
"Serang!" seru Evan maju menyerang yang langsung diikuti oleh Sea Lin dibelakangnya.
Sea Lin melemparkan tombak sabitnya hingga terbang berputar dengan sangat cepat ke arah Mo Liang.
Melihat Sea Lin melemparkan tombak sabit ke arahnya, dengan segera Mo Liang pun langsung menghindarinya.
"CRAASSHH!!" tombak sabit yang terbang sambil berputar dengan sangat cepat berhasil menggores wajah Mo Liang.
Disisi lain Evan berlari dengan kencang ke arah Mo Liang.
"Langkah Kilat Surgawi!" Evan maju menyerang dengan gerakan yang sangat cepat seperti kilat ke arah Mo Liang.
Kemudian tampak Evan menyalurkan energi bintang ke pedang yang dipegangnya, hingga pedang tersebut diselimuti oleh energi bintang berwarna ungu.
Sambil berlari seperti kilat, Evan pun mengayunkan pedangnya hingga menciptakan sebuah gelombang tebasan berwarna ungu mengkilat yang menyerang ke arah Mo Liang.
Melihat itu Mo Liang pun dengan segera langsung ikut mengayunkan tombak Emas miliknya, hingga menciptakan sebuah gelombang tebasan berwarna emas yang menyerang ke arah Evan.
"DUAAARRR!!" tebasan pedang milik Evan dan tebasan tombak milik Mo Liang pun saling menghantam dengan sangat kuat.
"CRAASSHH!!" namun sisa gelombang tebasan milik Evan tetap berhasil dan menebas dada Mo Liang.
"Sial!, kekuatan aneh apa yang digunakan olehnya?" batin Mo Liang merasa terkejut.
Kemudian tampak Sea Lin yang terbang melesat menyerang ke arah Mo Liang dengan terjangan kakinya.
"BRUAAAKK!!" Sea Lin sengan sangat kuatnya berhasil menerjang perut Mo Liang, hingga membuat Mo Liang memuntahkan darah dari mulutnya dan langsung terlempar hingga puluhan meter jauhnya.
Sea Lin terus lanjut berlari ke arah Mo Liang sambil menarik dan menangkap kembali tombak sabit miliknya.
Dari sisi lainnya tampak Evan yang terbang melesat diudara mengikuti Mo Liang yang sedang terlempar.
Disaat Mo Liang masih sedang terlempar, Mo Liang melihat Evan yang terbang melesat di udara ingin mengeluarkan sebuah jurus tebasan pedang.
Kemudian Evan pun mengayunkan pedangnya yang diselimuti dengan energi bintang, ayunan pedang Evan seketika langsung menciptakan sebuah gelombang tebasan raksasa.
Melihat itu Mo Liang pun dengan segera langsung mencoba menahan gelombang tebasan raksasa tersebut dengan tombak emas miliknya.
"DUAAARRR!!!" tebasan raksasa milik Evan menghantam Mo Liang dan daratan yang langsung membuat sebuah parit besar sepanjang puluhan meter.
__ADS_1
Kemudian dari sisi lainnya lagi, datang Sea Lin yang menciptakan delapan Bom Darah secara bersamaan, dan kemudian langsung melenparkan delapan Bom Darah tersebut menyerang ke arah Mo Liang yang berada didalam parit besar.
Delapan Bom darah terbang memasuki parit ke arah Mo Liang, hingga....
"BOOMM! BOOMM! BOOMM! BOOMM!!" delapan Bom Darah meledak dan menghancutkan daratan, hingga puing-puing daratan terangkat dan terbang ke udara.
"Whooosshh!...." tampak Mo Liang dengan tubuh terluka terlempar keluar dari dalam parit besar.
Mo Liang mendarat dengan kedua kaki menghantam tanah, hingga tanah yang menjadi tempat mendarat membentuk sebuah lubang kawah yang cukup besar.
Dengan nafas yang terengah-engah sambil memegang tombak emasnya, Mo Liang melihat ke arah Evan dan Sea Lin yang sedang terbang melesat datang ke arahnya.
Kemudian dengan segera Mo Liang langsung mengeluarkan jiwa dewa miliknya yaitu Raksasa Kerbau Emas.
Mo Liang mengendalikan Raksasa Kerbau Emas untuk mengayunkan tombak emas raksasanya secara vertikal kebawah.
"DUAAAARRRR!!!" tombak emas raksasa menghantam daratan hingga daratan tersebut hancur dan bongkahan-bongkahan tanah raksasa terangkat ke atas.
Sementara itu Evan dan Sea Lin terus terbang bersama ke arah Mo Liang.
Tampak Evan mengepal tangan kanannya yang diselimuti oleh energi bintang berwarna ungu, tampak garis-garis urat otot Evan mengeluarkan cahaya ungu yang berkelap-kelip.
"TINJU PELEDAK BINTANG!!-LEDAKKAN DARAH HALILINTAR!!" seru Evan dan Sea Lin menyerang secara bersamaan.
Tampak dari tinju Evan keluar sebuah cahaya ungu berkelap-kelip yang melesat menyerang ke arah Mo Liang, sedang Sea Lin dengan sangat kuat dan cepat melemparkan Bom Darah halilintar miliknya.
Cahaya Ungu Berkelap-kelip dan Bom Darah Halilintar melesat dan menghancurkan semua bongkahan batu raksasa yang menghalangi mereka.
Kedua serangan milik Evan dan Sea Lin terus terbang melesat hingga. "BAAAMMM!!" kedua serangan tersebut menghantam Raksasa Kerbau Emas dengan sangat kuat, hingga membuat Mo Liang seketika langsung memuntahkan darah dari mulutnya.
"BOOOMMM!! DUUAAARRR!!!" ledakan besar pun terjadi dengan sangat kuat hingga membuat Raksasa Kerbau Emas hancur dan lenyap seketika.
Ledakan besar menciptakan sebuah gelombang besar yang lagi-lagi mengangkat dan menghancurkan daratan yang terkena efek gelombang besar tersebut.
Kemudian tampak Mo Liang yang terlempar ke udara keluar dari ledakan, hingga kemudian akhirnya jatuh menghantam tanah dan terseret dan berguling-guling hingga puluhan meter jauhnya.
Mo Liang segera langsung berhenti hingga membuat angin hempasannya menghancurkan bongkahan-bongkahan batu yang ada dibelakangnya.
"KEPARAT!!" teriak Mo Liang dengan mulut penuh darah.
__ADS_1
"PLAK!" Mo Liang langsung berjongkok dan menempelkan kedua telapak tangannya ke tanah.
"Golem-Naga-Tanah-Penguasa!!" sebut Mo Liang dengan sangat kencang.
Kemudian dari tanah pun keluar dan terciptalah Golem Tanah Raksasa dan Lima Ekor Naga Tanah dengan mata yang berwarna emas terang.
"GROOAAAAAARRR!!!" Golem Tanah Raksasa dan Lima Naga Tanah mengaum dengan sangat kuat, hingga menciptakan sebuah gelombang suara yang menggetarkan daratan.
Sementara itu disisi lain tampak Evan dan Sea Lin mendongak melihat Golem Tanah Raksasa dan Lima Naga Tanah tersebut.
Hingga tiba-tiba. "Uhuk! Uhuk! Uhuk!" Evan terbatuk hingga mengeluarkan darah dari mulutnya, dan energi ungu yang keluar dari tubuhnya menjadi kacau dan mulai redup.
Seketika Evan langsung berlutut dengan tangan kiri memegang dadanya dan tangan kanan memegang gagang pedang yang tertancap ke tanah.
Melihat itu Sea Lin merasa khawatir. "Kakak Besar, kamu tidak apa-apa?" tanya Sea Lin yang hendak memapah Evan.
"Aku tdak apa-apa!" kata Evan sambil bangkit berdiri tegak.
"Tidak aku sangka rasa sakit sakit seperti sedang mengikis tubuhku secara perlahan!, semakin sering aku menggunakan energi bintang ini maka tubuhku akan semakin cepat terkikis!" batin Evan dalam hatinya sambil menahan rasa sakit pada tubuh sebelah kanannya.
"Baiklah, ayo sekali lagi!" kata Evan sambil mengeluarkan energi bintang yang seketika langsung membara dan menyelimuti seluruh tubuh bagian kanannya.
Kemudian Evan langsung mengarahkan telapak tangan kirinya ke arah Golem Tanah Raksasa dan Lima Naga Tanah.
"Elemen Kayu, Jeratan Akar Berduri!!" ucap Evan yang seketika langsung mengeluarkan Akar Berduri Raksasa dari Tanah.
Akar Kayu Berduri seketika langsung mengikat dan melilit Golem Tanah Raksasa dan Lima Naga Tanah, hingga membuat dua monster raksasa tersebut terkekang dan kesulitan untuk bergerak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mampir Juga Yah Di Novel Author Yang Baru 😁.
Semakin banyak yang like dan komen, author makin banyak juga Up nya 😉. Di tunggu Like dan Komennya!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
__ADS_1
...****************...