
Dua jam kemudian, akhirnya Evan berhasil menyerap seluruh energi spiritual yang dikumpulkan kedalam Formasi Pengumpul Aura.
"BOOMMM!!" energi spirtual meledak keluar dari tubuh Evan.
Dengan menyerap energi spiritual yang ada didalam Gua Gravitasi, Evan berhasil menerobos dan naik hingga ke tingkat Kaisar Level Sembilan.
"Sayang sekali energi spiritual yang ada didalam Gua Gravitasi tidak cukup banyak untuk membuatku menerobos hingga ke Tingkat Kaisar Emperor!" kata Evan tanpa memikirkan akibat ulah keserakahannya.
Setelah menyerap semua energi spiritual yang dikumpulkan kedalam Formasi Pengumpul Aura dan menerobos hingga ke tingkat Kaisar Sembilan, Evan yang sudah tidak memakai baju lagi bangkit berdiri dan bersiap untuk melanjutkan perjalanannya untuk masuk kedalam Gua Gravitasi hingga keujung Gua Gravitasi.
"Dengan kekuatanku yang sekarang, aku pasti bisa masuk hingga ke ujung Gua Gravitasi!" kata Evan dengan teguh.
Evan berjalan mendekat ke perbatasan antara titik 905 meter dengan titik 906 meter kedalam Gua Gravitasi.
Evan bersiap dan menghela nafas. "Ayo kita mulai lagi!" kata Evan yang langsung masuk ke titik sejauh 906 meter kedalam Gua Gravitasi.
"BRAAKK!!" seketika tanah yang dipijak oleh Evan retak dan hancur akibat tekanan Gravitasi yang sangat berat dan kuat.
"Kenapa tekanan disini sangat kuat?, sangat berbeda sekali dengan titik sebelumnya!" kata Evan sambil menggertak giginya dan menahan tekanan Gravitasi dan tekanan Roh yang sangat amat berat dan kuat.
Evan yang terkejut mencoba melangkah mundur, akan tetapi disaat Evan melangkah mundur kembali ke titik 905 meter, Evan terkejut karena tekanan Gravitasi dan tekanan sama sekali tidak berkurang apa lagi menghilang.
"Kenapa tempat beristirahat jadi memiliki tekanan Gravitasi juga?!" batin Evan sambil menahan kuatnya tekanan Gravitasi dan tekanan Roh yang menekan tubuh dan jiwanya.
Kemudian suara Elemen Bintang terdengar samar-samar dipikiran Evan.
"Sepertinya, setelah kamu masuk ke titik ini maka, kamu tidak dibisa untuk mundur lagi!, kamu harus terus melangkah maju kedepan!, Sial! tekanan Roh disini menghalangi kami untuk berkomunikasi denganmu, sepertinya setelah ini kamu harus berjuang dan berusaha dengan kemampuan kamu sendiri!...." kata terakhir Elemen Bintang sebelum Transmisi Suaranya menghilang akibat tekanan Roh yang memghalanginya.
"Sial!, sepertinya aku memang harus berusaha dengan kemampuan aku sendiri, karena tidak bisa mundur maka aku akan terus maju hingga sampai keujung Gua Gravitasi ini!" kata Evan sambil menahan tekanan Gravitasi dan Roh yang menekan tubuh dan jiwanya.
__ADS_1
Kemudian Evan dengan usaha keras lanjut melangkah maju lagi, walaupun tekanan Gravitasi dan Roh dengan sangat kuat menekan tubuh dan jiwanya.
Karena tekanan Gravitasi yang sangat berat, maka setiap pijakkan kaki Evan akan menghancurkan dan membekas sebuah telapak kaki ditanah.
Dengan usaha yang sangat keras Evan maju selangkah demi selangkah masuk semakin jauh kedalam Gua Gravitasi, akan tetapi tekanan Gravitasi dan Roh yang Evan rasakan juga semakin mengerikan.
Kini berat yang Evan rasakan telah lebih berat ratusan kali lipat dari pada dunia luar, dengan sekuat tenaga Evan menahan tekanan Gravitasi dan Roh sambil mengertakkan giginya.
"Aaaakh!..., tulangku rasanya sudah mau patah, tetapi aku harus tetap menahannya!" kata Evan terus melangkah maju dengan penuh perjuangan.
Tekanan Gravitasi dan Roh semakin berat dan kuat menekan Evan untuk jatuh, namun Evan yang tidak ingin menyerah terus maju selangkah demi selangkah dengan penuh perjuangan walau tekanan Gravitasi dan Roh memaksanya untuk menyerah.
Evan terus berjuang untuk maju selangkah demi selangkah, hingga akhirnya Evan sampai ke titik sejauh 930 meter kedalam Gua Gravitasi.
Pada saat Evan menginjakkan kakinya ke titik sejauh 931 meter kedalam Gua Gravitasi, tiba-tiba dari arah depan datang sebuah serangan pedang menyerang ke arah Evan.
Evan yang sedang berjalan menahan tekanan Gravitasi dan Roh sambil menundukkan kepala, seketika merasakan dan menyadari adanya serangan dari arah depan. Dengan cepat Evan langsung mengangkat kepalanya dan segera menghindari serangan pedang tersebut.
Sambil menahan tekanan Gravitadi dan Roh Evan langsung memegang lengannya yang terluka.
"Sialan!, kenapa tiba-tiba ada serangan pedang yang sangat kuat!?" kata Evan merasa kesal dan tidak menduga.
Namun tidak lama kemudian serangan pedang yang kedua datang lagi dari arah depan dan menyerah ke arah Evan.
Menyadari dan melihat ada serangan pedang kedua, Evan dengan cepat langsung menghindar dengan bergerak diagonal kebelangkang, yang mana secara tidak langsung Evan kembali ke titik sejauh 930 meter kedalam Gua Gravitasi.
Serangan pedang kedua dapat dihindari oleh Evan tanpa terluka sedikit pun.
"Sialan!, apakah aku harus terus menghindari semua serangan pedang itu sambil menahan tekanan Gravitasi dan Roh yang menakanku!?" ujar Evan merasa kesal dengan rintangan yang harus dia hadapi.
__ADS_1
Namun seketika Evan mengerutkan alisnya dan merasa heran setelah sadar bahwa serangan pedang tidak datang menyerang lagi, ketika dirinya kembali ke titik sejauh 930 meter kedalam Gua Gravitasi.
"Sepertinya serangan pedang itu tidak akan datang menyerang ketika aku berada pada titik ini!, sungguh rintangan yang merepotkan!" ujar Evan merasa kesal dengan rintangan yang harus dia hadapi.
Kemudian Evan maju melangkah lagi sambil menahan tekanan Gravitasi dan Roh yang menekan tubuh dan jiwanya, namun baru menghindari dua serangan pedang Evan kembali lagi ke titik 930 meter.
Tetapi Evan tidak ingin menyerah dan tetap maju melangkah lagi, dengan gerakan yang lambat akibat tertekan oleh tekanan Gravitasi dan Roh, Evan terus menghindari serangan pedang yang datang menyerang ke arahnya.
Namun setiap Evan baru maju beberapa langkah dan menghindari beberapa serangan pedang, Evan selalu saja dipaksa untuk kembali ke titik 930 meter lagi dan lagi.
Evan tetap tidak ingin menyerah dan terus mencoba untuk maju melangkah kedepan, walau terkadang serangan pedang menggores dan melukai tubuhnya.
Setelah berkali-kali mencoba namun tetap saja kembali lagi ke titik 930 meter, tampak Evan yang sudah merasa lelah dengan nafas yang sudah terengah-engah dan tubuh yang penuh dengan luka goresan.
"Haahh.... Haahh.... Haahh...., apakah aku benar-benar tidak bisa melewati rintangan ini?, sekarang tubuhku sudah dipenuhi oleh luka, aku lelah sekali!...." ujar Evan yang sudah merasa lelah.
Sementara itu diwaktu yang sama di Provinsi Nanzhou atau lebih tepatnya dikota Yanzhou kediaman Jenderal, tampak Ririn yang sedang menemani Cao Cao berlatih sambil memegang dan mengelus perutnya.
"Evan, kamu harus cepat pulang aku merindukan kamu!" kata Ririn sambil memegang dan mengelus perutnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
......................
__ADS_1
......................