KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 110 : Kembali Bersama #2


__ADS_3

"Kau jangan banyak omong kosong" ucap Evan mendorong wajah Tang Chen.


"Semuannya jangan berpura-pura lagi!, bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Evan kepada semuannya sambil menggendong Cao Cao.


"Cao Cao kamu pergilah susul Kak Ririn ke kamarnya, katakan Kak Evan sebentar lagi akan kesana." bisik Evan pada Cao Cao sambil menurunkan Cao Cao, Cao Cao pun mengangguk dan langsung pergi.


"Semenjak kejadian waktu itu tiga ribu lebih murid Sekte telah keluar dengan alasan yang bermacam-macam, tapi yang paling banyak adalah karena masalah tidak adanya sumber daya!" Ucap Luo Bai.


"Jadi karena masalah itu, tapi sekarang kita tak perlu khawatir soal sumber daya lagi aku sudah ada!" ucap Evan.


"Kau Ada !?" ucap mereka serentak.


"Sumber daya yang kita butuhkan itu tidak sedikit, apa kau sungguh ada?" tanya Chu Xian.


"Aku Sekarang sangat memiliki banyak, dan ditambah lagi dua cincin penyimpanan milik Mo Wu zhang dan Mo Ling yang sebelumnya telah aku bunuh!" batin Evan ternyum.


Kemudian Evan mengeluarkan seperkian dari sumber daya yang dimilikinya yang berupa bahan obat yang hampir memenuhi seluruh halaman hingga membuat teman-teman terkejut.


"Astaga, apa semua ini sungguh punyamu?" tanya Tang Chen.


"Tidak, itu hanya sebagian kecilnya saja, aku masih punya ribuan Kitab muslihat, teknik kultivasi dan Jurus juga banyak senjata spiritual dan juga Pil!" ucap Evan menjelaskan yang membuat para teman-temannya tekejut.


"Evan, Dari mana kau dapatkan semua itu!?" tanya Luo Bai.


"Benar, dari mana kau mendapatkannya!?" tanya Chu Xian.


"Kenapa kalian bertanya seperti Evan adalah seorang pencuri atau perampok?" ucap Ran Ran membela Evan.


"Bukan, bukan seperti itu, kami hanya terkejut saja!" jawab Chu Xian.


"Benar, kami hanya terkejut, kami minta maaf jika sudah curiga padamu!" ucap Luo Bai.


"Ahahaha.. tidak apa-apa hanya sebuah salah paham." ucap Evan santai dan tidak mempermasalahkannya.


"Sudah, sudah, Kak Evan tolong beritahu kami kau mendapat semua itu dari mana?" tanya Sea Lin menengahi dengan tenang.


"Lebih dari setengah bahan obat aku dapatkan dari Hutan Kematian dan sebagian kecilnya dari cincin milik para Tetua dan Jenderal Ryu dan sebagiannya lagi adalah harta Sekte yang tersembunyi!" ucap Evan menjelaskan kepada teman-temannya.


"Harta tersembunyi!?" ucap mereka serentak.


"Benar, harta itu sangat tersembunyi hingga hanya seorang tetua kepala sekte saja yang mengetahuinya!" jawab Evan.

__ADS_1


"Oooh jadi seperti itu...."


"Oh yah Sea Lin-Reya ini untuk kalian berdua!" ucap Evan melemparkan dua Cincin kepada Sea Lin dan satu cincin kepada Reya.


"Ini......"


"Itu adalah cincin ruang penyimpanan milik Ayah dan Kakekmu Sea Lin dan itu milik Ayah kamu Reya, mereka memberikannya padaku sebelum mereka terbunuh, tapi aku merasa kalau kalian lebih layak untuk mendapatkannya dari pada aku, karena kalian adalah kekuarganya!" ucap Evan.


"Jadi maksudmu...." ucap mereka serentak.


"Benar, para Tetua dan Jenderal Ryu telah mati dipertarungan kejadian waktu itu dan mereka mempercayakan semuannya padaku serta menunjukku menjadi Tetua Kepala Sekte yang baru."


"Apa, kau jadi kepala sekte!?" Ucap mereka terkejut lagi.


"Yah, ini memang sulit dipercaya, jadisebagai tanda bukti kepala sekte memberiku cincin penyimpanan miliknya dan juga Token tetua kepala Sekte." jawab Evan.


"Kami percaya padamu, tapi ini adalah tugas yang cukup sulit untukmu." ucap Qin Shan.


"Benar Kak Evan, ini cukup sulit!" ucap Sea Lin


"Ini memang sulit untukku, jadi aku membutuhkan kalian untuk membantuku kedepannya." Ucap Evan berharap dengan serius.


"Evan, kau adalah teman kami yang sudah kami anggap seperti saudara sendiri, tenang saja kami pasti akan membantumu!" ucap Qin Shan.


"Yah, kami pasti akan membantumu sekuat tenaga, semampu yang kami bisa!" ucap Luo Bai.


"Benar Kak Evan, kami pasti membantumu dan aku pasti akan menjadi orang kepercayaanmu yang paling setia!" ucap Sea Lin.


"KAMI SEMUA PASTI AKAN MEMBANTUMU!" ucap Teman-teman Evan dengan penuh semangat.


"Terima kasih teman-teman." ucap Evan tersenyum bahagia.


"Hei Evan, kau jangan melupakan kamu bertiga!, kami juga akan membantumu!" ucap Gu Mei yang mewakili Nan Ruyu dan Paman Qian Ji yang sedari tadi terabaikan.


"Kami ini juga temanmu kan?" tanya Nan Ruyu yang sok dekat dan menempel pada Evan.


Melihat itu teman-teman Evan langsung terkejut.


"Oh hahaha...,, aku hampir melupakan kalian!" ucap Evan berbalik sambil menggaruk kepalanya.


"Oh yah Evan, mereka siapa? kau belum mempernalkannya pada kami!" ucap Reya memandang Gu Mei dengan penuh aura permusuhan.

__ADS_1


"Iyah benar, siapa mereka?" ucap Ran Ran yang ikut-ikutan.


"Hadeeh..., ini adalah Gu Mei putri dari kaisar Gu Tianxing, dan ini adalah Nan Ruyu dan ini adalah paman Qian Ji, mereka bertiga juga adalah teman-temanku seperti kalian!" ucap Evan memperkenalkan satu per satu.


"Putri kaisar?!" ucap mereka terkejut mendengarnya.


"Bagaimana seorang putri kaisar bisa bersamamu!?" tanya Reya.


"Hmmm panjang ceritanya." jawab Evan.


"Kalau begitu tidak usah ceritakan." ucap Reya acuh.


"Dia sepertinya juga menyukai Evan" batin Reya tidak senang melihat Gu Mei yang terus menempel pada Evan.


"Ekhem!, Evan sepertinya kau harus mengumumkan ini kepada seluruh murid kalau kau sekarang adalah Tetua kepala sekte mereka!" ucap Reya.


"Yah benar apa yang kamu katakan, umumkan kepada seluruh murid untuk berkumpul di balai kota besok pagi!" Perintah Evan.


"......Dan setelah itu kita berkumpul kembali di Aula rapat Kediaman Jenderal nanti malam!" perintah Evan.


"Baiklah Siap!" ucap teman-teman Evan serentak.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...



...SALAM RAN RAN...


...✌WAJIN LIKE DAN KOMENT👌...


...👍👍👍👍👍👍👍👍👍...


...👇...


...👇...


...👇...


...👇...

__ADS_1


__ADS_2