang dariku, apakah Siap?" tanya Elemen Bintang kepada Evan.
"Siap!" jawab Evan tanpa ragu.
__ADS_1
"Baiklah, aku mulai!" kata Elemen Bintang memberikan sedikit energi bintang miliknya kepada Evan.
Kemudian seketika energi kecil tersebut langsung meledak dan langsung menyerap energi spiritual milik Evan sedikit demi sedikit.
"AAAAAAAAAAAA!!!" teriak Evan menjerit kesakitan diruang kesadarannya.
...****************...
Sementara itu tampak Sea Lin yang juga sedang pingsan tak sadarkan diri juga ikut masuk ke dalam ruang kesadarannya.
Tampak didalam ruang kesadaran Sea Lin, ada seseorang raksasa berwarna hitam dengan mata berwarna merah darah sedang berbicara kepada Sea Lin.
"Siapa kamu!?, kenapa kamu ada didalam tubuhku?" tanya Sea Lin kepada Raksasa hitam tersebut.
"Aku adalah leluhurmu, aku adalah sedikit jiwa yang akan ada disetiap tubuh para keturunanku!, aku tidak menyangka bahwa kamu sangat beruntung bisa bertemu dengan guruku diplanet kecil tersebut!" kata Raksasa hitam kepada Sea Lin.
"Leluhurku?, apakah kamu adalah Dewa Raja Mayat?" tanya Sea Lin merasa terkejut dengan apa yang dia lihat.
"Iyah, aku adalah Dewa Raja Mayat, karena kamu sangat beruntung karena bertemu dengan guruku, maka aku akan memberikan kamu sebuah teknik yang bisa membuat kamu menjadi sangat kuat secara instan dalam waktu setengah jam, agar kamu bisa membantu dan menolong guruku!" kata raksasa hitam tersebut.
Kemudian tampak diluar ruang kesadaran Sea Lin, tubuh Sea Lin yang sedang tertimpa batu raksasa tiba-tiba mengeluarkan aura energi darah dan kegelapan yang sangat kuat.
...****************...
Sementara itu Evan, untuk menyembuhkan luka parah yang ada diperutnya, Energi bintang itu pun menyerap energi spiritual api milik Evan yang ada dilautan spiritual.
Diluar ruang kesadaran tampak luka parah diperut Evan sembuh dan beregenerasi dengan sangat cepat.
Kemudian tiba-tiba tubuh bagian kanan Evan mengeluarkan sebuah energi berwarna ungu yang bersamaan dengan munculnya sebuah tato pola aneh yang tertera diseluruh tubuh bagian kanan Evan.
Mata sebelah kanan Evan juga ikut berubah menjadi ungu dengan sebuah pola bintang dipupil matanya.
Melihat hal itu Mo Liang pun segera langsung melepas cengkraman tangannya pada kepala Evan, dan segera mengayunkan tombaknya ke leher Evan.
Namun dengan gerakan yang sangat cepat, tiba-tiba Evan seketika langsung berada dihadapan Mo Liang dengan kepalan tangan yang sudah siap memukul.
"BAAAMM!!" Evan memukul wajah Mo Liang dengan sangat kuatnya.
Pukulan kuat dari Evan membuat Mo Liang seketika langsung terlempar dan berguling-guling menghantam tanah dengan sangat kuat.
Kemudian dengan segera Mo Liang pun langsung berhenti dengan kuda-kuda yang kokoh, sambil memegang tombak emas ditangan kanannya.
__ADS_1
"Sial!, kenapa dia tiba-tiba bisa memiliki kekuatan sebesar itu?" pikir Mo Liang dalam hatinya yang merasa bingung dan heran.
...****************...
Sementara itu disisi lain tampak Sea Lin mengeluarkan sebuah energi darah dan kegelapan yang membentuk dua tangan rakasasa yang sangat panjang.
Kmudian kedua tangan raksasa tersebut melilit dan mencengkram bongkahan batu raksasa yang menimpa Sea Lin hingga hancur berkeping-keping.
Tampak Sea Lin bangkit berdiri dan kemudian terbang mengambang diudara.
"Teknik Penyerapan Mayat Berskala Besar!" kata Sea Lin sambil terbang mengambang diudara.
Kemudian tampak seluruh mayat pasukan yang mati dimedan perang diserap dengan sangat cepat oleh Sea Lin yang sedang terbang diudara.
Semua energi darah dan kegelapan berkumpul dan masuk kedalam tubuh Sea Lin, hingga beberapa saat kemudian seluruh mayat pasukan di medan pertempuran telah habis diserap oleh Sea Lin.
Energi darah dan kegelapan yang terkumpul menyelimuti seluruh tubuh Sea Lin, hingga kedua pupil mata Sea Lin pun berubah menjadi berwarna merah.
Mo Liang yang melihat hal itu tampak terkejut dan kebingungan.
Kemudian tampak Sea Lin mengangkat tangan kanannya, dan tampak tombak sabit milik Sea Lin yang tertancap di tanah seketika bergerak dan terbang dengan sangat cepat kembali ke arah Sea Lin.
"TAP!" Sea Lin menangkap tambak sabitnya.
Kemudian dengan gerakan yang sangat cepat, seketila Sea Lin sudah berada disamping Evan.
"TAP!" Evan menarik dan menangkap pedang miliknya yang tadi dijatuhkan.
"Ayo kita bermain sekali lagi!" kata Evan dengan bagian tubuh sebelah kanan yang berubah menjadi serba ungu.
"Siap Kakak Besar!" jawab Sea Lin dengan tubuh diselimuti oleh energi darah dan kegelapan yang sangat kuat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
......................
__ADS_1