KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 271 : Jebakan Kertas Jimat Peledak


__ADS_3

Setelah Evan dan yang lainnya selesai memasang jebakan, mereka pun segera kembali ke benteng pertahanan Nanzhou, di benteng pertahana Nanzhou mereka semua menunggu dan mempersiapkan pasukan mereka untuk menyambut kedatangan Mo Sueyan dan pasukannya.


Beberapa jam kemudian akhirnya Mo Sueyan beserta 200 ribu prajuritnya pun akhirnya datang menyerang menuju Nanzhou.


"Nanzhou, bersiaplah kalian untuk kami hancurkan!, Seluruh Pasukan dengarkan aku!, Hari ini kita akan harus berhasil menghancurkan Nanzhou dan menghabisi semua musuh!, Hidup Kerajaan Mo dan hancurkan Kerajaan Gu!" seru Mo Sueyan berteriak dengan keras kepada seluruh pasukannya.


Teriakkan Mo Sueyan seketika membakar semangat seluruh pasukan kerajaan Mo menjadi lebih membara.


"Hidup Kerajaan Mo dan Hancurkan Kerajaan Gu!!" sorak penuh semangat para prajurit pasukan disepanjang perjalanan menuju Nanzhou.


Dalam perjalanan Mo Sueyan dan pasukan besarnya menuju Nanzhou, tampak seekor burung elang berwarna coklat sedang terbang tinggi di atas mereka untuk mengamati dan memata-matai pergerakan Mo Sueyan dan pasukan besarnya.


Burung Elang tersebut adalah burung elang yang dikendalikan oleh Evan yang sekarang ada di atas benteng pertahanan Nanzhou, jadi apapun yang dilihat oleh si burung Elang maka Evan pun akan dapat melihatnya juga.


Tidak lama kemudian akhirnya Mo Sueyan dan pasukan besernya pun melintasi (memasuki) area padang pasir yang telah dipasang jebakan ribuan kertas jimat peledak oleh Evan dan yang lainnya.


Evan yang melihat itu dari penglihatan burung elang pun dengan segera langsung mengaktifkan semua kertas jimat peledak, yang sekarang berada tepat di area padang pasir tempat seluruh pasukan kerajaan Mo menginjakkan kakinya.


"Meledak!" kata Evan dengan dua jari (tengah dan telunjuk) yang saling dirapatkan tetap didepan wajahnya.


Kemudian seluruh kertas jimat yang ada di area padang pasir tempat Mo Sueyan dan seluruh pasukannya melintas pun meledak seketika.


"BOOMM! BOOMM! BOOMM! BOOMM!!" ledakan terjadi dengan beruntun hingga langsung mengobrak-abrik dan memporak-prandakan 200 ribu prajurit Pasukan Kerajaan Mo.


Dalam sekejab lebih dari separuh pasukan kerajaan Mo yang dibawa oleh Mo Sueyan lenyap seketika oleh ledakan yang terjadi secara beruntun tersebut.


Karena jebakan sudah diaktifkan, maka Evan pun dengan segera memerintahkan seluruh pasukannya yang telah dipersiapkan untuk menyambut kedatangan Mo Sueyan dan pasukannya.


"Seluruh Pasukan Serang, habisi semua musuh!!" seru Evan berteriak dengan kencang kepada seluruh pasukannya.


Mendengar teriakn perintah dari sang Jenderal Besar Evan Li, seluruh pasukan pun langsung bergerak menuju ke arah Pasukan Kerajaan Mo yang telah porak-poranda.

__ADS_1


"Dengarkan perintah!, Serang!" teriak Luo Bai memimpin seluruh pasukannya maju menyerang menuju pasukan kerajaan Mo.


Kemudian Evan dan teman-temannya pun memimpin 60 ribu prajurit pasukan Nanzhou bergerak menyerang dan membersihkan sisa-sisa Pasukan Kerajaan Mo yang kemungkinan selamat dari jebakan.


Hanya dalam waktu beberapa menit saja pasukan Nanzhou dari kejauhan sudah melihat pasukan besar kerajaan Mo yang telah porak-poranda.


Tampak lebih dari 100 ribu prajurit telah mati terkena ledakan, 60 ribu prajurit terluka dan 40 ribu prajurit berhasil selamat dari ledakan tersebut.


Mo Sueyan selamat tanpa luka karena kualitas fisiknya yang telah mencapai kekuatan raga tingkat tiga, Mo Sueyan terbang diudara bersama dengan ribuan prajurit yang selamat tanpa luka.


Tampak Lebih dari dua puluh ribu prajurit kerajaan Mo berhasil selamat berkat seribu kurungan pelindung pasir yang diciptakan oleh Mo Sueyan.


Kemudian Mo Sueyan menghilangkan seribu kurungan pelindung pasirnya yang mengurung puluhan ribu prajurit, yang berhasil dia selamatkan dari ledakan tersebut.


"Keparat!, bajingan Nanzhou ternyata telah membuat jebakan untuk kita!" kata Mo Sueyan merasa sangat marah dengan nafas yang terengah-engah.


Karena menggunakan jurus berskala besar yaitu Jurus Seribu Pelindung Pasir, kini Mo Sueyan telah kehilangan lebih dari Energi Spiritual miliknya.


"Sialan, sekarang sepertinya sudah tidak mungkin lagi untuk berperang melawan Nanzhou!, jika aku tetap menyerang Nanzhou hanya dengan sisa pasukan ini, maka kami akan jadi domba bertemu dengan harimau!, keparat!" kata Mo Sueyan merasa sangat marah dan kesal sambil mengepal tangannya dengan erat.


Kemudian seorang prajurit yang terbang didekat Mo Sueyan melihat pasukan Nanzhou yang sedang bergerak menuju ke arah mereka.


"Itu pasukan Nanzhou! mereka sedang bergerak menuju kemari!" kata prajurit tersebut sambil menunjuk ke arah Pasukan Nanzhou yang bergerak dengan cepat ke arah mereka.


Mendengar itu kemudian Mo Sueyan menoleh dan melihat ke arah Pasukan Nanzhou yang sedang bergerak dengan cepat ke arah mereka.


"Sialan!, ternyata musuh sudah merencanakan semuannya dengan matang!, sekarang jika tetap ingin berperang dengan kondisi pasukan aku yang sekarang, maka aku dan pasukanku akan dikalahkan dengan sangat mudah oleh pasukan Nanzhou. aku juga tidak tahu bagaimana kekuatan pasukan Nanzhou sekarang, lebih baik aku dan pasukanku mundur saja dari pada harus mati konyol ditangan Nanzhou!" pikir Mo Sueyan mempertimbangkan dengan perasaan marah.


Melihat dari kondisi yang memang sudah tidak mungkin lagi untuk berperang melawan Nanzhou yang kekuatan tempur masih menjadi misteri, Mo Suryan pun memutuskan untuk menarik mundur seluruh pasukannya yang tersisa.


"Seluruh pasukan yang selamat, segera mundur!, dengarkan perintahku, Mundur!" teriak kencang Mo Sue Yan memberi perintah kepada seluruh pasukannya yang tersisa.

__ADS_1


Mendengar perintah tersebut, kemudian Seluruh pasukan kerajaan Mo yang tersisa pun berbalik mundur.


Sementara itu pasukan Nanzhou yang dipimpin oleh Evan sudah sedikit lagi sampai ditempat pasukan Kerajaan Mo.


Melihat bahwa pasukan kerajaan Mo ingin mundur dan melarikan diri, Evan dan teman-temannya pun tidak ingin membiarkannya.


"Pasukan musuh ingin kabur!, seluruh pasukan Kuda Darah tembakan panah!" perintah Evan kepada pasukan Kuda Darah.


Kemudian sambil menunggang kuda, seluruh Pasukan Kuda Darah pun menembakan panah mereka ke arah Pasukan Kerajaan Mo yang hendak ingin kabur.


Dalam sekali tembakan panah dari pasukan Kuda Darah, dalam sekejab ribuan prajurit kerajaan Mo yang berada dibarisan paling belakang, mati seketika terkena tembakan anak panah dari Pasukan Kuda Darah Nanzhou.


Tidak berhenti sampai disitu saja, Evan kemudian memberi perintah lagi kepada Pasukan Kuda Darah untuk menembakan panah sekali lagi.


"Pasukan Kuda Darah, Tembakan panah sekali lagi!" perintah Evan untuk yang kedua kalinya kepada pasukan Kuda Darah.


Kemudian sambil menunggang kuda, pasukan Kuda Darah pun menembakan panah untuk yang kedua kalinya ke arah Pasukan Kerajaan Mo yang hendak ingin kabur.


Akan tetapi seluruh anak panah yang ditembakan oleh Pasukan Kuda Darah ke arah Pasukan Kerajaan Mo, dengan cepat ditangkis oleh Mo Sueyan dengan jurus ombak pasirnya.


"Ombak Pasir!" kata Mo Sueyan mengeluarkan sebuah jurus berupa ombak pasir emas yang seketika menangkis ribuan anak panah yang meluncur ke arah Pasukan Kerajan Mo.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...


...****************...

__ADS_1


......................


__ADS_2