
Kemudian Evan pun berteriak lagi kepada seluruh pasukannya untuk mundur.
"Seluruh Pasukan mundur!, kembali ke benteng!" perintah Evan kepada seluruh pasukannya.
Dengan cepat seluruh pasukan Nanzhou pun segera kembali ke benteng mengikuti perintah dari sang Jenderal Besar Evan.
Kemudian Evan, tiga istrinya, Tiga hewan monter, Para Elemen dan teman-teman Evan pun mendarat turun ke tanah.
"Ririn, Reya dan Ruyin, kalian bertiga pergilah dari sini dan kembalilah ke kediaman Jenderal!, disini sangat berbahaya!" ujar Evan menyuruh ketiga istri untuk pergi.
Namun tiga istrinya yang keras kepala seketika langsung menolak Evan tanpa ragu.
"Kami tidak akan pergi!, kamu akan tetap disini bertempur bersamamu!" kata Ririn yang langsung menolak perintah Evan tanpa ragu.
"Kalian bertiga jangan keras kepala, pergilah!" perintah Evan sekali lagi kepada tiga istrinya.
"Tidak!, kami tidak mau pergi!, kamu tetap disini maka kami juga akan tetap disini!, kami bertiga akan membantu kamu mengalahkan musuh!" kata Ririn yang tetap menolak perintah Evan untuk pergi.
Melihat bahwa ketiga istri akan terus menolak perintah untuk pergi dan tetap akan bersama membantunya, Evan pun terpaksa menggunakan kalimat kasar untuk mengusir dan menyuruh ketiga istri itu untuk pergi.
"Kalian pergi!, aku tidak butuh bantuan kalian bertiga!, jika kalian bertiga tetap berada disini kalian hanya akan menjadi beban bagiku!, kalian akan menyusahkan diriku!, pergi sebelum aku marah!" perintah Evan dengan tegas kepada ketiga istrinya tersebut.
Mendengar itu, Ririn, Reya dan Ruyin Li pun sontak terkejut dan merasa kesal dengan ucapan Evan.
"Evan, kamu mengusir kami, apakah kamu menganggap kami lemah?" tanya Ririn dengan ekspresi dingin kepada Evan.
"Iyah, kalian bertiga terlalu lemah!, kalian hanya akan menjadi beban untuk aku, jadi kalian pergilah!, aku sama sekali tidak butuh bantuan dari kalian!" kata Evan kepada ketika istrinya tersebut.
Mendengar itu Ririn, Reya dan Ruyin Li pun menjadi tidak senang dan marah kepada Evan.
Ririn berbalik badan dan mengarahkan tangannya ke arah Raksasa Kerbau Emas.
"Penjara Es!" ucap Ririn mengeluarkan sebuah jurus yang seketika langsung menciptakan duri-duri es raksasa yang menyerang Raksasa Kerbau Emas milik Mo Liang.
Duri-duri es raksasa tersebut seketika langsung mengekang dan menahan Raksasa Kerbau Emas hingga kesulitan untuk bergerak.
__ADS_1
"Karena kamu tidak ingin aku ada disini untuk membantumu maka aku akan pergi, dan jika kamu mendapat kesulitan maka jangan panggil kami!" kata Ririn dengan ekspresi dingin sembari mengeluarkan sayap aura elemen Es miliknya.
Kemudian Ririn pun terbang pergi meninggalkan tempat pertempuran dan kembali menuju ke Kediaman Jenderal.
Tak hanya Ririn, dua istri Evan yang lainnya yaitu Reya dan Ruyin Li pun ikut mengeluarkan sayap aura milik mereka.
"Evan, kamu membuat kami kecewa!, setelah hari ini jika kamu butuh bantuan, maka kamu jangan pernah mencari kami lagi" kata Reya yang kemudian ikut pergi terbang menyusul Ririn.
Kemudian Ruyin Li pun ikut menyusul Reya terbang mengikuti Ririn kembali ke kediaman Jenderal di Nanzhou.
Merasa ketiga istrinya masih belum cukup aman, Evan pun memerintahkan Harimai Putih, Phoenix dan Qinglong untuk pergi menyusul dan mengawal tiga istrinya tersebut.
"Harimau Putih, Phoenix dan Qinglong!, kalian berdua ikutilah tiga wanita itu kembali ke kediaman Jenderal, jaga mereka dengan baik dan jangan mereka sampai terluka!" perintah Evan kepada Harimau Putih, Phoenix dan Qinglong.
"Baik!" jawab ketiga hewan monster tersebut dengan patuh mendengarkan perintah Evan.
Kemudian tiga hewan monster tersebut pun pergi menyusul dan mengawal tiga istri Evan tersebut pergi kembali ke kediaman Jenderal.
Setelah melihat ketiga Istri itu pergi jauh meninggalkan tempat pertempuran yang berbahaya, Evan pun kembali fokus ke pertempurannya.
Tampak Raksasa Kerbau Emas menghancurkan semua duri-duri es raksasa milik Ririn yang menahan dan mengekangnya.
Kemudian tampak Elemen Pasir pun mendarat dan langsung menghantamkan telapak tangannya ke tanah.
"Gelombang Pasir Penghancur!" kata Elemen Pasir mengeluarkan sebuah jurus berupa tiga ombak pasir yang menutupi Raksasa Kerbau Emas milik Mo Liang tersebut.
"Hahahaha.., ingin menahanku hanya dengan trik kecil seperti ini?, bodoh sekali!" kata Mo Liang sambil mengayunkan tombak Emas Raja Vraja miliknya.
Tampak Raksasa Kerbau Emas mengikuti semua gerakan Mo Liang yang berada didalam tubuhnya, Raksasa Kerbau Emas mengayunkan tombak mengikuti gerakan Mo Liang.
Hanya dalam sekali ayunan tombak emasnya, tiga gelombang pasir tersebut pun langsung hancur seketika.
Tidak berhenti sampai disitu saja, kemudian dengan cepat Raksasa Kerbau Emas pun mengayunkan tombak emasnya dengan arah vertikal ke bawah.
"DUAAARR!!" Raksasa Kerbau Emas menghantamkan tombak emas ke tanah, hingga tanah tersebut langsung meledak hancur dan terbelah menjadi dua.
__ADS_1
Kemudian untuk menghentikan Raksasa Kerbau Emas, Elemen Angin yang sedang terbang di udara mengeluarkan jurusnya untuk menyerang Raksasa Kerbau Emas (Mo Liang).
"Jurus Tinju Dewa, Gerakan Ke Sepuluh, Seribu Tinju Kematian!" kata Elemen Angin yang dari udara mengeluarkan sebuah jurus berupa Seribu tinju angin yang menyerang ke arah Raksasa Kerbau Emas.
"DUAARR DUUARR DUUARR!!" Seribu Tinju Angin milik Elemen Angin pun menyerang Mo Liang dengan sangat kuat.
Namun dengan pertahanan yang sangat kuat Raksasa Kerbau Emas pun sama sekali tidak bergeming dan malah berbalik menyerang Elemen Angin dengan tebasan tombak emasnya.
Elemen Angin sudah tidak sempat menghindar, namun Evan yang melihat itu langsung membatalkan dan mengembalikan Elemen Angin ke dalam tubuhnya.
Jadi sebelum tebasan tombak dari raksasa Kerbau Emas mengenai Elemen Angin, Elemen Angin pun lebih dulu menghilang dan berubah menjadi sebuah gumpalan asap.
"Semuannya Serang bersama-sama!" seru Evan berteriak kepada semua orang.
Mendengar teriakkan dari Evan, kemudian Para Elemen dan teman-teman Evan pun langsung menyerang Mo Liang bersama-sama dengan jurus milik mereka.
Kemudian serangan demi serangan dari mereka pun menyerang dan menghantam Raksasa Kerbau Emas milik Mo Liang secara beruntun dan brutal.
Namun pertahanan Raksasa Kerbau Emas milik Mo Liang sangatlah kuat, walaupun telah menerima banyak serangan dari Evan, Para Elemen dan teman-teman, Raksasa Kerbau Emas milik Mo Liang masih tetap utuh dan tidak terluka sedikit pun.
Hingga kemudian suara Elemen Kegelapan terdengar lagi dari ruang kesadaran milik Evan.
"Evan, suruh semuannya jangan menyerang lagi, menjauh saja dan tunggu sampai musuh kehilangan seluruh energinya, aku yakin musuh pasti tidak akan bisa bertahan lama menggunakan Teknik Tubuh Emas Raja Vraja, dengan kekuatan musuh sekarang, aku tebak mungkin dia tidak akan bisa bertahan lebih dari dua jam!, kalian harus mengulur waktu tetapi jangan sampai ketahuan dan disadari oleh musuh!" ujar Elemen Kegelapan kepada Evan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
__ADS_1
...****************...