
"Siapa kamu!?, sepertinya kalian bukan Pengawal yang diutus oleh ayahku!, kalian pasti adalah penjahat yang juga berniat ingin menculikku!" kata Yuna Li melangkah mundur menjauh dari Evan.
Melihat reaksi dan dendengar perkataan dari Yuna Li itu, Evan pun semakin yakin bahwa Yuna Li benar sudah tidak mengingat dirinya lagi, dan juga karena saat pertama kali berjumpa saat itu Evan masih berumur 6-7 tahun sedangkan Yuna Li 7-8 tahun, jadi Evan pun merasa tak aneh jika Yuna Li melupakan dirinya.
"Hahaha..., gadis bodoh!, kamu tetap saja pelupa dan bodoh sama seperti sembilan tahun lalu!" kata Evan berbalik badan membelakangi Yuna Li.
Mendengar perkataan Evan, seketika Yuna Li langsung merasa kesal.
"Kamu!, siapa kamu!?, kamu berani sekali mengataiku bodoh, apakah kamu tahu siapa aku?, aku adalah putri kedua Jenderal Yunfan Li, putri kesayangannya!, kamu berani menculikku maka kamu akan menjadi buronan seluruh kota Siun dan kamu pasti akan dihukum penggal oleh ayahku!" kata Yuna Li menyombongkan dirinya dan mengancam Evan.
"Tetapi jika kamu melepaskan dan membiarkan aku pergi sekarang maka aku tidak akan mempermasalahkan bahwa kamu menculik diriku!" kata Yuna Li hendak bernegosiasi dengan Evan.
Evan tidak memperdulikan semua perkataan Yuna Li, Evan tetap tampak santai dan berjalan mendekat ke api unggun dan duduk disamping Tang Chen yang sedang terbaring tertidur didekat api unggun.
"Dasar gadis bodoh, kemari duduklah disini jangan hanya berdiri dan marah-marah disitu!" ujar Evan menyuruh Yuna Li.
Melihat bahwa Evan tampak tidak peduli dengan ancaman dan negosuasi darinya, Yuna Li pun kembali mengerutkan alisnya.
"Kemarilah!, apakah kamu tidak lelah berdiri disitu?" ujar Evan membujuk Yuna Li dengan ramah.
Kemudian Yuna Li melirik ke dua kloningan Evan yang ada dibelakang kanan kirinya dengan rasa penuh kewaspadaan.
Melihat itu Evan pun menghilangkan dua kloningannya tersebut dan menjadi sebuah gumpalan asap, hal itu membuat Yuna Li yang melihat kedua kloningan tersebut yang tiba-tiba menghilang pun kaget.
"Dua orang itu hanyalah kloninganku, bukan manusia!, kamu kemarilah duduk jangan hanya berdiri disitu seperti orang bodoh!" ujar Evan tersenyum menertawakan Yuna Li yang tampak seperti orang bodoh.
__ADS_1
Dengan penuh rasa waspada dan kesal juga marah, Yuna Li pun menuruti permintaan Evan untuk pergi duduk didekat api unggun bersamanya.
Yuna Li melangkah mendekat ke api unggun dan duduk didekat api unggun namun dengan sedikit menjauh dari Evan.
Evan melihat Yuna Li yang tampak kesal dan marah dengan rasa kewaspadaan yang tinggi terhadap Evan, Yuna Li sejenak melirik melihat Tang Chen yang sedang tidur berbaring di atas tanah.
"Dia adalah temanku, dia cukup bodoh sama seperti kamu jadi jangan terlalu perdulikan dia!" kata Evan terus mengatai Yuna Li.
"Siapa yang bodoh?, aku tidak bodoh!" kata Yuna Li merasa kesal kepada Evan.
"Hahahaa...." Evan pun tertawa melihat reaksi Yuna Li.
Evan yang terus mengatai dan menertawai dirinya sungguh telah membuat Yuna Li merasa sangat marah, geram, dan kesal.
"Kamu!, kamu tahu tidak siapa aku?, aku adalah putri kedua, putri kesayangan Jenderal Yunfan Li penguasa kota Siun!, aku bisa dengan sangat mudah meminta ayahku untuk membunuhmu!, kamu cepat lepaskan dan biarkan aku pergi sekarang maka aku bisa melupakan semua kejadian yang tadi, jika tidak kamu tidak akan bisa menanggung resikonya!" kata Yuna Li kembali mencoba bernegosiasi dengan mengancam Evan.
"Kamu pikir aku ini penculik?, jika kamu memang ingin pergi dari sini yah silahkan pergi saja!, lagi pula aku juga tidak akan menghalangimu!" kata Evan dengan senang hati.
"Benarkah?, kamu akan membiarkan aku pergi?" tanya Yuna Li merasa sangat gembira yang langsung bangkit berdiri dengan sangat bersemangat.
"Benar, kamu boleh pergi!....." ujar Evan sambil mengangguk dan raut wajah tersenyum.
Mendengar itu Yuna Li pun merasa sangat senang, Yuna Li pun hendak pergi meninggalkan tempat Evan, namun baru saja berjalan beberapa langkah Yuna Li mendengar lolongan serigala yang langsung membuatnya seketika berhenti melangkah dan merinding ketakutan.
"Kenapa malah berhenti?, pergilah, tapi aku akan mengingatkan kalau dihutan ini ada banyak Hewan Monster yang sangat buas dan ganas yang siap memakan manusia!, para hewan monster ini sangat rakus hingga mereka tidak akan memakan mangsa mereka tanpa menyisakan apapun, mereka akan mengoyak daging, mengunyah tulang dan organ dalam dan meminum darah manusia yang mereka makan, apa lagi jika manusia itu adalah seorang gadis cantik yang sangat segar!" kata Evan menakut-nakuti Yuna Li.
__ADS_1
Mendengar itu Yuna Li pun semakin ketakutan hingga gemetar ketakutan, namun tidak hanya berhenti sampai disitu saja, Evan lanjut bercerita lagi.
".....Dan juga tidak hanya ada hewan monster saja tetapi ada juga para bandit mesum, mereka sangat senang apa bila melihat ada seorang wanita cantik yang tersesat didalam hutan, mereka akan mengejar dan menangkap juga memperkos@ wanita itu secara bersama-sama hingga para bandit itu merasa pias, dan kemudian setelah mereka puas bersenang-senang mereka akan menjual wanita cantik tersebut ke pusat perbudakan, dipusat perbudakan biasanya orang-orang akan dipaksa untuk bekerja tanpa digaji, dan apa bila budak itu menolak maka budak itu akan disiksa hingga mati oleh majikannya!" cerita Evan menakut-nakuti Yuna Li.
Mendengar cerita Evan yang begitu menakutkan sungguh membuat Yuna Li semakin gemetar ketakutan, Yuna Li yang ketakutan pun mengurungkan niatnya untuk pergi meninggalkan tempat Evan.
Kemudian Yuna Li kembali duduk meringkuk ketakutakutan ditempat semula tadi dia duduk, Evan yang melihatnya pun tersenyum senang karena telah berhasil manakut-nakuti Yuna Li, sekaligus membuat Yuna Li untuk tidak jadi pergi dan tetap tinggal bersamanya.
"Kenapa kamu malah kembali?, mengapa kamu tidak jadi pergi?, bukankah tadi kamu sangat ingin pergi??" tanya Evan Li yang merasa sangat senang telah berhasil membuat Yuna Li sepupunya itu ketakutan.
"Setelah kamu bercerita seram seperti itu kamu masih bertanya mengapa aku tidak jadi pergi?, Humph dasar Licik!, lihat saja setelah aku berhasil kembali nanti, aku pasti akan melaporkan (mengadukan) kamu pada ayahku untuk dipenggal!" ucap Yuna Li merasa sangat marah dan kesal terhadap Evan sambil duduk meringkuk ketakutan.
"Hahaha..., seharusnya kamu itu berterima kasih padaku karena aku tidak hanya telah menolongmu dari para bandit tetapi aku juga telah menolong kamu dengan menghentikan kamu!" ujar Evan.
"Humph! aku tidak peduli!, aku akan tetap mengadukan dirimu pada ayahku agar kamu dipenggal!" kata Yuna Li yang masih saja merasa kesal.
"Dasar gadis bodoh yang angkuh, karena kamu sangat ingin mengadukan aku pada ayahmu si Jenderal Yunfan Li itu, kalau begitu coba saja aku tidak takut!" kata Evan menantang dengan senang hati.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
__ADS_1
......................