
"Tamat sudah! sudah satu tahun aku ingin sekali bertemu dengan Tuan Jenderal Besar Penguasa Nanzhou, tetapi aku sama sekali tidak memilki satu pun kesempatan untuk bertemu. Dan sekarang mengapa? mengapa saat bertemu dengan Tuan Jenderal aku malah mempovrokasinya?" batin Tuan Dong merasa takut dan sangat menyesal karena telah bersikap sombong.
Melihat Tuan Dong yang tiba-tiba berlutut dihadapan Evan, kemudian Sang Tuan Muda Sombong dan Para Pengikutnya langsung bertanya dan menegur Tuan Dong.
"Tuan Dong, apa yang sedang kamu lakukan? Mengapa kamu berlutut dihadapan Pemuda rendahan ini?" kata Sang Tuan Muda menegur Tuan Dong dengan nada tinggi.
Kemudian dengan cepat Tuan Dong segera bangkit berdiri, dan tanpa ragu langsung menampar wajah Sang Tuan Muda dengan sangat keras.
"PLAAKK!!" satu tamparan Tuan Dong langsung membuat Sang Tuan Muda terjatuh dan tersungkur dilantai.
Melihat Tuan Dong yang tiba-tiba menampar Sang Tuan Muda sombong sampai jatuh dan tersungkur dilantai, seketika membuat Para Pengikut Sang Tuan Muda sontak terkejut.
"Kurang Ajar! Tuan Dong, mengapa kamu tiba-tiba menampar Saya? Saya adalah Tuan Muda keluarga Dong! Apakah kamu tidak takut mendapat hukuman dari Ayah?" kata Sang Tuan Muda merasa sangat heran dan marah kepada Tuan Dong, sambil memegang wajahnya yang bengkak dan merah akibat ditampar oleh Tuan Dong.
"Mulai detik ini aku akan keluar dari Keluarga Dong! Aku dan keluarga Dong tidak akan memiliki hubungan apapun lagi!" kata Tuan Dong tanpa ragu memutuskan hubungan dengan keluarga Dong.
Mendengar itu perkataan Tuan Dong yang tiba-tiba memutuskan hubungan dengan Keluarga Dong, seketika membuat Sang Tuan Muda dan Para Pengikutnya merasa terkejut untuk yang kedua kalinya.
Sementara itu disisi lain, tampak Evan dan Gu Mei yang hanya diam menonton pertunjukan tersebut. Kemudian Gu Mei yang tadinya duduk, kini bangkit berdiri dan berjalan menghampiri Evan.
Sementara itu setelah Tuan Dong memutus hubungan dengan Keluarga Dong, kemudian Tuan Dong langsung kembali berlutut dan memberi hormat kepada Evan dan Gu Mei.
"Tuan Jenderal! Maafkan Saya, Sebelumnya Saya sama sekali tidak mengenali Tuan Jenderal, makanya Saya berani bertindak kurang ajar kepada Tuan Jenderal! Mohon Tuan Jenderal dapat memaafkan Saya!" kata Tuan Dong memohon sambil berlutut dan memberi hormat kepada Evan dan Gu Mei yang sedang berdiri dihadapannya.
Mendengar Tuan Dong menyebut Pemuda yang ada dihadapan mereka dengan sebutan Tuan Jenderal, seketika langsung membuat Sang Tuan Muda Sombong dan Para Pengikutnya merasa sangat terkejut dan heran.
__ADS_1
"Tuan Jenderal?!" kata Sang Tuan Muda dan Para Pengikutnya secara kompak dan bersamaan.
"Tidak mungkin! Tuan Jenderal tidak mungkin seorang Pemuda rendahan seperti Dia! Aku tidak percaya! Tuan Dong, kamu jangan sampai tertipu oleh Pemuda rendahan ini!" kata Sang Tuan Muda sombong yang sama sekali tidak percaya, kalau pemuda yang ada dihadapan mereka adalah Sang Jenderal Besar Penguasa Nanzhou.
Tidak hanya Sang Tuan Muda sombong saja yang tidak percaya kalau Evan adalah Sang Jenderal Besar Penguasa Nanzhou, tetapi juga Para Pengikutnya. Karena bagaimana pun menurut mereka, bahwa seseorang yang memiliki status dan kekuatan yang sangat luar biasa, tidak mungkin adalah seorang Pemuda yang umurnya masih belum sampai dua puluh tahun tersebut.
"Kalianlah orang rendahan! Pemuda ini adalah Tuan Jenderal Penguasa Nanzhou, sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan kalian yang orang rendahan!" kata Tuan Dong memarahi dan menghina Sang Tuan Muda Sombong dan Para Pengikutnya.
Sementara itu disisi lain, tampak Evan dan Gu Mei yang masih dengan tenang menonton pertunjukan tersebut.
"Tuan Dong ini sepertinya cukup pintar, dia pandai melihat situasi. Setelah melihat wajahku dan mengenali diriku sebagai seorang Jenderal Penguasa Nanzhou, dia tanpa ragu langsung memutus hubungan dengan keluarga Dong yang telah menyinggungku. Tetapi sayang sekali, aku tetap tidak akan melepaskannya, karena aku sangat membenci yang namanya seorang Pengkhianat seperti dirinya!" batin Evan dalam hatinya.
Gu Mei yang sedang melihat pertunjukan tersebut merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan Tuan Dong. Untuk kewaspadaan, kemudian Gu Mei berbisik kepada Evan untuk memberi peringatan.
"Aku tahu!" kata Evan menjawab Gu Mei dengan singkat sambil tersenyum.
Sesaat kemudian Tuan Dong yang telah selesai menampar dan memarahi Sang Tuan Muda Sombong dan Para Pengikutnya, kemudian kembali berbalik badan ke dan berlutut sambil memberi hormat kepada Evan dan Gu Mei.
"Tuan Jenderal, Anda tidak perlu mengotori tangan Anda untuk mengurusi para orang rendahan ini, Anda hanya perlu memerintahkan Saya saja untuk memberi pelajaran kepada Para orang rendahan ini!" kata Tuan Dong sambil berlutut dan memberi hormat kepada Evan.
"Yah, kamu memang benar sekali, para orang rendahan ini memang perlu diberi pelajaran!" kata Evan yang seketika membuat Tuan Dong merasa senang untuk sesaat.
"Tetapi, orang rendahan yang mengkhianati dan meninggalkan kelompoknya saat terkena masalah seperti kamu, jauh lebih pantas untuk diberi pelajaran!" kata Evan dengan menunjukan ekspresi kejam kepada Tuan Dong.
Mendengar perkataan dan melihat ekspresi kejam Evan, seketika membuat Tuan Dong merasa terkejut dan takut dengan keringat dingin yang mengucur diseluruh tubuhnya.
__ADS_1
Kemudian tanpa ragu, Evan langsung mencengkram kepala Tuan Dong dan langsung menghisap seluruh tubuhnya tanpa tersisa.
Melihat Evan yang tiba-tiba menghisap Tuan Dong tanpa tersisa satu helai rambut pun, seketika membuat Sang Tuan Muda Sombong dan Para Pengikutnya merasa terkejut dan ketakutan.
"Apa!?, Tuan Dong yang merupakan seorang petarung Tingkat Jenderal langsung lenyap begitu saa? Pemuda ini sangat hebat, apakah dia benar-benar adalah Sang Jenderal Besar Penguasa Nanzhou? Jika begitu, maka tamatlah diriku!" batin Sang Tuan Muda Sombong tidak berdaya setelah mengetahui, kalau pemuda yang sedang berdiri dihadapannya adalah Sang Jenderal Besar Penguasa Nanzhou.
Sementara itu Evan yang telah menyerap seluruh tubuh Tuan Dong tanpa tersisa, kemudian melihat ke arah Sang Tuan Muda Sombong yang sedang terduduk lemas dan tidak berdaya dihadpannya.
"Sedangkan untuk kamu, Tuan Muda dari keluarga Dong, karena kamu menginginkan wanita yang sedang bersamaku, maka yang akan menghabisimu bukan aku tetapi adalah wanita yang tadi kamu inginkan!" kata Evan sambil memberikan sebuah pedang kepada Gu Mei.
Gu Mei yang telah diberikan pedang oleh Evan, kemudian berjalan mendekati Sang Tuan Muda Sombong tersebut.
"Berani menginginkanku? Kamu pantas mati!" kata Gu Mei sambil mengayunkan pedangnya.
"SRAASSHH!!" hanya dengan satu ayunan pedang, Gu Mei membunuh Sang Tuan Muda Sombong tersebut dengan membelah dua dadanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
......................
__ADS_1