
Tiga hari kemudian diluar Benteng Pertahanan kota Yanzhou. Tampak dari kejauhan sekelompok orang yang sedang berjalan menuju Benteng Pertahanan Kota Yanzhou. Dan sekelompok orang itu adalah rombongan Gu Mei dan Hua Qing Qing yang membawa sekitar 20 orang murid Sekte Gunung Abadi.
"Sepertinya itu adalah Benteng Pertahanan Nanzhou, akhirnya sedikit lagi kita sampai!" kata Hua Qing Qing merasa senang.
Rasa lelah dalam perjalanan mereka seketika langsung berkurang, setelah melihat Benteng Pertahanan Nanzhou ada didepan mata mereka.
Akan tetapi disaat mereka merasa senang, tiba-tiba mereka semua terkejut ketika merasakan ada sekelompok orang yang datang dari arah belakang mereka.
"Gawat!" kata Zhang Xiu dengan raut wajah terkejut sambil menoleh kebelakang mereka.
Tampak dari arah belakang mereka datang dua puluh Prajurit terkuat yang diutus oleh Wu Shen untuk mengejar mereka.
Melihat sekelompok Prajurit yang diutus Wu Shen telah berhasil mengejar mereka, mereka semua merasa sangat terkejut dan segera pergi untuk melarikan diri ke Benteng Pertahanan Kota Yanzhou.
"Prajurit utusan Wu Shen sudah berhasil mengejar kita sampai kesini, kita harus cepat pergi ke Benteng Pertahanan Kota Yanzhou!" kata Gu Mei pada Para Murid Sekte Gunung Abadi.
"Semuannya cepat pergi ke Benteng Pertahanan Kota Yanzhou!" kata Hua Qing Qing memberi perintah pada Para Murid Sekte Gunung Abadi.
Kemudian Gu Mei, Hua Qing Qing dan Para Murid Sekte Gunung Abadi yang lainnya langsung berlari pergi menuju Benteng Pertahanan Kota Yanzhou untuk meminta pertolongan dari Para Prajurit Nanzhou.
Akan tetapi dengan jarak yang sudah sangat dekat, Gu Mei, Hua Qing Qing dan Para Murid Sekte Gunung Abadi yang lainnya sudah tidak dapat kabur dari kejaran Para Prajurit utusan Wu Shen.
Disisi lain tampak Para Prajurit utusan Wu Shen yang terbang semakin dekat dengan Gu Mei dan Para Murid Sekte Gunung Abadi.
Melihat Gu Mei dan Para Murid Sekte Gunung Abadi sudah berada didepan mata, Para Prajurit utusan Wu Shen langsung menambah kecepatan terbang mereka.
"Putri sudah berada didepan mata, jangan biarkan Putri kabur, tangkap Putri! Sedangkan Para Murid Sekte Gunung Abadi yang bersamanya, bunuh mereka semua!" kata Sang Pemimpin Sekelompok Prajurit tersebut memberi perintah pada Para bawahannya.
__ADS_1
Sementara itu disisi lain tampak Gu Mei, Hua Qing Qing serta Para Murid Sekte Gunung Abadi yang terus berlari menuju Yanzhou.
"Semuannya cepat pergi ke Benteng Pertahanan kota Yanzhou!" kata Hua Qing Qing memberi perintah pada Para Murid Sekte Gunung Abadi.
Akan tetapi kecepatan langkah kaki Gu Mei, Hua Qing Qing dan Para Murid Sekte Gunung Abadi sama sekali tidak dapat dibandingkan dengan kecepatan kepakan Sayap Aura Para Prajurit utusan Wu Shen.
Kemudian dari arah belakang terdengar suara ledakan serangan dan teriakan salah seorang murid Sekte Gunung Abadi. Akan tetapi Gu Mei, Hua Qing Qing dan Para Murid Sekte Gunung Abadi tidak peduli dan terus berlari menuju Benteng Pertahanan Kota Yanzhou.
Namun sesaat kemudian dari arah belakang Pemimpin Para Prajurit utusan Wu Shen mengeluarkan sebuah serangan besar untuk menyerang dan menghentikan mereka semua.
"BOOOMMM!!" serangan besar dari sang Pemimpin Prajurit menghantam Gu Mei, Hua Qing dan Para Murid Sekte Gunung Abadi dari arah belakang.
Ledakan serangan besar tersebut seketika langsung melempar dan menjatuhkan Gu Mei, Hua Qing Qing dan Para Murid Sekte Gunung Abadi.
Tampak Belasan Murid Sekte Gunung Abadi Mati seketika, akibat terkena hantaman serangan besar dari sang Pemimpin Para Prajurit utusan Wu Shen.
"Sialan!" kata Hua Qing Qing sangat geram sambil berusaha untuk bangkit berdiri. Tidak hanya Hua Qing Qing tetapi Gu Mei dan Para Murid Sekte Gunung Abadi yang masih hidup, mereka semua berusaha untuk bangkit berdiri.
Tampak dari aura yang dipancarkan oleh Dua puluh Prajurit terkuat tersebut, mereka semua memilki Tingkat Pencapaian Kultivasi yang sama, yaitu Tingkat Kaisar Level Satu. Sedangkan Pemimpin Para Prajurit tersebut memiliki tingkat Pencapaian Kultivasi yang berada tiga level di atas Para Prajurit lainnya, yaitu Tingkat Kaisar Level Empat.
Pada saat Hua Qing Qing sudah hampir bangkit berdiri, tiba-tiba salah seorang murid sekte Gunung Abadi mati seketika terkena satu serangan dari salah seorang Prajurit utusan Wu Shen.
"Semuannya Bunuh mereka! Jangan biarkan satu orang pun berhasil lolos!" kata sang Pemimpin Prajurit memberi perintah pada Para bawahannya.
Sementara itu di atas benteng Pertahanan Kota Yanhou, tampak Sea Lin dan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam yang sedang bertugas menjaga benteng pertahanan.
Sea Lin yang sedang berbicara dengan Tian Yang dan Sai tiba-tiba terkejut mendengar suara ledakan dari kejauhan. Sea Lin dengan penglihatan tajam langsung menoleh dan melihat ke tempat asal suara ledakan tersebut.
__ADS_1
"Ada apa Komandan?" tanya Tian Yang dan Sai merasa heran melihat Sea Lin yang tiba-tiba menoleh ke arah padang pasir yang luas.
Sea Lin sama sekali tidak menghiraukan pertanyaan Tian Yang dan Sai, Sea Lin tetap fokus melihat ke tempat asal suara ledakan yang didengarnya.
"Tian Yang, kamu dan Pasukan tetap berjaga disini! Sai, kamu ikut aku pergi!" kata Sea Lin memberi perintah pada Tian Yang dan Sai.
Walaupun Tian Yang dan Sai tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi, tetapi mereka berdua tetap mematuhi perintah yang diberikan oleh Sea Lin.
"Baik Komandan!" kata Tian Yang dan Sai menerima perintah yang diberikan oleh Sea Lin pada mereka.
Kemudian Sea Lin dan Sai terbang pergi meninggalkan benteng pertahanan kota Yanzhou dan terbang menuju ke tempat suara ledakan tersebut berasal. Sedangkan Tian Yang dan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam tetap berjaga di atas benteng pertahanan kota Yanzhou.
Sementara itu ditempat yang akan dituju oleh Sea Lin dan Sai, tampak Gu Mei yang sudah tertangkap oleh sang Pemimpin Prajurit, sedangkan Para Murid Sekte Gunung Abadi hanya tersisa Hua Qing Qing, Tai Ming dan Zhang Xiu saja.
Karena sudah terkepung dan tidak bisa melarikan diri lagi, maka untuk bertahan sampai akhir mereka berempat bertarung dengan Para Prajurit utusan Wu Shen dengan segenap kekuatan mereka.
"Haaiiss..., ternyata kalian cukuo merepotkan juga. Semuannya serang mereka, mereka sudah kelelahan pasti tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi!" kata sang Pemimpin Para Prajurit memberi perintah pada Para Bawahannya.
"Sial!, apakah kita akan mati disini? padahal tinggal sedikit lagi sampai ke Nanzhou, tetapi mengapa Para Prajurit Pemberontak ini malah berhasil mengejar kami?" batin Hua Qing Qing dalam hatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
__ADS_1
......................