KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 493 : Aku Ingin Berperang


__ADS_3

Beberapa saat kemudian di lapangan latihan. Tampak Evan dan Cao Cao yang sedang bersiap untuk melakukan latihan bertarung.


Sedangkan di bawah pohon di pinggir lapangan latihan, terlihat Ririn dan yang lainnya sedang duduk untuk menonton pertarungan Evan dan Cao Cao.


"Apakah kamu sudah siap?" tanya Evan pada Cao Cao.


"Aku sudah siap. Tapi sebelum bertarung aku ingin mengajukan satu permintaan pada Kakak. Jika serangan aku berhasil melukai Kakak, Kakak harus mengijinkan aku pergi ke Medan Perang bersama Kakak." pinta Cao Cao yang masih bersikeras untuk ikut pergi bersama Evan ke Medan Perang.


Mendengar permintaan Cao Cao, seketika Evan dan Para Penonton yang ada di pinggir lapangan latihan merasa terkejut.


"Apakah kamu benar-benar ingin pergi ke Medan Perang?" tanya Evan.


"Yah Kakak! Aku sangat ingin pergi ke Medan Perang untuk membantu Kakak!"


Mendengar perkataan Cao Cao, Evan hanya diam sambil memandang ke arahnya.


"Sayang, biarkanlah Cao Cao ikut denganmu." kata Ririn dari pinggir lapangan.


Evan terkejut mendengar perkataan Ririn.


"Tapi Ririn, Medan Perang adalah tempat yang berbahaya untuknya. Aku tidak bisa membiarkannya pergi ke tempat berbahaya seperti itu." kata Evan.


"Evan, apakah kamu ingat tujuan pertama kamu membawa kami semua datang ke Nanzhou?" tanya Ririn.


Evan mencoba mengingatnya. Evan ingat tujuan pertama dirinya membawa semua orang datang ke Nanzhou adalah untuk membuat semua orang menjadi kuat dan memiliki keberanian untuk berperang. Evan ingin mengasah kemampuan semua orang dan menjadikan mereka semua sebagai seorang prajurit yang berani menghadapi semua masalah.


Mengingat semua itu Evan terdiam.


"Tapi mereka berbeda dengan Cao Cao." ucap Evan.


"Mereka tidak berbeda, tetapi kamulah yang membedakannya. Kamu terlalu menyayangi Cao Cao." kata Ririn segera menjawab.


Semua mata tertuju pada Evan yang hanya diam.


"Sayang, seharusnya kamu senang dan bangga melihat Cao Cao memiliki keberanian untuk maju ke Medan Perang. Dia masih berumur dua belas tahun, tetapi dia tidak takut untuk ikut membantu kamu berperang melawan musuh."

__ADS_1


"Biarkanlah Cao Cao ikut denganmu ke Medan Perang. Jika Cao Cao ikut berperang denganmu, maka itu akan baik untuk perkembangannya di masa depan. Kamu tidak boleh terus mengurungnya di dalam perlindunganmu."


"Cao Cao harus melihat dunia luar dan mencari pengalaman hidupnya sendiri. Jika kamu terus mengurung dan mengekang Cao Cao seperti ini, maka Cao Cao hanya akan menjadi seperti seekor burung elang yang tidak dapat terbang karena terhalang oleh sangkar yang mengurungnya."


"Cao Cao memiliki bakat yang hebat. Dia akan lebih cepat berkembang bila ia ikut berperang bersamamu di Medan Perang. Jadi Sayangku, kamu jangan halangi Cao Cao untuk ikut pergi bersamamu ke Medan Perang. Biarkan Dia terbang bersamamu dalam perkembangannya." kata Ririn panjang lebar.


Setelah mendengar perkataan Ririn, kemudian Evan menghela nafas dan kembali melihat ke arah Cao Cao.


"Aku hanya tidak ingin Cao Cao terluka," kata Evan yang sangat menyayangi Adik angkatnya tersebut.


"Aku tahu. Tapi aku percaya, kamu pasti bisa melindunginya." ucap Ririn.


Evan menghela nafasnya lagi.


"Baiklah Cao Cao, karena kamu mendapatkan dukungan dari Kakak Ririn, maka kamu tidak perlu bertaruh dengan Kakak lagi. Kakak akan mengijinkan kamu untuk ikut bersama Kakak ke Medan Perang. Tapi dengan satu syarat, kamu harus menunjukkan performa terbaikmu dalam latihan hari ini." kata Evan membuat Cao Cao seketika merasa sangat senang.


"Terima kasih Kakak! Cao Cao sangat senang sekali!" Cao Cao yang merasa gembira langsung memeluk Evan.


"Kamu jangan hanya berterima kasih kepada Kakak saja, kamu juga harus berterima kasih pada Kakak Ririn. Jika Kakak Ririn tidak membantumu berbicara, sekarang kamu tidak mungkin bisa mendapatkan izin dari Kakak." ujar Evan.


RinRin tersenyum melihat itu.


Kemudian Evan dan Cao Cao berdiri di tengah lapangan latihan dan siap untuk melakukan pertarungan.


"Kakak Evan, kamu harus bersiaplah, aku akan menyerang mu dengan menggunakan teknik yang baru aku kuasai akhir-akhir ini." kata Cao Cao mengeluarkan Tombak Tulang Emas miliknya.


"Bagus! Kalau begitu, Kakak akan membiarkan kamu bertarung sampai puas dengan teknik yang baru kamu kuasai itu." kata Evan yang masih berdiri diam di tempatnya.


Kemudian tanpa menunggu lama, Cao Cao segera mengumpulkan energi spiritual ke Tombak Tulang Emas miliknya.


Cao Cao terus mengumpulkan energi spiritual pada Tombak Tulang Emas miliknya, hingga energi spiritual yang terkumpulkan tampak membara.


*Itu adalah Energi Tombak yang cukup kuat untuk anak seusianya. Tapi.......* batin Evan fokus memperhatikan Cao Cao yang sedang mengumpulkan energi tombak.


"Cao Cao! Teknik Tombak kamu memang cukup kuat, tapi cara kamu mengumpulkan energinya terlalu lama, itu akan menjadi kelemahan fatal kamu dalam pertarungan. Cobalah untuk lebih fokus merasakan aliran energi yang mengalir dari tanganmu ke Tombak yang kamu pegang. Dan mata kamu juga jangan hanya fokus pada Tombak yang kamu pegang. Fokuskan kedua matamu pada musuh yang di hadapan kamu." ujar Evan memberikan arahan pada Cao Cao.

__ADS_1


Namun Cao Cao sama sekali tidak mendengarkan arahan dari Evan, Cao Cao tetap fokus mengumpulkan energi spiritual pada tombaknya dengan caranya sendiri.


Kemudian Cao Cao mengangkat pandangannya dan fokus melihat ke arah Evan yang ada di hadapannya.


Setelah energi spiritual pada Tombak Tulang Emas telah selesai terkumpulkan, kemudian energi tombak tersebut membentuk satu ekor elang emas yang terbang dengan gagahnya.


"Tombak Garuda Emas!" Cao Cao maju menyerang dan mengayunkannya tombaknya ke arah Evan.


*Haaiiss..., sepertinya bocah ini sama sekali tidak mendengarkan arahan dariku.* batin Evan menghela nafas.


Kemudian Evan mengangkat dan mengarahkan satu telapak tangannya untuk menahan serangan Tombak Garuda Emas milik Cao Cao.


"BAAMM!!" serangan Tombak Garuda Emas milik Cao Cao menghantam Evan dengan sangat kuat.


Asap putih mengepul di sekitar Evan.


Dengan cepat Cao Cao mengambil kesempatan tersebut untuk melakukan serangan sekali lagi.


Cao Cao segera maju menyerang dan menghunus tombaknya ke arah Evan yang masih dikepung oleh kepulan asap.


Namun "TAP!" Cao Cao seketika kaget. Di saat ujung tombak sudah akan mengenai tubuh Evan, Evan berhasil menangkap dan menahan ujung tombak tersebut dengan tangan kirinya.


"Dasar bocah bandel! Bukannya mendengarkan arahan yang aku berikan malah langsung maju menyerang!" ucap Evan tersenyum tidak enak pada Cao Cao.


"Ulangi lagi! Kali ini dengarkan arahan dariku. Jangan asal maju menyerang seperti tadi!" ujar Evan dan kemudian melepas ujung tombak yang dipegangnya.


"Baik Kakak!" Cao Cao mendengarkan perintah Evan dengan patuh.


Kemudian Evan dan Cao Cao Melanjutkan latihan bertarung mereka dengan lebih baik.


Cao Cao mendengarkan semua perkataan, bimbingan dan arahan yang di berikan oleh Evan dengan baik.


Latihan mereka berjalan lancar. Dan latihan kali ini, Cao Cao mendapatkan banyak sekali arahan dan pencerahan dari Evan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2