
Diwaktu yang sama, Sea lin dan yang lainnya juga mengalami hal yang serupa.
Mereka terpojok dan para tetua menyuruh para anak muda untuk pergi, sedangkan mereka para orang tua akan menahan musuh yang ingin mengejar.
"Sea lin, kamu pergilah, bawa teman-temanmu untuk pergi dari sini, kami akan menahan mereka untuk kalian agar bisa kabur, ingat jangan lupa balaskan dendam ini, kalian harus menjadi kuat!" ucap Tetua Long Qi kepada putranya.
Para anak muda menundukan kepala mereka mendengar perkataan tetua long qi, terutama Sea lin sendiri yang tak tahan menahan tangis dan air mata yang jatuh, dia terus mengusap-usap matanya mencoba menahan air mata yang keluar.
"Luo bai, ayah merestui kamu dengan Lu rao rao, ingat jagalah dia dengan baik. maafkan ayahmu ini yang terlalu egois untuk memisahkan kalian waktu itu. kali ini biar ayah menebusnya yah." ucap tetua Luo Shanqi tersenyum pada Luo Bai.
Luo bai memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan kesedihannya dengan air mata yang terus mengalir dipipinya.
"Tang chen-Qin shan, tolong jagakan Cao Cao dan sampaikan ucapan terima kasihku jika kalian bertemu dengan Evan." pinta Kakek Tua Jing.
Semua para anak muda itu terus bergelinang air mata dihadapan senyumam para tetua yang ingin berkorban. Melihat suasana yang seperti itu tetua Ao ling mencoba membakar kembali semangat mereka dengan memberi semangat dengan seruan yang penuh semangat.
"Kalian jangan cengeng !, Masa depan kalian masih panjang! saat kalian bisa pergi dari sini berusahalah untuk menjadi yang terkuat! Balaskan dendam sekte! jangan menyerah, Semangat!!, hapus air mata kalian dan berjuanglah !, bangun kembali sekte matahari merah kita dan raihlah kemenangat, Semangat !!" seru tetua Ao ling.
Mendengar itu Sea lin maju dan membusungkan dadanya dan mendongakan kepalanya. "aku bersumpah, aku akan menjadi kuat dan membalaskan dendam sekte!."
Melihat Sea lin yang maju dan mengucapkan kalimatnya dengan lantang telah membuat semangat yang lainnya pun kembali membara.
__ADS_1
Mereka membusungkan dada mereka. "Kami bersumpah akan menjadi yang terkuat dan membalaskan dendam sekte!!" ucap mereka serentak.
"Hahaha menarik, tapi aku tak akan membiarkan kaian pergi dari sini hidup-hidup!" ucap jenderal Seng ki sambil memberi kode kepada prajuritnya untuk bersiap menyerang.
"Menyerahlah kalian tidak akan bisa kabur lagi, jika kaian menyerah aku berjanji aku akan membiarkan kalian mati dengan mayat yang utuh!" ucap tetua Mo xiqi.
"DALAM MIMPIMU !!" teriak Tetua Long Qi sambil maju menyerang bersama dengan tetua ao ling, luo shanqi dan kakek jing.
"Kalian cepat pergi !!" perintah tetua ao ling sambil menahan serangan prajurit.
Sea lin yang berada didepan mencoba membuka jalan dengan membersihkan para prajurit yang menghalangi. namun ketika terdengar suara teriakkan dari para tetua dia pun terkejut dan hendak berbalik.
"AYAH !!" teriak sea lin dengan sangat kuat dan hendak kembali ke tempat pertempuran para Tetua.
"Turunkan aku..!! aku ingin menyelamatkan ayahku !!lepaskan aku !! AYAAHH !!" Sea lin terus berteriak ingin kembali dan menyelamatkan ayahnya.
Namun Luo Bai tetap membopong dan membawa sea lin pergi bersama Tang chen dan Qin shan untuk melarikan diri, tapi walaupun begitu mereka tetap saja menangis dalam pelariannya terutama Luo Bai.
"AAAAAAAHHHKKK.... !!!" teriak Luo Bai tak tahan menahan rasa kesedihan dalam hatinya.
......................
__ADS_1
Diwaktu yang sama Evan pun juga mengalami hal yang sama, para tetua dan jenderal Ryu meminta Evan untuk pergi.
"Evan lari !!" teriak kepala sekte yang sedang bertarung dengan Jenderal Lanxia
"Harimau Mata Emas keluarlah !!" seru Evan mengeluarkan harimau mata Evan dari sebuah lingkaran yang keluar dari tubuhnya.
Dengan cepat Evan pun meloncat naik ke Punggung Harimau Mata Emas dan langsung pergi meninggalkan para Tetua dan jenderal Ryu yang sedang bertempur menahan para musuh untuk mengejar Evan.
Namun para musuh pun tidak ingin dan membuarkan Evan untuk kabur.
"Jangan harap bisa kabur!" para musuh dan pengkhianat mencoba menghentikan Evan untuk kabur.
Namun "KLLAANGG !!" para tetua dan jenderal ryu berhasil menahan mereka dan mampu mengulur waktu untuk Evan.
Namun jenderal Tong berhasil meloloskan diri dari penahanan para tetua dan jenderal ryu, dan jenderal tong pun mengejar Evan dengan terbang menggunakan sayap aura miliknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
__ADS_1
......................