KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 167 : Enam Petarung Kegelapan


__ADS_3

Sore Hari yang sudah mulai gelap, dibarak Prajurit. Evan, Sea Lin dan Qin Shan mendatangi barak tentara, terlihat Wolf yang sedang sibuk mengurus barang hasil rampasan perang sebelumnya.


"Bagaimana dengan hasil rampasan perang kita?" tanya Evan pada Zhang Pin.


"Cukup banyak Jenderal, ada banyak perlengkapan perang, tetapi banyak juga barang-barang biasa yang tidak terlalu berguna yang tidak tau harus aku apakan!" jawab Zhang Pin.


"Hmm.... sungguh sayang jika tidak dimanfaatkan baik, mungkin sudah waktunya untuk membangun pasar perdagangan di Nanzhou!" ujar Evan.


"Kumpulkan dan simpan saja terlebih dahulu barang-barang itu, mungkin kedepannya bisa kita manfaatkan!" perintah Evan pada Zhang Pin.


"Baik Jenderal!" jawab Zhang Pin memberi hormat dan pergi.


"Qin Shan, aku percayakan perkembangan ekonomi Nanzhou padamu, rekrutlah beberapa orang yang dapat dipercaya untuk membantumu!" ujar Evan.


"Kamu tenang saja, aku pasti akan mengusahakan yang terbaik!" kata Qin Shan tersenyum.


"DEG!" tiba-tiba Evan kaget dan merasakan firasat buruk.


"Ririn!" ucap Evan sembari menoleh ke arah kediaman Jenderal.


Diwaktu yang sama di kediaman Jenderal....


Tampak sebuah pertarungan yang hebat terjadi antara kelompok teman-teman Evan dan tiga Hewan Monster spirit milik Evan melawan enam orang berpakaian hitam yang menggunakan penutup wajah.


Tampak teman-teman Evan yang sedang terpojok melawan Enam orang berpakaian hitam itu.


"Dimana Jenderal Li kalian, kami datang ingin berjumpa dengannya!" kata seseorang pria tingkat jenderal level lima yang memimpin orang- orang berpakaian hitam.


"Ingin berjumpa dengan Jenderal kami?, kamu tidak pantas!" jawab Luo Bai.


"Jawab saja, kamu tidak akan menyakiti kalian!" kata pemimpin orang berpakaian hitam tersebut.


"Heh, walau kalian membunuh kami, kami juga tetap tidak akan memberitahu kalian!" kata Reya dengan tegas.


"Kenapa jadi seperti ini?, kenapa sangat sulit untuk bertemu Jenderal li ini?" batin pria tersebut.


"Ketua, apa kita sebaiknya pergi saja?, sepertinya Jenderal li sedang tidak ada dikediamannya!" ujar salah satu orang berpakaian hitam pada ketuanya.


Pria tersebut menghela nafas. "Baiklah, ayo kita pergi!" perintah pria tersebut berbalik badan dan pergi, diikuti oleh lima orang bawahannya.


Beberapa saat kemudian Evan dan Sea Lin kembalo ke jediaman jebderal miliknya, Evan dan Sea Lin terkejut ketika melihat teman-temannya sedang tidak baik-baik saja.

__ADS_1


"Evan kamu kembali......" ucap Luo Bai.


"Siapa yang berani melakukan ini?" tanya Evan.


"Kami tidak tahu siapa mereka, tapi mereka berjumlah enam orang dan mereka berpakaiaan serba hitam dan menggunakan penutup wajah, juga tidak hanya itu, mereka semua juga adalah seorang petarung kegelapan!" jawab Luo Bai.


"Tapi Evan, mereka datang hanya untuk mencarimu dan tidak membunuh kami, sepertinya mereka hanya ingin berurusan dengan kamu!" kata Reya.


"Kemana arah mereka pergi?" tanya Evan.


"Mereka pergi arah utara!" jawab Reya.


"Sea Lin, kamu tetaplah disini, aku akan mengejar enam orang itu!" ucap Evan.


Kemudian Evan pun mengejar enam orang itu menuju suatu hutan kecil tidak jauh dari kota.


Disisi lain enam orang itu bersinggah dihutan kecil tersebut, mereka berenam membuat sebuah api unggun dan duduk didekat api unggun untuk menghangatkan diri.


Tampak mereka sudah membuka penutup wajah mereka, mereka berenam tampak muda, mereka terdiri dari 4 orang pria dan 2 orang wanita.


"Ketua, besok apakah kita akan datang ke kediaman Jenderal untuk mencari Jenderal Li lagi?" tanya seseorang pria muda tingkat Jenderal level tiga, namanya Qiu Shen.


"Hmmm... kita akan coba sekali lagi besok, jika kita tidak bertemu lagi dengan jenderal li maka kita jadi pendekar independen saja seterusnya!" kata ketua mereka yang berada ditingkat Jenderal level lima, namanya Yu Zhong.


"Heh, apakah kalian tidak merasa bahwa kalian terlalu naif?, kalian sudah tahu bahwa kita adalah petarung kegelapan yang tabu didunia pendekar, apa kalian yakin bahwa Jenderal li itu ingin merekrut petarung kegelapan yang tabu seperti kita ini untuk jadi prajurit yang di istimewakan?, tidakkah kalian pikir ini adalah sebuah jebakan?" ujar seorang wanita tingkat Jenderal level empat, namanya Sue Fan Ny


"Aku pikir tidak, aku mendapat informasi bahwa Jenderal Li dan tangan kanannya juga seorang petarung kegelapan seperti kita, jadi aku pikir dia mungkin bersungguh-sungguh ingin merekrut prajurit petarung kegelapan!" saut seorang pria tingkat jenderal level Empat bernama Sai Qiu


"Sudahlah Su Shan, kita percaya saja pada ketua, dan berdoa semoga Jenderal Li ini bersungguh-sungguh ingin merekrut prajurit petarung kegelapan!" kata seorang wanita merangkul Su Shan, wanita itu berada ditingkat jenderal level dua, namanya Qing Wei.


"Semoga besok tidak ada terjadi masalah lagi...." ucap Yu Zhong.


Tidak lama kemudian Evan pun sampai ditempat Enam orang itu, Evan datang menghampiri mereka.


"Akhirnya aku menemukan kalian" sapa Evan yang sudah mengeluarkan pedangnya.


Kedatangan Evan membuat enam orang itu terkejut, mereka berenam segera bangkit berdiri.


"Siapa kamu?!" tanya Yu Zhong waspada.


"Aku Jenderal Li yang kalian cari, kalian berani menyerang ke kediamanku dan Ingin kabur setelah menyerang wanita dan teman-temanku?, jangan harap!" ucap Evan yang membuat enam orang itu terkejut.

__ADS_1


Kemudian Evan menyerang enam berpakaian hitam orang itu dengan jurus tebasan pedang, enam orang itu menghindar dengan cepat.


"Semuannya Serang!" perintah Yu Zhong kepada teman-temannya.


Evan terkejut ketika melihat bahwa enam orang itu adalah seorang Petarung kegelapan sama seperti dirinya.


"Raja Naga Hitam!" seru Yu Zhong mengeluarkan jurus sebuah Naga Hitam yang terbentuk dari energi spiritualnya, kemudian Naga itu menyerang Evan.


Namun Evan dengan sekali ayunan pedangnya langsung menebas memotong naga tersebut.


"Le-Mah!" ucap Evan dengan dingin.


Kemudian dari samping Sai Qiu mengeluarkan sebuah gulungan kertas dan mengelarnya sembari mengambil sebuah kuas, dan kemudia Sai Qiu menggambar dua ekor harimau di atas gulungan kertas tersebut.


"Lukisan Tinta Langit!" ucap Sai Qiu yang kemudian dua ekor harimau hitam putih keluar dari gambar yang tadi dia gambar di gulungan kertas.


Dua harimau itu langsung menyerang Evan namun sama seperti sebelumnya, Evan dapat dengan mudah menghancurkannya hanya dengan satu ayunan pedang saja.


Kemudian dari sisi lainnya lagi, Qing Wei menyerang Evan dari atas udara.


"Seribu Senjata Pembunuh" Qing Wei menyerang Evan dengan banyak senjata rahasia yang berbeda-beda bentuk.


Semua senjata kecil itu diselimuti aura kegelapan yang membuat senjata-senjata itu menjadi semakin kuat.


Namun Evan yang sudah berlatih kekuatan Raga membuat tubuhnya sekeras batu, hingga membuat semua senjata itu hanya memantul saja dari tubuh Evan, dan tidak melukai Evan sedikitpun.


"Tap!" Evan menangkap satu kunai yang mengarah padanya.


"Hanya senjata biasa yang diberi sedikit kekuatan spiritual saja tidak akan bisa menyakitiku!, Heh, dengan kekuatan kalian yang lemah seperti ini sudah berani datang mencari masalah denganku?, kalian cari mati!" kata Evan santai dengan raut wajah dingin.


"Karena kalian adalah petarung kegelapan, maka ayo aku akan bertarung dengan elemen kegelapan juga!" kata Evan menghunuskan pedangnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


......................

__ADS_1


......................


......................


__ADS_2