KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 325 : Keluar Dari Gua Gravitasi


__ADS_3

Dua hari kemudian energi spiritual yang ada didalam Gua Gravitasi sudah mulai berkumpul dan mulai kembali normal, sedangkan diluar Gua Gravitasi tampak semua orang telah pergi untuk menjalankan tugas mereka masing-masing, kecuali Para Tetua, Hua Qing Qing, Sai dan Zhang Xiu.


Melihat Evan yang masih belum keluar dari Gua Gravitasi, mereka semua tampak merasa khawatir kepada Evan.


"Sudah delapan hari, kenapa Jenderal Evan Li masih belum keluar juga dari Gua Gravitasi?" tanya Zhang Xiu merasa khawatir.


"Kira do'a kan saja yang terbaik, semoga Jenderal Evan Li tidak terjadi apa-apa didalam sana!" kata Tetua Hua.


Semua orang merasa khawatir kecuali Sai, Sai adalah satu-satunya orang yang tidak merasa khawatir sedikit pun, karena Sai yakin bahwa Evan pasti akan baik-baik saja.


"Kalian semua tidak perlu merasa khawatir, aku yakin bahwa Jenderal Evan Li pasti akan baik-baik saja, Jenderal Li sudah sering membuat sebuah keajaiban yang tidak terduga, kalian juga sudah melihatnya bukan?, Apakah kalian masih tidak percaya kepada Jenderal Evan Li Penguasa Nanzhou kami?" ujar Sai kepada semua orang.


Mendengar perkataan Sai yang begitu percaya diri, maka kekhawatiran mereka semua pun berkurang dan memcoba untuk percaya bahwa Evan pasti akan tetap baik-baik saja.


Tak lama kemudian Tetua Hua melihat ada sebuah bayangan manusia yang berjalan keluar dari Gua Gravitasi.


"Semuannya lihat!, ada bayangan seseorang yang berjalan keluar dari Gua Gravitasi!" kata Tetua Hua memberitahu yang lainnya.


Mendengar Tetua Hua, seketika semua orang langsung menoleh dan melihat ke arah bayangan seseorang yang berjalan keluar dari Gua Gravitasi.


Tak lama kemudian akhirnya seseorang tersebut menampakkan dirinya, dan benar saja apa dugaan mereka bahwa bayangan tersebut adalah bayangan Evan Sang Jenderal Besar Penguasa Nanzhou.


"Halo semuannya!, sepertinya kalian semua sedang menunggu aku keuar dari Gua Gravitasi, benarkan?" kata Evan kepada semua orang yang sedang menunggu Evan.


"Jenderal Evan Li, akhirnya engkau kaluar juga! kami semua sangat mengkhawatirkan engkau!" kata Tetua Hua merasa senang melihat Evan telah keluar dari dalam Gua Gravitasi.


Tampak semua orang merasa sangat senang dan gembira melihar yang telah berhasil keluar dari dalam Gua Gravitasi dengan selamat tanpa terluka sedikit pun.


Namun kemudian suasana menjadi serius, ketika Tetua Meng yang penasaran dengan apa yang ditemukan oleh Evan setelah melewati titik sejauh 899 ke dalam Gua Gravitasi.


"Jenderal Evan Li, kamu telah berhasil melewati batas terdalam Gua Gravitasi, setelah melewati batas terdalam yaitu titik 899 meter ke dalam Gua Gravitasi, apa yang anda temukan didalam sana? tanya Tetua Meng merasa sangat penasaran.


Mendengar pertanyaan Tetua Meng, seketika semua orang menjadi diam dan serius.


"Sebenarnya Gua Gravitasi ini memiliki panjang seribu meter!" jawab Evan yang seketika langsung membuat semua orang merasa sangat terkejut.

__ADS_1


"Seribu Meter?, maksud Jenderal Li berhasil adalah Jenderal Li telah berhasil masuk sampai ke ujung Gua Gravitasi?" tanya Tetua Meng merasa sangat terkejut.


"Benar sekali, tetapi sebaiknya kita cari tempat yang nyaman untuk membicarakannya!" ujar Evan kepada mereka semua.


"Baiklah, ini memang adalah hal yang sangat penting dan serius, sangat tidak nyaman jika kita membicarakannya ditempat yang seperti ini, Ayo kita pergi ke aula rapat para Tetua untuk membicarakannya!" ujar Tetua Hua kepada yang lainnya.


Kemudian semua orang pun setuju untuk pergi ke Aula Rapat Para Tetua.


Singkat cerita mereka semua pun sampai di Aula Rapat Para Tetua kecuali Zhang Xiu, tampak mereka semua duduk dengan sebuah meja besar berbentuk persegi panjang ditengah mereka.


"Apakah benar Jenderal Evan Li telah berhasil masuk sampai ke Ujung Gua Gravitadi?" tanya Tetua Meng kepada Evan.


"Tentu saja benar!" jawab Evan.


"Terus apa yang anda temukan di Ujung Gua Gravitasi?" tanya Tetua Meng merasa penasaran.


"Disaat aku sampai di Ujung Gua Gravitasi, aku menemukan sebuah tempat yang sangat besar dan luas, disana aku bertemu dengan Jiwa seorang Senior yang sangat hebat, Senior itu bernama Sun Guan Ji, dan dia telah hidup lebih dari 100 ribu tahun lamanya." kata Evan mulai bercerita kepada mereka semua.


Mendengar itu mereka semua semakin penasaran dengan apa saja yang terjadi dan dialami oleh Evan diujung Gua Gravitasi.


"Senior Sun Guan Ji sangat bersikap baik kepadaku, Namun Senior Guan Ji berkata bahwa dirinya akan menghilang dan lenyap dari dunia ini. Setelah itu aku menemaninya selama tiga hari, kami tinggal bersama selama tiga hari, dan selama tiga hari kami berdua banyak bercerita tentang pengalaman hidup kami masing-masing. Setelah tiga hari kemudian Senior Sun Guan Ji pun benar-benar menghilang dari dunia ini, sebelum pergi Senior Sun Guan Ji memberikan semua peninggalannya kepadaku!" kata Evan bercerita dengan singkat kepada mereka semua.


"Harta peninggalan?" tanya Tetua Hua merasa penasaran.


"Yah!" kata Evan menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.


Karena Evan ingin menunjukan harta peninggalan yang diberikan oleh Senior Sun Guan Ji, Evan pun bangkit berdiri dan berjalan ke tempat lain yang cukup luas.


Kemudian Evan mengeluarkan semua harta karun peninggalan yang diberikan oleh Senior Sun Guan Ji dari cincin penyimpanannya.


Namun Evan yang licik tidak mengeluarkan semua harta karun peninggalan Senior Sun Guan Ji, Evan menyimpan semua harta karun yang paling berharga didalam cincin penyimpanannya yang satunya lagi.


Harta Karun yang paling berharga yang disimpan oleh Evan untuk dirinya sendiri adalah, Darah Hewan Monster yang didapatkan dari kolam darah, batu Gravitasi, Pil-Pil tingkat tujuh ke atas, tiga senjata dan tingkat semesta, juga beberapa harta karun yang paling berharga lainnya.


Semua orang merasa sangat terkejut dan takjub dengan semua harta karun berharga yang dikeluarkan oleh Evan.

__ADS_1


Diantara semua harta karun tersebut terdapat batu-batu spiritual tingkat tinggi, senjata atau alat spiritual kelas langit, banyak Pil berharga tingkat tinggi, dan beberapa benda berharga lainnya.


"Ini semua adalah harta peninggalan yang diberikan oleh Senior Sun Guan Ji itu kepada Jenderal Evan Li?, ini semua adalah harta karun yang sangat berharga!" kata Tetua Hua merasa sangat takjub dengan semua harta karun tersebut.


"Yah, karena aku mendapatkan semua harta karun ini dari tempat di Sekte Gunung Abadi, maka aku ingin membagi harta peninggalan yang diberikan oleh Senior Sun Guan Ji kepada Sekte Gunung Abadi, kita bagi dua semua harta karun ini biar adil!" ujar Evan kepada mereka semua sambil tersenyum untuk menyembunyikan kelicikannya.


Melihat bahwa Evan ingin membagi dua semua harta karun itu kepada Sekte Gunung Abadi, seketika mereka semua merasa sangat senang dan gembira, kecuali Sai.


"Benarkah?, Jenderal Evan Li ingin membagi dua semua harta karun ini kepada Sekte Gunung Abadi?, ini semua harta karun yang sangat berharga, apakah Jenderal Evan Li rela?" tanya Tetua Hua kepada Evan.


"Walaupun tidak rela tetapi aku harus tetap rela, bagaimana pun aku mendapatkan semua harta karun ini ditempat Sekte Gunung Abadi kalian, dan dengan cara ini aku berharap semoga hubungan Nanzhou dan Sekte Gunung Abadi dapat menjadi lebih erat!" ujar Evan dengan tersenyum ramah untuk menyembunyikan kelicikannya kepada mereka semua.


Melihat Evan yang terlihat tulus untuk membagi dua semua harta karun itu kepada Sekte Gunung Abadi, maka mereka semua pun sama sekali tidak menaruh kecurigaan kepada Evan.


"Kalau begitu kami sebagai Para Tetua Sekte Gunung Abadi mewakili Sekte Gunung Abadi mengucapkan banyak terima kasih atas pemberian Jenderal Li!" kata Para Tetua yang sangat berterima kasih kepada Evan.


Para Tetua dan Hua Qing Qing tampak merasa sangat senang atas Evan yang memberikan setengah dari Harta Karun itu kepada Sekte Gunung Abadi.


Disisi lain, Evan untuk menyembunyikan kelicikannya terus tersenyum dengan ramah kepada Para Tetua dan Hua Qing Qing yang sedang merasa sangat senang.


Dan disisi lainnya lagi, tampak Sai yang tidak merasa senang karena Evan yang membagi dua harta karun itu kepada Sekte Gunung Abadi.


"Jenderal, mengapa anda begitu baik hati sekali?, jika dihitung-hitung harta karun yang kamu berikan kepada mereka jika dijumlahkan setara dengan puluhan bahkan ratusan juta kristal spirit!" ujar Sai berbisik kepada Evan.


"Hehehe kamu tahu apa, kamu tenang saja kita hanya rugi sedikit!" ujar Evan kepada Sai.


Setelah mendengar perkataan Evan, Sai tetap saja merasa tidak senang atas pembagian harta karun tersebut.


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...

__ADS_1


......................


__ADS_2