KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 449 : Penuh Dengan Kelicikan


__ADS_3

"Kamu memang sangat licik!" ucap Ratu Yue Xian Ling dengan sangat geram dan kesal.


"Ayolah Ratu, kamu sudah mengatai aku licik berulang-kali. Tidakkah kamu merasa lelah?" ujar Evan. "Sebenarnya aku tidak pernah menganggap kalau diriku ini licik, tetapi aku lebih menganggap kalau diriku ini cerdik!" lanjut Evan sambil mengetuk kepalanya dengan jari.


"Sialan kau! Jadi apa yang kamu inginkan sekarang?"


"Keinginan ku masih sama seperti sebelumnya. Aku hanya ingin separuh dari harta rampasan Perang menjadi milik kami!" kata Evan masih bersih keras dengan permintaannya.


"Baiklah, karena itu yang kamu inginkan, maka dengan terpaksa aku akan menyetujuinya!" kata Ratu Yue Xian Ling dengan sangat terpaksa.


"Nah, begini baru benar. Lain kali, tolong jangan seperti ini, yah?" ujar Evan sembari tersenyum dengan ramah pada Ratu Yue Xian Ling.


Mendengar ucapan Evan, Sang Ratu Siluman Yue Xian Ling hanya diam sambil mengepalkan tangannya dengan sangat erat.


Setelah itu, kemudian Evan dan Ratu Yue Xian Ling pun memulai rapat atau diskusi mereka tentang rencana penyerangan.


Di dalam Diskusi mereka, sebenarnya Ratu Yue Xian Ling telah menyusun rencana sebelum kedatangan Evan dan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam. Sedangkan di dalam Diskusi kali ini, Evan dan Ratu Yue Xian Ling hanya akan memperbaiki susunan rencana penyerangan tersebut.


"Ratu, aku sarankan lebih baik, kita meniadakan Pasukan Pemanah didalam Hutan!" ujar Evan menyarankan.


"Mengapa?" tanya Ratu Yue Xian Ling.


"Karena menurutku, serangan Panah pasti akan kurang jitu jika digunakan di dalam Hutan. Dan menurutku, jika dibandingkan dengan serangan Panah, sebaiknya kita menambahkan jebakan atau perangkap saja. Jebakan atau Perangkap jauh lebih jitu digunakan di dalam Hutan dari pada serangan Panah!" kata Evan menjelaskan.


"Apa yang kau katakan memang benar. Tetapi memasang Jebakan atau Perangkap tentu akan memakan banyak waktu. Sedangkan saat ini, kita sudah tidak memiliki banyak waktu lagi untuk menghadapi Pertempuran!" kata Ratu Yue Xian Ling.


Namun Evan tampak tersenyum saat mendengar itu. Kemudian Evan dengan santai mengeluarkan setumpuk Kertas Jimat Peledak dari dalam cincin penyimpanannya.


Melihat setumpuk Kertas Jimat Peledak ada dihadapannya, Ratu Yue Xian Ling tampak terkejut.


"Dengan seluruh Jimat Peledak ini kita tidak perlu Khawatir untuk masalah Jebakan. Dan pastinya kita akan memiliki waktu yang cukup dalam kondisi kita yang sekarang ini!" ucap Evan sembari tersenyum.


"Bagaimana menurutmu, Ratu Yue?" lanjut Evan bertanya dengan senyuman.


"Ternyata kamu adalah seorang ahli jimat juga. Baiklah, kalau begitu aku akan dengan terpaksa akan setuju dengan rencana mu!" kata Ratu Yue Xian Ling menyetujui rencana yang Evan ajukan.

__ADS_1


"Tetapi Ratu...."


"Apa lagi??" tanya Ratu Yue Xian Ling dengan raut wajah tidak senang.


"Begini Ratu, aku hanya ingin memberitahu padamu, kalau Kertas Jimat Peledak milikku tidak gratis dan tidak murah. Karena pertempuran ini aku dan Para Prajurit ku hanya menjadi Pasukan bantuan kalian. Jadi...."


"Baiklah aku mengerti apa maksudmu!" saut Ratu Yue Xian Ling memotong kalimat Evan.


"Aku akan beli semua Jimat Peledak kamu ini! 1 juta Kristal Spirit, bagaimana?" ujar Ratu Yue Xian Ling tanpa basa-basi langsung menawar harga.


"Satu Juta?" ucap Evan tanpa sadar tersentak kaget.


"Sial, harga ini terlalu tinggi sampai membuat aku terkejut. Jika aku meminta harga yang lebih tinggi lagi, mungkin wanita ini akan langsung menyetujuinya. Aku harus mengambil kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini!" pikir Evan dalam hati.


"Maaf Ratu, bukan mau menyela, tapi harga yang kamu tawarkan itu sungguh sangat rendah!" ucap Evan yang hendak mengelabui Ratu Yue Xian Ling lagi.


"Apa kamu pikir aku ini bodoh? Satu juta itu sudah harga yang sangat tinggi!" kata Ratu Yue Xian Ling yang langsung kesal mendengar perkataan Evan.


"Ayolah, Ratu. Saat ini kita sedang berada dalam kondisi seperti ini, dimana lagi Ratu bisa mendapatkan Jimat Peledak sebanyak ini?" ujar Evan.


"He-he-he karena ini berhubungan dengan kerjasama kita, maka aku tidak akan meminta harga yang tinggi. Lima Juta Kristal Spirit, bagaimana?" ucap Evan melempar harga.


Mendengar itu Ratu Yue Xian Ling menjadi semakin kesal dan geram, hingga mengepalkan tangannya dengan sangat erat dan kuat.


"Baik, Lima Juta!" kata Ratu Yue Xian Ling menerima dengan penuh rasa kesal. "Aku harap, setelah ini, sebaiknya kamu dan Para Prajurit mu tidak mengecewakan aku!" lanjut Ratu Yue Xian Ling.


Kemudian Ratu Yue Xian Ling berbalik badan membelakangi Evan. Dan sebelum pergi, Ratu Yue Xian Ling pun berkata :


"Jika kalian mengecewakan aku, aku pasti tidak akan pernah melepaskan kalian, Ingat itu!" kata Ratu Yue Xian Ling memberi peringatan kepada Evan.


Namun Evan hanya tersenyum mendengar itu.


Kemudian Ratu Yue Xian Ling pergi meninggalkan Tenda tersebut. Sedangkan Evan masih tetap tersenyum, sambil melihat punggung Ratu Yue Xian Ling yang semakin menjauh darinya.


****************

__ADS_1


Pada malam itu juga, Evan beserta separuh dari Pasukan Gagak Malam langsung melancarkan rencana mereka.


Di luar Perkemahan atau lebih tepatnya di pedalaman Hutan Lembah yang dipenuhi oleh Pohon Besar yang rimbun. Tampak Evan dan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam yang sedang sibuk memasang jebakan (Jimat Peledak) di setiap batang pohon.


Dan untuk mempercepat waktu, Evan membagi Separuh Pasukannya menjadi beberapa kelompok kecil. Dan kelompok-kelompok kecil tersebut ditugaskan oleh Evan, untuk menyebar dan memasang jebakan di beberapa wilayah lain di Hutan Lembah.


Dengan gerakan yang sangat cepat seperti bayangan hitam yang bergerak pada malam hari, Evan dan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam sudah berhasil menghabiskan setengah dari seluruh Jimat Peledak, hanya dalam waktu kurang dari lima belas menit.


Akan tetapi pada saat Evan sedang sibuk-sibuknya menempelkan Jimat Peledak di batang pohon bersama dengan kelompoknya, tiba-tiba salah seorang Prajurit dari kelompok lain yang bertugas di wilayah lain datang menghampiri dirinya.


"Tuan Jenderal, lapor!" kata Prajurit tersebut dengan suara yang cukup pelan.


"Ada apa?"


"Mohon menjawab Tuan Jenderal. Pada saat aku dan kelompok ku menyebar Jimat Peledak di wilayah yang Tuan Jenderal sebutkan, kami melihat ada sekelompok Prajurit Iblis yang sedang berpatroli di wilayah tersebut!" kata Prajurit tersebut melaporkan.


"Ooohh??..." ucap Evan tersenyum sambil memiringkan kepalanya.


Mengetahui akan hal itu, dalam sekejap Evan mendapatkan sebuah rencana.


"Kalian tetaplah berada disini untuk memasang jebakan. Aku ada rencana sampingan yang harus aku lakukan!" ucap Evan pada Para Prajurit yang sedang bersamanya (kelompoknya).


"Baik Tuan Jenderal!" jawab Para Prajurit tersebut.


"Bagus! Kalau begitu, ayo kita pergi ke tempat yang kamu katakan!" kata Evan pada Prajurit yang tadi memberi laporan kepadanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...


......................


......................

__ADS_1


__ADS_2